Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemas
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
**** Evan POV
Ia mencoba menelepon Sherly berkali-kali tetapi tidak masuk, malah membuat Evan semakin cemas.
"Jangan sampai terjadi sesuatu pada kamu Sher" Batin Evan berharap.
"Jangan-jangan apa dia udah pulang ya,"
"Tidak ... tidak ... mana mungkin Sherly pulang tanpa kabarin aku dulu, ini anak kemana ya?" Ucap Evan sembari menyusuri ke taman sebelah pintu masuk.
"Yang ada lihat orang mesra-mesraan lagi" Ucap Evan kesal karena hati jomblonya teriris.
"Ya tuhan, mengapa aku harus melihat orang mesra-mesraan disaat seperti ini? apakah ini cobaan untukku?" Ucap Evan lemas.
"Fokus ... fokus ... ayo cari Sherly, jangan buat aku khawatir Sherly ... kamu dimana?" Ucap Evan sambil menyemangati diri sendiri dan merasa cemas.
Setelah beberapa saat Evan mencari keberadaannya Sherly namun hasilnya nihil, hanya satu tempat belum ia cari dan memutuskan mencarinya ke arah WC. Tetapi saat menyusuri ke arah WC pelayan yang berkumpul disana dan menuju ke arah pelayan untuk bertanya apa yang telah terjadi.
"Maaf...mau nanya? ini ada apa, mengapa kalian ramai-ramai
disini?" Ucap Evan pada pelayan sembari mengamati sekitar.
"Ini ... kayak ada bercak darah di dinding, soalnya sebelum memulai acara kami yakin sudah membersihkan nya" Jelas pelayan itu.
"Jadi ... buat apa kalian berkumpul disini" Ucap Evan penasaran.
"Tidak... kami mau bersihkan ini noda bercak ini pak, salah satu dari kami menemukan ternyata CCTV nya rusak di atas sana jadi mau kami perbaiki pak jadi kami disini sedang membagikan tugas. Kalau begitu saya permisi dulu pak" Jelas pelayan itu sopan sambil mengambil langkah mundur dan berbalik meninggalkan Evan disana.
Evan melihat punggung pelayan itu sampai hilang dari pandangannya. Sejenak ia berpikir....
"Ada yang aneh? tapi apa ya," Ucap Evan dengan dahi mengerut sambil memikirkan sesuatu tapi tidak tau apa yang salah .
"Ya sudah, nggak usah di pikirkan lagi" Ucap Evan dan menepiskan pikirannya itu.
Setelah itu akhirnya ia memutuskan pulang karena tidak menemukan keberadaan nya Sherly dengan khawatir.
"Sebenarnya dimana kah kamu berada cantik?" Batin Evan
**** Flashback on
Setelah itu Kenzie memapahnya masuk ke mobil, Felix yang merupakan asisten terkejut melihat tuannya sedang mengendong wanita dengan tubuhnya ada darah dengan cepat-cepat menuju ke rumah sakit.
Disisi lain....
"Tugas ku belum selesai, sebelum wanita itu benar-benar mati" Ucap orang misterius itu dengan senyuman licik.
"Cih ... sial*n, orang itu benar-benar menghancurkan kan rencana ku...aku harus buat rencana lain
lagi"Sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Tunggu aja kamu Sherly! pembalasan ku belum berakhir, aku akan membuat mu menderita berkali-kali lipat" Ucap orang misterius itu dengan senyuman licik.
Orang misterius itu melihat wanita itu di tolong orang yang tak ia kenal itu dari balik pepohonan itu, menatap dengan tatapan kebencian dan dengan cepat meninggalkan tempat tersebut sebelum ada yang curiga.
**** Flashback off
.
.
.
**** Kenzie POV
"Kalau gitu saya permisi dulu
pak" Ucap dokter itu sopan dan meninggalkan Kenzie.
Kring...kring...kring....
Terdengar suara bunyi ponsel di dalam sakunya, lalu melihat ke ponsel dan mengangkat nomor yang tidak ia kenal.
"Ken, gimana gimana siapa wanita itu?" Ucap Reno antusias di balik telepon.
"Hem..." Balas Kenzie dingin dan mengenali suara dibalik telepon itu adalah Reno.
