NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Daisy sendiri kini mengambilkan minum untuk ayahnya yang hanya air putih, entahlah tapi seumur hidupnya dia tidak tau apa yang disukai oleh pria yang telah mencampakkan dirinya dan sang Mama itu.

"Saya bahkan tidak tau hari itu ada sejak anda mencampakkan kami disini."ucap Daisy yang memang benar adanya, dia bahkan selalu marah jika sang Mama mengadakan pesta untuk dirinya.

Daisy tidak ingin lagi memperingati hari kelahiran nya sekaligus hari dimana dia dan ibunya ditinggal pergi setelah perayaan ulang tahun nya hari itu.

"Sayang papah minta maaf sayang papah salah, kamu bisa menghukum papah jika kamu mau, tapi papah mohon berikan kesempatan untuk bisa memperbaiki semuanya."ucap tuan Wijaya.

"Pergilah dan anggap saja saya tidak pernah ada seperti selama ini, saya tau itu bukan hal sulit untuk anda, dan saya akan menganggap itu sebagai kado ulang tahun saya."ucap Daisy yang kini berbalik pergi.

"Nak papah mohon jangan seperti ini, sumpah demi apapun papah masih sangat mencintai mama mu, tapi papah tidak bisa lagi melihat nya menderita dengan mempertahankan pernikahan kami!"ujar tuan Wijaya yang kini menatap punggung Daisy yang sama persis dengan almarhum mantan istrinya.

"Katakan itu padanya saat anda bertemu dengan nya nanti, tapi aku rasa tuhan pun tidak akan pernah membiarkan bidadari surga seperti Mama saya bertemu dengan anda lagi, anda sudah menyia-nyiakan nya selama ini demi kebahagiaan anda sendiri, dan sekarang apa anda ingin mengambil semua ini silahkan bahkan saya tidak akan pernah menyesal jika harus tinggal dijalanan setelah ini agar saya tidak lagi mengingat luka yang dia derita setelah pengkhianatan yang anda lakukan." ujar Daisy dari lantai dua tepat disamping rangga.

"Maaf tuan, tapi sebaiknya anda berikan dia waktu untuk menenangkan diri, Daisy masih sangat terluka atas kehilangan aunty, dan lihat itu pasti dia sudah menangis semalaman hingga wajahnya masih sembab."ucap Tiana yang menunjuk kearah masker kompres mata yang tergeletak di atas nakas dan tidak hanya satu .

"Saya hanya ingin merayakan ulang tahunnya, sebagai seorang ayah yang baru memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dengan nya saya ingin membahagiakan nya. Tapi rasanya itu sangat sulit dia bahkan tidak mau menggunakan uang yang waktu itu saya berikan, semua karena kesalahan saya, saya titip dia semoga besok dia bisa berubah pikiran."ucap tuan Wijaya yang kini meninggalkan sebuah kartu ATM, berikut sebuah kado kecil yang diyakini sebagai kalung di atas meja makan.

Sementara Aksa sedari tadi hanya memperhatikan pria yang tidak asing baginya, mereka mungkin tidak pernah berinteraksi secara langsung tapi Aksa tau pria itu siapa.

Daisy sendiri kini tengah menangis sesenggukan di dalam kamarnya tepat di samping ranjang gadis cantik itu menunduk memeluk lututnya dengan tangis pilunya.

Dia ingat dengan almarhum sang mama yang kini sudah tiada, biasanya wanita itu akan terus berada di samping nya satu hari sebelumnya karena hari esok adalah hari yang paling tidak ingin Daisy ingat.

Tiana yang kini menyusul Daisy setelah tuan Wijaya pergi pun langsung menghampiri Daisy dan mendekap tubuh Daisy sambil ikut menangis karena dia sendiri tau rasanya berada di posisi Daisy meskipun sampai saat ini kedua orang tuanya masih dalam ikatan pernikahan.

