Terdengar suara tembakan yang begitu keras, terlihat beberapa orang sedang berlari membawa senapan di tangannya, sepertinya mereka sedang mengejar seseorang.
Terlihat seorang wanita yang menggunakan masker dan juga pakaian serba hitam mencoba untuk menolong seseorang yang dikejar itu.
Dari sinilah awal kisah mereka, pertemuan antara dua orang yang sama-sama hebat, berani dan sama-sama keras kepala dimulai.
Akankah ada kisah cinta diantara dua orang ini ? Ataukah mereka tetap menjadi musuh ? Cerita selengkapnya bisa dibaca di novel ini 😊😊😊
THE NEW STORY OF KIARA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 : Curhatan Seorang Adik.
Di sebuah bar yang begitu ramai, terlihat ada dua orang pria tampan memasuki bar itu. Kedua pria tampan itu adalah Sebastian dan juga kakaknya Nathan. Malam ini mereka berdua berencana untuk minum bersama untuk menghilangkan kepenatan akibat kejadian dan pekerjaan hari ini. Nathan dan Sebastian sudah duduk di depan meja bar.
"Tuan, tolong satu botol wine," pinta Sebastian kepada bartender yang sedang bertugas itu.
Tidak lama, pesanan Sebastian sudah ada di hadapannya, sebotol wine dan juga dua gelas sloki. Sebastian tanpa ragu menuangkan wine itu di gelas sloki milik sang kakak dan juga di gelasnya sendiri.
"Cheers...," kata Sebastian.
Mereka berdua meminum wine itu. Gelas pertama sudah masuk ke dalam tubuh mereka. Sebastian pun menuangkan lagi wine ke dalam gelas miliknya, tetapi saat ia akan mengisi gelas sloki milik sang kakak, Nathan menolak untuk minum lagi.
"Sudah. Aku hanya akan minum segelas saja. Aku masih harus menyetir," kata Nathan menolak halus.
"Ah baiklah kalau gitu aku yang akan habiskan sebotol wine ini," ucap Sebastian.
Nathan yang melihat sang adik sudah minum lima gelas sloki wine pun tetap menemani sang adik untuk minum. Hanya saja Nathan tidak meminum minuman beralkohol. Setelah meneguk satu gelas sloki wine, Nathan pun memesan segelas jus jeruk untuk dirinya.
"Bagaimana keadaan mu sekarang ? Apa lebih membaik setelah kau minum ?" tanya Nathan.
"Tidak membaik sama sekali kak," jawab Sebastian jujur.
"Baiklah, aku akan menemanimu sampai keadaanmu membaik," kata Nathan sambil meminum jus jeruk yang dia pesan.
"Kak, aku sudah empat tahun berpacaran dengan Caithlin. Mungkin bulan depan aku akan melamarnya tapi kenyataannya sekarang apa kak. Dia pergi dengan laki-laki lain. Hatiku sangat terluka kak," curhat Sebastian dalam kondisinya sekarang.
"Hei adik bodoh, Caithlin itu hanya wanita yang jatuh cinta dengan uangmu. Selama empat tahun banyak sekali barang mewah yang kamu berikan untuknya," kata Nathan mencoba memberitahu sang adik.
"Ah kak, jangan seolah-olah membuat Caithlin memiliki sifat yang buruk dihadapan ku. Karena itu percuma. Aku tidak peduli kalau dia hanya menginginkan uangku it's okay kalau itu bisa buat dia sama aku. Aku sungguh mencintainya kak," kata Sebastian sambil meminum wine nya lagi.
"Memang susah kalau harus menasehati orang bodoh yang sedang jatuh cinta," kata Nathan sambil mendengus kesal.
"Kakak belum pernah merasakan yang namanya cinta. Jika kakak sudah merasakannya, pasti kakak juga akan menjadi pria bodoh," ucap Sebastian.
"Dasar adik yang gak ada akhlak. Bisa-bisanya bilang seperti itu. Jika nanti kakakmu jatuh cinta, aku tidak akan mau jadi sepertimu. Aku Nathan bukan orang yang bisa dibodohi hanya karena cinta," jelas Nathan dengan tegas.
"Baiklah baiklah. Kak aku ingin bertanya sesuatu kepadamu," kata Sebastian.
"Tanyakan saja. Tapi kalau kau berkata yang aneh-aneh aku akan membekukan semua ATM yang kau punya," ancam Nathan.
"Ah bekukan saja. ATM yang sudah tidak berguna," kata Sebastian yang tidak takut dengan ancaman kakaknya itu.
"Kak apa jangan-jangan kau tidak suka dengan perempuan, apa jangan-jangan kau seorang gay yang menyukai sesama jenis ?" tanya Sebastian yang membuat mata Nathan terbuka lebar karena terkejut.
"Sebastian kamu berani berkata seperti itu ? Aku bunuh kau," kata Nathan begitu kesal.
