Season 2 :
Arta Kelvin Armana, pria tampan yang banyak diminati oleh kaum hawa manapun. Kisah cinta masa lalunya membuat pria itu sedikit tertutup.
Banyak wanita yang mencoba mendapatkan hatinya namun tak seorangpun yang mampu menggoyahkan hatinya, sampailah suatu hari, seorang remaja mencoba menggoyahkan hatinya, akankah itu berhasil?
Season 1 :
ARTA YUTA ARMANA. Seorang mafia yang berdarah dingin dan di rumorkan dengan laki-laki yang kejam tanpa ampun. Namun, tidak banyak orang yang tahu jika dia adalah mafia yang paling sadis di kota Seoul. Karena dia tidak terlalu membuka identitasnya.
Karena kesalahan sang ayah pada masa lalu yang membuatnya harus menerima perjodohan itu. Akankah hubungan rumah tangga dia dan wanita itu menjadi hangat? atau kah sebaliknya?!
Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari simak ceritanya.
Sebelum memulai jangan lupa untuk Like, komen, vote beserta rate 5★ ya😊.
~Happy Readingg~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 14 Beli handphone baru
Alya pergi meninggalkan rumah itu dengan berjalan kaki. Sampailah Alya di sebuah taman yang di tepi sungai, Alya merasa sangat nyaman di tepi sungai karena udaranya yang sejuk.
"Udaranya sangat menenangkan." ucap Alya pelan sambil melihat pemandangan indah di depan matanya.
***
Di kantor Armana group.
Jam istirahat.
Bily melihat jam ditangannya telah menunjukan jam istirahat. Bily bergegas menuju ruangan Kelvin. Karena ingin mengajak makan siang.
Ceklek... Suara pintu ruangan Kelvin terbuka. Tampaklah sosok laki-laki tampan yang memiliki postur tubuh yang tegap masuk kedalam ruangan Kelvin.
"Kelv. Ini sudah jam makan siang, ayo kita makan siang dulu." ajak Bily sambil berjalan mendekati Kelvin yang ada disofa.
"Siapkan mobil!" pinta Kelvin lembut.
"Kau kenapa senyum-senyum sendiri? apakah kau sakit?" tanya Bily menaikan alisnya.
"Tidak! aku sehat aku ingin mencari bidadari yangku tabrak tadi," jawab Kelvin.
"Jadi itu alasan kau senyum-senyum sendiri?" tanya Bily heran.
"Ya! Kau benar!" jawab Kelvin sambil berdiri mendekati Bily.
"Ayo berangkat!" ajak Kelvin sambil menepuk- nepuk pundak sahabatnya itu.
"Ayo." jawab Bily.
•••
Kelvin dan Bily segera meninggalkan Kantor itu karena ingin makan siang mereka melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang berpusat di kota Seoul.
Hanya ada keheningan diantara Bily dan Kelvin selama di perjalanan. Dan tiba-tiba Kelvin menghentikan mobilnya secara mendadak. Karena Kelvin seperti melihat sosok wanita yang dia tabrak tadi.
Kelvin segera menepikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil tanpa menghiraukan Bily yang masih berada di dalam mobil.
"Hei Kelvin! kenapa kau meninggalkanku di dalam mobil...!" pekik Bily dan segera Bily keluar dari dalam mobil hendak mengejar Kelvin.
"Diam nanti bidadariku tau kita akan mendekatinya." jawab Kelvin sambil mengisyaratkan Bily.
Bily heran ada apa sama Kelvin. Namun, Bily mengerti lalu membalas mengangguk.
"Apakah dia yang membuatmu hampir gila ha?" tanya Bily menggoda.
mereka berdua segera berjalan mendekati Alya yang duduk termenung di sebuah kursi di taman itu.
"Hai cantik!" sapa Kelvin sambil berjalan mendekati Alya dan duduk di samping Alya.
"Kau? siapa kau?" tanya Alya heran.
"Apa kau sudah melupakanku sayang?" tanya Kelvin lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Ish.. siapa kau? aku tidak mengenalmu! pergilah jangan membuat waktuku habis sia- sia!" jawab Alya jutek.
"Coba kau ingat kapan kita ketemu sayang." jawab Kelvin menggoda.
"Tunggu kau? kau orang buta yang menabrakku tadi pagi ha?!" tanya Alya dengan nada tinggi.
"Sttt ... tidak usah marah-marah sayangku! Apa kau tidak merindukan pangeranmu ini haha?" tanya Kelvin sambil mendekatkan wajahnya.
"Hei kau! jangan macam-macam padaku atau kau akan menanggung akibatnya!" jawab Alya.
Lalu dengan cepat dia mendorong tubuh Kelvin sehingga Kelvin tersungkur.
"Haha..." Bily tertawa keras melihat sahabatnya tersungkur.
"Hei kau jangan tertawa! cepat tolong aku!" pinta Kelvin kesal.
