NovelToon NovelToon
Ajari Aku Apa Itu Cinta

Ajari Aku Apa Itu Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Cerita bermula dari seorang gadis penulis yang mendapatkan permintaan dari pembaca untuk membuat cerita tentang percintaan. Gadis itu bernama Larasati seorang penulis amatir yang tak mendapatkan banyak pembaca. Tiba-tiba di beri permintaan untuk membuat kisah percintaan. Apa yang akan ia lakukan? Terlebih lagi ia tak pernah mempunyai kisah percintaan di masa hidupnya. Suatu ide gila muncul dari pikirannya untuk menghubungi teman laki-laki yang bisa dianggap dulu pernah ditaksirnya sewaktu di bangku SMK ia adalah Dika. Larasati sudah mengikuti akun instagramnya dari dulu dan ia pun berniat mengirim pesan bantuan lewat media tersebut. Butuh banyak keberanian untuk mengirim pesan yang terbilang baru pertama kali itu. Jawaban apa yang akan diterimanya? Akankah lelaki tersebut akan membantunya hingga sebuah cinta hadir diantara keduanya. Semua akan terjawab di dalam kisah yang ku tulis ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Ayah Larasati

"Kenapa kesini?" tanya Larasati bingung karena Dika tetap mengantarkannya ke klinik bukan langsung kerumahnya.

"Kau harus tetap diobati," jawabnya sambil menarik tangan Larasati pelan.

"Tapi aku baik-baik saja," protes Larasati.

"Menurut lah jangan keras kepala," suruh Dika padanya. Larasati terpaksa menurut dan mengikuti langkah Dika masuk ke dalam untuk bertemu dokter.

"Dokter, tolong periksa dia," pinta Dika pada Bu dokter.

"Baiklah Mas." Dika memberikan kode pada Larasati untuk duduk. Larasati menurut dan duduk. Dokter pun mulai memeriksa lukanya.

"Sepertinya tak ada yang serius saya hanya akan mensterilkan lukanya dan memberikannya perban," ucap Bu dokter.

"Tak serius bagaimana dok, lihat sampai memar begitu." Dika menunjukkan luka Larasati padanya dengan perasaan yang masih khawatir.

"Masnya sepertinya khawatir sekali, mas pacarnya?" tanya Bu dokter menebak.

"Bukan Bu dokter," sangkal Larasati langsung seperti biasa. Dika tak peduli dengan itu karena memang benar Larasati bukanlah pacarnya.

Bu Dokter tersenyum kecil. "Sudah ini tak apa cukup istirahat saja sampai luka mu membaik," ujarnya pada Larasati.

"Baik Dok terima kasih," ucap Larasati mengangguk.

"Terima kasih Dok," ucap Dika juga.

Bu dokter tersenyum dan pergi meninggalkan mereka berdua. Dika dan Larasati juga pergi meninggalkan klinik dan pulang menuju ke rumah.

Di cafe, Bagas melihat ke laptop yang memperlihatkan layar cctv menangkap gadis yang baru saja mengobrol dengannya berbuat sesuatu pada motor Larasati. Ia tak mengerti mengapa gadis itu berniat jahat pada Larasati.

"Gadis itu, kenapa mencelakai Larasati?" pikirnya.

"Lalu bagaimana Gas apa aku harus cari tahu siapa gadis ini?" tanya Afik padanya.

"Aku akan urus nanti, aku pergi dulu ke Larasati," jawabnya sambil berjalan meninggalkan Afik disana.

"Baiklah." Afik mengangguk.

"Oh iya tolong, tutup cafenya saja," suruh Bagas yang berhenti melangkah.

"Mengerti," jawab Afik kembali mengangguk.

Bagas bergegas pergi menuju rumah Larasati. Namun di urungkan karena ayahnya menelpon dan menyuruhnya untuk segera datang menemuinya.

Dika dan Larasati telah sampai dirumah. Disana ibu Larasati sudah menunggu kepulangannya. Bu Jumi cukup terkejut tadi ketika melihat hanya motor anaknya saja yang kembali terlebih lagi itu dalam keadaan rusak. Lukman sempat menjelaskan pada Bu Jumi mengenai anaknya yang jatuh. Setelah mengantar motor Larasati, Lukman langsung kembali ke tempatnya. Sedangkan Bu Jumi dengan risau menunggu anaknya pulang.

"Laras, kamu tak apa?" tanya ibunya langsung mengecek tubuh anaknya setelah turun dari motor Dika.

"Tak apa Bu hanya luka kecil saja," jawab Larasati sambil berjalan dipapah oleh Dika. Larasati didudukkan di kursi teras rumah.

"Apa yang terjadi Ras?" tanya ibunya ingin tahu.

