NovelToon NovelToon
Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Nikahmuda / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:912k
Nilai: 4.9
Nama Author: iska w

Aku sumpahin kamu Jomblo seumur hidup, hahaha!" Gelak tawa gadis itu seolah terus saja menghantui malam-malamnya, bahkan sampai saat ini.

Terkadang ada hal yang lebih menyakitkan daripada perbuatan, yaitu Sebuah Perkataan.

Panji Abisatya adalah seorang dosen cerdas yang memiliki pesona ketampanan yang tiada duanya, namun sifatnya yang keras dan dingin seolah menjadi kutukan tersendiri bagi dirinya.

Karena sampai saat ini dia sama sekali belum mendapatkan jodoh walau sudah berbagai cara dia lakukan.

Usut punya cerita, dulu dia pernah disumpahin oleh mantan kekasihnya yang ternyata kini sudah meninggal dunia, hanya karena ucapannya yang menyakitkan hati gadis itu.

Akankah Panji terus percaya dengan mitos kutukan itu? atau dia rela melakukan hubungan seks dengan sesama jenis? atau bahkan dia lebih memilih menjadi Jomblo seumur hidupnya?

Happy Reading😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Tampang Angry Bird

...Happy Reading...

Ketika malam Minggu tiba, biasanya begitu identik dengan pasangan yang melakukan quality time berdua.

Namun terkadang saat malam Minggu tiba seringkali menjadi momen yang membuat para jomblo hanya bisa gigit jari.

Tapi itu tidak berlaku dengan gadis yang satu ini, dia bahkan sudah melakukan kesepakatan bersama untuk menjadi mak comblang dosen di kampusnya dengan kakak perempuannya sendiri.

Dengan menggunakan kemeja panjang berwarna biru dongker yang digulung sampai lengan dan dipadukan dengan celana jeans dan juga sniker berwarna putih, Panji datang dengan membawa satu buket bunga mawar berwarna merah ditangannya.

" Piwwitt... cie yang mau apel?"

Karena mereka sudah kong kalingkong, jadi Ratu sengaja menunggu Panji didepan rumahnya sambil bermain smartphonenya hanya dengan menggunakan celana pendek dan kaos oblong saja.

Dia tidak pernah menggangap kalau malam minggu adalah hari yang spesial, karena menurutnya dia belum pernah benar-benar menemukan pria spesial yang mampu membuat hatinya benar-benar bergetar dan takut akan kehilangan dirinya.

" RATU!"

Panji langsung memelototkan kedua matanya saat anak didiknya itu seolah meledek dirinya.

" Hayow... bukannya kemarin kita sudah deal, agar bapak tidak memasang tampang angry bird denganku? ingat pak, kalau mau mulus jalannya, harus baik-baikin adeknya, atau mau aku jelek-jelekin bapak didepan kak Gendhis nih?" Ancam Ratu seketika.

" Ratu, jangan main-main kamu!"

" Aku tidak main-main, tapi kalau bapak selalu memasang tampang galak denganku, bukan hanya aku yang takut, tapi kak Gendhis juga loh, jadi mau pedekate nggak nih?"

" Siapa juga yang galak, orang saya biasa aja kok." Selain melihat kaca, seseorang memang tidak bisa melihat telinganya sendiri.

" Biasa menurut bapak, tapi menurut kami semua sangat mengerikan." Umpat Ratu perlahan.

" Kamu ngomong apa tadi?"

" Eh.. enggak kok! bapak bawa apaan tuh?" Ratu memilih mengalihkan pembicaraan daripada emosi dosennya itu kembali meledak.

Bunga mawar merah, satu tanda cinta, yang berarti bahwa ku cinta padamu Gendhis, hehe... asyeekk!

" Bunga Mawar Merah." Jawab Panji sambil bernyanyi didalam hati dan mengamati buket bunga yang baru saja dia beli tadi.

" Dih... ini sih cerita lama pak, sebenarnya bapak itu mau ngapel atau mau ziarah kubur sih, ngapain bawa kembang segitu banyaknya?" Bukan Ratu kalau pemikirannya sama seperti orang lain pada umumnya.

" Kan biasanya gitu? bukannya wanita suka kalau dikasih bunga?"

" Hedeeeh... itu sih jaman purbakala, kalau cewek jaman sekarang tuh lebih suka dibawain makanan, contohnya nih, nasi goreng kambing, seblak, atau mungkin bakso isi kepala kambing yang terkenal diujung sana tuh, baru keren namanya!"

" Nggak sekalian bakso isi kepala Unta, biar sama gerobaknya sekalian dibawa kesini?"

