Niat hati hanya membantu Veronica sang pelayan Cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri, Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta pada Veronica.
Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka akan menikah secara resmi? nantikan kisah gaje mereka yang segaje-gajenya😁
Follow👇
IG: istikomah50651
Fb: ISTI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13
"Ikut denganku kau akan bertemu dengannya." Agam meraih tangan Veronica dan mengajaknya masuk kedalam mobil.
Setelah Veronica dan Agam masuk kedalam mobil Agam langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya kesuatu tempat. Tak berapa lama mobil berhenti di sebuah restoran bergaya ala Korea. Agam membuka pintu untuk Veronica dan mengulurkan tangannya untuk mengajaknya masuk.
Sesampainya di dalam restoran Sandra sudah menunggu dan ia juga sudah memesan menu barbeque ala korea. Agam menuntun Veronica untuk menghampiri sang kakak yang tengah sibuk membakar daging sapi tipis di atas panggangan barbeque. Sandra tersenyum saat melihat sang adik datang dengan membawa seorang gadis cantik yang masih mengenakan seragam kerjanya.
"Malam Kak, sudah lama Kakak di sini," sapa Agam pada Sandra dan memeluk serta mencium pipi Sandra.
"Saat kamu telfon Kakak baru sampai, pas mau talfon kamu ngajak makan malem ala korea kamu udah telfon duluan ya sudah kebeneran," jawab Sandra.
"Ini Veronica Kak, cewe yang tadi pagi Kakak lihat di mobilku." Agam memperkenalkan Veronica pada Sandra, Sandra tersenyum lalu memeluk Veronica.
"Hai Veronica akhirnya aku bertemu denganmu juga hari ini, aku penasaran sekali siapa wanita yang sudah merebut hati adik lelakiku ini," ucap Sandra melepaskan pelukannya.
"Hai Kak salam kenal yah," jawab Veronica canggung, ia merasa tak enak hati sudah salah paham pada Agam.
"Ayu duduk di sampingku sini, aku sudah membakar beberapa daging kamu harus mencobanya ini sangat enak Ve." Sandra menarik Veronica dari dekat Agam agar duduk di dekatnya.
"Baik Kak," jawab Veronica masih dengan mode canggung.
Veronica sangat senang karena Sandra sangat wellcome padanya. Setelah beberapa saat ia sudah tak merasa canggung lagi, malah ia mulai mengobrol bersama Sandra dan tertawa bersama. Agam yang melihat kedekatan dan keakraban kedua wanita yang ia sayangi setelah mamahnya tersebut sangat bahagia, apa lagi saat melihat Veronica yersenyum bahkan tertawa bahagia dengan lepas.
"Kamu tahu Ve, Agam itu sangat sangat manja kalau dirumah, apa lagi kalau sudah dekat dengan Mamah dia itu bisa melebihi anak kecil manjanya hahaha," ucap Sandra.
"Hahaha aku kira Agam memang tipe cowo yang cool gitu Kak soalnya sewaktu pertama aku ketemu Agam Kak dia tuh dingin dan cuek banget tapi pas lama kelamaan kenal dia jadi Agak manja gitu hehe," jawab Veronica.
Kedua wanita tersebut asik mengobrol membicarakan tentang Agam. Sedangkan yang di bicarakan malah asik menatap wajah Veronica sambil tersenyum sendiri. Sesekali Agam memotret dan merekam kebersamaan mereka untuk disimpan sebagai kenangan tanpa mereka sadari.
Saking asiknya mengobrol mereka tak menyadari kalau malam sudah semakin larut. Setelah makanan di atas meja habis ludes oleh mereka berdua alkhirnya mwreka memutuskan untuk pulang. Setelah membayar tagihan makanan tersebut Agam berpamitan pada Sandra untuk mengantarnya pulang, mereka berpisah dan menaiki mobil masing-masing.
Seandainya aku memiliki pasangan seperti mereka, huft apalah dayaku yang belum bertemu jodohku, batin Sandra sambil menaiki mobilnya dan mengemudikannya menuju rumahnya.
Sesampainya di depan rumah kontrakan Veronica, Agam tak langsung turun. Ia masih duduk diam sambil menggenggam tangan Veronica yang hendak ingin turun dari mobilnya. Agam menghela napasnya dan membuangnya perlahan.
"Ay, lain kali jika ada yang mengganjal di pikiranmu tentangku kau bisa langsung bertanya padaku oke, jangan kau malah merajuk seperti tadi, ponselmu tak aktif, kamu tahu aku hari ini ngurusin pasien gak konsen karena kepikiran kamu terus, kenapa kamu tiba-tiba jadi bersikap seperti itu padaku, untung aku tak ada jadwal oprasi kalau kamu seperti tadi pas aku ada jadwal oprasi malah bisa berkibat fatal pada pasienku," ucap Agam sambil meletakkan tangan Veronica di pipinya.
