NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:421.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasna_Ramarta

Cladi terpaksa menerima perjodohan antara dirinya dan kakak iparnya, setelah sang kakak meninggal dunia akibat sakit. Karena kedua orang tua mereka tidak ingin cucu-cucu mereka tidak kehilangan kasih sayang seorang Ibu. Akhirnya perjodohan itu dilakukan demi menjaga mental anak-anak yang baru saja ditinggalkan ibunya. Terlebih kedua keponakan Cladi begitu dekat dengan Cladi.

Sementara kakak ipar yang akan dijodohkannya merupakan orang yang dingin dan datar sejak istrinya meninggal. Tidak jarang perlakuan tidak ramah sering Karan berikan pada Cladi karena menganggap Cladi menerima begitu saja perjodohan mereka.

Mampukah Cladi bertahan dalam hubungan pernikahan naik ranjang ini dengan sikap suami yang dingin dan datar serta tidak ramah. Yuk nantikan kisah naik ranjang antara Cladi dan Karan si kutub utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Balas Dendam Karan

  Jam tujuh malam tiba, setelah sholat Isya. Karan dan Cladi bersiap akan pergi ke rumah makan yang sudah mereka janjikan. Cladi menggunakan jaket hoodie dengan bawahan rok semata kaki. Simpel dan tujuannya menggunakan jaket adalah untuk menghindarkan dari angin malam yang dingin, terlebih sekarang musim penghujan. Untuk antisipasi Cladi membalut dirinya dengan jaket.

  Sejak tadi Karan memperhatikan Cladi yang sedang bersiap. Dia mendengus kesal dengan dandanan yang Cladi pakai, tidak ada gaya-gayanya, yang ada seolah akan makan di warung makan pinggir jalan. Padahal Karan meminta Cladi membayar hutang budi yang keduanya di restoran yang lumayan mewah.

  Hati Karan terbakar cemburu dan amarah, jika membandingkan dengan tadi sore ketika Cladi menemui Syamsir di hotel Javana alangkah jauh berbeda. Cladi yang bilangnya akan menengok orang sakit tapi nyatanya masuk ke hotel, dan Karan menduga Cladi melakukan perbuatan mesum di sana bersama kekasihnya, berpakaian dengan modis dan terbilang elegan. Tapi kini saat bersamanya hanya berdandan alakadarnya dan biasa, meskipun Cladi masih memoles mukanya dengan skin care dan bedak juga lipstik, tapi ini kelewat biasa.

  Karan menarik nafasnya dalam, dia merasa tidak dihargai di sini. Jangan-jangan nanti di restoran mewah dia akan bertemu dengan rekan bisnisnya. Sedikitnya rekan bisnis Karan akan menilai dan berpikir 'kok istrinya Karan biasa' dan banyak lagi dugaan yang Karan pikirkan tentang penilaian orang lain terutama rekan bisnisnya jika nanti bertemu mereka di restoran mewah itu.

  Karan dan Cladi kini sudah berada di dalam mobil. Terbilang mewah menurut Cladi meskipun bukan harga yang milyaran. Walaupun Karan memang memiliki showroom mobil, tapi dia terbilang sederhana dengan kendaraan pribadinya yang dia pakai untuk sehari-hari.

  Mobil keluar gerbang dan melaju perlahan meninggalkan rumah mewah milik Karan. Bagi Cladi ini merupakan kali pertama dia menaiki mobil Karan, berdua lagi. Didalam perjalanan keduanya bisu belum ada yang memulai bicara.

  Namun beberapa menit kemudian Karan memulai pembicaraan. "Tadi kamu benaran jenguk orang sakit?"

  Sejenak Cladi menoleh ke arah Karan sebelum dia memberi jawaban. "Iya. Emangnya kenapa?" Cladi balik bertanya tanpa ramah. Karan membalasnya dengan cebikan bibir yang penuh ejekan. Dia menyangkal apa yang diakui Cladi.

  "Padahal kamu pergi ke hotel dan masuk ke salah satu kamar hotel bersama seorang pria yang tidak lain kekasihmu sendiri. Dan tidak salah lagi yang kalian lakukan adalah perbuatan mesum," duga Karan dalam hati begitu yakin.

  Tapi Karan tidak akan menegurnya sekarang. Dia akan membiarkan Cladi membayar dahulu hutang budinya. Karan berencana akan memilih makanan yang mahal-mahal di resto itu supaya Cladi kelabakan membayar harganya yang mahal. Di situ kepuasan akan Karan dapatkan.

  Beberapa saat kemudian, mobil Karan telah memasuki halaman parkir restoran mewah yang terkenal di kota itu.

  Karan turun, Cladi juga turun tanpa dibukakan pintu oleh Karan. Mereka berjalan beriringan memasuki resto itu. Karan segera memilih meja yang dekat dengan jendela. Resto itu tidak terlalu ramai pengunjung, maklum resto mahal yang datang sudah dipastikan kalangan menengah ke atas.

  Tidak lama dari mereka datang dan menduduki salah satu meja, salah satu pelayan datang dan menanyakan makanan apa yang akan diorder mereka.

  Cladi menyebutkan makanan yang ia pesan, hanya cumi bakar, terong asam pedas, nasi merah serta minumannya jus belimbing. Pelayan itu menuliskan pesanan Cladi. Kemudian pelayan itu beralih ke Karan. Karan kini menyebutkan pesanan yang akan dimakannya.