" Seriusan ini pak, tapi kalau ada ya bagus juga tuh idenya, kita bisa mukbang bakso bareng kan, hehe.."

" Ckk... itu sih mau kamu, sekarang dimana kakakmu?" Dia tahu benar bagaimana bandelnya si Ratu, jadi dia malas menggubris rengekannya.

" Cie... yang udah nggak sabaran amat, udah ngebet banget nih pak dosen?"

" Berani ngledek saya, besok senin saya kasih tugas dobel kamu!"

" Yaelah pak, mau ngapel juga yang diomongin tugas, bosen tau pak!"

" Cepat panggil kakakmu trus kerjain tugas dari saya tadi pagi, buruan sana!"

Dasar Dosen nyebelin, lihat saja.. aku kerjain bapak sekarang, hehe..

" Okey! Ayaaaaaaah... ibuuuuuu... pacarnya kak Gendhis datang ini!" Teriak Ratu dengan suaranya yang menggelegar.

" Hah? ayah dan ibu kamu ada dirumah? kenapa nggak ngomong dari tadi kamu Ratu!" Panji langsung kelabakan sendiri, melihat bagaimana penampilan dirinya ada yang salah atau tidak.

" Hehe... surprize!"

" RATU ANDARA!" Umpat Panji sambil memejamkan kedua matanya sekilas, akhirnya dia pusing sendiri bekerja sama dengan mahasiswinya yang satu ini.

" Ayo pak, silahkan masuk, ayah sama ibu sudah turun tuh." Ratu menaikkan kedua alisnya dengan senyum jahilnya.

Mampus gue, ngomong apa ya nanti? mana aku nggak bawa apa-apa lagi buat mereka, gimana mau cari perhatian orang tuanya, aish... Ratu, awas kamu nanti ya!

" Emang Gendhis sudah punya pacar? kok ibu baru tahu nak?" Ibu Ratu langsung mempercepat langkahnya karena tidak sabar ingin melihatnya dari jarak dekat.

" Pacar baru buk, beliau Dosen saya di kampus."

" Owh ya? namanya siapa?" Ayah Ratu pun langsung ikut penasaran jadinya.

" Selamat malam Om dan Tante, perkenalkan nama saya Panji Abisatya, saya memang dosennya Ratu di kampus." Panji langsung menyalami kedua orang tua Ratu dengan sedikit ketar-ketir, apalagi ayah Ratu adalah salah satu penyumbang dana terbesar di kampusnya, dan kampus itu pun juga milik keluarga besar Ratu.

" Hmm... begitu ya, bagaimana dengan Ratu kalau di Kampus nak?"

" Emm... cu... cukup baik Om."

" Hanya cukup saja?"

" Pffthhh.." Ratu malah menahan tawa saat melihat wajah Panji yang terlihat kebingungan saat menjawabnya.

" Ya.. lumayan Om."

" Katanya sering merah? berarti bapak bohong ya kemarin?" Ratu sengaja menambah kepanikan sang dosen.

Aish... bocah yang satu ini benar-benar mengujiku!

" Merah? emang nilaimu sering merah Ratu?"

" Hmm.. mata pelajaran pak Panji tuh yang sering dibuat merah." Celoteh Ratu yang berhasil membuat Panji hanya bisa mengumpatnya didalam hati dan menarik nafasnya dalam-dalam.

" Dibuat merah apa memang nilai kamu merah?"

" Emm... ada beberapa nilai Ratu yang merah Om, tapi hanya sebagian saja, yang lainnya lumayan bagus kok." Mau tidak mau Panji memilih sedikit berdusta, karena dia merasa segan dengan orang tua Ratu, berbeda saat ngobrol dengan Gendhis, dia bisa lebih jujur dan santai.

" Syukurlah kalau begitu, saya sengaja menerima dosen-dosen terbaik disana, agar mereka bisa mengajar dengan baik, dan mampu mencerdaskan setiap anak didiknya, saya juga sengaja memberikan gaji mereka lebih tinggi daripada yang lain, agar mereka bisa membuat siswa yang tidak pintar menjadi pintar, bukan hanya sekedar mengajar saja."

" Iya pak."

" Dengerin tuh pak."

Ratu yang seolah sudah memegang kartu Panji sekarang, menjadi lebih berani, dan rasa ketakutannya juga sudah berkurang, tidak seperti dulu lagi.

Ratu... habis kamu besok bapak buat ya!

Panji hanya bisa tersenyum sambil melirik kearah Ratu dengan kesal.