"Aku juga tak tahu Bu, awalnya motor Laras baik-baik saja tapi tak disangka ban motor Laras ternyata kempes dan membuat Laras terjatuh," tutur Larasati.

"Ya sudah kamu masuklah istirahat. Ibu sepertinya harus menghubungi ayahmu untuk pulang," suruh ibunya.

"Ya Bu, Laras istirahat dulu," pamit Larasati sambil beranjak. Dengan sigap Dika langsung membantu Larasati untuk berdiri. "Pelan-pelan Ras."

"Dika, terima kasih," ucap Larasati padanya.

Dika mengangguk dan membiarkan Larasati masuk sendiri ke dalam untuk istirahat. Ia masih memandangi Larasati dari tempatnya.

"Mas Dika, terima kasih sudah pergi mengobati Larasati," kata Bu Jumi padanya.

Dika mengangguk sopan, Sama-sama Bu. Mengingat waktu hampir sore, Dika memilih pamit pulang dan ia akan kembali besok lagi untuk melihat Larasati. Setelah kepergian Dika, Bu Jumi masuk untuk melihat anaknya. Saat sampai dikamar ternyata Larasati sudah tertidur.

Bagas telah selesai menemui ayahnya. Ayahnya meminta Bagas untuk menjalankan cafe nya dengan sungguh-sungguh. Bagaimana pun juga, Bagas baru saja terjun ke dunia bisnis dan pasti harus siap menghadapi resiko yang akan datang. Bagas berjanji pada ayahnya akan menjalankan bisnisnya semaksimal mungkin dan ayahnya turut mendukungnya. Bagas akhirnya tiba dirumahnya. Ia hendak menemui Larasati untuk melihat kondisinya. Ia mengintip dari jendela kamarnya dan melihat kamar Larasati sudah padam itu menandakan Larasati sedang istirahat. Bagas pun akhirnya mengurungkan niatnya kembali dan akan datang di hari esoknya saja.

Salma yang baru pulang juga terkejut mengetahui kakaknya baru saja jatuh dari motor. Ia langsung menyalakan lampu kamarnya dan melihat kondisi Larasati. Larasati yang tertidur akhirnya terbangun karena sorotan lampu yang menusuk ke matanya dan membuatnya silau.

"Kau sudah bangun Kak, Kakak baik-baik saja?" tanya Salma yang tampak khawatir.

"Aku baik Sal, cuma luka kecil saja," jawab Larasati beranjak untuk duduk.

"Ah iya ibu berpesan supaya kakak makan tadi," ucapnya memberitahu sambil membuka buku pelajarannya.

"Ibu kemana Dek?" tanya Larasati padanya.

"Ada sedang menelpon ayah, kemungkinan besok ayah pulang," jawabnya.

Larasati mengangguk dan pelan-pelan berdiri untuk menuju dapur. Ia cukup lapar karena dari tadi perutnya belum diisi.

"Kau sudah mendingan Ras?" tanya ibunya yang datang dari belakang.

"Sudah Bu jauh lebih baik," jawab Larasati sambil mengambil nasi di rice cooker.

"Makanlah yang banyak agar luka mu cepat membaik," suruhnya

"Iya Bu," balas Larasati.

"Ibu sudah bicara pada ayah. Ayah akan segera pulang untuk mengurus motor mu. Jika ayah mu bukan seorang montir pasti motor mu akan masuk bengkel sekarang," katanya.

"Kalau Ayah yang betulkan jadi ngirit biaya kan Bu," balas Larasati sedikit menggodanya.

"Nah itu tau, ya sudah ibu ke kamar dulu," pamit ibunya.

Larasati mengangguk dan melanjutkan makannya.

...--------❤️--------...

Keesokan harinya. Larasati memilih tak berangkat kerja karena lukanya belum membaik. Saat bangun tidur, ayah Larasati sudah berada di rumah dan sedang mengobrol bersama teman kerjanya. Larasati bangun dan pergi menghampiri ayahnya untuk menyalaminya.

Ayah Larasati bernama Wiguna, berkerja di bidang wirausaha sebagai montir di bengkel yang ia dirikan di Bandung. Pak Wiguna langsung pulang setelah mengetahui tentang anaknya dari istrinya.

"Kamu tak apa Ras?" tanya ayahnya pada Larasati.

"Tak apa Yah hanya luka kecil," jawab Larasati menggeleng.

"Ah nanti juga sembuh, anak ayah kan jagoan yah," ucap ayahnya sambil menepuk pelan lengan Larasati yang sakit.

"Hem iya Yah." Larasati sedikit meringis menanggapi ayahnya.

"Nanti motor mu ayah perbaiki bersama Mang Asep," ujarnya.

"Makasih Yah," ucap Larasati lalu kembali masuk ke dalam.

Siangnya, Dika pergi menuju rumah Larasati. Ia juga tak masuk kerja dan memilih membolos. Entah bagaimana dengan keadaan Star Cafe yang buka atau malah tutup sekarang. Dika telah sampai didepan rumah Larasati dan menghentikan motornya. Pak Wiguna yang ada didepan sedang memperbaiki motor anaknya cukup terkejut karena melihat ada anak muda datang kerumahnya. Ia malah berpikir jika anak muda itu salah jalan dan turun untuk menanyakan alamat padanya.

"Ada apa ya Mas?" tanya Pak Wiguna sambil menatap anak muda tersebut.

"Anu...duh, bapaknya Laras kah ini," tebaknya sedikit takut karena penampilan Pak Wiguna yang sangar.

"Mas ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak Wiguna kembali.

"Eh Mas Dika," ucap Bu Jumi terkejut ketika keluar hendak memberikan kopi pada suaminya.

"Bu," sapa Dika menunduk padanya.

"Lho ibu kenal?" Pak Wiguna sedikit terkejut.

"Dia teman Larasati, jawab isterinya, mau tengok Laras ya," lanjutnya beralih ke Dika.

"Iya Bu, Laras bagaimana?" tanyanya.

"Dia sudah mendingan dan sedang istirahat di kamar," jawab Bu Jumi.

"Oh begitu." Dika mengerti. "Bapak seorang montir?" tanyanya pada Pak Wiguna karena melihat tangannya yang kotor karena oli motor.

"Iya ini saya lagi benerin motor si Laras," jawabnya.

"Boleh saya bantu Pak?" tawarnya.

"Ngerti mesin juga?" tanya Pak Wiguna kurang yakin.

"Saya lulusan otomotif pas SMK pak, satu sekolah dengan Laras," jawab Dika membuat Pak Wiguna bersemangat.

"Wah kebetulan, boleh boleh," ucapnya setuju.

Pak Wiguna sedikit senang karena Larasati memiliki teman yang pintar dalam bidang otomotif. Umur Pak Wiguna sudah tak muda lagi kadang sering merasakan sakit di bagian pinggangnya. Untung ia memiliki pegawai yang cukup cekatan dalam menangani motor-motor pelanggan yang rusak. Kebetulan dirinya sedang mencari menantu yang pandai dalam hal otomotif. Melihat Dika yang telaten dalam memperbaiki motor anaknya membuat ia berpikir untuk menjadikan Dika sebagai calon menantunya agar bisa mewarisi keahliannya.

Disaat Dika sedang memperbaiki motor Larasati bersama pak Wiguna. Bagas tiba-tiba datang dan langsung menyapa ramah Pak Wiguna. Pak Wiguna sudah mengenal Bagas dari dulu dan kebetulan ayah Bagas juga berteman baik dengan Pak Wiguna.

"Assalamualaikum," salam Bagas mengejutkan mereka.

"Bagas, apa kabar?" Pak Wiguna langsung berdiri mengetahui siapa yang datang. Ia bahkan langsung menayangkan kabarnya.

"Baik Om, Om kapan datang?" jawabnya berbalik tanya.

"Tadi pagi Gas. Mari duduk," jawab pak Wiguna lalu mengajaknya untuk duduk.

Bagas menurutinya. Pak Wiguna pergi begitu saja meninggalkan Dika dan beralih mengobrol dengan Bagas. Dika yang melihatnya jadi sedikit iri.

"Sudah lama om tak mengobrol dengan mu, katanya kamu buka usaha disini dan ngajak Laras kerja bersama mu," ucap Pak Wiguna padanya.

"Iya Om," jawab Bagas mengangguk.

"Bagaimana Laras dia bisa diandalkan kan?" tanya Pak Wiguna ingin tahu.

$Tenang saja Om Laras sangat bisa diandalkan dan banyak membantu Bagas. Larasati bagaimana kondisinya?" jawabnya beralih bertanya.

"Dia sudah mendiang, lagi istrirahat didalam," jawab Pak Wiguna.

"Maafin Bagas ya Om, gara-gara Bagas meminta Laras mengirim pesanan ia jadi jatuh begitu," ucap Bagas merasa bersalah.

$Itu bukan salah mu kok gas, ini musibah ku. Aku juga minta maaf karena batal mengirimkan pesanan mu, itu tak masalah kan," sela Larasati yang datang tiba-tiba sambil meletakkan beberapa gelas kopi di meja.

"Tak apa Laras aku sudah mengurusnya. Bagaimana kondisi mu?" Bagas kembali menanyakan kondisinya.

"Seperti yang kau lihat," jawab Larasati sambil menggerakkan badannya.

