NovelToon NovelToon
Nikah Dadakan Karena Salah Alamat

Nikah Dadakan Karena Salah Alamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika yang bekerja sebagai kurir harus menerima pernikahan dengan yoga Pradipta hanya karena ia mengirim barang pesanan ke alamat yang salah .
Apakah pernikahan dadakan Cantika akan bahagia ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi kabar Rani

Pagi itu, matahari baru naik ketika Cantika terbangun. Sinar yang masuk dari jendela besar kamar membuatnya sedikit silau. Dia butuh beberapa detik untuk mengingat di mana dia berada,dan kemudian semuanya menyerbu masuk sekaligus.

Rumah besar.

Pernikahan kilat.

Yoga Pradipta.

Status baru: istri mendadak.

“Astaga… ini nyata,” gumamnya sambil memeluk bantal.

Setelah mandi, Cantika turun ke lantai bawah. Salah satu asisten rumah tangga menunjukkan arah dapur. Di sana sudah tersedia sarapan lengkap,tapi Cantika terlalu gelisah buat makan.

"Astaghfirullah,aku belum ngasih kabar Rani ,dia pasti bingung mencari aku ." Cantika segera mengambil hpnya .

Dia butuh memberi kabar sahabatnya ,dia juga curhat.

Butuh mendengar suara sahabatnya.

Butuh seseorang yang bisa dia ajak berteriak bersama.

Begitu sampai di teras, dia duduk dan mengambil ponselnya. Jemarinya gemetar sedikit saat menghubungi sahabatnya

Sejak kemarin terahir kali saat dia mengantar paket ,Cantika belum bertemu sahabatnya itu ,saat dia pertama kali berangkat kerja ,ia tidak bertemu Rani ,karena Rani sedang tidak masuk dan Cantika tahu saat ini sahabatnya sedang kebingungan mencari keberadaannya ,dan bodohnya baru sekarang dia berani menghubunginya .

Panggilan terhubung.

“HALOOO CANTIKA! KAMU DI MANA NIH? KEMARIN NGILANG Ngg—”

“Rani…” Cantika menelan ludah.

"Cantika ! kamu membuat aku khawatir ! sekarang kamu dimana ? Biar aku jemput sekarang !' suar Rani terdengar khawatir

"Nggak usah Ran ,aku berada di tempat aman ,kamu nggak usah khawatir !"

"Nggak bisa Cantika ,gimana aku nggk khawatir ,sekarang katakan dimana kamu ! Aku jemput sekarang ! Kalau terjadi apa apa dengan kamu bagaimana ? Apalagi kamu baru kasih kabar aku sekarang ." ucap Rani tanpa memberi Cantika kesempatan menyela .

“ Maaf ran ,aku baru kasih kabar kamu ,aku sekarang ada dirumah suami dan mertuaku , Aku… sekarang sudah nikah.”

Hening.

Sunyi.

Seolah teleponnya mati.

“Rani?”

Kemudian—teriakan pecah.

“ANJIRRRR APA?!! NIKAH??! SAMA SIAPA??! KENAPA??! KAPAN??! DI MANA??! KOK BISA??! SIAPA YANG HAMIL,APA KAMU BENERAN HAMIL ,??!”

Cantika mencelos. “Aku nggak hamil! Astaga!”

Dian makin histeris, “TRUS KENAPA NIKAH MENDADAK?? JANGAN BILANG KAMU DICULIK CULT—”

“RANI ! Dengerin dulu!”

"GIMANA AKU BISA TENANG ,KAMU TIBA- TIBA MENGHILANG NGGAK ADA KABAR ,HP JUGA NGGAK BISA DIHUBUNGI ,AKU MENCARI KAMU KESANA KEMARI ,CANTIKA ,KAMU HAMPIR MEMBUAT AKU GILA MENCARI KEBERADAAN KAMU !" omel Rani panjang seperti gerbong kereta .

"Iya maaf ,sekarang aku akan jelaskan semuanya ,kamu diam dulu !"

Rani terdiam. “Oke oke… cerita dari awal. Pelan-pelan. Aku siap.”

Cantika menarik napas panjang.

“Jadi kemarin aku salah alamat…”

"Alasan Classic Cantika.”

"Tapi itu kenyataannya itu yang terjadi Ran ."

"Aku masih belum mengerti ,apa hubungannya kamu salah alamat ,dan kamu menghilang dua hari ini ?"

"Makanya ,jangan potong dulu ,biar aku cerita ."

"oke - oke ,sekarang lanjutkan ,cerita kamu ,aku ingin mendengar keseluruhan ."

“Iya,saat aku salah alamat ,terus aku dibawa masuk ke rumah orang itu … yang lagi ribut karena calon menantu kabur…”

“Astaga FTV banget.”

“Terus… bapaknya kena serangan jantung, aku bantu, terus tiba-tiba disuruh jadi pengantin pengganti.”

Rani butuh tiga detik.

Lalu—BOOM.

“A ASTAGA !! SUBHANALLAH YAA RABBBB!! PENGANTIN PENGGANTI??! KAMU??! SERIUS??!”

“Serius.”

“Terus kamu mau-mau aja??”

“Aku… panik! Mau nolak gimana? Bapaknya sakit, keluarga heboh, aku… aku kejebak, Ran!”

