NovelToon NovelToon
Bukan Salahku Selingkuh

Bukan Salahku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:195.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

WARNING...!! SIAPKAN KOMENTAR TERPEDAS KALIAN YA😁

Novel ini di angkat dari kisah nyata mungkin pada awalnya si pihak perempuan bisa di bilang bodoh, kalau penasaran yuk lanjut baca kalau gak skip aja ya😁




"Tidak, bukan aku yang memulai. Kau yang lebih dulu mengkhianati ku. Lalu kenapa sekarang kau merasa paling tersakiti?" Winda menatap wajah suaminya dengan sesak di dadanya.

"Maafkan aku, aku khilaf. Tapi, kenapa kau malah berselingkuh dari ku?"

Lelaki yang tidak memiliki perasaan ini dengan entengnya melontarkan pertanyaan yang membuat Winda tertawa geli.

Bukan kesalahan Winda berselingkuh, sejak mereka menjalin hubungan di saat kuliah, Tama lah yang sudah mengkhianatinya terlebih dahulu.

Memaafkan berulang kali, begitu seterusnya hingga mereka menikah. Hati Winda benar-benar patah, wanita ini membalas pengkhianat suaminya. Mempertahankan rumah tangga demi nama baik masing-masing dari keluarga mereka. Linda dan Tama, hidup dalam kemunafikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Tiga hari menginap di hotel tanpa kabar dan meninggalkan pekerjaannya. Winda memutuskan untuk pulang, dengan sikap acuh tak acuh wanita ini memasuki rumahnya.

Winda, hatinya telah keras dan sekarang sudah masa bodoh dengan apa yang terjadi dalam rumah tangganya.

Rumah ini sepi, mungkin saja Tama sedang pergi bekerja atau pun sedang bersenang-senang bersama perempuannya. Begitu pemikiran Winda.

Winda mengecek ponselnya, terdapat satu pesan masuk dari kantor yang sejak pagi tidak di bukanya. Winda di pecat secara sepihak. Tidak sedih, wanita ini hanya tersenyum miring menanggapinya.

Usia kandungan yang sudah memasuki bulan kedua, tidak ada gejala ibu hamil yang di rasakan Winda. Semua nampak normal seperti biasa.

Di luar rumah, Tama yang melihat mobil Winda terparkir di halaman langsung bergegas masuk. Di panggilannya nama Winda, panggilan kesayangan sejak mereka pacaran.

Winda hanya mendengar tanpa berniat menjawab. Hanya sibuk bermain ponselnya.

Krek .....

Tama membuka pintu, pria ini langsung menghembuskan nafas lega.

"Winwin, akhirnya kau pulang juga!" ucap Tama senang tapi Winda masih setia dengan diamnya, "kau dari mana saja hah?" tanya Tama.

Sekali lagi, Winda acuh tak menanggapi.

"Winwin, jawab aku. Kemana kau selama tiga hari ini hah?"

"Suka-suka aku kemana, kau tidak berhak melarang ku meskipun kau suami ku!" jawab Winda dengan ketusnya.

"Aku sangat khawatir pada mu dan anak kita. Jika kau kenapa-kenapa bagaimana?"

"Akan jauh lebih baik jika kau kenapa-kenapa. Lagian, siapa juga yang peduli pada ku?"

"Bisakah kau berhenti bicara?"

"Win, kau berubah!" ucap Tama yang seolah lupa dengan kejadian beberapa hari yang lalu.

"Kau lihat itu kaca?" tunjuk Winda ke arah meja rias, "tolong kau cermini dulu wajah mu itu sebelum kau menghakimi ku!" ucap Winda membuat Tama terdiam.

"Win,....!"

"Aku di pecat, aku sudah tidak bekerja lagi. Mana kartu mu!" ujar Winda dengan mengulurkan tangannya.

"Win,....!"

"Cepat, aku istri mu!"

Huft,....

Tama mengalah, mau tidak mau pria ini memberikan kartunya. Bukan main, Winda meminta kartu tanpa batas milik suaminya.

