NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:214.2k
Nilai: 5
Nama Author: septriani wulandari

Kalila gadis yang terlahir cantik dan lugu. Ia memutuskan untuk mengubah dan tidak memikirkan penampilan lagi sejak ia mengalami patah hati pada saat SMP. Kisah cinta pertama yang membawa dampak keterpurukan dalam hidupnya.

Suatu hari Kalila bertemu dengan seorang pria yang merupakan guru baru di sekolahnya. Ia tidak menyangka luka lama yang dipendamnya kembali bangkit hingga menyisakan rasa sakit.

Mungkinkah Kalila mampu kembali melewati hari-harinya seperti dulu? Ataukah rasa sakit itu akan terus membelenggu hidupnya?

Follow IG Author yuk
@Septriani_wulan15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Sahabat

Bab 14 Sahabat

Hesti dan Andri yang baru saja tiba langsung masuk ke rumah Kalila. Sedikit cerita tentang sahabat Kalila. Saat pertama masuk sekolah, Hesti dan Andri adalah orang pertama yang menegurnya di sekolah. Awalnya Kalila menutup diri dan tidak mau berteman dengan siapa pun, tetapi Hesti terus mendekatinya sampai pada akhirnya Kalila pun luluh dan mau berteman dengannya. Andri sendiri adalah sahabat Hesti sejak mereka masih duduk di bangku SMP dan otomatis Andri pun sekarang menjadi teman baik Kalila. Walaupun Andri berbeda jurusan dengan keduanya, tapi mereka tetap menjadi teman dekat.

“Sore, tante!” sapa Hesti yang bertemu dengan Ana di ruang keluarga. Hesti dan Andri pun terlebih dahulu mencium tangan Ana dan Alaric sebelum keduanya masuk bertemu dengan Kalila.

“Sore! Apa kabar kalian berdua? Semenjak kelas tiga, kalian jarang sekali main ke sini,” keluh Mami Ana.

“Kabar kita berdua baik, Tan. Iya ... maaf ya, Tan! Kita berdua sibuk dengan pelajaran tambahan. Maklum tante, otak kita enggak seencer Kalila,” jawab Andri yang membuat mereka tertawa.

“Kamu ini bisa saja. Kalian naik ke atas gih. Cari tahu Kalila kenapa, terus ceritain sama tante ya!” keduanya menaikkan jempol dan langsung menuju kamar Kalila.

Benar saja apa yang dikatakan Kalila, saat Hesti dan Andri masuk ke kamarnya, semua cemilan sudah tersedia di atas meja pendek yang berada di tengah-tengah kamar Kalila.

“Kalila!” teriak Hesti dan langsung memeluk Kalila yang sedang asik tiduran di sofa sambil membaca novel kesukaannya.

“Iih ... gue masih normal woy!” ucap Kalila melepaskan pelukan Hesti dan bangun dari tidurnya.

“Kalau gue boleh dong!” goda Andri, Saat dia hendak memeluk Kalila, gadis cantik itu langsung memperlihatkan kepalan tangannya membuat Andri tersenyum dan membatalkan niat dia untuk memeluk tubuh Kalila.

“Lo sentuh gue sedikit saja, satu tonjokan yang bikin gigi lo rontok.”

“Dih, jadi cewek itu jangan galak-galak napa, La. Lo itu cantik, feminim dikit kaya Elina tuh. Kalau lo feminim pasti gue udah naksir sama lo dari dulu. Tapi sayang, kelakuan lo kaya preman pasar, jadi hati gue pindah deh ke Elina.” mendengar itu, Hesti dan Kalila langsung melemparkan bantal ke arahnya.

“Dih, gue feminim juga belum tentu gue mau sama lo. Pede banget sih!” Hesti yang melihat mereka berdua hanya tertawa. Keduanya memang tidak pernah akur kalau bertemu, karena Andri yang selalu saja membandingkan Kalila dengan Elina.

Hesti mengeluarkan tugas yang diberikan Pak Akbar tadi di sekolah. Melihat buku pelajaran ekonomi membuat Kalila sangat malas dan hanya melirik buku itu lalu kembali membaca novel yang tadi sempat tertunda.

“La, ayo kerjain dong. Biar gue tinggal nyalin jawaban lo,” keluh Hesti dan berusaha meyakinkan Kalila untuk mengerjakan tugas itu. Setelah berbagai macam cara, akhirnya Hesti meluluhkan hati Kalila dan mau mengerjakan tugasnya. Selama Kedua gadis ini menerjakan tugas, Andri sibuk dengan cemilan dia sambil terus saja berhubungan dengan Elina.

