NovelToon NovelToon
SUAMI KONTRAK MILIK GADIS KONGLOMERAT

SUAMI KONTRAK MILIK GADIS KONGLOMERAT

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Nikah Kontrak / Kaya Raya / Romansa / Bad Boy / Tamat
Popularitas:236.1k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Florencia terpaksa harus mencari suami kontrak demi memuluskan jalan sang adik yang akan menikah. Dia tidak enak hati menyuruh adiknya yang sudah dilamar untuk menunda pernikahan mereka sampai menunggu ia menikah terlebih dahulu. Sementara dia sendiri belum mempunyai kekasih, apalagi mempunyai target menikah dalam waktu dekat.

Sampai akhirnya Florencia menemukan ide menyewa seorang pria untuk menjadi suami kontraknya, agar adiknya bisa segera menikah. Pria itu bernama Daniel Garcia, pria berdarah Indonesia-Spanyol yang ia jumpai pertama kali di dalam sebuah lift di apartemennya.

Bagaimana lika-liku perjalanan sandiwara pernikahan Florencia dengan sang suami kontrak? Apakah mereka akan mengakhiri kontrak pernikahan itu setelah batas waktu yang ditentukan berakhir? Atau mereka berdua malah saling tertarik dan saling jatuh cinta satu sama lain? Atau, justru Daniel akan memanfaatkan Florencia, setelah ia mengetahui ternyata Florencia adalah seorang Milyuner?


IG rez.zha29
Tik tok @rez

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Teman Dekat

Setelah mengembalikan dana senilai enam ribu dolar Amerika melalui internet banking, Daniel menunjukkan bukti transaksi berhasil kepada Florencia dengan menyodorkan layar ponselnya pada wanita itu agar Florencia dapat melihat jika ia benar-benar mengembalikan dananya.

Apakah Daniel sungguh-sungguh mengembalikan uang tersebut karena ia menyadari jika ia telah bersikap curang telah menipu Florencia? Tentu saja tidak! Apa yang dilakukan oleh Daniel hanya akal-akalan saja agar Florencia dapat berubah sikap lebih melunak terhadapnya, dan tidak menganggap dirinya adalah orang yang jahat. Hal tersebut akan membuatnya lebih mudah untuk mendekati Florencia. Setelah itu, akan lebih mudah baginya mengeruk uang Florencia tanpa wanita itu sadari.

Daniel akan memanfaatkan ketampanan wajah dan kesempurnaan fisiknya, juga keahlian dia dalam menaklukan hati wanita, seperti yang selama ini ia lakukan pada wanita-wanita di luar sana. Dan saat ini, Florencia adalah sasaran empuk baginya, terlihat dari keteledoran Florencia membuang-buang uang dalam jumlah besar.

Florencia segera mengambil ponsel untuk mengecek saldo tabungannya setelah Daniel menunjukkan bukti transaksi pemindahan dana yang pernah ia berikan beberapa waktu lalu. Dan benar saja, saldo di rekeningnya kini telah bertambah.

"Oke, urusan kita sudah selesai, kan? Aku akan kembali ke kamarku." Florencia bangkit karena ia merasa urusannya dengan Daniel sudah tuntas.

"Hei, tunggulah!" Daniel menahan lengan Florencia agar tidak meninggalkannya. "Aku sudah bilang, kita bersantai saja dulu di sini sambil berbincang dan saling kenal, siapa tahu nantinya kita bisa berteman." Sama sekali Daniel tak ingin kehilangan momen untuk bisa mendekati Florencia.

"Kamu ini mau apa lagi, sih?" Florencia enggan berbincang lebih lama dengan Daniel. Dirinya sudah terlanjur kesal dengan sikap Daniel kemarin-kemarin.

"Aku hanya ingin berteman denganmu, kita sama-sama punya darah Indonesia, sesama orang Indonesia harus saling kenal, kan?" Daniel seolah tak bersalah dengan sikapnya kemarin. "Duduklah ..." Daniel meminta Florencia untuk kembali duduk.

Dibarengi dengan hempasan nafas kasar akhirnya Florencia menuruti apa yang diinginkan oleh Daniel, dia pun kembali duduk.