" Kalau begitu selamat datang dikeluarga Andara, baik-baik ya sama Gendhis, pesan Tante nanti jangan keluar sampai larut malam ya?"

" Baik Tante, terima kasih."

Ada rasa lega dan juga bahagia disaat kehadirannya diterima dengan baik oleh keluarga Ratu dan Gendhis, karena ternyata mereka tidak seburuk yang Panji bayangkan tadi.

" Om dan Tante ada acara diluar, kalau begitu kami tinggal dulu ya."

Saat mengetahui kekasih putrinya adalah salah satu dosen di kampus keluarganya, dia sedikit merasa tenang, setidaknya dia bisa tahu tentang seluk beluk dan latar belakang Panji dengan mudah.

" Silahkan Om dan Tante, hati-hati dijalan."

Akhirnya Panji bisa tersenyum dengan tenang, saat satu rintangan dalam perjalanan asmaranya bisa dia lalui dengan mudahnya, seolah dunia berpihak dengan kisah cintanya kali ini.

" Ratu sini kamu!" Saat mereka sudah berlalu, Panji langsung menggeratkan giginya dan menjerit memanggil Ratu.

" Weeerrkk! kejar aku dong pak, sini kalau bisa, haha..."

Ratu langsung berlari menjauh dengan segala ejekan yang membuat rasa kekesalan didiri Panji semakin bertambah kali lipat.

" Awas kamu ya Ratu!"

Entah dapat dorongan darimana dia, sehingga Panji malah sempat-sempatnya meladeni kelakuan Ratu yang seolah bertingkah layaknya anak-anak yang sedang bermain adegan 'kejar daku kau ku tangkap'.

" Mas Panji! kamu kesini mau ngapelin Aku apa Ratu!"

Tiba-tiba terdengar suara Gendhis dari arah tangga mewah didalam rumahnya, dengan tatapan yang seolah tidak suka, saat melihat mereka berdua seperti asyik bersenda gurau dan berlari kejar-kejaran.

Semakin dewasa kita harus semakin paham, bahwa mencari pasangan bukan hanya ketika dia asyik saat diajak pacaran saja.

Tapi mencari yang bisa diajak belajar bersama untuk tumbuh lebih baik, punya pemikiran yang open minded dan bisa saling support.

1
Arvie Ramadhanputra
pagi" dah bikin ambaya@rrr
Dede Dahlia
hidup jangan di buat susah & ribet ya thor say,di bikin hapy aja yg penting sehat masih bisa makan masih bisa jajan seblak 🤭😂😂
Dede Dahlia
terima kasih thor kamu telah menyuguhkan mereka²yg somplak itu sehat & sukses slalu buat kamu 😘
Dede Dahlia
pak dosen duda kalau cemburu aduhai alhasil pengennya langsung jebol gawang & gol 🤭🤣🤣
Dede Dahlia
si gendhis roman²nya lagi ngidam deh soalnya aneh permintaannya 🤔Melodi live streming adegan dewasa 🤭😂😂
Dede Dahlia
si ayah & Arga malah ngebahas burung 🤦‍♀️🤣🤣🤣
Dede Dahlia
heboh + ambyar judulnya 😁😁😁
Dede Dahlia
si Panjul paling demen bikin orang puyeng 🤦‍♀️ ayo Arga semangat jemput kebahagiaan kamu.
Dede Dahlia
Melodi ko kamu main pergi aja sih,padahal Arga bener²tulus mau menjalani pernikahan dengan kamu.
Dede Dahlia
pesona duda memang ga perlu di ragukan 🤔😁😁
Dede Dahlia
Arga,Melodi kalian berdua harus saling menguatkan satu sama lain bahagia slalu kalian.
Dede Dahlia
itu pasangan huru hara bener² ya 🤦‍♀️ pak duda ayulah gas keun udah sah ini 🤭🤣🤣🤣
Dede Dahlia
bukan sedih akumah malah ngakak 😁😁 ciee pak dosen duda dapet daun muda masih masih kinyis²+masih ori pula 🤭🤣🤣
Dede Dahlia
waduh pak dosen duda kena grebek warga🤭😁😁
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
semangat berkarya thor
Rustan Sarny Apul Sinaga
kok gampang nyerah ya si Melody, blm juga nadanya mengalun dah gak mau dengar....hadeuhhhhh
Rustan Sarny Apul Sinaga
antepkeun we hujatan² yg gak bermutu itu thor, semangat terus....
Rustan Sarny Apul Sinaga
makin semlehot ceritamu thor....aku padamulah
Ran Aulia
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!