"Bos kenapa kau begitu dingin kepadaku, siapa wanita itu bos? jangan bikin aku penasaran wahai temanku" Ucap Reno penasaran.
"Bos kenapa kamu tega sekali tidak menjawab pertanyaan ku" Ucap Reno merengek.
"Berisik!" Ucap Kenzie dingin malas meladeni ucapannya dan langsung menutup sambungan telepon tersebut.
Setelah operasi berjalan lancar, gadis itu dipindahkan ke ruang inap VVIP, lalu Kenzie memutuskan ke ruang inap VVIP yang ia booking untuk gadis itu. Sesampainya di ruang inap itu ia hanya melihat dari luar pintu dan melihat gadis itu terbaring lemah di ranjangnya.
Setelah itu, Kenzie memutuskan untuk pulang ke Villa tempat dimana ia tinggal. Sesampainya nya di Villa ia melonggarkan dasinya dan duduk di sofa dan merentangkan tangannya di sofa sambil meratapi langit-langit Villa.
Tok...tok...tok....
"Masuk!" Ucap Kenzie dingin dan datar.
"Tuan, ini informasi mengenai latar belakang wanita yang bapak tolong tersebut" Ucap Felix dengan nada hati-hati.
"Bicara lah!" Ucap Kenzie dengan tatapan serius.
"Wanita tersebut bernama Sherly Cristine, berumur 18 tahun tinggal di Kota C saat ini ia berada di kelas 3 SMA Commonwealth . Ayahnya seorang donatur di sekolah tersebut dan pemilik perusahaan world of technology .
Saat ini orangtuanya sedang berada di luar negeri" Jelas Felix panjang lebar.
"Rupanya masih anak sekolah" Batin Kenzie.
"Hubungi teman terdekatnya biar tau kondisi wanita itu!" Ucap Kenzie dingin,
"Dan... sisa nya kamu urus" Sambung nya lagi.
"Baik tuan, akan segera saya laksanakan" Ucap Felix sopan dengan mengambil langkah mundur dan berbalik meninggalkan Kenzie.
"Baju ku ada noda darah, sebaiknya aku pergi membersihkan diri" Ucap Kenzie sembari menuju ke lantai 3 untuk membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian....
Kenzie berada di ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
Tok...tok...tok....
"Masuk!" Ucap Kenzie dingin.
" Tuan, diluar ada nona Tessa sedang menunggu pak, apakah saya biarkan masuk atau tidak
tuan?" Ucap Felix sopan dan menunggu jawaban.
Jangan biarkan dia masuk! bilang sama dia aku lagi sibuk!" Ucap Kenzie Kesal melihat ke arah jam tangan sudah jam 10 malam.
"Baik tuan" Ucap Felix dan keluar dari ruangan tersebut
Ada apa dia mau ketemu di saat jam segini" Ucap Kenzie Kesal.
"Hiks...hiks... hiks" Masuk ke ruangan Kenzie.
"Maaf tuan, saya tidak bisa mencegah nya" Ucap Felix bersalah
Kenzie mengibaskan tangannya ke arah Felix tanda suruh keluar.
"Ken, kenapa kamu tega ninggalin aku di pesta itu sendirian...hiks" Tangis Tessa di sampingnya Kenzie.
"Aku menunggu mu begitu lama Ken hiks...aku mohon sekali aja hargai aku hiks..." Tangis Tessa semakin menjadi.
Kenzie tidak menanggapi nya tangisannya Tessa, sehingga membuat nya bertambah kesal.
"Diam!" Ucap Kenzie tegas dengan tatapan dingin. Membuat Tessa terkejut akibat suara nya Kenzie yang penuh penekanan.
"Bukankah aku pernah bilang sebelumnya , bahwa aku tidak pernah punya rasa sama kamu!" Ucap Kenzie dingin dan datar.
"Hubungan kita tidak seperti dibayangkan oleh kamu maupun orang lain" Sambung Kenzie dingin.
Seketika Tessa mematung mendengar perkataannya Kenzie tak percaya, tubuhnya bergetar dan tak bisa berkata-kata, pergi meninggalkan Kenzie.
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
Jangan lupa terus dukung author dengan like setiap part-nya dan tinggal kan jejak.
Jadikan favorit 🤭 maaf bila ada kekurangan , kasih tau ya dengan kritik and saran. Terima kasih 🙏**
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi