Frankey Christoper seorang miliarder yang tidak suka dengan kata pernikahan, ia jauh dari semua wanita dan tidak memikirkan untuk menikah. ia hanya menghabiskan semua waktunya untuk bisnis keluarga. karena ia berambisi mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya.
Akan tetapi paksaan dari sang ayah yang sudah tua dan sakit kritis memintanya menikah demi penerus masa depan keluarganya.
Valencia Valentina yang dijual oleh keluarganya kepada Frankey. mulai dari saat itu nasibnya berubah menjadi sangat menyedihkan, pria itu selalu saja memperkosanya hingga hamil demi ingin mendapatkan keturunan untuk ayahnya yang hidupnya tidak bertahan lama.
Bagaimana nasib Valencia setelah melahirkan? memilih tinggal atau pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merawat Masa Kehamilan
Mendengar permintaan Valencia Frankey terdiam dan menatap mata sendu gadis itu.
Valencia merasa kecewa dan sedih saat melihat tatapan pria itu yang tidak menyetujuinya.
"Tidak apa-apa kalau kau keberatan, aku akan menjaga anak ini dengan baik. setelah melahirkan aku akan serahkan padamu," ucap Valencia dengan menunduk dan melangkah menuju ke kamarnya.
Saat Valencie ingin melangkah ke kamarnya tiba-tiba pinggangnya ditarik dan dipeluk dengan erat.
"Baiklah, aku akan menyetujui permintaanmu," jawab Frankey yang memeluk gadis itu sambil mengelus rambutnya.
Walau permintaannya telah disetujui, Valencia tetap tidak merasa gembira, karena ia sadar pria itu hanyalah berpura-pura mencintainya karena permintaannya dan demi anak dalam kandungan.
"Terima kasih, aku hanya tidak ingin anak ini sepertiku yang selamanya tidak pernah merasa bahagia, walau suatu saat aku harus pergi setidaknya di saat dalam kandungan biarlah dia merasakan kehadiran kita," ucap Valencia yang meneteskan air mata.
"Ini sudah tugasku untuk merawatmu, kita akan membuat bayi kita merasa lengkap dan bahagia," kata Frankey.
Valencia melepaskan pelukannya dan kemudian menatap mata pria itu.
"Apa kamu merasa aku terlalu berlebihan? sehingga meminta mu melakukan sesuatu yang tidak seharusnya?"
"Kau tidak berlebihan sama sekali, aku juga tahu suasana hati wanita hamil tidak menentu. aku juga bertanggung jawab untuk merawatmu dan anak kita," jawab Frankey yang mengusap air mata Valencia
"Frankey, aku sangat sadar diri, aku juga tahu batas. aku tidak meminta yang bukan hak aku. aku hanya ingin merasa bahagia masa kehamilanku. aku tidak mau seperti mamaku, di saat dia hamil papa bersikap sangat buruk terhadapnya, dan bahkan tidak peduli dengan mamaku. sehingga mama menangis setiap hari. setelah aku dilahirkan mama menjadi murung dan tidak banyak bicara, nenekku yang merawatku selama ini, tidak lama kemudian mama meninggal karena merasa sedih yang berlebihan. dia bahkan tidak melihatku lagi saat aku dilahirkan. sedangkan papaku juga tidak datang ke rumah sakit saat mama ku melahirkanku, bahkan di saat mama meninggal dia juga tidak datang. dihidupnya hanya judi dan minuman keras saja," ungkap Valencia yang mengingat masa lalu.
Frankey yang melihat gadis itu sedang bersedih ia pun kembali memeluknya dengan penuh kehangatan.
"Anak kita tidak akan kehilangan salah satu dari kita, dia akan hidup bahagia dan mendapatkan kasih sayang dari kita," kata Frankey.
"Aku ingin melahirkan anak ini dengan perasaan bahagia, agar tidak mempengaruhi kondisi mentalnya, aku tidak mau dia sepertiku," ujar Valencia.
"Tidak ku sangka gadis ini sudah kehilangan ibunya sejak dia baru dilahirkan, tidak berbeda denganku yang harus melihat mamaku meninggal karena membunuh diri. semua ini juga karena kami memiliki ayah yang tidak berguna," batin Frankey.
Setelah dua bulan kemudian.
Mansion Christoper
Frankey dan ayahnya sedang makan bersama.
"Selama dua bulan ini kau selalu saja tinggal di sana, jangan terlalu memanjakan dia. kau hanya butuh atur anggota untuk menyediakan kebutuhannya saja!" kata Josio yang sedang menyantap makanannya.
