Jauh di negara Italia, kisah antara mantan jaksa yang mengubah profesi menjadi seorang dosen dengan seorang mahasiswi fakultas hukum yang tak lain ialah pembantu di rumahnya, mengawali hubungan sebagai dosen dan mahasiswi membuat keduanya sering bertemu. hingga akhirnya tumbuhlah benih cinta di antara keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi Nna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
#didepan ruangan Mike.
"Seriusan lo Na? Tapi gw masih takut"- Luna
"Gini aja, lo masuk dulu bawa tugas, terus gw nyusul sama Willy."_ Nana
"Serius Na! Gw juga takut, gimana kalo prof. Mike malah tambah marah sama kita"_ Mike.
"Yah itu kan udah resiko kita. Lagian yang salah kan kita, dan ingat, 3 poin kita bakal hilang, bukan kita sih, tapi kalian berdua."_ Nana.
"Serius. Kita masuk cuman nambah masalah doang Na! Lun Lo masuk aja, kita tungguin Lo disini."_ Willy.
"Yah udah kalo Lo gak mau masuk. Lun masuk aja, ntar minta maaf sama prof. Mike, lagian Lo Wil. Gw yang dua kali minta maaf sendirian ke prof. Mike gakpapa tu, percaya deh, prof. Mike bakalan maafin kita."_ Nana
"Tapi Na...."_ Willy.
"...gak ada tapi-tapian Wil! Gue gak mau liat teman gw kesulitan, lo gak takut poin lo dikurangin? Tenang aja ok. Gw yang ketuk pintu, Lun? Kamu duluan masuk, Willy nyusul dibelakang. Ok? Intinya kita bakal minta maaf, soal prof. Mike maafin kita atau gak, itu bukan masalah kita lagi, yang penting kita niat mengakui kesalahan kita."_ Luna.
Mike yang dari tadi mendengar obrolan mereka bertiga dari balik pintu hanya tersenyum ringan, kekagumannya pada Nana kian bertambah.
"Sial! Kenapa sih dari tadi dia selalu muncul dipikiran aku?!" Mike yang sadar selalu memikirkan Nana merutuki dirinya sendiri.
Tok tok tok
Suara pintu Mike diketuk.
Mike membenarkan posisinya dari menopang dagunya menjadi tegak.
"Masuk!"
"Permisi prof. Ini tugas nya di simpan dimana?"
"Letakkan saja disana" jawab Mike menunjuk meja berbentuk U.
"...kalian berdua? Ngapain kesini?" Tanya Mike pura-pura. Padahal dia sudah mendengar semuanya dari tadi.
"Kami mau..." Willy yang akan menjawab langsung diam ketika Mike berbicara.
"Lusia! Mengapa flashdisk nya sebanyak itu?" Tanya Mike.
"Maaf prof. Harusnya bagaimana? Saya kurang mengerti"
"Mulai sekarang! Jika saya meminta tugas dari kalian, kumpulkan dalam satu flashdisk, mengerti?!"
"Mengerti prof."
"Karena sudah terlanjur tidak masalah, besok-besok satuin semuanya!"
"Baik prof."
Mike segaja langsung diam, menunggu salah satu dari mereka berbicara duluan.
Melihat Mike yang tampaknya tidak akan mengatakan apa-apa lagi, Nana pun membuka pembicaraan.
"Permisi prof."
"Em" hanya itu yang Mike ucapkan.
"Jadi tujuan kami kesini adalah untuk minta maaf soal kejadian malam itu prof." Lanjut Nana.
Terlihat Willy dan Luna yang makin ketakutan saat Mike hanya diam menatap layar laptopnya.
Mike langsung berdiri dan berjalan menuju tempat tamu, tiga sekawan itu hanya memutar badannya tetap dalam posisi tunduk. Setelah Mike duduk. Mike memperhatikan mereka satu-persatu.
"Kau hoodie jingga, siapa namamu? Aku lupa" tanya Mike pura-pura, padahal nama Nana lah yang paling dia ingat.
"Saya Nana prof."
"Saya tidak ingin mendengarkan apa-apa lagi dari kamu."_ Mike.
"Lusia! Tidak kah kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Mike.
"Saya minta maaf prof. Saya akui saya salah karena membantah profesor malam itu, saya bersedia menerima hukuman dari profesor atas tindakan saya malam itu. Sekali lagi saya minta maaf prof." Hanya itu yang Luna katakan, karena hanya kalimat itulah yang terlintas di pikirannya.
"Dan kau William?".
"Saya juga minta maaf prof. Karena kejadian malam itu membuat anda jengkel, saya seharusnya minta maaf pada saat itu juga, tapi saya terbawa emosi. Sekali lagi saya menyesali perbuatan saya, saya minta maaf prof."
"Untuk kali ini saya memberi kalian maaf, bukan karena kalian berdua, tapi karena Nana yang sudah empat kali meminta maaf pada saya, kalian harusnya mencontohi teman kalian ini. Dan jika nanti kalian kedapatan membuat hal yang sama maka poin kalian akan saya kurangi empat."
Nana kaget karena Mike ternyata menghitung berapa kali Nana meminta maaf padanya, sedangkan Nana sendiri tidak pernah memikirkan hal itu.
Mike diam sejenak menatap ketiganya.
Tiba-tiba, matanya tertuju pada warna baju Nana, sepertinya tidak asing. "Dimana aku melihatnya sebelumnya?" Pikir Mike.
"Kenapa dia sangat mirip dengan....! Oh my Gosh, apakah dia Nana anak angkat mommy?" Begitulah pikiran Mike.
Mike mengingat gadis yang keluar berlari di halaman belakang tadi, dari baju dan celananya sama, dan juga namanya Nana.
