NovelToon NovelToon
Jodoh Online : Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™

Jodoh Online : Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:489.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kumi Kimut

Selamat membaca!!!

Kisah Duda Kere[N] Vs Gadis Somplak™

Namanya Chika, gadis dengan hobi nyleneh dari gadis seusianya. Dia suka memancing bersama teman-temannya, bahkan sering ikut kontes dan selalu juara satu dengan hadiah jutaan rupiah.

Dia gadis yang anti dengan duda, apalagi duren alias duda keren. Menurutnya, duda adalah status yang menyeramkan baginya, statment Chika tentang duda adalah pria dewasa yang kurang belaian dari seorang wanita.

Tapi nasib berkata lain, Chika mendapatkan kesialan bertubi saat harus menerima perjodohan online yang sangat merugikan dirinya.

Kedua orang tuanya, telah menentukan nasibnya yang harus berjodoh dengan duren!

Astaga! kek mana tuh?

Apa Chika mau ya nikah sama duda? secara dia tuh anti gitu?

Penasaran?

Yuk baca novel baruku ini, jangan lupa like, komen, fav dan vote.


Mari ber-haha hihi dengan neng othor 😂😂😎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumi Kimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di rumah Chika ll

Makan malam yang penuh dengan kebahagiaan, Dante bahkan mampu berbaur dengan keluarga Chika yang notabene dari kalangan kelas menengah. Dia tak sungkan melempar canda kepada kedua orang tua Chika. Begitupun sebaliknya, namun tidak seperti itu yang di rasakan sang gadis. Jika perjodohan ini adalah sebuah kebaikan, maka itu akan menjadi bencana baginya, di saat Chika masih berharap kepada Gio dan Dante masih mencintai Julian. Hubungan yang rumit sudah terjalin, pernikahan Dante dan Chika hanya akan membuat keduanya tersiksa namun tidak ada jalan lain, selain menerima perjodohan itu. Setidaknya alasan untuk membahagiakan kedua orang tuanya, bisa menjadi penguat niat Chika dan Dante.

Dante memperhatikan cara makan Chika yang terlihat tidak bersemangat, Dante kemudian menegurnya.

"Chik? kau sakit?" Dante bahkan mengusap punggung Chika, membuatnya menjadi salah tingkah.

"Hey! lepaskan itu, jangan pegang-pegang," ucap Chika yang terkejut saat sentuhan tangan Dante ada di punggungnya.

"Terima sajalah! di malam pertama bukan cuma punggung, yang lain juga bisa di pegang," celetuk Minho dengan mulut penuh nasi.

"Kunyah dulu nasinya baru bicara," jawab Chika mampu mengimbangi kejahilan Minho.

"Eh Chik, calon suamimu itu harusnya di suapi, kasihan dari tadi belum makan sesendok nasi 'pun. Dia hanya memandangmu yang terlihat murung." Tak ada habisnya Minho membuat Chika mati kutu di depan Dante.

"Kau berlebihan kakak ipar, aku hanya lebih mementingkan perut calon isteriku daripada perutku sendiri." Dante bahkan menyingkirkan sehelai rambut yang menutupi wajah cantik Chika.

Sang gadis semakin salah tingkah, dia hanya diam terpaku sembari mencuri pandang ke arah om duda tampan.

Dante mengetahui jika Chika diam-diam memperhatikannya.

"Suka ya? sudah mulai cinta pasti ini?" Dante sengaja menggoda Chika, namun kali ini si gadis tak mau berdebat dengannya. Responnya hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Hm! pacaran mulu! nasi gorengnya di makanlah," pinta Tuan Giveon yang memperhatikan tingkah anak gadis dan calon menantunya itu.

"Iya ayah, dia malu padaku. Sepertinya Chika baper." Dante gaspol menggoda Chika karena semua anggota keluarga sang gadis mendukung dirinya.