"Dari pada uang mu habis untuk perempuan lain, bagus aku yang menghabiskannya!" ujar Winda.

"Aku tidak pernah memberikan uang pada wanita mana pun. Aku berani bersumpah!"

"Sama sekali tidak bisa di percaya!" seru Winda, "keluar sana, aku mau istirahat!" usirnya.

Sekali lagi Tama mengalah, membiarkan sang istri beristirahat. Tama melirik jam yang melingkar di tangannya, pria ini bergegas berganti pakaian lalu pergi ke dapur.

Tama memasak untuk makan malam. Dari awal menikah entah kenapa Winda tidak ingin ada pembantu di rumah ini.

Selesai memasak Tama pergi mandi sebentar lalu membangunkan Winda mengajaknya makan malam.

"Bagaimana, enak gak?" tanya Tama berusaha mengajak istrinya mengobrol.

"Apa pun yang kau masak tetap enak. Jadi, kau saja yang memasak di rumah ini."

"Tidak masalah. Em,...kapan kau akan mengecek kandungan mu?" tanya Tama.

"Apa peduli mu?"

"Dia anak ku, sudah seharusnya aku peduli padanya!"

"Ku pikir kau hanya bisa peduli dengan nafsu mu saja!"

"Win,...!"

"Tolong jangan membuat selera makan ku hilang!" ucap Winda mengingatkan.

Tak lagi sama, tidak ada lagi Winda yang baik hati jika di ajak bicara. Selesai makan malam, Winda langsung masuk kedalam kamar sedangkan Tama membereskan sisa makanan dan piring kotor di meja.

Tak berapa lama Tama menyusul istrinya ke kamar, kening Tama berkerut dalam memperhatikan sang istri yang sejak tadi tersenyum-senyum sendiri.

"Dengan siapa kau berkirim pesan?" tanya Tama penasaran.

"Buka urusan mu!" jawab Winda langsung menunjukkan wajah dinginnya.

"Win, jangan menduakan ku!" pinta Tama begitu egoisnya.

"Hah, lucu sekali. Kau bisa bebas menjalin hubungan dan tidur dengan siapa saja kenapa kau malah melarang ku? adilkah?"

Jika seperti ini Tama tidak bisa menjawab, kesalahannya terlalu sulit untuk di maafkan.

"Jangan menyentuhku!" ucap Winda dengan menepis tangan Tama yang hendak menyentuhnya.

"Win, jangan seperti ini...!"

"Dengan mata jelas aku melihat kau gulat manja dengan tubuh perempuan lain. Sungguh itu membuat ku jijik!"

Tidak bisa berkata-kata lagi, Tama hanya duduk diam membisu di tepi ranjang. Lelaki ini begitu bodoh, entah apa yang ada di dalam pikirannya sekarang.

Hari ke hari telah berganti bahkan bulan juga telah berganti, sikap Winda semakin berubah. Di usia kandungan yang sudah menginjak enam bulan Winda lebih senang berada di luar rumah bersama dengan Jimmy, pria yang di kenalnya tanpa sengaja. Sedangkan hubungan Winda dan Ferdi hilang begitu saja semenjak Winda di pecat dari kantor.

Rumah tangga Tama dan Winda masih sama, hambar terasa tidak memiliki makna. Tama sudah tidak lagi berhubungan dengan Tania, entah kenapa wanita itu tiba-tiba menghilang.

Tama juga semakin berubah, segala perhatiannya tertuju pada Winda meskipun Winda masih sangat dingin dan acuh padanya.

"Bulan depan acara tujuh bulanan. Tidak terasa sebentar lagi kita akan mem anak," ucap Tama yang sudah tidak sabar lagi menanti kelahiran anaknya.

"Terus, aku harus apa?" tanya Winda yang sangat sibuk dengan ponselnya.

Tama tahu jika Winda sedang berhubungan dengan satu orang pria yang sampai detik ini Tama sendiri tidak tahu siapa orangnya.