Ya ... memang Andri sangat menyukai Elina. Siapa sih yang tidak menyukai gadis cantik dan lemah lembut seperti Elina? Tapi berulang kali Andri menyatakan cinta padanya, berulang kali juga Elina menolak dia. Itu karena, Elina tidak mau pacaran sebelum Kalila mendapat pasangan. Elina melakukan itu, agar Kalila mau kembali menjadi Kalila yang dulu dia kenal, bukan seperti sekarang yang sama sekali tidak peduli dengan penampilannya.

“La, gue haus. Gue ambil minum sendiri ya!” ucap Hesti setelah menyelesaikan tugasnya. Kalila hanya mengangguk dan melanjutkan membaca novelnya.

Bug!

Hesti seketika jatuh menabrak Kama saat keluar dari kamar, “Enggak apa-apa 'kan?” tanya Kama sambil mengulurkan tangannya membantu Hesti untuk berdiri. Hesti hanya diam dan terus menatap wajah Kama. Kama pun langsung menarik tangannya, setelah cukup lama Hesti tidak menerima uluran tangannya.

“... kamu enggak apa-apa 'kan?” tanyanya lagi setelah membantu Hesti berdiri.

“Ah ... so-sorry! Aku enggak apa-apa kok,” jawab Hesti terbata. Kama hanya tersenyum melihat Hesti yang selalu salah tingkah apabila bertemu dengannya.

“Mau kemana?” Hesti menunjukan botol minum. Kama pun mempersilakan Hesti untuk jalan terlebih dahulu di depannya.

Hesti tidak menyangka, kalau Kama mengikuti dirinya dari belakang. Jantungnya semakin berdetak dengan kencang saat mereka hanya berdua berada di dapur. Kama mengambil gelas dan keduanya sama-sama mengambil air mineral di dispenser. Tidak ada jarak saat keduanya berdiri dan itu membuat hati Hesti semakin tidak karuan. Hesti memang sangat menyukai Kama sejak dulu, tapi sayang Hesti mundur sebelum berjuang, karena gosip yang menyebar katanya Kama sudah mempunyai kekasih yang berada di luar negeri. Hesti juga tidak menanyakan kebenaran berita itu pada Kalila, karena sampai sekarang sahabatnya itu tidak mengetahui perasaan dia pada Kama.

“Kama, aku duluan ya!” ucap Hesti dan kama hanya mengangguk tersenyum.

Sambil berlari kecil, Hesti segera kembali ke kamar Kalila. Saat masuk ke dalam kamar, Hesti langsung menyenderkan tubuhnya di belakang pintu, sambil memeluk botol minum dan tersenyum memandang langit-langit kamar Kalila.

“Lo kesurupan?” tanya Andri seketika yang membuat dia tersadar. Kalila yang melihatnya tertawa kecil dan kembali membaca.

“Gila! Iman gue kuat, setan takut masuk ke tubuh gue,” kesal Hesti dan duduk kembali sambil menyantap cemilan yang ada. Pikiran dia dipenuhi wajah Kama yang tadi tersenyum padanya. Ingin rasanya Hesti berteriak untuk melepaskan rasa gugupnya.

~Bersambung~

1
Mommy JK 💜
Luar biasa
Susiwisnu
lanjut dooong
M. Namikaze
Desi apa Nurma?
M. Namikaze
seketika jadi mobil
M. Namikaze
masih lanjut g ini ka?
M. Namikaze: hampir setahun lho,, ada apakah ??
total 2 replies
Meili Wardiani
semangat kk akhirnya up
Heri Hidayat
akhirnya up juga.... seneng nya aq Thor
Wati_esha
Apa Nurma sedang berfirasat?
Wati_esha
Kalila begitu pengertian.
Wati_esha
Alaric .. masih ragu karena faktor umur.
Wati_esha
Apa yang akan Alaric katakan pada Akbar ya?
Wati_esha
Hmm Alaric ketahuan deh kalau membantu Akbar. 😉
Wati_esha
Akbar terlalu emosional.
adning iza
terima ksih thoorrr untuk up nya smoga sllu up smp end ya thoorrr
atteu
lupa lagi thor ceritanya
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: yuk baca lagi yuk...
author juga lanjut nulis baca lagi dr awal 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nuraisyah Syarifudin
trims thor udah up aku menunggu lama mudah2an jangan lama lagi
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: aku terharuuuu 😭😭😭😭
kirain udah ga ada yang mau baca 😭😭😭
total 1 replies
Mommy 2 R
suka
Nivia Olive
Kalo dah tamat dah baru baca biar ga kelamaan nunggu ✌️😊
Kusreni Amalo
kapan update lagi??
Nuraisyah Syarifudin
kapan up lagi udah lama thor kangen ama kalila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!