NovelToon NovelToon
Tuan Buta Dan Pelayannya

Tuan Buta Dan Pelayannya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: lara hati

Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.

saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.

Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.

Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part tiga belas Firts kiss dengan Dirga.

Darmo menyiapkan mobil Porsche putih milik Dirga, Dirga berniat keluar hari ini mencari tongkat, mampir ke toko buku huruf braille,tak lupa mengajak bening pergi bersama.

Dirga berniat belajar memakai tongkat serta membaca huruf Braille.

Bening menyambut keinginan Dirga antusias, berarti suaminya mengalami kemajuan.

keluar rumah adalah cara terbaik memulihkan kesehatan mentalnya.

" Sudah siap?" tanya Dirga pada Bening yang memakai baju biru laut dengan penutup kepala warna senada.

Manis dan sederhana

Sedangkan Dirga, meski memakai baju biasa saja orang tampan tetap saja terlihat keren

Pria itu memaki celana jeans coklat, jaket kulit coklat dan kaos putih polos lengan pendek dia terlihat bersemangat tubuhnya terlihat gagah meski sangat kurus.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang. menuju toko sesuai keinginan Dirga. Tiba di toko yang menjual tongkat, Dirga dengan semangat memilih salah satu tingkat warna hitam cukup kokoh.

dia mencoba memakainya sebentar, justru tersandung lemari dan jatuh.

Bening tertawa namun tetap menyemangati apalagi melihat Dirga yang pura-pura marah.

setelah memilih salah satu,Dirga dan Bening pergi ke toko buku khusus bagi tuna netra.

mereka membeli beberapa buku dengan tulisan huruf timbul.

Dirga dan Bening berkeliling sebentar duduk ditaman sambil makan Es krim bercakap-cakap cakap tentang segala hal, sekali kali bening menceritakan hal lucu hingga Dirga tertawa terbahak-bahak.

setelah puas berkeliling dengan berjalan kaki mereka menuju sebuah restoran fastfood terdekat untuk makan siang. Keduanya merasa lapar dan lelah.

" Tuan senang?" tanya bening begitu duduk didalam restoran.

Bening menyadari banyak mata yang menatap Iba pada Dirga.

Seorang pria tampan tapi buta.

untung Dirga memakai kacamata hitam hingga kebutaannya tak terlalu tampak.

Dia justru terlihat stylish dengan kacamatanya.

Dirga mengangguk

" Aku tak menyangka bisa menikmati perjalanan ini bening, ternyata berada diluar jauh lebih menyenangkan daripada terkurung dikamar."

Bening ikut tertawa senang.

" Mengapa tak dari dulu saja aku lakukan.."

Pelayan restoran datang dan menyerahkan buku menu.

" Silahkan memesan tuan dan nona"

" Terima kasih.." Sahut bening ramah

" Tuan mau memesan apa?"

" bacakan untukku.."

Bening pun membacakan berbagai menu pada Dirga.

Dirga menentukan pilihan dia memilih burger porsi jumbo dengan softdrink dan juice alpukat.

sedangkan Bening memilih burger dan juice jeruk.

Tak menunggu lama pesanan datang, mereka menikmati makanan dengan lahap, sesekali bening membantu Dirga mengambilkan minuman dan menghapus sisa makanan dari bibirnya.

Hati Dirga menjadi hangat.

perlahan rasa nyaman mulai mengisi hatinya.

Perlakuan bening yang lembut menguatkan dirga. dia tak lagi merasa minder dengan kebutaannya.

" Andai aku bisa melihat wajahmu" ucap Dirga seraya menyipitkan mata menatap tajam ke arah bening.

" Untuk apa melihat wajahku, nanti tuan akan menyesal, wajahku tidak cantik" sahut Bening menunduk

"Benarkah? bolehkah aku menyentuh wajahmu sekali lagi?" ucap Dirga penuh harap mengulurkan tangan ke wajah bening.

Bening segera menghindar

" Restoran ini ramai pengunjung aku malu bila tuan menyentuh wajahku di sini" Bening berusaha menghindar.

" Oh maaf!" Dirga tampak kecewa.

" Aku tak bermaksud kurang ajar hanya saja dengan meraba aku bisa tahu detail wajah seseorang, aku belum pernah melihatmu bening, aku penasaran saja."

" A-A-aku mengerti tuan..nanti saja dirumah.."

" bolehkah..!?" tanya Dirga bersemangat

" Hmmm"

" Baiklah kalau begitu mari lanjutkan makan."

Bening tersenyum melihat tingkah Dirga yang sepeti anak- anak.