"Oh, begitukah? ya ya, seharusnya memang seperti itu. Calon menantu ku harus pandai membuat anak gadisku selalu dan selalu mencintainya. Di buat baper tiap hari Dan! jangan kendor! setelah menikah 10 cucu ya?" Sekarang giliran Tuan Giveon yang menjadi aktor utama pembullyan.

Mata Chika terbelalak, menikah saja sudah pusing apalagi punya anak? Dante dan Chika sudah sepakat tak saling menyentuh. Pekerjaan Rumah yang harus Dante dan Chika pecahkan.

"Maaf ya bapak tua terhormat yang di takdirkan Tuhan menjadi ayahku, jangan samakan aku dengan kucing, sekali beranak langsung banyak. Kucing saja melahirkan tidak sebanyak itu. Permintaan bapak-bapak zaman now memang membuat para anak gadis tersiksa dan merana." Bukannya bersimpati, justru Tuan Giveon tertawa mendengar kata-kata Chika.

"Hahaha...ya aku tahu, tapi kau juga harus memahami kesedihanku. Jika kau pergi, setidaknya ada cucu satu atau dua yang bisa kau tinggalkan di rumah ini. Kau paham kan?" Tuan Giveon menegaskan inti dari perkataannya.

Dante dan Chika saling bertatapan, mereka membayangkan saat keduanya menikah kemudian satu ranjang, namun tidak melakukan apapun di sana. Jika Tuan Giveon ingin cucu, apa bisa seorang bayi tiba-tiba hadir tanpa ada alasan, tanpa ada sentuhan. Kata yang cocok untuk keduanya : PENING PALA BERBI!!!

"Chik, kok diam? biasanya selalu saja ada banyolan, apa karena ada pria tampan ini? wuih! rasa was-was sama duda sudah mulai memudar nih, baguss!!!" Minho mengatakan apapun seenak jidatnya, bahkan kedua jempolnya mengarah ke wajah Chika, seakan mengejeknya.

Chika melotot ke arah Minho, tetapi Minho membalas dengan menjulurkan lidahnya. Karena kesal, Chika beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sang kakak. Tanpa terduga, Chika menjambak rambut sang kakak yang di biarkan tumbuh sebahu.

"Hey hey! gadis kail! apa yang kau lakukan? Chika! lepaskan, rambutku sudah aku rawat dengan baik, tetapi kenapa kau nodai dengan tangan penuh sisa makanan! Chika!!! ibu tolong ibu!!!" Minho tak henti meminta tolong kepada ibunya. Dia merasa tersiksa dengan ulah adiknya. Rambut harumnya kini lepek, Chika benar-benar mencampurkan nasi goreng di rambut sang kakak.

"Rasakan ini!" Chika sangat puas, dia mampu membuat sang kakak tersiksa.

Dante menepuk jidatnya saat melihat aksi kocak duo kakak beradik.

"Maaf Dan, mereka berusaha itu sejak kecil memang usil dan suka sekali bertengkar. Ini adalah contoh kecilnya, biasanya akan ada perang yang lebih dahsyat." Sang ayah mengingat saat Chika dan Minho masih berusia 6 dan 10 tahun. Mereka berdua saling lempar piring sampai habis 5 lusin. Padahal waktu itu ayah dan ibunya adalah pedagang nasi uduk. Alhasil tekor bandar, orang tua Chika akhirnya mencoba bisnis kue beras. Ternyata bisnis kue ini laku keras sampai sekarang. Meskipun hanya skala rumahan, omzet penjualan kue beras setiap bulannya mencapai 30juta bersih. Mereka mampu membuat dua rumah untuk di tinggali Chika dan Minho kelak di masa depan. Tetapi saat Minho memilih bekerja di Korea dan berkuliah di sana, suasana rusuh lenyap seketika. Ini pertama kalinya mereka kembali berulah.

