NovelToon NovelToon
Istriku Dan Rahasia Kelahirannya

Istriku Dan Rahasia Kelahirannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Kutukan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arni Arlinawati

Arien Riena Ridwanto menyembunyikan identitas sejatinya Kaisar Arbella J. Milea Inesh, penguasa Vinesha. Ratusan tahun ia hidup terpisah dari enam saudaranya, terus bereinkarnasi menggunakan segel sihir Mata Elang — menjadi bayangan mereka karena rasa bersalah masa lalu.

Di kehidupan ke-17 ini, ia hanya wanita biasa, istri dan ibu yang mencintai keluarga kecilnya. Namun ancaman terhadap Alan dan Arumie memaksanya membuka rahasia yang akan mengguncang dunia!

"Akulah asal mula semua yang telah terjadi. Akulah sang Pengendali...! sang Segel Elang…! Kaisar Suci Vinesha...! Kaisar Arbella!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arni Arlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Aroma harum langsung menyergap indra penciuman begitu Arien menginjakkan kaki kembali di warung nasi tempatnya bekerja. Suasana di dalam warung tampak sangat kontras dengan ketenangan lorong pasar yang baru saja ia lewati.

Di area dapur, kepulan asap putih membubung tinggi dari wajan besar, berbaur dengan denting sudit dan penggorengan yang saling beradu. Pemilik warung tampak sibuk memotong barisan jengkol matang yang empuk, sementara seorang pekerja lain dengan cekatan membungkus pesanan pelanggan yang mengantre di depan etalase kaca.

Meskipun jam makan siang belum sepenuhnya tiba, beberapa bangku kayu panjang di warung itu sudah mulai terisi. Suara riuh rendah dari obrolan para kuli panggul pasar dan pembeli yang sedang menikmati kopi hangat memenuhi ruangan yang tidak terlalu luas tersebut. Udara di dalam warung terasa sedikit gerah oleh uap masakan, namun suasana kekeluargaan yang hangat begitu kental terasa di sana.

Arien segera menyelip di antara kesibukan itu untuk melaporkan pesanan pertama yang berhasil dibawanya dari pasar.

Neng Arien, tos kenging pesenan naon wae ti payun?

"Neng Arien, sudah dapat pesanan apa saja dari depan?"

Suara lantang Bu Haji Ocoh, sang pemilik warung yang bertubuh sintal, langsung menyambut kedatangan Arien di balik meja kasir.

Tangan Bu Haji Ocoh begitu cekatan menghitung lembaran uang kembalian, tetapi matanya tetap jeli mengawasi setiap sudut warungnya yang mulai padat.

Arien tersenyum lebar sambil memamerkan layar ponselnya yang berisi catatan pesanan.

Nembe hiji, Ceu. Bu Haji sayur nembe pesen semur jengkol sareng kurupuk, di sanguan we cenah, ulah ditambul!

"Baru satu, Ceu. Bu Haji sayur baru pesan semur jengkol sama kerupuk, harus pakai nasi katanya, jangan digado!" seloroh Arien, memancing tawa kecil dari Bu Haji Ocoh.

Bu Haji Ocoh menggeleng-gelengkan kepala mendengar kelakuan pegawainya itu.

Dasar Neng ah, aya-aya wae! Sok atuh bungkus, jengkolna candak di panci pengker, nembe asak, enak hipu,

"Dasar kamu ah, ada-ada saja! Ya sudah bungkus, jengkolnya ambil di panci belakang, baru matang, enak empuk," sahut Bu Haji Ocoh dengan nada suara yang tegas namun penuh perhatian seperti seorang ibu kepada anaknya.

Arien segera mengambil selembar kertas pembungkus cokelat dan daun pisang, lalu dengan terampil menyendokkan nasi hangat yang masih mengepul. Tak lupa, ia menambahkan semur jengkol berkuah pekat yang aromanya langsung menggoda iman, serta kerupuk kuning renyah sebagai pelengkap sesuai permintaan Bu Haji.

Di dekat bak cuci piring, Selma, rekan kerja Arien yang bertugas mengurus bagian belakang, menyenggol lengan Arien dengan jahil saat gadis itu sedang mengambil kerupuk dari dalam kaleng seng.

Wah, marema nya, Rien? Ulah poho bagi-bagi komisi mun target nguriling poe ieu beubeunangan,

"Wah, lancar jaya ya, Rien? Jangan lupa bagi-bagi bonusnya kalau target keliling hari ini tembus," goda Selma sambil mengelap piring-piring basah dengan kain serbet.

Arien menjulurkan lidahnya dengan jenaka.

Komisi naon, Sel? Nembe ge hiji! Mending bantuan pangnyandakeun plastik bening kanggo kuah semur yeuh, ulah tepi ka bocor pas dicandak lumpat,

"Komisi apa, Sel? Baru juga satu! Mending kamu bantu siapkan plastik bening buat kuah semur nih, jangan sampai bocor pas dibawa lari," balas Arien cekatan membagi tugas.

Interaksi penuh canda yang tulus di antara mereka bertiga selalu sukses membuat lelahnya bekerja di tengah pengap dan riuhnya pasar tradisional menjadi tidak terasa sama sekali. Namun di balik peluh dan tawa di warung nasi itu, Arien sama sekali tidak pernah menduga bahwa di sudut bumi yang lain, sebuah eksistensi yang jauh dari nalar manusia sedang bergerak.

...****************...

Di belahan bumi lain, tepat di dalam sebuah ruangan gelap yang hanya diterangi berkas cahaya dari celah dinding tinggi menjulang, tampak seseorang sedang duduk di atas kursi singgasana. Tangan kanannya bertumpu pada sandaran kursi untuk menopang dagu. Kepalanya miring ke samping dengan posisi kaki yang saling ditumpangkan. Ia memasang ekspresi dingin—begitu dingin, hingga mampu mengalahkan kebekuan es di puncak musim dingin.