Tama sudah berusaha mencari tahu tapi hasilnya tetap saja nihil. Sudah berulang kali membuntuti istrinya, tapi tetap saja Tama tidak menemukan siapa laki-laki yang menjadi teman spesial istrinya ini.

"Boleh aku pinjam ponsel mu?" tanya Tama yang penasaran.

"Privasi ku, jangan coba-coba menyentuhnya. Kau memang suami ku, tapi aku tidak mengizinkan mu membukanya!"

"Win, mau sampai kapan kau berhubungan dengan laki-laki itu?" tanya Tama lesu.

"Selagi dia bisa membuat ku nyaman, kenapa harus ku hentikan? toh, aku juga tidak tahu apa kau sudah tobat atau masih suka celap celup!"

"Aku berani bersumpah, aku tidak pernah lagi seperti itu."

"Sumpah, kau sangat berani memainkan sumpah. Dasar lelaki pengecut, seperti aku dong. Selingkuh terang-terangan!" ucap Winda sangat mengena di hati Tama.

Meskipun terasa sakit, Tama tidak bisa berbuat banyak. Hanya pasrah menunggu waktu, berharap jika Winda bisa kembali seperti dulu. Seperti awal mereka bertemu.

"Aku suami mu, setidaknya hargai aku!"

"Aku juga istri mu, saat aku hamil muda kau malah asyik bergulat dengan perempuan lain. Sekarang ku tanya balik, siapa yang memulai ini semua, aku atau kau?"

Lagi dan lagi, Tama mati ucap tak bisa menjawab. Winda yang dulu pendiam dan penurut nyatanya bisa berubah menjadi Winda yang keras dan banyak bicara. Sungguh sangat keras hati dan pikiran Winda, wanita sudah berniat untuk membalas perbuatan suaminya.

1
Nurul Aeni
baru jg tunangan kesalahan fatal di maafin,klo udh nikah makin menjadi nantinya
Rita Juwita
bagus thor...
mak² rempong
semoga mereka sama² bertaubat dan d beri hidayah oleh Allah.. dan semoga kebahagian akan menghampiri keluarga mereka
Rani Anggraeni
syukaaa karakter winda
hajar terus win 🤣🤣🤣
komalia komalia
balasan buat si Diana nya coba sampai
komalia komalia
sampai aku skip baca bab sebelum nya saking muter cerita nya jadi gitu gitu aja yang ada tambah mendidih ujung ujung nya masih juga bertahan
komalia komalia
berbelit tak berkesudahan terus aja gitu
Fay
Luar biasa
Dyah Oktina
wah...hamil lagi kah... haduh.. anak dah 2 ngak keurus. nambah anak lagi...anak siapa tuh...hah... pd bodoh ya..
Dyah Oktina
emang keluarga sableng...herman ini
Dyah Oktina
memiliki anak
Farika Willesden
Luar biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
cerita paling gila' yg pernah dibaca. serasa baca rumah tangga kucing 🗿
niat hati baca novel untuk melepas penat , eh yang ada malah bertambah bahkan max level lagi
Firgi Septia
tapi knapa sampai mengulangi perbuatannya berzinah dan hamil ke dua kalinya dengan laki2 lain
Firgi Septia
knapa mereka TDK bercerai padahal rumah tangganya sdh TDK bisa tertolong lagi
Firgi Septia
heran dgn kelakuan winda
Firgi Septia
bingung mau ngomong apa
Firgi Septia
memang ortu TDK benar ini
Firgi Septia
ayahnya ini begitu menjerumuskan anaknya ke hal yg salah bukannya menasehati malah mengajak anaknya berbuat salah
Firgi Septia
Winda jadi begitu kelakuannya sama saja dengan kelakuan suaminya dulu kalau sakit kenapa harus melakukan perbuatan zina knapa tidak berdoa dan meminta nasehat misalnya dari ustad dan ayahnya jg sebelumnya sdh mendukung perceraiannya knapa tdk bercerai saja,memikirkan kembali untuk melanjutkan pernikahan tetapi selingkuh berakhir zina dan hamil sama saja dengan kelakuan suaminya, jadi bingung mau bagaimana lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!