"Jangan terlalu sering menyentuhku tuan, jantungku tak akan kuat menahan debarannya" Bening mebatin sendiri

menatap pria tampan dihadapannya dengan wajah sejuta makna.

" Aku akan singgah ke tempat fitness serta menemui ahli gizi, aku ingin tubuhku sehat seperti semula." ucap Dirga saat dalam perjalanan pulang.

" Kau pasti jatuh cinta padaku, saat tubuhku kembali normal, kupastikan kau tak bisa beralih menatapku yang memiliki tubuh bak.model"ucapnya dengan penuh percaya diri seraya terkekeh

" Berpikirlah sesuka anda, asalkan anda senang" Sahut Bening jengkel.

" Kau tidak tahu saja betapa tampan nya aku.."

" Ya aku tahu, tapi anda pria yang bodoh!"

Dirga kaget mendengar celaan Bening

" Kenapa menyebutku begitu"

" Anda sudah menjadi budak cinta Bianca samantha..haha" Bening tertawa mengejeknya.

" Biar saja, Dia pantas untukku cantik, ramping dan sexy, tidak sepertimu yang kecil seperti kurcaci bahkan tak enak dipeluk."

Tangan bening langsung mendarat dipinggang Dirga dan mencubitnya geram.

" Aww..! kau mencubitku??"

Dirga menarik tangan Bening dan mengenggamnya sepanjang jalan.

Mereka tertawa bersama.

Bening membiarkan tangan Dirga memegangnya hingga mereka tiba dirumah. bahkan Dirga tak melepasnya hingga Bening mengantarnya ke kamar.

" Duduklah" pinta Dirga tetap menggenggam tangan itu.

Mereka duduk berhadapan diranjang.

Tangan Dirga terlepas dia menatap wajah bening lembut.

" kau harus menepati janji" ucapnya

" Janji apa?"

" Ijinkan aku melihat wajahmu."

Bening tertegun dengan Jantung berdetak tak karuan apalagi melihat tatapan Dirga yang lurus pada wajahnya.

meski pandangan itu terlihat kosong, tatapan nya yang sayu mampu merobek jantung Bening.

Parahnya lagi mereka berduaan dikamar.

Bening memejamkan mata saat, Dirga perlahan mengulurkan kedua tangan dan menyentuh kepalanya.lembut.

Wajah Dirga kecewa.

"Bolehkan aku melihat rambutmu?" tanyanya pelan penuh harap.

" Tapi.."

" aku suamimu bening.."

Bening membuka penutup kepalanya ragu.

Dirga tersenyum dan membelai rambut bening yang panjang mengikuti alurnya yang sepunggung.

" Rambutmu panjang, lurus dan lebat, apakah warnanya hitam?" tanya Elang.

" Iya..warna nya hitam" Sahut bening malu - malu.

Tangan Dirga turun pada wajah bening mengikuti garis wajah. gerakan Dirga yang lembut membuat Bening gelisah dia Sampai menahan nafas saking gugupnya

" Bentuknya oval"

ucap Dirga tersenyum

lalu dia beralih pada kening meraba dengan telapak tangan

" Dahimu kecil, tulang pipimu tak terlalu menonjol" satu jarinya menyentuh hidung " Bentuknya mungil dan hidungmu mancung, matamu besar dengan bulu mata cukup lentik dan.."

tangan Dirga turun menuju Bibir Bening yang sedikit terbuka.

Dia mengelusnya dengan jari telunjuk.

jiwa laki-lakinya mulai meronta. Dirga menahan diri saat tahu

Hasratnya mulai naik.

" Bibirmu kecil namun berisi.." Dirga menahan salivanya

Matanya dipenuhi aura gelap.

Matanya tak bisa berpindah dari bibir Bening.Dia menyentuhnya berlama-lama.

hingga bening berdehem.

mengembalikan kesadaran Dirga.

Dirga memegang bahu bening

dan menariknya lebih dekat.

Deg!

deg!

jantung bening mulai berdetak lebih cepat.

Jaraknya mereka sangat dekat.

Bening mendongak hingga wajahnya dan Dirga saling berhadapan.

Nafas Dirga terasa lebih cepat.

Wajahnya pun memerah.

Bening tak bisa mengalihkan tatapan dari wajah Dirga.

Matanya hidungnya dan bibir Dirga yang terlihat bagaikan busur panah sungguh menggoda.

mereka dikelilingi oleh keinginan yang sama.

Dirga semakin mendekatkan wajahnya ragu ke arah Bening.

Merasa Bening tak menghindar dia melanjutkan aksinya.