Ia tidak sendirian. Ada dua orang lain yang berada di dalam ruangan yang sama. Orang pertama duduk di anak tangga beralas karpet merah usang yang menuju ke arah singgasana. Ia duduk dengan kaki terbuka, menumpu kedua siku pada lututnya, sambil menundukkan kepala dalam-dalam. Sementara itu, orang kedua berdiri dalam diam tanpa menampakkan wajahnya di samping singgasana, setia menemani sang penguasa.

Where are Rael and the others?

"Di mana Rael dan yang lain?" tanya Rafael, sang penguasa pertama yang duduk di singgasana, kepada dua orang di hadapannya.

The others? Who knows!

"Yang lain? Entahlah!" sahut Caesare, sang penguasa keempat yang duduk di anak tangga, membalas pertanyaan Rafael.

Caesare mengembuskan napas pendek sebelum melanjutkan,

They might be tearing down their quarters and rebuilding them into a new structure as usual. Or perhaps they are playing around with their pet rabbits.

"Mereka mungkin sedang membongkar tempat tinggalnya dan membangunnya kembali menjadi bangunan baru seperti biasanya. Atau, mungkin mereka sedang bermain-main dengan kelinci peliharaan mereka."

Rafael J. Benedict Efero adalah penguasa pertama bertubuh gagah dan tinggi, berambut hitam panjang yang sangat tampan. Penampilannya, tidak seperti manusia biasa lain. Balutan jas yang ia kenakan tampak kontras dengan kesehariannya yang memang tidak pernah berada di luar ruangan.

Begitupun Caesare J. Silva Efero, pria bertubuh tinggi dengan rambut merah menyala yang sangat mencolok dan tidak seperti manusia pada umumnya. Mereka memilih untuk tetap diam di bawah tanah demi menutupi keberadaannya—sebuah keputusan karena alasan tertentu yang kelak akan menjelaskan segalanya.

Caesare yang semula duduk kini bangkit berdiri. Ia menoleh ke arah Rafael.

I'll be back. Rael is currently meeting with the thirteen shareholders, but I wonder why it is taking so long. I will bring him back immediately!

"Aku akan kembali. Rael sebenarnya sedang menemui ketiga belas pemegang saham, tapi aku penasaran kenapa dia lama sekali. Aku akan membawanya kemari segera!" ujar Caesare tegas.

Caesare kemudian melangkah pergi sembari memegang jas luar yang sengaja ia tanggalkan dan disampirkan ke belakang pundak. Tepat setelah kalimat terakhirnya selesai, udara di sekitar tubuh Caesare mendadak mendistorsi secara ekstrem. Aura energinya meledak keluar secara masif, memancarkan pendaran cahaya pekat yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

Tekanan energi tersebut begitu kuat hingga membuat debu-debu di lantai ruangan terangkat ke udara dan karpet merah di bawah kakinya bergetar hebat. Dalam satu kedipan mata, aura itu menyusut dengan kecepatan kilat, membentuk satu titik cahaya kecil sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya tanpa suara, menyisakan kekosongan di tempat ia berdiri.

Sebagai catatan, hanya ketujuh penguasa dan tujuh elite pengguna aura yang mampu menggunakan berbagai macam kekuatan tingkat tinggi seperti teleportasi yang dilakukan oleh Caesare. Hal ini terjadi karena mereka telah mencapai tingkat pengendalian aura yang sangat tinggi. Sebuah kekuatan absolut yang lambat laun akan menarik garis takdir mereka menuju ke sebuah warung nasi kecil di sudut pasar tradisional yang ramai.

^^^Bersambung...^^^

1
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
kalau mereka bertemu gimna ya. yg 1 bhs inggris yg 1 sunda😁
Arni Arlinawati Pratiwi💃: gembrung galendo.. nu burung jeung nu gelo.. plesetan bahasa sunda nya, bahasa indonesia campuran para orang gil*! /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
haduuh.. ngeces dah🤤🤤🤤
naws
gak tau mau dukung vano sama eren atau enggak.
belom tau sih mereka jahat atau baik 🥴
naws
entah kenapa vibesnya kayak konspirasi adanya penganut satanik di antara elite global 🤭
naws
semoga suaminya gak marah ya.
udah cincon hilang, seharian gak bisa dihubungi.
hari ini kamu kenapa sih rien?
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Jangan-jangan adiknya si Rael Arien lagi
Syahira🌹
ternyata Real bisa merasakan aura yang ada dalam cincin itu, berarti aura pemilik cincin itu cukup kuat🤔
Mingyu gf😘
tuhkan apa aku bilang
Mingyu gf😘
se dahsyat itu ta kekuatan cincin airin
Mingyu gf😘
loh darimana munculnya mateo
Mingyu gf😘: owalah berarti aku yang lup😆
total 2 replies
My_Lucia
ooh... ini aura ke-6 bukan indra ke-6🤭
My_Lucia
wihhh.. auranya warna merah
My_Lucia
jadi Arien ini bukan manusia biasa ya?
naws
cincin nikah itu dari suaminya kan? berarti si suami juga ada hubungannya sama para pengguna aura kah? 👀
naws
dia tau ya makhluk macam vano dan eren itu eksis?
apa jangan2 dia juga golongan dari mereka?
naws
apa keistimewaan mereka? mereka bisa apa? superpower?
⋆˚𝜗𝜚˚⋆Blue_Sea🦋
wow sengaruh itu kah/Hey/
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
sang penguasa ke 6 ya ini orang?
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
diam adalah emas.
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah perkumpulan cogan 🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!