"Sabar sayang masih ada aku, kamu tidak sendirian, kamu tidak perlu merayakan ulang tahun mu jika tidak mau yang terpenting kamu baik-baik saja."ucap Tiana yang kini masih mendekap Daisy.

"Ehem..." Aksa yang kini berdiri di ambang pintu pun sengaja memberi isyarat agar Tiana pergi.

"Sayang sudah ya jangan menangis lagi aku ikut sedih, sudah ya jangan menangis lagi ok, dan tunggu disini aku ambil kompres mata mu dulu, aku ingin mengajak mu ke suatu tempat nanti jadi jangan biarkan mata indah ini bengkak."ucap Tiana.

Daisy masih tetap terisak dalam tangis nya sampai dekapan itu tergantikan oleh seseorang yang kini membuat Daisy menatap kearahnya.

"Lepas,"lirih gadis cantik itu yang kini hampir kehilangan suaranya karena terlalu lama menangis semalaman dan saat ini dia kembali menangis.

"Honey aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padamu tapi aku tidak akan pernah membiarkan mu menangis lagi."ucap Aksa yang kini malah membingkai wajah cantik yang basah dengan air mata itu.

"Jangan panggil sembarang tuan, saya bukan siapa-siapa anda, dan ingat bahwa saat ini anda sudah memiliki tunangan jadi sebelum dia salah faham sebaiknya cepat lepaskan!"ucap Daisy pelan tapi penuh penekanan.

"Biarkan saja dia salah faham yang terpenting calon istriku baik-baik saja."ucap Aksa yang kini hendak mencium bibir Daisy, tapi Daisy langsung mendorong pria itu hingga hampir terjungkal ke belakang jika saja Aksa tidak reflek menjaga keseimbangan nya.

Daisy langsung bangkit dari hadapan Aksa sambil berkata."Pergilah saya harus segera bersiap."ucap Daisy.

Daisy pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi tersebut dengan cepat.

Sementara Aksa saat ini hanya mengepalkan tangannya dan berjalan keluar kamar, diambang pintu Tiana sejak tadi menatap kearah pria tampan yang pernah membuat dia jatuh hati, tapi nyatanya pria yang ia tau adalah kakak dari Jeny itu sudah memiliki calon istri. Tapi Tiana saat ini baru mengerti kenapa hari itu Aksa mengajak dia untuk berkunjung ke rumah Daisy seperti hari ini meskipun dia harus kehilangan uang banyak untuk bertemu dengan gadis cantik yang tidak lain adalah temannya sendiri.

Tiana baru sadar bahwa ternyata Aksa sangat mencintai Daisy meskipun saat ini dia sudah bertunangan dan beberapa bulan lagi mereka akan menikah.

"Saya harap kamu bisa merahasiakan semua ini dari orang banyak."ujar Aksa yang kini melangkah pergi menuju lantai bawah.

Jika berfikir bahwa pria itu akan pergi setelah Daisy usir maka itu adalah salah besar, karena Aksa sudah memutuskan untuk tinggal di rumah itu bahkan hingga malam tiba selama Daisy berada di sana.

Setelah hampir satu jam menunggu, Daisy pun turun dengan penampilan nya yang cukup mencolok saat ini, dia menggunakan kulot jeans sobek-sobek dengan crop top dan juga topi yang berwarna senada dengan crop top yang ia kenakan.

Dan jangan lupa perut ratanya yang begitu seksi itu terekspos dengan tindik di bagian pusar nya yang kini membuat Aksa geleng-geleng kepala.

Daisy yang masih menuruni anak tangga pun, terlihat begitu asing di mata Aksa."honey berhenti disitu dan jangan pernah berani keluar dengan pakaian seperti itu!"ujar Aksa tiba-tiba.

"Dy apa hari ini ada kelas tari?"ujar Tiana berusaha untuk menengahi mereka.

"Tidak ada sayang, aku sudah janji sama kak Fathan hari ini mau jalan dengan adiknya."ucap Daisy.

