Sebuah peristiwa kelam pernah terjadi dalam kehidupan "Princessa Aurellia Nelson". Konflik yang terjadi pada gadis cantik yang kerap disapa Aurel ini, berawal ketika adanya suatu permasalahan yang terjadi antara keluarga kandung dengan musuh dari Ayahnya. Konflik itu pun berlanjut hingga berdampak pada hilangnya Aurel yang saat itu masih bayi untung saja ada seseorang yang menemukan Aurel dan ternyata ia seorang pemilik panti asuhan yang bernama "Kasih Ibu" sehingga Aurel di rawat dan di besarkan di panti itu.
Enam belas tahun lamanya masa-masa kehidupan Aurel dihabiskan di panti asuhan tersebut, bahkan ia sendiri tak mengetahui siapa dan dimana keberadaan orangtua dan keluarganya saat ini.
Nasib Aurel memang sangat malang, namun tidak lagi sejak dirinya kedatangan dua sosok pria yang mendatangi dirinya di panti asuhan. Sosok pria tua dan muda tersebut mengaku sebagai keluarga kandung Aurel dan memintanya untuk tinggal bersama mereka.
Haruskah Aurel percaya secepat itu? Akankah Aurel akan ikut tinggal bersama merekaㅡdua pria yang baru saja bertemu dengannya? Atau tetap memilih bertahan untuk tinggal di Panti Asuhan "Kasih Ibu" tempat bersejarah yang sudah berperan penting sebagai saksi perjalanan hidup Aurel, sejak si gadis kecil polos penuh keluguan hingga tumbuh menjadi remaja cerdas penuh keingintahuan seperti saat ini?
Bagaimanakah perjalanan kisah hidup Aurel selanjutnya? Akankah nasibnya berubah dari penuh kemalangan menjadi penuh kebahagiaan, atau justru sebaliknya?
Ini tidak hanya tentang abang yang sangat possesive pada adik perempuannya tapi juga terselip kisah cinta Aurel dengan seseorang yang juga sangat mencintainya.
penasaran? yuk kepoin!!
Jangan lupa komen , vote dan likenya ya:)
Note : Kalimat belum rapi Cerita ini murni dari pemikiran saya , apabila ada kesamaan beberapa alur atupun nama tokoh itu hanya ketidaksengajaan A Don't copy my story:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon takim98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
__13__
"Halo om Darman, gimana kabarnya om? Pasti baik dong om?" sapa Altez pada seorang laki-laki paruh baya yang duduk di kursi di balik meja kerja yang bertuliskan nama serta jabatan Altez, Abas dan Aurel sudah berada di dalam ruang kepala sekolah.
Darmansyah selaku kepala sekolah sekaligus sahabat papanya dan orang kepercayaan papanya yang ditugaskan untuk mengurus sekolah SMA Gold Garuda dan sudah dianggap keluarga sendiri oleh keluarga Nelson.
" Baik Al. Kamu juga pasti sehat dong sekeluarga?" ucap Om Darman
"Baik dong om pastinya" jawab Altez
"Oh iya om. Kita mengantarkan princess kita untuk tanya dimana ruang kelasnya" celetuk Altez yang sedari tadi diam Darman melihat ke arah Abas dan seorang gadis disebelah Abas.
"Halo Aurel. Kenalin saya Darman kepala sekolah dan sekaligus sahabat papa kamu" ujar Om Darman menyodorkan tangannya untuk kenalan dengan putri satu-satunya keluarga Nelson.
"H-halo Pak Darman" jawab Aurel kaku
"Kamu ga usah kaku gitu. Panggil om saja seperti Altez dan Abas" ujar Om Darman
"Baik Pa-k eh om Darman" jawab Aurel masih agak kaku
"Untuk kelas kamu Aurel kamu masuk kelas 11. IPA 1 kelasnya ada di lantai 2" ujar Om Darman memberitahu dimana letak kelas Aurel.
"Kalau gitu kita pamit ya om ini udah telat masuk 10 menit yang lalu" ujar Altez
"Biasanya juga kamu biasa aja tuh kalau telat masuk kelas bahkan kadang juga bolos" sindir Om Darman
"Bukanya gitu om sekarang kan ada princess sebagai kakak yang baik jadi aku kasih contoh yang baik" ucap Altez sambil menyengir
"Dasar kamu ya Al" Om Darman sampai geleng-geleng kepala soal kelakuan nya si Altez
"Ya udah om kita pamit keluar" ujar Abas
"Iya. Selamat belajar buat kalian" ujar Om Darman.
Altez dan Abas mengangguk kecil merespon ucapan Om Darman dan Aurel balas tersenyum kecil kemudian mereka keluar ruang kepala sekolah.
...*****...
Didepan kelas 11. IPA 1. Abas akan mengetuk pintu ruang kelas terhenti ketika Aurel memanggil namanya.
"Kak Tian" panggil Aurel
"Iya princess?" Abas menjawab
"Aurel akan masuk kelas sendiri. Mending bang Altez dan kak Tian masuk ke kelas soalnya ini udah telat banget loh dari jam masuk kelas takutnya nanti abang dapat hukuman telat masuk kelas" ujar Aurel raut wajahnya terlihat takut
"Siapa yang berani menghukum kita princess lagi pula sekolah ini milik papa jadi kita ga bakal mendapat hukuman telat masuk kelas" Altez menjawab
"Tapi tetap saja bang Aurel takut"
"Udah kamu ga usah takut. Kita ga bakal dihukum" kali ini Abas menjawab dan langsung melanjutkan mengetuk pintu Setelah mendapat jawaban dari dalam kelas Abas masuk diikuti oleh Altez dan dibelakang mereka berdua Aurel mengekori abangnya.
