+21
Seorang mafia yang penurut dengan ibunya karena menyayangi dan mencintai ibunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ciuman
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Kirana menutup mulutnya dengan tangannya,dia kini duduk diatas tempat tidur. Dion memperhatikan luka didada juga dipunggung Kirana karena Kirana hanya memakai handuk yang dililitkan di dada nya,Dion mengambil kemeja miliknya didalam lemari dan memberikannya pada Kirana
"ini....pakai lah malam ini,besok baru aku suruh orang untuk membeli pakaian buat mu"ucap Dion
Dion berjalan masuk kedalam kamar mandi,dia juga harus membersihkan dirinya karena celana yang dipakainya sudah basah. Kirana masih menatap kemeja yang diberikan Dion,bagaimana dia ingin memakainya? kemeja itu terlihat pendek dan tipis,apalagi dia bingung akan pakai dalaman nya. Pakaian dalam Kirana basah semuanya
Akhirnya mau tak mau Kirana memakai kemeja Dion tanpa dalaman,dari pada dia harus telanjang didepan Dion. Dion sudah selesai mandi,dia keluar dengan hanya menggunakan handuk dibagian pinggang nya saja. Kirana kembali membuka mulutnya lebar-lebar,membuat Dion menahan senyumannya
"mulutmu itu....tolong dikondisikan"ucap Dion menatap Kirana
Kirana menutup mulutnya,dia menundukan kepalanya. Dion menatap Kirana yang memakai kemeja nya,bentuk tubuh Kirana terlihat walaupun hanya transparan Dimata Dion hanya saja Dion sudah bisa membayangkannya karena dia pernah melihatnya.
Dion membuka lilitan handuknya didepan Kirana,Kirana memalingkan wajahnya ke arah lain. Tubuh Kirana sudah merinding membayangkannya,Dion tidak memperdulikan ada nya Kirana disana. Wajah Kirana sudah memerah menahan malu nya
"buka baju mu..."ucap Dion yang ternyata sudah berada disampingnya dengan menggunakan kaos juga celana boxer nya
"hah....apa?"tanya Kirana sambil melongok menatap Dion
"buka sedikit baju mu,aku akan mengobati luka mu "jawab Dion yang ternyata sudah memegang kotak obat ditangannya,Dion sudah duduk didepan Kirana
Kirana menatap kotak obat yang dipegang Dion,pikiran Kirana sudah kotor saja dari tadi. Dia pikir Dion ingin mengajak nya melakukan hal itu,dia merutuki pikirannya. Wajahnya kembali memerah dan kali ini ditatap tajam oleh Dion
"kamu mikir apa sih?"tanya Dion sambil menyentil kening Kirana
"aaaawww....."Kirana meringis sambil mengelus keningnya
Dion tidak sabar menunggu Kirana membuka kancing kemeja nya ,hingga tangannya kini meraih kancing kemeja itu dengan perlahan-lahan dia membukanya satu persatu. Dion menatap belahan dada Kirana dengan kulit mulusnya,Kirana menaikan kemejanya kebelakang dan memperlihatkan luka didadanya. Dion menatap luka itu,kemudian menatap mata Kirana yang sudah melihat ke arah lain apalagi dengan wajah nya yang sudah memerah.
Dion memperhatikan seluruh wajah Kirana dari dekat saat Kirana menatap ke arah lain,mata Dion terpaku melihat Kirana mengigit bibir bawah nya. Rasanya dia saja yang ingin mengigit bibir itu
"eekkhmm....bisakah kau jangan mengigit bibir mu?"deheman Dion yang memberitahukan Kirana tentang bibirnya,dia jadi ingin merasakan bibir Kirana juga.
"hah....apa?"tanya Kirana lagi,dia benar-benar gugup saat ini. Jantungnya sudah berdebar tak karuan,melihat tatapan mata Dion yang ke arah bibirnya membuat Kirana melepaskan gigitannya
Dion refleks langsung mengecup bibir mungil Kirana,Kirana terkejut dan menatap Dion yang menciumnya sekilas. Tidak mendapatkan kemarahan dari Kirana,Dion memberanikan diri untuk mencium Kirana lebih lama. Dion menarik tengkuk kirana agar Kirana tidak memundurkan kepalanya,Kirana memejamkan matanya saat bibir Dion mengulum dan menghisap bibir Kirana bahkan saat ini lidah Dion sudah bergerilya ke bagian mulut Kirana.
"hhmmm ....ssshhmm...."lenguhan keluar dari bibir mungil Kirana ,membuat Dion tersenyum dan melepaskan ciumannya
"maaf... aku tak sengaja,itu karena kau menggodaku dengan gigitan mu tadi."jawab Dion sebelum Kirana bertanya
Kirana terdiam saat dia memandang wajah Dion yang juga sudah memerah, "kenapa jadi aku yang disalahkan?"tanya Kirana dalam hati,dia benar-benar tak habis pikir dengan ucapan Dion yang ingin menang sendiri.
Dion kembali memperhatikan luka Kirana yang berada didada nya,dia mulai membuka kotak obat dan mengobati nya. Kirana memejamkan matanya,dia merasa sedikit sakit saat dioleskan alkohol. Alkohol untuk menghilangkan bakteri pada luka nya,setelah memberikan perekat luka. Dion memutar tubuhnya ke belakang Kirana,dia menurunkan kemeja yang dipakai Kirana. Kemudian dia memperhatikan luka yang cukup panjang dibagian belakang nya,dia mengobati dan memberikan perekat luka juga. Setelah itu Dion memperhatikan kulit bahu Kirana yang mulus,bibir nya seolah tidak bisa direm. Dia mengecup bahu mulus Kirana dengan lembut dan memberikan gigitan kecil disana hingga meninggalkan bekas,"sssh....hhmm...."desahan Kirana mulai terdengar lagi karena gigitan yang diberikan Dion
Dion melepaskan bibirnya dari bahu Kirana,Kirana dengan cepat memperbaiki pakaiannya. Dion berdiri dan berjalan mendekati meja dan menyimpan kotak obat tadi ditempat nya semula,kemudian dia mengambil ponselnya.
"malam ini kita makan disini saja ya"ucap Dion
"kamu mau makan apa hhmm?"tanya Dion lembut
Kirana terkejut mendengar suara Dion yang lembut,selama ini Dion selalu bersikap dingin dan ketus pada nya. Dion yang menatap ponselnya karena sedang memilih menu makanan yang ingin dimakannya menjadi menatap ke arah Kirana yang diam saja saat ditanya oleh Dion,Dion mengernyitkan dahinya saat Kirana menatapnya tanpa berkedip
"Kirana....hei....kau mau makan apa ha?"teriak Dion yang akhirnya membuat Kirana tersentak
"eeh....anu...terserah aja tuan,aku makan apa saja kok"jawab Kirana gugup
Setelah makanan datang,mereka memilih makan didapur. Kirana menyiapkan semua makanan yang dipesan oleh Dion di atas meja,Dion hanya mengamati Kirana dari tempat duduknya. Dion memandangi tubuh Kirana yang seksi dibalik kemejanya,belum lagi paha putih Kirana membuat batang nya berdiri dengan tegak tapi dia harus menahannya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘😘