NovelToon NovelToon
Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / System / Kultivasi / Sistem / Tamat
Popularitas:205k
Nilai: 4.6
Nama Author: Blizzardauthor

(HIATUS)

Jalan menjadi eksistensi abadi dengan sistem disampingnya. Mampukah Teng Huan mencapainya ? Ikut terus kelanjutan ceritanya.


Nb : Update tidak menentu, namun diusahakan untuk update sehari 1x.

Jangan lupa mampir ke karya author yang lainnya :

- Pendekar Yin - Yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanyakan Saja Pada Raja Neraka

"Nona awas !!!!" Teng Huan dengan sigap langsung memegang bagian belakang kepala wanita tersebut membuat wanita itu menundukkan kepalanya.

Dorrrrr

Dorrrrr

Dorrrrr

Seperkian detik, pas sekali Teng Huan menundukkan kepala Wanita tersebut alhasil peluru tersebut tidak mengenai wanita tersebut. Merasa masih dalam bahaya, Teng Huan langsung bergerak menuntun wanita tersebut bersembunyi disalah satu pohon besar disana. Tepat setelah itu, suasana taman kota yang awalnya sedikit ramai, langsung ricuh seketika setelah mendengar suara tembakan yang cukup terdengar ditelinga.

Wanita tersebut yang mengetahui bahwa ada yang mengincarnya seketika menjadi takut juga gelisah. Ia melirik Teng Huan yang telah menyelamatkan nyawanya beberapa detik yang lalu, jika saja Teng Huan tidak membuat ia menundukkan kepalanya mungkin peluru tersebut sudah menembus kepalanya. Walaupun seperti itu, rasa takut masih membayangi wanita tersebut. Teng Huan yang melihat tubuh wanita tersebut bergetar langsung memukul tengkuk wanita tersebut membuatnya tidak sadarkan diri.

"Cihhhhh, kenapa jadi merepotkan seperti ini." Teng Huan berdecak kesal.

"Siaga bahaya cepat lindungi nona muda !" perintah salah satu pengawal yang sedikit telat bereaksi langsung bergerak mendekati pohon tempat wanita dan Teng Huan bersembunyi. Pengawal lainnya langsung menganggukan kepalanya menghubungi bala bantuan untuk datang ke lokasi.

"Cihhhhh sistem tunjukkan dimana assassin itu." ucap Teng Huan kepada sistemnya.

Ding

[Memindai lokasi sekitar tuan. Mohon tunggu sebentar]

"Cepat sistem jangan terlalu lama." ucap Teng Huan masih waspada menengok kanan dan kirinya.

[Selesai ! assassin tersebut berada disebelah barat diatas gedung yang terhalangi oleh dua gedung besar]

Mendengar itu Teng Huan langsung memfokuskan pandangannya dan benar kata sistemnya terlihat seorang assassin yang menggunakan sniper sedang membidiknya.

"Bahaya" Teng Huan langsung menundukkan kepalanya.

Dorrrrr

Pas sekali Teng Huan menundukkan kepalanya alhasil peluru tersebut hanya mengenai angin saja. Setelah tembakan tersebut pengawal dari wanita tersebut datang mendekati.

"Nona muda apakah anda baik-baik saja !?" ucap pengawal tersebut cemas mengkhawatirkan keadaan nona mudanya tersebut. Teng Huan yang mendengar itu menjawab.

"Dia baik-baik saja Paman, anda tidak perlu khawatir. Nona ini hanya shock saja tadi. Saat ini ia sedang tidak sadarkan diri saja. " ucap Teng Huan sembari fokus memandang assassin tersebut lalu mengalihkan pandangannya ke pengawal, lebih tepatnya pistol yang berada di sakunya. Teng Huan tiba-tiba terpikirkan suatu cara yang cukup aneh.

"Paman aku pinjam pistolmu sebentar" kata Teng Huan langsung mengambil pistol disaku celana pengawal nona tersebut dan segera berlari menuju pohon yang sebelahnya. Pengawal tersebut yang ingin berkata menelan kembali perkataan tersebut membiarkan Teng Huan membawa pistolnya.