"Ah bunuh saja aku jika kamu mau. Kak aku bertanya serius. Selama ini aku tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang wanita manapun aku hanya tahu kau dekat dengan tuan Nicholas. Kak jangan bilang kakak berpacaran dengan tuan Nicholas ?" tanya Sebastian mulai melantur.
"Apa kamu bilang ? Sebastian adik yang tidak punya akhlak, jika kamu sadar besok hari aku akan membalas semua perkataan mu hari ini," jawab Nathan kesal.
"Sudah lupakan mau kau gay atau tidak aku tidak peduli. Kepalaku sudah banyak sekali bintang-bintang. Berapa botol wine yang aku sudah habiskan ? Ah mungkin tiga," kata Sebastian yang sudah mulai kacau.
"Baiklah sekarang kita pulang. Cepatlah sadar besok hari supaya aku bisa memberi pelajaran kepadamu," pungkas Nathan.
Setelah membayar semua minuman yang mereka berdua minum, Nathan membantu membawa sang adik masuk ke mobil. Sebastian sudah sangat mabuk sekarang.
Di tempat lain tepatnya di sebuah rumah sederhana, terlihat seorang wanita sedang berbaring di atas tempat tidurnya. Wanita ini adalah Kiara yang baru saja sampai di rumahnya dua jam yang lalu. Kiara tampak begitu lelah ini semua dikarenakan saat di kantor tadi ia harus menyelesaikan banyak sekali dokumen. Kiara menyadari kenapa Presdir memberikan banyak sekali pekerjaan kepadanya. Ini dikarenakan, Presdir sudah tahu identitas aslinya dan ingin membuatnya susah selama di kantor.
Saat Kiara sedang berbaring, tiba-tiba ia memikirkan akan suatu hal. Kiara memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu saat ia menyelamatkan seorang pria dari kejaran segerombolan orang bersenjata. Jika diingat wajah dari pria yang ia selamatkan, wajahnya hampir sama dengan Presdir dan sifatnya juga sama. Kiara mulai menduga jika pria itu adalah Presdir dari perusahaan The William Company. Tetapi kenapa Presdir dikejar oleh banyak orang bersenjata ?. Kiara memilih tidak memperdulikannya dan ia pun tertidur dengan pulas.
...****************...
Pagi pun tiba, Kiara sudah terbangun dari tidurnya. Ia sudah siap untuk berangkat ke kantor menikmati hari baru yang mungkin akan sama dengan kemarin. Hari yang melelahkan akan tiba. Terlihat dari wajah dan gesture tubuhnya, Kiara seperti enggan untuk berangkat ke kantor. Mengapa ? Jika Kiara berangkat ke kantor sudah dipastikan Presdir iblis alias Nathan itu akan menyusahkan-nya lagi seperti kemarin. Rasanya ingin sekali Kiara kabur dari perusahaan itu dan tidak ingin bertemu dengan Presdir iblis itu, tapi ia tidak bisa. Kenapa ? Karena Presdir menyebalkan dan menjengkelkan itu tidak membiarkannya untuk pergi. Jadi, mau tidak mau Kiara tetap harus bertahan di perusahan The William Company.
Kiara yang sudah ada di depan meja kerjanya pun sangat terkejut bahkan syok melihat semua dokumen yang membuatnya lembur kemarin malam berada di mejanya. Terlihat juga di samping dari dokumen-dokumen itu ada surat memo kecil yang bertuliskan jika semua dokumen ini sangat berantakan dan harus diulang. Kiara tampak begitu kesal karena hasil kerjanya tidak dihargai sama sekali. Kiara tanpa ragu dan tanpa takut, merobek surat memo kecil itu dan membuang semua dokumen itu ke tempat sampah. Kiara benar-benar sangat berani melakukan hal ini. Sebenarnya ada juga pegawai yang melihat kelakuan Kiara ini, tapi pegawai itu takut untuk menegur Kiara dikarenakan pangkat Kiara lebih tinggi dari mereka.
Kiara yang telah selesai membuang semua dokumen itu ke tempat sampah pun meletakan kepalanya di atas meja kerjanya dan menutup matanya. Tentu saja Kiara ingin tidur lagi karena ia benar-benar sangat mengantuk dan masih lelah.
Di tempat yang berbeda, tepatnya di lobby dari kantor The William Company, terlihat Nathan dan Sebastian memasuki kantor itu. Mereka berdua baru saja tiba. Penampilan mereka hari ini terlihat begitu keren, gagah, berwibawa, dan terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna abu-abu untuk Nathan dan setelan jas berwarna biru gelap untuk Sebastian. Ditambah lagi tinggi mereka yang bisa dibilang tinggi sekitar 180-185 cm, dan juga bentukan badan mereka yang terlihat sangat atletis walaupun ditutup dengan jas. Bisa dijamin para wanita yang melihat mereka berdua secara langsung pasti akan jatuh cinta dan akan berteriak-teriak histeris.