"Dia sedang hamil, dan kondisinya juga lemah, aku tidak bisa membiarkan mereka menjaganya. dia butuh seseorang di sisinya," jawab Frankey.
"Hamil bukankah masalah besar, jangan menganggap dirinya adalah ratu, masih banyak wanita lain lagi. sekarang dia sudah hamil. tugasmu sudah selesai, tidak usah peduli dengan dia lagi. fokus saja mencari wanita lain dan hamili mereka!"
"Pa, bukankah Valencia sudah memiliki anakku, kenapa aku harus mencari yang lain lagi?" tanya Frankey yang mulai kesal.
"Frankey, kau dan dia tanpa ikatan apa pun, kau bisa mencari wanita lain dan dia tidak berhak menghalangmu."
"Aku tahu kami tidak ada ikatan apa pun, tapi aku tidak mau seperti seorang pecundang yang menghamili semua wanita, cukup Valencia saja. setelah dia melahirkan kita sudah memiliki penerus. lalu, untuk apa lagi kita harus mencari wanita lain lagi," ketus Frankey dengan kesal.
"Frankey, apa kau mencintainya?"
"Tidak, aku hanya mencintai janin dalam kandungan," jawab Frankey sambil menyantap makanannya.
"Aku berharap kau ingat dengan katamu, jangan menaruh hati padanya. wanita yang rela menjual diri demi uang bukan wanita yang baik," kata Josio dengan menghina.
"Aku sudah kenyang," ujar Frankey yang malas berhadapan dengan ayahnya itu.
"Apakah kau masih ingin ke sana?"
"Iya, selama masa kehamilannya aku ingin menemani dia, aku tidak mau ada kelalaian," jawab Frankey yang beranjak dari kursinya.
"Aku tidak percaya kau tidak menyukai wanita itu, bukan sifatmu bisa begitu baik terhadap seorang wanita," batin Josio.
"Tuan besar," sapa Carlos yang baru melangkah ke ruang makan.
"Dia pergi lagi, lihatlah perubahannya sekarang. setelah wanita itu hamil dia setiap malam tidur di sana," ketus Josio dengan merasa kesal.
"Tuan besar, mungkin saja tuan muda hanya mencemaskan janin dalam kandungan wanita itu. janin ini sangat penting bagi keluarga ini, oleh sebab itu tuan muda begitu berhati-hati menjaganya," ucap Carlos.
"Tetap juga awasi gerak-gerik bocah itu! jangan sampai dia jatuh hati pada wanita itu. setiap hari mereka bersama mana mungkin tidak muncul perasaan suka, bocah ini dari dulu sering menolak banyak wanita, tidak tahu di mana dia temukan wanita ini," ujar Josio dengan kesal.
"Baik, Tuan besar," jawab Carlos.
"Andaikan tuan besar tahu kalau tuan muda sering membawa wanita itu keluar berjalan-jalan, dan sering bercanda ria, tuan besar pasti marah besar, selama ini tuan muda bersikap dingin pada semua orang. karena tidak bisa melepas masa lalunya, kejadian nyonya besar memang sangat mengenaskan. sehingga membuat luka besar bagi tuan muda. dan kini sepertinya tuan muda sudah menerima wanita itu. dan menemukan kebahagiaannya. selama ini aku belum pernah melihat senyuman tuan muda dan baru kali ini. itu pun di saat bersama dengan wanita itu," batin Carlos.
Tempat tinggal Valencia.
"Frankey, pakaian bayi sudah banyak jangan beli lagi! lagi pula kita juga tidak tahu jenis kela.minnya apa," kata Valencia yang sambil memegang baju set bayi.
"Semua barang ini sangat lucu, aku tidak menyangka memiliki seorang anak sangat membahagiakan, dan beberapa bulan lagi dia akan datang ke dunia," kata Frankey dengan mengelus perut Valencia yang masih kempis.
"Baru dua bulan belum terasa, perut masih kempis. tidak tahu berapa bulan baru kelihatan,"ujar Valencia yang melihat perutnya.
"Masih usia dua bulan, yang penting kalian sehat-sehat saja," ucap Frankey yang mengecup dahi gadis itu.
"Frankey, kamu menyukai anak laki-laki atau perempuan?"
"Sama saja bagiku, laki-laki atau perempuan tetap adalah darah dagingku," jawab Frankey.
"Biasa orang lebih suka anak laki-laki. kalau saja aku melahirkan anak perempuan, apakah kamu akan merasa kecewa?" tanya Valencia dengan khawatir.