"Terimakasih banyak atas pengertian bapak. Kalau begitu kami pamit dulu prof." Ucap Nana.
Mike yang masih sibuk dengan pikirannya hanya diam tidak menyadari ucapan Nana.
"Permisi prof. Kami keluar dulu" Willy sengaja menaikkan suaranya sedikit agar Mike mendengarnya.
"Emm... Silahkan."
"....kau Nana, tinggallah sebentar, ada yang ingin saya katakan padamu." Mike memanggil Nana saat ketiganya akan pergi.
"Iya prof."
"Na! Kita tunggu didepan yah. Semoga lo keluar masih dalam keadaan hidup."_ ucap Luna.
Nana hanya menginjak kaki Luna.
"Kamu tinggal dimana?" Tanya Mike.
"Apakah anda akan mendatangi rumah saya? Saya mohon jangan prof. Jika anda mengunjungi rumah saya, saya...." Nana tidak melanjutkan kalimatnya.
"Jangan kepedean, siapa juga yang mau ke rumah kamu. Saya hanya menanyakan alamat kamu."
"Bukan itu maksud saya prof. saya pikir anda akan melaporkan hal ini pada orang tua saya."
"Haaahh... Dasar! Kalau begitu katakan saja daerahnya, tidak usah alamatnya." Bukan tanpa alasan Mike menanyakan alamat Nana, dia ingin tau apakah dia Nana anak angkat mommynya atau bukan, jika alamatnya sama berarti hal itu benar.
"Saya tinggal di perumahan **** prof."
"Apakah kau tinggal dengan orang tuamu?"
"Tidak, saya tinggal dengan orang tua angkat saya prof."
Tidak salah lagi, ini dia orangnya, orang yang membuat mommy selalu membentak dan menjitakku.
"Hanya itu yang ingin saya tanyakan, kau bisa pergi."
"Dasar orang aneh,nanyanya gak jelas, siapa juga yang kepedean dikunjungi olehnya." Batin Nana dalam hati.
"Kenapa jawaban aku seakan-akan dia ingin aku mengunjungi nya, bukan dia yang kepedean tapi aku. Sial! Tapi tidak masalah, setidaknya aku tau kalau dia orangnya" batin Mike
".... Pantesan mama ngejitak aku pas ngomong dia gak cantik, ternyata emang cantik, gila!" Mike bergumam sendiri saat Nana sudah keluar dari ruangannya.
"Na! Prof. Mike ngomong apaan sama Lo?" Tanya Luna yang dari tadi penasaran.
"Nanyain alamat!" Nana menjawab sambil terus berjalan.
"Haahahhaha...." Willy dan Luna tertawa.
"Kenapa ketawa?"
"Ternyata bukan cuman di Luna yang ngehalu, Lo juga Na.. haahahhaha.."_willy.
"Eh! Yang ngehalu siapa? Emang bener kok prof. Mike nanyain alamat, dengan siapa gue tinggal. Yah udah kalo gak percaya bye!!" Nana berjalan mendahului keduanya.
*
*
*
"ibu! Mommy! Nana balikkk..!!!" Teriak Nana sambil terus berjalan masuk ke kamarnya.
"Benar dugaan aku, dia orangnya" Mike yang sedang bermain piano melihat Nana masuk dari halaman belakang masuk rumah sambil tersenyum.
Setelah beberapa saat, Mike melihat Nana keluar dari Kamar menuju dapur.
Melihat Nana yang baru saja sampai, Messina langsung menyuruhnya makan.
"Makan dulu gih.. tadi ibu, Mike sama mommy kamu sudah makan."
"Sayang kamu udah ketemu sama uncle mu?."
"Belum Bu! Nana belum ketemu uncle Mike."
"Kamu gimana sih sayang? Apa kata uncle mu nanti kalau kau tidak pernah menyapanya. Habis makan nanti, bawa ini kekamar uncle mu, ajak ngobrol atau apalah, kamu ngenalin diri kamu."
"Iya Bu! Ntar kalo udah selesai makan."
"Hii... Sayang! Kamu baru pulang?" Tanya Laura yang baru saja tiba didapur.
"Iya mom, nih..Nana baru aja makan."_jawab Nana.
"Kamu makan siang kok minum jus sih?" Tanya Laura heran ketika melihat jus alpukat diatas meja.
"Ini untuk uncle Mike mom. Ibu menyuruhku mengantarnya nanti kalau Nana sudah selesai makan."
"Yah udah, mommy bantuin ibu kamu dulu buat kue, makanannya dihabisin yah sayang." Ucap Laura mengelus kepala Nana.
"Iya mom.
Emangnya buat kue untuk apa mom? Tadi Nana liat ibu kayaknya lagi buat kue tart deh. Emang yang ulang tahun siapa?"_ tanya Nana.
"Daddy kamu sayang, besok ulang tahunnya Daddy kamu, kebetulan nanti subuh, Daddy kamu udah balik."_ jelas Laura.
"Yaah... Nana gak sempat beliin kado Daddy lagi.. gimana dong"_Nana.
"Yah udah, kebetulan uncle mu juga berencana membelikan Daddy kado, jadi kalian nanti belinya barengan aja."_Laura.
"Eh.. ngomong-ngomong, kamu udah ketemu belum sama uncle mu?" Tanya Laura.
"Belum mom. Ini Nana mau sapa uncle kalau selesai makan."_Nana.
"Yah sudah, mommy kedapur dulu yah.."_Laura.
Nana menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar Mike.
Tok tok tok.
Nana mengetuk pintu kamar Mike. Mike yang mendengar pintu kamarnya diketuk pun menyahut.
"Iya masuk aja. Pintunya gak dikunci kok"
Semoga sukaaaa.....
kira² mike sama Nana bersatu ga ya
penasaran endingnya..smngt thor💪