"Hm... sejak kapan kalian dekat, biasanya kamu paling suka menghindar dari pangeran kampus itu seperti terakhir kalinya."ujar Tiana.

"Dia pemuda yang baik jadi tidak ada alasan lagi untuk aku menghindarinya."ucap Daisy.

" Honey aku bilang berhenti! Apa kamu tidak dengar?"ujar Aksa yang kini meraih tangan Daisy dengan kasar.

Sontak Daisy membulatkan matanya karena begitu shock saat ini, kenapa Aksa berani melakukan itu dihadapan Tiana yang merupakan tunangan nya.

...****...

Daisy masih mematung di tempatnya sambil menundukkan pandangannya saat Tiana menatap kearahnya dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan.

"Maaf Tia, aku sungguh-sungguh tidak pernah punya niatan untuk merusak kebahagiaan mu, tapi tuan Aksa selalu mengejar ku, tapi aku janji akan menjauh darinya."ucap Daisy yang kini membuat Aksa menahan tawa sekaligus kemarahan nya.

Aksa pun akhirnya tersenyum sinis sambil mendekatkan wajahnya kearah Daisy yang kini menatap datar kearahnya."Kamu bilang ingin menjauh dari ku honey? Lakukanlah jika kamu bisa."ujar Aksa dengan tegas.

"Apa yang anda katakan tuan, jangan pernah berfikir untuk menyakiti dia, dia sudah seperti saudara bagi saya, dan saya tidak akan mengampuni anda jika itu terjadi."ucap Daisy tegas.

"Honey aku bilang berhenti!"seru Aksa dengan suara bariton nya.

Namun saat ini Daisy justru semakin mempercepat langkahnya dan bergegas menuju garasi mobil nya, tapi tidak sampai di ambang pintu dalam garasi mobil tersebut, tubuh Daisy langsung terpelanting ke belakang dan membentur tubuh tinggi tegap itu karena Aksa yang menariknya dengan kasar.

"Saya bilang berhenti apa kamu tidak dengar?!"bentak Aksa yang kini menarik tangan Daisy dengan kasar untuk kembali kedalam.

Daisy pun terus berusaha untuk melepaskan diri namun tidak bisa terlepas karena Aksa semakin mengeratkan genggamannya di pergelangan tangan Daisy yang saat ini meringis kesakitan.

"Kak lepas Daisy kesakitan."ujar Tiana yang kini membuat Daisy menoleh kearah Tiana.

"Tolong bilang padanya Tia aku tidak mungkin menyakiti orang lain, aku tidak ingin membuat Mama sedih disana."ujar Daisy.

"Dy!!"teriak Aksa yang semakin hilang kendali.

"Kenapa apa saya salah? Anda sendiri pasti tau siapa pria yang tadi datang ke rumah saya, dia adalah orang yang telah mengkhianati kami berdua... apa saya juga harus melakukan hal yang sama dan membuat Mama saya kecewa terhadap saya, saya tidak akan pernah lakukan itu tuan, lebih baik saya menyendiri seumur hidup saya daripada saya harus merusak kebahagiaan wanita lain."ujar Daisy yang kini menghempaskan tangan Aksa yang kini menatap penuh kecewa terhadap Daisy yang kini berlari pergi menuju kamar dengan tangis pilu nya.

"Kak kenapa kakak tidak jujur saja kalau kita bukan pasangan yang sesungguhnya, dan beritahu dia bahwa tunangan kakak adalah wanita lain bukan aku agar Daisy bisa menerima kakak?"ujar Tiana.

"Kamu dengar sendiri tadi bukan?Dia tidak akan pernah menerima cinta ku!"ujar Aksa sambil menghempaskan tubuhnya di sofa dan mengacak rambutnya dengan frustasi.

"Saya akan jelaskan semuanya."ujar Tiana yang kini bergegas pergi meninggalkan Aksa menuju ke lantai dua dimana Daisy berada saat ini.