"Maaf Gam." Veronica menjawab sambil menundukkan kepalanya bukan karena ia merasa bersalah tapi karena ia merasa jantungnya berdegub kencang dan tak sanggup menatap wajah ganteng di depan matanya.
"Aku senang kamu cemburu Ve karena itu menandakan bahwa kamu cinta sama aku, tapi kumohon jangan pernah mencurigai diriku, aku sebelumnya tak pernah dekat dengan wanita manapun selain Kak Sandra dan Mamahku," lanjut Agam.
"Aku gak cemburu sama kamu Gam, aku... aku juga gak cinta sama kamu... kamu jangan keGRan Gam," jawab Veronica gugup.
"Kamu bohong, kamu tukang bohong, aku tahu kalau saat ini jantung kamu sedang berdegub kencang Ay," goda Agam.
"Aku gak bohong, aku memang tak menyukaimu....,"
Belum selesai Veronica berbicara Agam sudah membungkam bibir mungilnya itu dengan bibirnya saat Veronica mengangkat kepalanya. Veronica membulatkan matanya karena terkejut, tangannya memukul pundak Agam namun di pegang oleh tangan Agam. Veronica mencoba memberontak namun hasilnya sia-sia.
"Love you Veronica Leanna," ucap Agam setelah melepas ciumannya seketika itu pula jantung Veronica tambah berdetak.
Bram kembali memagut bibir Veronica saat Veronica masih terpatung karena ungkapan cinta dari Agam. Saat sadar bibirnya sudah dilu mat dengan lembut oleh Agam, Veronica akhirnya pasrah dan memejamkan matanya. Agam tersenyum saat melihat Veronica memejamkan matanya dan tak berontak lagi, ia memperdalam ciuman tersebut hingga beberapa saat.
Agam melepas pagutan bibirnya saat Veronica kehabisan napasnya. Ia mengusap bibir Veronica yang terdapat sisa liurnya akibat ulahnya dengan ibu jarinya. Agam mengecup kening Veronica dan mengusap lembut kepalanya.
"Masuklah hari sudah malam, kau pasti lelah beristirahatlah, besok pagi ku jemput," ucap Agam namun Veronica masih mematung.
"Ay, apa kau ingin ikut aku keapartemen ku?" tanya Agam menggoda karena Veronica belum juga bereaksi.
"Ah iya aku akan masuk, selamat malam," jawab Veronica yang langsung tirun dari dalam mobilnya dan masuk kedalam rumah kontrakannya.
Agam terkekeh melihat tingkah sang pujaan hatinya tersebut. Ia lalu melajukan mobilnya menuju apartemennya. Agam mengemudikan mobilnya dengan bersiul bahagia.
Di balik pintu Veronica sedang mengatur napasnya agar kembali normal. Ia tersenyum bahagia sambil memegang dadanya yang tak ingin berhenti berdatak. Saat ini ia merasa beban yang dipikulnya selama ini seakan-akan tumpah satu persatu.
Veronica berjalan menuju kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang hanya muat untuk dirinya dengan posisi tengkurap. Bibirnya tak hentinya tersènyum karena mengingat pernyataan cinta dari sang dokter ganteng pujaan hati setiap pasien dan perawat wanita. Ia membenamkan kepalanya kebantal dan menggelengkannya serta kakinya ia naik turunkan diatas kasurnya.
Hampir dua bulan berlalu dari waktu Agam menyatakan cintanya pada Veronica. Hari-hari Veronica dipenuhi dengan kebahagiaan. Senyumnya terus tersungging di bibir mungilnya membuat teman di Cafenya bertanya-tanya.
"Ve, beberapa hari ini aku lihat kamu sering tersenyum, ada apa Ve, cerita sama aku dong kalo kamu lagi jatuh cinta bisa bagi kebahagiaan kamu buat aku, aku akan ikut senang jika kamu sedang jatuh cinta," ucap Ashana kepo.
"Gak ada apa-apa ko Shan, hanya sedang sedikit merasa beban sedikit berkurang saja hehe," kilah Veronica.
Maaf yah Shan aku belum ingin memberi tahumu tentang hibunganku dengan Dokter Agam, batin Veronica.
*****
Selamat membaca kasian semua jangan lupa likenya yah eits tapi jangan bom like harus dibaca yah🥺🙏
Salam dingin dariku untuk kalian semua🥶🙏😊🤗🥰