"Laras, kau kenapa keluar? Ayah kan menyuruh mu untuk istirahat," tanya ayahnya.

"Aku baik-baik saja Yah. Lagian Ibu menyuruhku mengantarkan kopi ini untuk kalian," jawab Larasati padanya.

Larasati hendak kembali dan disitulah dirinya melihat Dika yang sedang mengotak-atik motornya.

"Dika kau juga disini." Larasati sedikit terkejut.

"Hem." Angguk nya sambil berdiri.

Dika langsung bergabung duduk dengan Bagas dan Pak Wiguna. Mereka bertiga mengobrol bersama. Sementara mang Asep teman ayah Larasati, masih sibuk membetulkan motor miliknya. Mereka bertiga mengobrol bersama sampai Salma pulang dari sekolah. Salma juga mengeluh karena motor miliknya rusak dan ban motornya juga kempes. Ia tak sengaja menabrak pagar sekolah dan membuat bagian depan motor miliknya sedikit rusak. Kesialan pun datang lagi baru jalan ternyata ban motornya kempes dan membuat dirinya harus mendorong motonya sampai bengkel terdekat. Walau sudah dibetulkan tapi itu tak bisa bertahan lama karena ban dalam harus segera diganti dengan yang baru.

"Ibu.... motor Salma," teriak Salma manja.

"Ya ampun Sal ada apa dengan mu?" tanya ibunya yang baru saja keluar.

"Salma tak sengaja nabrak pager sekolah pas pulang terus ban motor Salma juga kempes," tuturnya.

"Ya ampun tapi kamu tak apa-apa kan Dek?" tanya Larasati yang khawatir.

"Gak kok Kak, Salma baik-baik saja," jawabnya sambil menggeleng.

"Ya sudah masuk dulu jangan nangis malu sama Mas Dika dan Mas Bagas," suruh ibunya.

Salma mengangguk dan turun dari motornya lalu masuk bersama Larasati ke dalam. Salma sebelum masuk menyalami ayahnya terlebih dahulu karena tadi pagi tak sempat bertemu dengannya.

"Motor mu sekalian nanti ayah betul kan ya Sal, dah jangan nangis," ucap Pak Wiguna sambil mengelus lembut kepala anaknya.

"Iya Yah," jawabnya.

"Aku saja yang betulkan." Tiba-tiba saja Dika berdiri menawarkan diri dan tak lama disusul Bagas yang ikut berdiri.

"Aku juga," ucapnya tak mau kalah. Mereka berdua saling beradu tatap seakan ingin berperang saja.

Semua yang disana terbengong karena dua anak muda yang berantusias ini. Terlihat seperti ada persaingan diantara keduanya dan itu membuat Larasati merinding. Salma malah terlihat senang karena ada dua pria yang ingin membantu membetulkan motornya.

Bersambung....❤️❤️❤️

1
Maldini
aku hadirrr di cerita Larasati🙏🤗
Ney
dika selangkah lebih maju🤭🤭💪💪
Ney
saingan🤭🤭
Ney
💪💪💪💪laras
🏡⃟ªʸ❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ☘𝓡𝓳
waah kisah yang bagus ini
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
pokok ya selamat buat Dika & Laras semoga menjadi keluarga SAMAWA ya🎉🎂👏👏👏
🔵❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ🏫⃟Sᵐᵖ☘𝓡𝓳
akhirnya selesai jg ijab kabul ya Laras & Dika walaupun ada drama Fitria yg mengacau
Ney Maniez
mksh bnyk author🙏🙏🙏🙏
cerita ny snggt menghibur👍👍 🙏🙏🤗🤗🥰🥰
Ney Maniez
ktnya udh punya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
waduhh serem,,, c fitria pe gilaa gt😲😲🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ney Maniez
udah kyk artis c Dika😎🤭🤭😄😄
Ney Maniez
dikaaaa lagi ka jind🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: haduh nyasar lagi kayaknya 🤦🤣
total 1 replies
Ney
Dika bnyk modusnya 🤭🤭😄😄💪💪
Ney
ktmu di tmpt kerja🤭🤭
Ney
cemburunya 🤭🤭😄😄
Ney Maniez
💪💪💪💪dika larass🥰🤗🤗
lancarrrr ya
Ney Maniez
kok sm dika sihhh...
terngiang-ngiang nama dika,,, jadi mangil bagas jadi dika🤭🤭😄
𝐀⃝🥀🥑⃟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘjinda❀∂я🤎: wkwk ada lagi wah ngantuk aku 🙈
total 1 replies
Ney Maniez
ahh romantis nyaaa ❤🥰😘🤗🥳
Ney Maniez
ayoo dika greceppp💪💪🥰😘❤🤗
Ney Maniez
ciee bagas lili🤭🤭🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!