"Kak aku akan pergi ke ruangan ku. Jika kamu memerlukan bantuan panggil saja," kata Sebastian.
"Baiklah. Aku juga ingin menemui seseorang," ucap Nathan memberitahu.
"Siapa yang akan kakak temui ?" tanya Sebastian penasaran.
"Nona Christy," jawab Nathan singkat.
"Kak, jangan bilang kalau kakak jatuh cinta dengan nona Christy ?" tanya Sebastian mulai mencari masalah dengan sang kakak.
"Camkan kata-kataku, aku tidak akan jatuh cinta dengan wanita itu. Justru aku membencinya," jawab Nathan dengan tegas.
"Kak kalau kakak suka dengan nona Christy juga gak ada masalah. Nona Christy cantik," kata Sebastian.
Nathan memilih untuk tidak menjawab perkataan dari sang adik, Nathan pun melenggang pergi meninggalkan lobby menuju ke lantai empat tempat Kiara berada.
Pintu lift terbuka, Nathan sudah berada di lantai empat dari kantornya itu. Setelah keluar dari lift, mata Nathan menatap tajam Kiara yang sedang tertidur di atas meja kerjanya. Nathan juga menyadari jika semua dokumen yang ia tugaskan untuk diperbaiki oleh Kiara sudah tidak ada di meja itu. Nathan pun berjalan menghampiri Kiara bermaksud untuk membangunkan wanita itu, tetapi sebelum ia membangunkan Kiara, matanya melihat sesuatu yang bisa membuatnya begitu kesal. Tentu saja, Nathan melihat semua dokumen itu berada di tempat sampah yang ada di sebelah tanaman di dekat lift.
Sebenarnya, kemarin malam Nathan sengaja membuat Kiara lembur untuk mengerjakan bertumpuk-tumpuk dokumen. Setelah Nathan diberitahu oleh penjaga kantornya, jika Kiara sudah selesai dengan semua dokumen, Nathan menyuruh Nicholas untuk menempelkan sebuah pesan memo kecil di samping semua dokumen itu. Sebuah pesan memo yang berisikan Kiara harus mengulang semua dokumen itu padahal Nathan sama sekali belum memeriksa semua dokumennya. Nathan melakukan ini hanya untuk memberi pelajaran kepada sang penyusup yang berani masuk ke perusahaannya. Di mata Nathan, Kiara hanya seorang penyusup.
"Nona Christy ? Apa sekarang waktunya untuk tidur ?" kata Nathan tampak begitu kesal, tangannya juga menepuk meja kerja Kiara sehingga membuat suara dan dari suara tepukan Kiara terbangun dari tidurnya.
"Ah Presdir. Sudah jam berapa sekarang ? Aku benar-benar begitu lelah. Biarkan aku beristirahat lima menit lagi," kata Kiara yang nyawanya masih tertinggal di alam mimpinya.
"Kenapa kamu buang dokumen yang saya suruh ke tempat sampah ?" tanya Nathan dengan tegas.
"Dokumen. Oh iya, semua dokumen itu sudah tidak berguna. Memang pantas ditempat sampah," jawab Kiara yang nyawanya mulai kembali.
"Semua dokumen itu begitu penting. Ada lima rapat hari ini dan semua materi ada di dokumen itu," kata Nathan begitu kesal.
"Aku sudah memperbaiki semuanya. Kalau tuan butuh bisa ambil ditempat sampah. Itu hal sepele kan ?" ucap Kiara dengan sangat berani.
"Hal sepele ? Aku yakin kamu bahkan belum memeriksanya hari ini. Semua dokumen itu isinya masih sama sesuai dengan pekerjaanmu kemarin malam," ucap Nathan.
"Ah baiklah. Aku merasa semua yang aku kerjakan benar dan tidak mungkin perlu diulang. Aku berani taruhan pasti tuan yang belum memeriksanya," tebak Kiara.
"Devinaaaa...," panggil Nathan kepada salah satu pegawainya. Terlihat Nathan begitu kesal mendengar semua ucapan Kiara.
"Iya tuan ada yang bisa saya bantu ?" tanya Devina dengan sopan.
"Ambil semua dokumen yang ada di tempat sampah itu, bersihkan semuanya, semprotkan parfum kalau perlu. Aku butuh dokumen itu untuk rapat hari ini," perintah Nathan.
"Baik tuan, akan saya lakukan," kata Devina.
"Dan untuk kamu, nona Christy. Aku tunggu sepuluh menit di ruangan ku. Jika kamu terlambat atau tidak datang ke ruangan ku jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar," ancam Nathan lalu melenggang pergi menuju ruangannya di lantai lima.
Bersambung...