Tepat setelah Teng Huan bergerak terdengar kembali suara tembakan.

Dorrrrr

Teng Huan yang melihat itu mengkerutkan keningnya membatin."Assassin ini tidak mengincar ku kan." batin Teng Huan melihat asap bekas peluru tersebut.

Teng Huan melirik tempat assassin itu berada, dan benar saja assassin itu sedang menargetkan dirinya saat ini.

Teng Huan kembali bersembunyi di dekat pohon yang ada disana. Dirinya tidak langsung muncul kembali, lalu tiba-tiba ia mempunyai ide gila yang muncul di otaknya.

"Assassin ini sepertinya kesal sekali kepada ku. Hanya karena telah merusak rencananya, Ia sampai tidak memperhatikan targetnya lagi." gumam Teng Huan mengintip melihat bahwa targetnya adalah dirinya sendiri bukan wanita itu lagi.

Assassin tersebut masih tidak melepaskan Teng Huan sebagai target utama snipernya ini. Ia merasa sangat kesal, karena Teng Huan berhasil menyadari tembakannya. Awalnya ia ditugaskan untuk membunuh wanita yang bersama Teng Huan, namun sang assassin itu tidak menyangka bahwa Teng Huan akan menyadari tembakannya dan bahkan berhasil menghindarinya.

Diatas Gedung

"Apakah tadi hanya kebetulan saja ?" gumam assassin tersebut bingung dengan reaksi yang dikeluarkan oleh Teng Huan. Kecepatan Refleksinya melebihi manusia pada umumnya, ia bahkan tidak yakin bahwa ada manusia yang seperti itu didunia ini.

"Kecepatan refleksnya sangat mengerikan. Tidak kusangka ada manusia seperti ini." gumam assassin tersebut kembali tidak berniat melepaskan Teng Huan.

Teng Huan yang bersembunyi menghela nafas panjang memikirkan sebuah cara untuk berhasil lepas dari pengawasan assassin tersebut.

"Sistem apa saranmu ?" ucap Teng Huan bertanya kepada sistemnya.

[Sistem sarankan tuan untuk menggunakan keterampilan langkah bayangan. Akan tetapi, dengan tingkat Kultivasi tuan yang masih rendah akan cukup kesulitan untuk tuan gunakan]

Mendengar saran dari sistemnya itu, Teng Huan berpikir keras untuk menimbang segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.

"Jika diperhitungkan itu lebih baik daripada rencana pengalihan. Menggunakan Langkah Bayangan adalah bergerak melesat lurus dengan cepat. Namun, dikarenakan Kultivasiku masih sangat lemah hanya bisa melesat sejauh sepuluh meter saja." gumam Teng Huan lalu tersenyum kembali.

"Namun, sepuluh meter itu sudah cukup untuk lolos dari pandangan assassin itu." Teng Huan tersenyum sinis berdiri lalu mengatur nafasnya dan memejamkan mata.

Pengawal dari wanita tersebut yang melihat Teng Huan memejamkan matanya, merasa aneh dengan tingkah Teng Huan lakukan itu.

"Apa yang dilakukan pemuda itu ?" ucap pengawal tersebut memandang Teng Huan.

"Langkah Bayangan" ucap Teng Huan melangkah keluar dari persembunyiannya, namun tiba-tiba ia langsung menghilang tidak berada di balik pohon tersebut lagi.

Melihat itu, Pengawal itu sontak terkejut saat Teng Huan menghilang setelah sekali melangkah. Bukan hanya pengawal itu saja, assassin pun yang sudah siap-siap ingin menarik pelatuknya ikut terkejut ketika Teng Huan langsung menghilang sekali melangkah.

Teng Huan muncul kembali di toko depan taman kota dan langsung terduduk merasakan seluruh tubuhnya sakit, setelah menggunakan keterampilan langkah bayangan tadi.