Seketika tatapan mata murid kelas 11. IPA 1 mengarah pada Aurel dan kedua abangnya.
"Ada keperluan apa Altez, Abas kamu masuk kelas pelajaran saya?" tanya Bu Rumi guru Biologi
"Saya mengantarkan adik saya yang baru masuk sekolah hari ini bu" ucap Abas
"Yang bernama Aurel ya?" ucap Bu Rumi
Abas mengangguk sebagai jawaban.
Ya sudah kalian masuk kelas kalian sana biar Aurel jadi urusan saya" titah Bu Rumi pada Altez dan Abas.
"Abang ke kelas dulu ya princess" Altez pamit dan mencium dahi Aurel kemudian diikuti Abas yang pamit serta mencium dahi Aurel juga Aksi mencium dahi yang dilakukan oleh Altez dan Abas membuat kaum kelas 11. IPA 1 menjerit perempuan histeris karena iri.
Sedangkan Aurel malu hanya menundukkan kepalanya. Bu Rumi menginstruksi kan muridnya untuk diam agar tidak mengganggu kelas lain.
"Oh ya Aurel, kenalin saya Bu Rumi guru biologi kelas kamu. Sekarang kamu kenalin diri kamu pada teman-temanmu ya?" ujar Bu Rumi.
Aurel tersenyum manis yang membuat kaum laki-laki terpesona dengan senyumannya.
"Hallo perkenalkan nama aku Princessa Aurellia Nelson bisa dipanggil Aurel" ucap Aurel dengan suara terdengar menggemaskan bagi mereka yang mendengar suaranya.
"Aduh suaranya bikin gemes banget sih" celetuk cowok yang ada di depan meja guru dan celetukan salah satu cowok itu membuat yang lainya menyetujui jika suara Aurel terdengar menggemaskan Perkenalan Aurel disambut antusias oleh seluruh teman-teman barunya yang ada di kelas 11. IPA 1.
Apalagi melihat wajah Aurel yang lugu tak ada alasan mereka untuk memusuhi atau tidak suka melihat Aurel dikelas mereka.
"Sekarang Aurel kamu duduk dengan Qila. Qila tunjukan tangan kamu" ucap Bu Rumi yang disebut namanya mengacungkan jarinya dengan senyum mengembang Dalam hati Qila bersorak senang mendapat teman sebangku seperti Aurel.
Aurel pun segera menuju bangku dan duduk disebelah Qila. Aurel duduk didekat jendela.
"Hallo Aurel kenalin gue Aqila pranata panggil aja Qila ya" ucap Qila memperkenalkan dirinya.
"Hallo aku Aurel makasih ya udah mau berteman sama aku" ucap Aurel lugu.
"Duh lo bikin gemes banget sih" Qila dengan gemasnya mencubit kedua pipi chubby Anna
"Aduh sakit Qila" Aurel meringis sakit.
"Maaf ya soalnya gue gemes banget sama lo" cengiranya Qila Semua teman-teman Aurel ingin berkenalan secara langsung satu persatu dengan Aurel tapi Bu Rumi langsung berbicara.
"Kita lanjutkan materi kita hari ini. Untuk perkenalan nya nanti aja waktu istirahat" ujar Bu Rumi mendapat sorakan tak terima dari murid sekelasnya
"Yah buuuu"
Pelajaran berlangsung hikmat. Tapi tak lama kemudian ada yang menyenggol bangku Aurel dari belakang.
"estt" orang dibelakang Aurel berbisik. Aurel menoleh.
"Gue belum kenalan sama lo. Kenalin gue Rafardhan Shakeel orang terganteng di muka bumi ini" ucap Rafa dengan pedenya.
Aurel tertawa kecil melihat kepedean Rafa
"Aku Aurel. Kamu pede banget sih Raf. Kamu emang ganteng" Rafa mendengarnya langsung tersenyum cerah tapi senyumnya langsung luntur dan cemberut ketika Aurel melanjutkan kata-katanya.
"Tapi lebih gantengan ketiga kakak aku"
"Ga usah sok melas gitu deh Raf muka lo, malah makin jelek tuh muka" sahut Qila dengan ucapan pedasnya sesekali melirik ke depan memperhatikan Bu Rumi.
Rafa malah semakin cemberut. Qila cewe yang terkenal dengan mulut pedasnya ketika berbicara. Walaupun begitu Qila anak baik.
"Lo tega banget sih Qil sama sepupu sendiri. Gini-gini muka gue mirip Jefri Nichol tau" kesal Rafa
Qila memperagakan gaya ingin muntah "Wleekk, mirip Jefri Nichol dari mananya? Muka lo lebih mirip sama pantat kuda aja dibangga-banggain pake ngaku-ngaku segala lagi mirip Jefri Nichol"ucap Qila.
"Lo mah gitu. Pokoknya gue ngambek sama lo" ujar Rafa
"Emang apa peduli gue?" sinis Qila
Aurel yang menyaksikan pertengkaran kecil antara Rafa sama Qila jadi terhibur.
"kalian sepupuan?" tanya Aurel
"Iya mamanya Rafa adik kandung mama gue. Meskipun gue males ngakuin modelan yang kaya Rafa ini sepupu gue tapi mau gimana lagi mau menyangkal pun ga bisa" jelas Qila
Aurel mengangguk mengerti dan fokus memperhatikan Bu Rumi yang menerangkan materi di depan kelas.
Untungnya pembicaraan mereka tidak terdengar oleh guru karena mereka bertiga berbicara pelan agar tak mengganggu proses belajar mengajar.
.
.
.
.
.
.
.
.
...Masih ringan kan ceritanya? bentar lagi aku kasih yang berat deh😌...
...jangan lupa like , komen dan vote nya readers ku tersayang......