Rani terkekeh nggak percaya. “Astaga, Cantika. Hanya kamu yang mulai hari dengan paket kiriman dan mengakhiri hari dengan paket suami.”

“INI BUKAN LUCU, RANI!”

“Maaf maaf, tapi sumpah ini plot twist hidup yang paling liar yang pernah aku dengar.”

Cantika memijit pelipis. “Aku masih nggak percaya.”

“Terus suamimu siapa? Orangnya gimana? Umur berapa? Kerjaan apa? Jelek nggak? Modal apa??”

Cantika tiba-tiba salah tingkah. “Namanya Yoga Pradipta…”

Rani terdiam sejenak.

“…YANG MANA NIH? YANG NAMANYA KAYAK BRAND JAM TANGAN MAHAL ITU?”

“Bukan… itu Prada.”

“Oh… iya.”

Cantika menahan tawa sebentar. “Dia… baik. Keliatan dingin awalnya, tapi ternyata perhatian,.”

Rani mengendus. “HMMM ADA AROMA-AROMA BAPER NIH.”

“Nggak! Aku cuma bilang dia baik!”

“Cantik, kamu menikah sama orang yang kamu kenal kurang dari sejam. Tentu kamu lagi bingung.”

“Ya bingung lah!”

“Coba jelasin, dia ganteng nggak?”

Cantika diam.

Sangat diam.

Terus mendesah pelan, “Ganteng…”

RANI langsung menjerit ketawa. “AHA! AKU TAU INI! INI JAWABAN WANITA YANG MULAI KEPIKIRAN SUAMINYA!”

“Kagak! Aku cuma… ngomong fakta!”

“Faktanya kamu kesengsem.”

Cantika merasa mukanya panas. “Rani !”

“Lanjut. Orangnya gimana selain ganteng? Ramah? Pinter? Kaya?”

“Kaya sih jelas…” Cantika memandangi rumah besar itu. “Tapi dia nggak sombong. Dia santai, tenang, banyak mikir, tapi… dia juga lucu kalau lagi nggak sengaja.”

Rani menghela napas dramatis. “Ya Tuhan, sahabatku jatuh cinta.”

“Nggak! Aku cuma—aku bingung!”

“Bingung kenapa?”

Cantika menggigit bibir.

“He treated me nicely. Bener-bener baik. Kayak dia berusaha bikin aku nyaman… padahal aku cuma kurir nyasar.”

RANI terdiam beberapa detik sebelum menjawab lembut, “Cantik… mungkin dia beneran tulus.”

“Tapi aku takut, Ran. Takut semua ini cuma sementara. Takut cuma karena situasi darurat.”

“Kamu bisa pelan-pelan kenal dia. Kalian udah sah jadi suami istri, tapi bukan berarti semuanya harus dipaksa instan.”

“Ya…”

“Terus kamu mau apa sekarang?”

Cantika menghela napas.

“Kulanjut dulu. Jalanin pelan-pelan. Dia juga nggak maksa apa-apa. Bahkan dia sediain aku kamar sendiri.”

Rani bersiul. “Ganteng, kaya, sopan, respect boundaries. Buset, kamu dapet paket full premium. Aku iri.”

“RANI!”

“Ya maap. Tapi aku serius. Kalau dia memperlakukan kamu dengan baik, hargai. Tapi jangan terlalu cepat jatuh.”

“Aku juga nggak mau.”

“Tuh bagus. Jalani dulu. Kenal dulu. Kalau ternyata cocok, ya syukur. Kalau nggak, ya kalian bisa ngomong baik-baik.”

Cantika akhirnya tersenyum. “Iya… makasih, RAN.”

“Oke, sekarang pertanyaan penting.”

“Apa lagi?”

“Kapan aku boleh main ke rumah suami barumu yang kayak istana ini?”

Cantika langsung panik. “RANI JANGAN KE SINI DULU! AKU BELUM BIASA!”

RanI tertawa puas. “Oke oke… tapi aku akan nunggu update kamu tiap hari. Ti-ap ha-ri. Paham?”

“Siap, Bu Polisi.”

“Dan Cantika…”

“Hm?”

“Selamat ya, meskipun aneh banget, aku tetap seneng kamu nggak sendirian.”

Ucapan itu berhasil bikin dada Cantika menghangat.

“Iya, Ran… makasih.”

---

Setelah telepon ditutup, Cantika bersandar di kursi, menatap halaman luas rumah itu.

Ia masih takut.

Masih bingung.

Masih merasa seperti masuk ke cerita yang bukan miliknya.

Tapi satu hal yang pasti—dia tidak sendirian.

Dia punya sahabat yang mendukung.

Dan ada Yoga…

Seseorang yang, meski masih asing, sudah menunjukkan sisi yang membuatnya merasa aman.

Dan untuk pertama kalinya sejak pernikahan kilat itu…

Cantika merasa mungkin, hanya mungkin, semuanya akan baik-baik saja.

1
kartini aritonang
lanjut thor
kartini aritonang
Ghea siapa thor ?
Marlina Armaghan
smangat Thor. bagus
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
kartini aritonang
menyimak
MayAyunda: jangan disimak kak dibaca 🤭😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!