"Oh ya, kamu ini kuliah di sini?" tanya Daniel berbasa-basi.

"Iya," sahut Florencia singkat.

"Kuliah di mana?" tanya Daniel seperti apa yang ditanyakan orang jika baru pertama kali berkenalan dengan orang baru.

Florencia lalu menyebut universitas tempat ia kuliah menggapai gelar sarjana S1-nya.

"Saat ini sedang libur kuliah, kan? Apa kamu tidak pulang ke Indonesia?" Daniel berusaha mengorek lebih dalam informasi seputar Florencia.

"Bukan urusan kamu!" Florencia masih berkata-kata dengan nada ketus.

Jawaban Florencia dengan nada tak bersahabat membuat Daniel tertawa kecil. Pandangan mata Florencia melirik ke arah Daniel ketika pria itu menertawakannya. Dan, sungguh ia merasa terkesima melihat ketampanan pria itu jika sedang tertawa seperti ini. Mungkin kalau saja sejak awal Daniel tidak bersikap menyebalkan dan membuat kesal, bukan tidak mungkin ia akan tertarik dengan pria di hadapannya saat ini.

Florencia mengerjapkan mata mencoba menyadarkan diri dari pikiran-pikiran tadi. Dia merasa terlalu berlebihan menganggapnya akan mudah jatuh cinta pada Daniel.

"Aku akan ke Indonesia Minggu depan, apa kamu ingin ikut denganku?" Tiba-tiba Daniel menawarkan pergi ke Jakarta pada Florencia.

"Tidak, terima kasih!" tolak Florencia.

"Apa yang akan kamu lakukan di sini? Lebih baik kamu ikut ke Indonesia, aku akan ke Labuan Bajo, di sana banyak objek menarik untuk aku lukis." Daniel berusaha membujuk Florencia untuk ikut dengannya

Florencia tahu nama tempat yang disebut Daniel adalah salah satu objek wisata ternama di Indonesia. Namun, dia memang belum pernah ke tempat itu. Dia lebih tertarik pergi ke tempat yang modern hasil arsitektur tangan manusia daripada harus menikmati keindahan alam secara natural. Florencia merasa dirinya bukanlah orang yang menyukai pertualangan.

"Hal apa yang membuatmu tertarik?" selidik Daniel memancing apa yang disukai Florencia. Dan hal itu dijawab dengan gerakan bahu Florencia yang terangkat.

"Di sana tempatnya sangat indah, aku yakin kamu akan menyukainya," lanjut Daniel.

"Tidak, aku tidak berminat." tegas Florencia menolak.

Menanggapi Florencia yang berkeras hati, Daniel berhenti membujuk Florencia. "Oh ya, apa aku boleh minta nomer ponselmu?" Baginya nomer ponsel Florencia sangat penting agar ia dapat terus berkomunikasi dengan wanita cantik itu.

Dahi Florencia berkerut mendengar permintaan Daniel. Mau apa lagi pria ini, pikirnya. Seolah Daniel terlalu memaksa ingin berhubungan dengannya hingga ia pun melontarkan pertanyaan, "Untuk apa kamu tanya nomer HP-ku?"

"Kita ini berteman, apa salahnya aku punya nomer ponselmu? Aku ini bukan orang jahat, kau tidak usah khawatir dan takut padaku," tepis Daniel menganggap Florencia masih curiga padanya.

Ddrrtt ddrrtt

Suara ponsel Florencia yang bergetar membuat ia mengeluarkan ponselnya dari saku cardigannya.

Deretan angka yang tak dikenali kini muncul di layar ponselnya. Dia tidak tahu siapa yang menghubunginya saat ini. Namun, ia merasa penasaran pada peneleponnya hingga akhirnya ia pun mengangkat panggilan telepon dari nomer asing tersebut.

"Halo?"

"Halo, Florencia?" Suara pria yang terdengar di ponsel Florencia.

"Who's this?" Florencia tak mengenal suara pria yang meneleponnya.

