NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mirip

Semenjak memiliki orang tua angkat Dita tak lagi tinggal di kontrakan karena Ibu Rani melarangnya dan Dita benar-benar tidak bisa menolak permintaan Ibu Rani. Awalnya Dita takut Ibu Jelita dan Pak Wirawan tersinggung jika Dita tinggal bersama orang tua angkatnya namun nyatanya mereka malah sama-sama membujuk Dita untuk setuju.

Angel dan Laela tak menyangka Dita di angkat anak oleh sepasang suami istri yang luar biasa. Siapa tak mengenal dokter Wijaya pemilik rumah sakit Mulia. Dan sang istri yang merupakan pemilik salon kecantikan ternama di kota Y. Bukan hanya itu yang membuat mereka tak percaya pasalnya Dita pun bukan anak yatim piatu atau anak panti yang susah.

Dita merupakan putri bungsu dari seorang pengusaha restoran di kota M. Restoran milik keluarga Dita banyak terkenal di mana-mana bahkan hingga ke luar kota. Dan bukan hanya satu bahkan restoran milik keluarga Dita memiliki banyak cabang.

"Mimpi apa sih lu Dit. Udah mah lu kaya dapet orang tua angkat kaya juga." Laela.

"Gw ga pernah mimpi La. Bahkan ngebayangin aja gw ngga. Kenal Papi ya sekenal-kenalnya pasien sama dokter udah gitu aja." Dita.

"Emang lu hoki Dit. Pantesan Mami Papi gw ngga pernah marah gw temenan sama lu. Lu beneran bawa hoki." Angel.

"Astaga! Terserah Lu Gel." Dita.

"Tapi emang Dit. Coba lu inget siapa temen gw dari kecil ngga ada kan? Gw baru deket temenan ya sama lu ini." Angel.

"Iya juga sih." Dita.

"Dasar aja lu nya jutek Angel." Laela.

"Si alan ni anak. Kagak lah,, mana ada gw gitu." Angel.

"Ngomong-ngomong ortu lu kemana? Kayanya sepi-sepi aja?" Tanya Angel yang sejak kedatangannya ke rumah Dita tak melihat orang tua angkat Dita.

"Papi di rumah sakit terus Mami tadi ada janji sama klien di klinik." Dita.

"Ya ampun... Bisa kali kita perawatan di klinik nyokap lu Dit gratisan gitu." Laela.

"Ngelunjak itu lu namanya." Angel.

"Lu juga mau kan kalo iya?" Laela.

"Ya siapa yang nolak coba." Angel.

"Kemarin Mami nyuruh gw ke klinik sih ajakin temen juga tapi bukan buat perawatan." Dita.

"Tapi,,"

"Terus buat apa?"

"Buat bersih-bersih haha..."

"Si alan ni anak."

"Gw ngga berani minta gitu sama Mami guys. Meskipun pasti Mami kasih." Dita.

"Asal lu tau La. Jangankan sama Mami dia yang baru ketemu beberapa bulan ini. Sama Mama nya yang kenal dari dalam perut aja dia mah sungkan." Angel.

"Serius Dit?" Laela.

"Lah, kagak percayaan lu." Angel.

"Masa percaya sama Lu." Dita.

"Percaya sama Tuhan Angel." Laela.

"Emang ni dua orang ya. Yang satu otaknya kemana yang satu otaknya ngga ada." Angel.

Percakapan mereka bertiga terus berlangsung semakin ramai tertawa dan saling ejek. Tak ada sakit hati atau apapun di antara mereka bertiga. Hingga jam makan siang Bibi memberitahukan Dita jika makanannya sudah siap. Dita pun mengajak kedua temannya itu untuk makan siang bersama.

"Ya ampun Dita ini di rumah lu apa di restoran sih." Laela.

"Jangan norak makan aja udah mana yang lu suka. Mumpung ada loh." Angel.

"Bisa kali Dit bungkus buat di kost." Laela.

"Ye... kemaruk lu.." Angel.

Belum sempat mereka makan Ibu Rani datang dari klinik dengan membawa banyak camilan karena mendengar akan ada teman dari putri angkatnya. Ibu Rani sangat senang.

"Sayang,,," Panggil Ibu Rani.

"Di meja makan Mi." Dita.

"Nyokap Dit?" Angel.

Dita hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Eh, udah pada mau makan ya. Ayo lanjut lanjut jangan malu-malu ya." Ibu Rani.

"Iya Tante.."

"Mi, kenalin ini Angel dan ini Laela." Dita.

"Angel."

"Laela."

"Saya Rani, Mami nya Dita. Sering-sering ya main ke sini biar Dita ada temennya." Ibu Rani.

"Iya Tante."

"Ya udah lanjut makannya ya. Ini nanti Tante minta siapkan sama Bibi." Ucap Ibu Rani menunjukan belanjaannya.

"Mami ngga makan?" Dita.

"Mami udah makan tadi di klinik bareng sama klien Mami." Ibu Rani.

"Ok.."

"Nanti Kapan-kapan kalian perawatan ya di klinik ajak Dita nya nih biar mau perawatan." Ibu Rani.

"Aduh, ngga masuk kantong mahasiswi kaya saya Tante." Laela.

"Eh, sama Dita ke kliniknya biar free." Bisik Ibu Rani.

"Wah, makasih Tante. Bakalan sering ajakin Dita perawatan ini biar dapet perawatan free." Laela.

"Mau nya lu itu." Angel.

"Gratisan Gel kapan lagi." Laela.

"Hahaha... Iya iya boleh kok free buat kalian berdua." Ibu Rani.

"Dita ngga Mi?" Dita.

"Kamu anak Mami ngapain bayar." Ibu Rani.

"Makasih Mi."

"Makasih Tante."

"Iya sama-sama. Sudah ayo makan nanti Kalian malah telat makan lagi. Tante masuk dulu bersih-bersih." Ibu Rani.

"Mami lu asik ya Dit." Angel.

"Tapi, lu mirip ya sama Mami lu Dit." Laela.

"Banyak yang bilang gitu." Dita.

"Lah, nama Papa lu kan Pak Wirawan terus Papi Lu Wijaya mirip juga ya Dit." Angel.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!