Bening memejamkan mata saat bibir Dirga menempel perlahan di bibirnya.

tubuhnya seperti tersetrum hebat dan dia sepeti dibawa terbang ke awang-awang padahal Dirga sama sekali tak menggerakan bibir nya dia hanya menempelkannya saja.

Menunggu reaksi Bening.

Merasa bening memberi jalan, Dirga menjadi lebih berani

Perlahan bibir beraroma mint itu bergerak. pelan tanpa menuntut.

mengecup pelan bibir bawah Bening

Bening semakin hanyut dia membuka sedikit bibirnya agar Dirga lebih nyaman melakukan aktivitas di bibirnya memberi lebih banyak r

sensasi asing e yang baru pertama kali d dirasakan oleh Bening.

" Beginilah rasanya ciuman pertama itu? mengapa sangat indah dan memabukan!??" batin bening

tubuhnya serasa luruh bagaikan tak bertulang dia berpegangan erat didada Dirga.

Bening tak tahu harus melakuakan apa, dia hanya pasrah saat Dirga terus mengulum bibirnya dengan bernafsu.

pasrah saja menerima segala sensasi asing yang nikmat.

Sementara Dirga tak bisa berhenti bermain-main di bibir Bening, bibir itu lembut seperti es krim. Dia menginginkan lebih dan lebih, nafasnya sudah memburu dia menarik kepala bening dan menekannya kuat memperdalam ciuman mereka.

Seolah keduanya kini berada dalam dunia transparan.

Bahkan Dirga bisa melihat semuanya.

Tuan Dirga anda...." terdengar suara Adam didepan pintu yang menerobos masuk tanpa permisi

Bening dan Dirga tersentak kaget, mereka segera menghentikan aktivitas panas itu,dan segera saling menjauh dengan gestur salah tingkah.

" M- ma- maaf...! " Seru Adam lebih salah tingkah.

Dai panik sekali tak menyangka memergoki Dirga dan Bening sedang berciuman.

" Pin- pintunya terbuka saya tidak tahu tuan dan Nona bening sedang.."

" Hentikan Adam.." Teriak Dirga makin tak enak hati menggaruk rambutnya.

" Per- permisi aku harus kembali ke kamar" sahut Bening tergesa dengan wajah malu dia berlari menuruni tangga dan langsung menuju kamar dan menghilang didalamnya

Bening mengunci pintu rapat, menarik selimut dan bersembunyi dibaliknya dengan muka panas.

malu sekali

"Saya..tidak sengaja ma- maaf"

Adam menunduk.

" Tidak apa? untung kau datang tepat waktu." Sahut Dirga cuek setelah Bening pergi.

" Penutup kepala nona Bening tertinggal" Ucap Adam menyerahkan sehelai kain yang cukup lebar pada Dirga.

" Apakah kau melihat dia tanpa hijab?"

" Maaf tuan tak sengaja, tapi nona cantik sekali."

" Benarkah..?" tanya Dirga menyipitkan mata.

" Iya rambutnya hitam lebat sepeti sutra."

" aku sungguh ingin melihatnya" sahut Dirga dengan mata menerawang.

Bibirnya tersenyum mengingat ciuman panas selama beberapa menit dengan bening.

Dia menyentuh bibirnya yang terasa kebas.

1
Nining yuningsih
zceritanya sanggat bagus
Nining yuningsih
asiiik jumpa
Nining yuningsih
munapik akhirnya mengakui mencintai bening
Nining yuningsih
seru suka ceritanya
Atifah Diani
lanjut tttt
limah
🥰
Faizah Izah
aduh Thor ..... kok kisah nya gitu sih! agak mengecewakan, lakinya dah tidur ma cewek lain lagi, kalau dipersatukan lagi Dirga sama bening , harusnya Dirga jangan bersetubuh dengan sonya lah, thor, kalau bikin novel lain jangan yang mengecewakan ya thor
Lianty Itha Olivia
Luar biasa
Yuli Winarsini
kok g nyambung ya critanya
R_3DHE 💪('ω'💪)
Luar biasa
R_3DHE 💪('ω'💪)
ini kasus medis yang unik... 🤔🤔🤭🤭
Nining Chili
bening bodoh
dhaa. made
kenapa gaaa donor mata aja ? kaya masa ga bisa minta donor mata
leni aswita
Buruk
Anonim
yahh sebenernya dirga redflag bangeet, kenapa malah dijodohin sama bening 😕
Sifrianus Jahamat
so sweet
Sifrianus Jahamat
apa bedanya kamu dgn bianca 🤣🤣🤣
Sifrianus Jahamat
yg sabar
Sifrianus Jahamat
cinta krn harta dan rupa gk akan pernah kekal
Runik Runma
dasar lelaki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!