"Kenapa malah ngobrol? tolong aku ayah! Dante! rambut baru saja aku creambath, apalah ini! semua bau minyak dan sotong!" gerutu Minho yang beranjak dari tempat duduknya.

"Haha...rasakan creambath sotong! main-main sama Chika! huhu," ucap Chika tersenyum puas saat melihat kakaknya kesal.

"Chik, duduk sini." Tangan Dante melambai ke arah Chika, sang gadis yang tak paham maksud calon suaminya, tanpa basa-basi langsung menghampiri Dante.

"Hm? apa?" Chika berada di samping kursi Dante.

Pria itu mengusap sisa nasi yang ada di sudut bibir sebelah kanan Chika.

Deg!

Deg!

Deg!

Jantung Chika berdegup dengan kencang. Entah apa yang dia rasakan, tiba-tiba perasan nyaman hadir saat om duda memperlakukannya dengan sangat manis.

Matanya tak henti menatap wajah om duda yang macam artis Amerika latin itu. Dia seperti orang gila, tersenyum-senyum sembari memandang wajah Dante.

"Chik? woy! Chika? kau baik-baik saja?" Dante menggerakkan tangannya untuk menyadarkan sang gadis yang terhanyut dalam halusinasinya.

"Kau tampan sekali, seperti artis Amerika latin." Chika tanpa sadar mengatakan hal itu.

"Apa? artis siapa?" Dante mengulang pertanyaan sang sama.

"Oh..aku lupa, lupa namanya." Chika langsung mengalihkan pandangannya, rasanya malu dan gengsi bercampur dari satu.

"Jatuh cinta, berjuta rasanya. Mau cemong mau burik, tetaplah cinta...! oh asyiknya!!!" Tuan Giveon bersenandung dengan pinggul bergoyang-goyang sembari membantu sang isteri membereskan gelas dan piring yang ada di meja makan.

"Kalau suka kenapa malu? gengsi? sudah mau menikah masih saja jaga image, aduh! anak zaman sekarang," tambah Tuan Giveon sembari melakukan tos dengan sang isteri.

1
wijay chanel
Lumayan
Mari Anah
seru bgt thor cerita y,sukses trs thor bwt karya y
KumiKimut: makasih kak udah mampir di ceritaku,🤭
total 1 replies
Lenny Tumbol
Luar biasa
Veronica Subini
Pasti banya inspirasi dan motivasi /Drool/
MFay
serem klo berurusan ma orgil 😱
MFay
wah, g' sabar nunggu moment om Dante kepincut ma Chika nih 🫣
Malick Piscesa
keren
Sugiarti
ok
Eka Mulyati
bosen baca y
KumiKimut: oke kak terimakasih 😁
total 1 replies
"Candy75
bukan level gak tau aturan, ngeles papan atas? ada 2 aja istilah mu thor
KumiKimut: main juga ke fizzo kka, ada novelku disana ketik ada Kumi.Kimut, nanti muncul 4 novelku
total 1 replies
Jeng Anna
Terpesyona sama ceritanya sampek lupa komeng 😄
KumiKimut: mksh kak 😘😘
total 1 replies
Wiwik Wakidjo
semangat Thor💪💪💪🥰🥰🥰
Sri Yani
gokilll
Sri Yani
maju terus pantang mundurrrr .suka Ama cerita nya maaf kalo gk komen komen tp aq slalu kasih jempol.baru mampir hari ini thorrre.semangat
KumiKimut: siap kak
total 1 replies
Yuli Astuty
hadeuh ada kutil nongol
Yuli Astuty
double up y kk
KumiKimut: iy kak maaf ya belum aku revisi 🙈
total 1 replies
Yuli Astuty
Chika Ojo ngono lah
Yuli Astuty
cie cie cie curhatan hati Chika😊😊😊
Yuli Astuty
maksudnya 4 jempol termasuk jempol kaki🤭🤭🤭🤭
Yuli Astuty
AQ mau...AQ mau..AQ mau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!