"Saya Ryan, saya dapat nomer kamu dari Tante Farah. Benar ini kamu, kan?" Ternyata orang yang dipersiapkan Farah untuk dijodohkan dengan Florencia benar-benar menghubunginya saat ini.

Dengusan nafas Florencia terdengar menandakan jika ia tidak menyukai apa yang baru saja terjadi. Dan pria itu benar-benar menghubunginya.

"Iya," jawab Florencia terdengar malas.

"Saya baru sampai di New York, kalau ada waktu, bagaimana kalau besok sore kita bertemu? Mamamu berpesan agar saya bisa bertemu dengan kamu." Tanpa banyak basa-basi, Ryan menyampaikan tujuannya.

"Hmmm ..." Florencia melirik ke arah Daniel, pria itu terlihat serius memperhatikannya. "Sepertinya aku tidak bisa, aku ada acara dengan temanku." Florencia harus berbohong agar Ryan tidak memaksa ingin bertemu dengannya.

"Kapan kamu ada waktu? Aku hanya tiga hari di sini, kalau kamu punya waktu, kamu bisa kabari aku di nomer ini." Ryan sepertinya tak pantang menyerah dan terus berusaha untuk membuat janji meet up dengan Florencia.

"Oke, bye ..." Florencia langsung mengakhiri percakapan dengan Ryan tanpa menjawab pertanyaan Ryan.

"Telepon dari siapa? Sepertinya kamu tidak bahagia menerima telepon itu." Daniel terkesan ingin tahu dan sok tahu. Tapi memang Daniel menebak dengan benar apa yang dirasakan oleh Florencia saat ini.

"Memang apa urusan kamu ingin tahu aku bicara dengan siapa? Dan apa urusannya juga aku bahagia atau tidak!?" Florencia merasa terusik dengan sikap Daniel yang sok akrab dengannya.

"Hehe ..." Tak marah, Daniel justru terkekeh, "Kalau kamu senang, aku ikut senang. Tapi, kalau kamu sedih apalagi marah, aku takut kamu akan gi git aku," lanjutnya tertawa.

Florencia menyipitkan mata menatap Daniel. Jika ia perhatikan, Daniel terlihat santai dan tidak pernah serius menghadapi masalah, terbukti ketika mereka terjebak dalam lift. Tiba-tiba ia teringat akan saran mencari suami kontrak. Seketika terlintas di pikirannya dia ingin meminta bantuan Daniel untuk berperan sebagai teman dekatnya jika ia bertemu dengan Ryan nanti.

*

*

*

Bersambung ...

Happy Reading❤️

1
gia nasgia
fix nggak bisa pindah ke lain hati 😍😘
gia nasgia
Welcome to the World mt baby Boy😍🥰semoga sehat dan sukses selalu Kak Rez-sha 🤲😇
gia nasgia
Next
gia nasgia
lanjutkan kak Rez-sha🙏🙏
gia nasgia
siap kak Rez-zha untuk semua karya mu 😘✌
gia nasgia
Semangat kak Rez- zha 💪💪
gia nasgia
Yg tanam siapa yg mau di miripin siap 🤣🤣
gia nasgia
senang lihat perubahan Daniel 😍😍
gia nasgia
wah Gadis nggak tahu klau susunya buat bumil 😂
gia nasgia
Saking bucin nya sampai Niel yg ngidam
gia nasgia
congrats Niel dan Flo😍🥰🥰
gia nasgia
Selamat Flo dan kudanil akhirnya kecebong nya si bule otw juga
gia nasgia
Di kamu pasti kaget kalau tahu flo melanggar isi perjanjian nya sendiri 🤣
gia nasgia
Nggak papa juga flo memberi kesempatan kudanil untuk memperbaiki kesalahannya
gia nasgia
konflik di depan mata
gia nasgia
Flo membuat jiwa travelling ku meronta 🤣🤭
gia nasgia
Aku di pihak mu Niel
gia nasgia
Flo ingat juga nasehat mama Farah
gia nasgia
lagi"Honeymoon 😍😍😍🥰🥰
gia nasgia
kudanil jangan membuat Gagah makin yakin dgn kecurangan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!