"Iya-iya bos galak" kata Bily sambil tertawa dan Alya segera berlari. Dia tak ingin bertemu dengan laki-laki gila itu lagi.
"Hei cantik! jangan lari atau aku tak akan mengampunimu!" teriak Kelvin
Alya tak menghiraukan perkataan Kelvin.Alya berlari dan akhrinya Kelvin tidak menemukan Alya lagi.
***
Alya berlari dengan lumayan cepat karena baginya bertemu dengan laki-laki gila itu membuat harinya sial.
"Huuh.. laki-laki gila itu mau apa lagi." ketus Alya kelelahan karena berlari.
"Bisa gila kalau terus-terusan bertemu dengan laki-laki tak punya etika itu." kata Alya sambil berjalan menuju rumahnya.
•••
Setelah sampai di kediaman rumah Marisa. Alya segera masuk dan berjalan menuju kamarnya. Alya segera masuk ke dalam kamar mandi hendak membersihkan diri.
setelah selesasi mandi Alya mengambil baju dres selutut segera di pakai lalu dia keluar dari kamar dan berjalan ke taman depan rumahnya.
Alya sangat nyaman melihat taman bunga yang ada di depan rumah itu lalu Alya memetik bunga itu dan memasangkannya di telinga tampaklah Alya sangat cantik.
***
Setelah selesai bermain di taman Alya segera memasuki rumah dan berjalan menuju kamarnya. sesampainya Alya di kamar dia langsung merebahkan diri di atas ranjang empuknya tak berapa lama Alya tertidur pulas di atas tempat tidur itu.
...
Marisa baru saja tiba di rumahnya bergegas berjalan masuk. Lalu Marisa bertanya kepada Bi Ina dimana Alya.
"Bi, dimana alya?" tanya Marisa kepada Bi Ina.
"Non Alya ada di kamarnya, nyonya" jawab Bi Ina.
"Baiklah, jika kau lelah istirahatlah!" ujar Marisa.
Lalu dengan cepat Marisa berjalan menuju kamar Alya. Marisa segera membuka pintu kamar Alya lalu Marisa segera mendekati putrinya.
"Coba saja jika Arie menikahiku pasti kepahitan dan kebencian ini tak akan pernah ada." gumam Marisa sambil mengelus kepala putrinya.
"Sungguh maafkan momy yang tak pernah memberimu kasih sayang disaat masa kecilmu sayang." gumam marisa mencium kening anaknya dan segera keluar dari kamar Alya.
***
Alya terbangun dan melihat sekeliling ternyata hari sudah gelap. Alya segera masuk kekamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Alya segera turun kebawah hendak makan malam. Sampai di meja makan Alya melihat Marisa telah berpakaian rapi duduk di meja makan.
"Momy sudah pulang?" tanya Alya.
"Yes, momy sudah pulang." jawab Marisa
"Makanlah, setelah itu ganti bajumu dan ikut momy keluar!" pinta Marisa lembut.
"Baiklah mom." jawab Alya dengan senyuman yang mengembang di sudut bibirnya.
***
Alya tengah bersiap-siap untuk ikut Marisa pergi keluar walaupun dia tidak tahu kemana tujuan mereka. Setelah bersiap-siap Alya turun kebawah langsung menemui Marisa.
Marisa dan Alya segera menaiki mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Marisa mengajak Alya keluar karena Marisa ingin membelikan Alya ponsel baru. Sebab Marisa tidak suka jika Alya memakai Ponsel pemberian dari Laura.
Setelah melewati perjalanan selama tiga puluh menit kini mereka telah sampai disalah satu counter oppo . Yang paling besar di kota seoul.
"Momy...." panggil Alya
"Ya, ada apa?" jawab Marisa lembut.
"Kenapa kita ke sini?" tanya Alya heran.
"Kita akan membeli handphone yang baru untukmu," ucap Marisa sambil menggandeng tangan anaknya masuk kedalam counter oppo.
"Silakan pilih handphone mana yang kau sukai," pinta Marisa tersenyum.
"Tak usah kau lihat harganya. Pilih saja yang mana yang kau sukai!" tegas Marisa kepada Alya
"Ok mom! ini saja," ucap Alya sambil menunjuk Iphone sebelas pro max.
Di counter oppo. Tidak hanya menjual produk oppo saja. tetapi juga banyak merk handphone lainnya.
"Mba! tolong bungkus ini satu. Ini card kreditnya." ucap Marisa sambil mengeluarkan kartu kreditnya dari dalam tas setelah itu Alya dan Marisa kembali ke kediaman mereka.
****
bersambung....
Like,komen, dan beri tip ya para readers setia.
Jangan lupa mampir kekarya saya yang lain.
•Only One.
• The King Of Mafia
~SELAMAT MEMBACA~
TERIMAKASIH....
JDI PNASARAN REAKSI KELVIN, OTHOR BERTELE TELE..
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