"Hah hah hah hah. menggunakan "langkah bayangan" masih terlalu sulit dengan Kultivasi Fondasi Qi Awal." ucap Teng Huan yang merasakan sakit sekujur tubuhnya. Ia langsung mengambil sikap lotus untuk memulihkan keadaannya. Walaupun aura spiritual dikota sudah tercemar, namun bukan berarti tidak ada.

Diatas Gedung

"Sial ! apakah seorang manusia bisa bergerak secepat itu !?" ucap assassin itu kesal kehilangan jejak Teng Huan. Merasa tidak mendapatkan Teng Huan, akhirnya assassin itu mengabaikan Teng Huan dan fokus kembali ke misinya yaitu, membunuh wanita yang sedang berbincang dengan Teng Huan tadi.

"Anggap saja itu keberuntungannya berhasil selamat dari incaran ku." ucap assassin itu kembali fokus membidik pohon tepat wanita dan pengawal tersebut bersembunyi.

"Ya hal itu menjadi keberuntunganku, namun menjadi nasib buruk untukmu" kata seseorang dengan lantang membuat assassin itu terkejut mendengar suara itu. Ia lantas memalingkan wajahnya melihat sosok pemuda yang tidak lain adalah Teng Huan.

"K-Kau b-bagaimana bisa mengetahui posisiku disini !?" kata assassin tersebut menunjuk-nunjuk Teng Huan dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat. Teng Huan yang mendengar itu hanya terkekeh memainkan pistol yang berada ditangannya.

"Kau ingin tau ?" kata Teng Huan memutar-mutar pistolnya dijari tangan sembari terkekeh melihat ekspresi dari Assassin itu yang sudah jelek. Walaupun menggunakan penutup wajah, raut wajah assassin itu masih terlihat jelas membuat Teng Huan mengetahui ekspresi wajah assassin tersebut.

Assassin tersebut mundur selangkah demi selangkah dengan tangan diletakan dibelakang. Ketika Assassin itu ingin bereaksi...

Dorrrrr

Pistol yang digenggam oleh Teng Huan telah meluncurkan pelurunya terlebih dahulu. Peluru tersebut meluncur mulus tepat mengenai dahi assassin tersebut.

"Jika kau ingin tau, tanyakan saja pada raja neraka disana." ucap Teng Huan dengan memasang wajah acuh tak acuh.

Ding

[Selamat ! Tuan telah berhasil menyelesaikan misi Darurat]

>>>>> Bersambung

1
LI
padahal udh jelas kepercayaan 100% tapi malah ga percaya dan beli pil budak,kenapa kagak beli pil pintar aja Thor biar pintar tuh orangnya bego amat jadi orang selalu nanya sistem selalu aja nanya sistem
Sak. Lim
ga normal mc nya maka nya di putusin pacar nya.
Sak. Lim
mc naiiiiif goblokkkk ada hadiah di biar kan,ga di buka.
Sak. Lim
knpa kotak hadiah blum di buka platinum
Sak. Lim
tpi goblokkkk saksi kunci di biar kan sama juga boonk,
Sak. Lim
goblokkkk di piaara
Sak. Lim
MC koplooooook otak bebal uda di tlong sistym tpi msih ngelu....
kubang 378
yah ga di lanjut ya
kubang 378
lanjut thor
fandy radityaputra
kapan lanjut terus
Ahmad Sihab
ceritanya bagus dan mudah untuk di ikuti, tetap semangat ya Thor untuk lanjut ceritanya.
Ahmad Sihab
semangat ya Thor, ceritanya bagus dan mudah di ikuti alurnya
Tanty Aulia
harusnya 50.000
Lia Asgar
hadir thor
Harman LokeST
singkat banget ceritanya author lanjut terus
Harman LokeST
siapa bilang Ten Huan tidak bisa menyembuhkan
Harman LokeST
crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up
Harman LokeST
up up up up up up up up up ⭐⭐⭐⭐⭐
Harman LokeST
Ten Huan cepat buka hadiah dari system karena itu sangat penting
Harman LokeST
crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up crazy up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!