"Aku bukan tunangan kak Aksa Dy, aku hanya diminta oleh uncle Dimitri untuk bersandiwara seolah-olah aku adalah calon istrinya, tapi yang wanita yang sebenarnya menjadi tunangan kak Aksa adalah Tiana model terkenal itu."ujar Tiana yang kini membuat Daisy terdiam mematung di tempatnya.

Hati Daisy semakin terasa pedih saat ini saat dia tau bahwa wanita yang menjadi calon istri Aksa bahkan bukan tandingan nya. Dia semakin sadar bahwa dirinya tidak sebanding dengan Aksa.

Hari ini dia juga mengerti bahwa tuan Dimitri hanya mengasihani dirinya karena dia gadis malang, tapi untuk menjadi pasangan anaknya dia memilih yang terbaik dari Daisy.

"Tia sayang boleh aku minta tolong sekali ini saja, please bawa dia pergi aku tidak ingin lagi bertemu dengan nya."ucap Daisy.

Daisy pun langsung bergegas menuju kamar mandi dan mengunci pintu dengan tangis nya yang semakin pecah bahkan jauh lebih nyaring dari keran air yang saat ini dia nyalakan.

Tiana pun semakin berada di dalam dilema hingga dia menghela nafas panjang di satu sisi ada sahabat baik nya yang sedang sangat terluka dan membutuhkan dia disisinya, tapi disisi lain juga dia sudah terlanjur berjanji untuk membantu Aksa agar bisa lebih dekat dengan sahabatnya itu meskipun itu juga karena bayaran.

Tiana pun akhirnya pergi meninggalkan Daisy dengan tangisnya dan berniat untuk kembali lagi nanti setelah membuat Aksa mengerti bahwa saat ini Daisy sedang tidak baik-baik saja.

Namun betapa terkejutnya Tiana saat melihat Aksa berada di ambang pintu, dan itu artinya Aksa mendengar dan melihat semuanya dengan mata kepala nya sendiri bahwa Daisy tidak ingin lagi bertemu dengan nya.

"Aku tidak akan pernah pergi dari hidup nya sekalipun dia membenciku."ucap Aksa tegas.

Pria itu langsung pergi meninggalkan rumah Daisy dengan rasa perih di hati saat mendengar perkataan Daisy yang tidak ingin lagi bertemu dengan dirinya.

Aksa pun memutuskan untuk kembali ke Belanda saat ini juga, dia pergi bukan karena dia menyerah. tapi dia ingin memberikan ruang untuk Daisy agar bisa menenangkan pikiran dan menyadari bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang salah karena Daisy adalah cinta pertamanya.

Sampai akhirnya jet pribadi milik Aksa terbang di angkasa, tanpa pesan apapun yang dia tinggalkan untuk Daisy ataupun keluarga besar nya yang ada di sana.

Sementara itu tanpa Aksa ketahui tuan Dimitri kini tengah berada di rumah Daisy, dia sengaja datang untuk meminta Daisy agar menjauh dari Aksa, tidak hanya itu tuan Dimitri pun secara tidak langsung mengingatkan perbedaan diantara mereka yang kini semakin membuat Daisy merasakan kepedihan yang teramat sangat, bahkan saat tuan Dimitri bilang."Kamu dan Jeny masih bisa bersahabat sampai kapan pun, uncle tidak akan membeda-bedakan kalian tapi saat Aksa ada uncle harap kamu bisa jaga jarak."ucapnya.

Daisy pun mengerti maksud tuan Dimitri yang meminta dia untuk menjauh keduanya karena perbedaan mereka saat ini meski tidak secara langsung.

Daisy pun mengantar pria lanjut usia itu sampai di teras rumah nya.

"Non apa kabar?"ujar bi Cece yang kini datang bersama Kris asisten pribadi Aksa.

"Bibi,

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Erny Su: Tentunya ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!