Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Kriss pun ambruk seketika karena lemas diatas punggung Delia.
Setelah jempol jumbonya kembali kebentuk semula, Kriss baru melepaskan jempol jumbonya itu dari dalam goa kramat milik Delia.
"Kamu tembak di dalam lagi?" Tanya Delia.
Kriss menganggukkan kepalanya.
"Ish.. kalau aku hamil gimana?" Kesal Delia sambil memukul dada Kriss pelan.
"Ke apotik sana beli pil kb." Ucap Delia lagi.
"Serius kamu mau minum pil kb?" Tanya Kriss kaget.
"Daripada aku hamil. Apa kata Mama kamu nanti." Jawab Delia.
"Ya udah, nanti aku beliin."
"Beli sekarang Kriss, nanti tutup apotiknya."
Kriss menghela nafasnya kasar.
"Ya udah." Jawab Kriss. Kriss pun beranjak dari tempat tidur lalu memungut pakaiannya yang sudah berserakan di atas lantai.
Setelah memakai pakaiannya, Kriss pun mendekati Delia.
Cup. Kriss mengecup kening Delia.
"Aku pergi dulu yah." Pamit Kriss.
Setelah berpamitan, Kriss pun keluar dari dalam kamar Delia.
Sedangkan Delia, ia mengistirahatkan dirinya terlebih dahulu sebelum ia membersihkan dirinya. Kriss benar-benar membuat semua tulang-tulangnya lemas.
Setengah jam kemudian.
Kriss pun kembali ke kontrakan Delia dengan satu kotak pil kb.
Ceklek. Kriss langsung masuk ke dalam kamar Delia.
Kosong. Tak ada sang kekasih di dalam kamar. Ia juga masih melihat pakaian Delia yang masih berserakan di lantai.
"Apa dia lagi mandi?" Monolog Kriss.
Kriss pun meletakkan kantong plastik yang berisi satu kotak pil kb diatas meja rias, lalu keluar dari dalam kamar Delia menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Sesampainya di dapur, terdengar lah suara air dari dalam kamar mandi.
Tiba-tiba saja Kriss tersenyum licik saat pikiran kotor merasuki otaknya.
Cepat-cepat Kriss membuka pakaiannya lalu memutar handle pintu kamar mandi. Ternyata Delia mengunci pintu kamar mandinya.
Tok.. Tok.. Tok.
"Del.." panggil Kriss.
"Iya. Kenapa?"
"Coba lihat yang kayak gini bukan pil kb nya?" Tanya Kriss pura-pura agar Delia membuka pintunya.
"Nanti aja selesai aku mandi." Jawab Delia.
"Shiiit!!" Umpat Kriss pelan. Tapi bukan Kriss namanya kalau langsung putus asa.
"Lihat dulu. Kalau salah, aku bisa langsung ganti. Tadi apotiknya udah mau tutup." Ucap Kriss lagi.
Tak lama...
Ceklek. Usaha Kriss pun berhasil. Delia membuka pintu kamar mandi.
"Mana?" Tanya Delia sambil menyembulkan menjulurkan tangannya keluar pintu.
Tanpa Delia sangka-sangka, Kriss ternyata langsung mendorong pintu kamar mandi.
"Astaga Kriss!!!" Teriak Delia sambil membuang wajahnya karena melihat Kriss yang sudah polos.
Kriss tidak memperdulikan teriakan Delia, ia malah menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.
"Kamu mau ngapain Kriss? Keluar sana!! Aku mau mandi!!" Teriak Delia sambil menutup dua bagian intinya.
"Aku juga mau mandi sayang." Jawab Kriss.
"Kamu mandi di rumah kamu aja!! Disini gak make shower!!"
"Tapi kalau aku mandi di rumah aku, gak ada yang gosokin punggung aku."
"Ya udah lah, kamu aja mandi duluan!!" Balas Delia mengalah. Delia pun hendak mengambil handuk tapi belum juga tangan Delia menyentuh handuk, Kriss sudah menyambar tangan kekasihnya itu lalu memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Kita coba di kamar mandi yuk sayang." Bisik Kriss dengan suara yang sudah sangat berat.
Mata Delia membelalak, selain kaget mendengar kata-kata Kriss, ia juga kaget karena merasakan sesuatu di bawah sana menendang-nendang perutnya.
"Jangan macem-macem Kriss, tadi udah." Tolak Delia sambil sekuat tenaga mendorong tubuh Kriss.
Tapi tenaga Delia tidak cukup kuat untuk melepaskan tubuh Kriss dari tubuhnya.
Kriss yang sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya itu pun langsung mendorong tubuh Delia ke dinding kamar mandi lalu mengunyah rakus bibir kekasihnya itu. Tangan Kriss juga sudah tak bisa diam dan menjalar kemana-mana.
Puas memberi sengatan di tubuh Delia dan merasakan jempol jumbonya sudah tidak sabar ingin merasakan kenikmatan goa kramat, Kriss pun mengangkat satu kaki Delia lalu mengarahkan jempol jumbonya ke arah goa kramat Delia. Pelan tapi pasti, Kriss membenamkan jempol jumbonya ke dalam goa kramat yang eksotis dan menantang itu.
Dan untuk kedua kalinya mereka pun melakukan ritual panas dikamar mandi. Semua benda-benda yang ada di dalam kamar mandi itu pun menjadi saksi bisu betapa buasnya Kriss mengguncang tubuh Delia di rondenya yang kedua ini.
Bersambung...