  "Kerang gonggong, lobster asam pedas, cumi goreng sambel pete, udang bongkok sop tomyam, nasi putih dan jus markisa dan buah naga."

  Pelayan itu menuliskan satu per satu pesanan Karan. Sementara Cladi yang sejak tadi diam setelah menyebutkan pesanannya, melongo seraya melihat ke arah pelayan yang sedang menuliskan pesanan Karan yang menurutnya kebanyakan dan juga bukan harga yang murah-murah. Meskipun Cladi mampu bayar dan uang di ATMnya pasti cukup untuk membayar semua pesanan Karan, tapi menurutnya pesanan Karan tidak kira-kira dan tidak masuk akal. Bagaimana kalau pesanannya tidak termakan semua, tentunya akan sangat disayangkan dan mubazir.

  Karan melihat ke arah Cladi dengan ujung mata, sekilas dia melihat perubahan sikap yang diperlihatkan Cladi. Dia melongo seakan tidak percaya akan pesanan yang dipesan Karan. Namun, Cladi tidak protes dia hanya diam seraya berpura-pura memainkan gadgetnya.

  Resto yang tadi masih sedikit pengunjung, kini mulai ramai didatangi pengunjung. Mata Karan melihat ke arah pintu masuk resto. Hampir semua pengunjung berpakaian yang rapi dan elegan bahkan berkilau. Lantas ketika melihat ke arah Cladi, sama sekali tidak ada yang bisa Karan banggakan. Semua plat dan sangat biasa. Meskipun tidak ada cinta pada keduanya, Karan maunya Cladi dapat menyesuaikan apapun dengan keadaan, contohnya saat makan di resto saat ini. Sebab di resto mahal ini dia sering bertemu rekan bisnis yang juga kebetulan makan malam bersama pasangannya di resto itu.

  "Plat, tidak ada yang bisa dibanggakan. Tapi giliran bertemu kekasihnya dia mampu berpakaian yang rapi dan indah," batin Karan berkata dengan wajah yang kusut.

  Tidak berapa lama dua orang pelayan sudah mendatangi meja dengan membawa pesanan yang sudah dipesan Karan dan Cladi. Meja itu menjadi penuh dengan pesanan Karan yang banyak, Cladi geleng kepala melihatnya, dia menduga semua pesanan yang dipesan Karan tidak akan termakan semuanya.

  Karan menyadari Cladi sedang melihat ke arah makanan yang dipesannya banyak itu, sampai meja hampir penuh. Hati Karan tersenyum puas.

  "Kenapa kamu hanya melihat saja makanan yang di meja ini? Bukannya kia mau makan bukan untuk ditatap saja?" tegur Karan mengejutkan Cladi. Cladi nampak salah tingkah saat dirinya ketahuan bengong melihat makanan pesanan Karan yang banyak itu.

  "Lihat saja, pasti makanan yang dipesannya tidak akan habis. Pasti mubazir. Dasar tukang buang-buang makanan," umpat Cladi dalam hati kesal.

  Karan kini mulai menyantap satu per satu piring yang diisi pesanannya. Satu piring habis lalu ke piring lain sampai ke piring yang terakhir, Karan habiskan sampai tidak bersisa. Karan sungguh puas dan kenyang, terlebih sore tadi dia sengaja tidak makan dulu. Setelah melihat dengan mata dan kepala sendiri Cladi masuk ke dalam kamar hotel, Karan sore itu merencanakan pembalasan bagi Cladi yang telah berbohong. Dan pembalasannya kini dituangkan dalam memilih menu makanan yang dia makan malam ini.

  Karan puas, berharap Cladi dongkol dan tidak cukup uang untuk membayarnya. Cladi nampak terhenyak saat semua piring yang menjadi pesanan Karan habis tidak bersisa dan dugaannya ternyata salah, Karan mampu menghabiskan makanan sebanyak itu.

  "Kenapa, apakah uangnya tidak ada untuk membayar?" tanya Karan heran saat Cladi terkejut ketika salah satu pelayan memperlihatkan bill tagihan yang harus dibayar. Tidak terkejut bagaimana, billnya mencapai 1.945.000 Rupiah.

  Karan puas melihat Cladi terkejut. "Tahu rasa."

1
amilia indriyanti
jelas sayang ekonomi aman
Perempuan
koq lemah banget sih Cla. Lemah dan agak² gimana gitu...
Nasir: Heheheh... gimana ya...?
total 1 replies
Perempuan
Laki paling egois. Gak suka banget sama tokohnya ini. Si Cla juga koq cepat banget tergoda, dah dihinakan kayak gitu.
Hera sasuwe
👍
nissa
hadeh
nissa
lanjut
nissa
gak usah datang cla
nissa
nyesal kan kamu cladi
nissa
seru nih
nissa
gantian aja nih karan lagi yang marah
nissa
emang bisa kan cladi pakai kb
Nasir: Mampir di karya saya yg lain ya Kak...
total 1 replies
nissa
nah. lho cladi
nissa
lanjut
nissa
mangka nya cinta sendiri sama syamsir sih pd amat mo ngejar syamsir lagi
nissa
lanjut
nissa
tambah cemburu si karan
nissa
modus teruuuus
nissa
haha,padahal cuman modus tapi berhasil juga pintar juga ya si karan
Nasir: Makasih Kak sudaah mampir ya. Sehat sllu.
total 1 replies
nissa
bagus karan
nissa
hadeh si karan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!