NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi pertunangan 2

Setelah berdiskusi sebentar denganku, om Adi pergi menghampiri para tamu undangan untuk sekedar berbasa basi.

Aku mengangkat bahu cuek, hingga mataku tak sengaja mendapati pria calon tunangannya Naura itu masih saja memandangiku dengan netra tajamnya. Aku memutuskan kontak mata lebih dulu karna malas.

" MAS BAGAS!! " teriakan menggema itu membuatku menyeringai tipis. Pertunjukkan sesungguhnya akan di mulai.

" Mas beraninya kamu bertunangan dengan wanita lain di saat aku sedang hamil anak kamu! " isak tangis gadis cabe cabean yang merupakan temanku di resto yang cukup perhitungan dengan yang namanya duit.

" Hamil? Siapa yang menghamili kamu? " herannya menggeng geleng bingung. Aku dengan santay duduk di kursi sembari memainkan gelas kaca itu untuk menonton pertunjukan yang menarik.

" Mas kamu kok gitu sih?! Aku ini istri kamu loh mas! Meskipun kita nikah secara siri, tapi kamu gak bisa gini dong sama aku mas! " teriaknya.

" Astaga udah punya istri ternyata. "

" Iya ya ampun.. kasian banget istrinya "

" Dasar laki laki gak tahu malu "

Mendengar bisikan para tamu mungkin membuat pria itu murka sehingga menyuruh salah satu bawahannya untuk menyeret Yuli keluar, di susul dirinya dan asistennya yang juga ikut keluar.

Aku bangun dari kursi merasa khawatir dengan nasib Yuli. Dia gak akan di apa apainkan? Semoga saja tidak.

" Maaf semuanya, maaf. Acara pertunangan malam ini di batalkan, silahkan jika masih ingin menyantap makanan yang di hidangkan. Sekali lagi saya selaku Ayah dari mempelai wanita ingin meminta maaf sebesar besarnya untuk para tamu undangan. " Tegas om Adi.

Aku meletakkan gelas itu di atas meja dan segera berpamitan dengan om Adi lalu keluar dari pekarangan rumah itu. Di ujung jalan sana, kulihat pria bertopeng itu menatapku tajam lalu segera menutup kaca mobil dan pergi.

" Bagaimana? Sudah mengingatnya? " bisikan itu seketika menyadarkanku akan nostalgia kemasa lalu. Saat itu aku mengiyakan karna sayang pada Naura, dan juga rindu dengan aksi seperti itu. Kalo di Malangkan biasanya Kak Danar yang akan mengajakku menjadi mata mata saat bertugas. Jadi bisa di katakan, aku khilaf.

" Sudah. Lalu? " aku mendorong wajahnya agar menjauh dariku, karna saat ini aku terpojok di pintu dan mukanyapun terlalu dekat denganku.

" Kau harus bertanggung jawab dengan menjadi istriku. " jawabnya gamblang. Menikah, menikah, menikah mulu. Apa gagal bertunangan dengan Naura membuatnya ngebet kawin gini?

" Sayangnya, sudah dari awal saya katakan. Saya sudah di lamar orang! " ucapku dingin.

" Dan sedari awal sudah saya katakan. Saya tidak peduli! " balasnya tak kalah dingin.

Tok tok

Dia mengetuk jendela dua kali, hingga sedetik kemudian, pria bernama Rifki itu masuk kedalam mobil.

" Antarkan wanita ini dulu! "

" Asiappp bro.. "

Mobil mulai melaju membelah keheningan malam. Cukup lama keheningan melanda, hanya ada bunyi lagu yang Rifki putar melalui radio mobil.

" Tuan, saya mohon kerja samanya. Saya sudah di lamar orang! Anda cari wanita lain saja! " kataku kesal karna pria ini nampak tak mengindahi perkataanku sama sekali. Aku takut dia melakukan hal nekat.

" Aku maunya kamu! " tegasnya.

" Anda mau jadi pebinor?! "

" Iya "

" Kalau saya seorang pelakor? "

" Berarti kita jodoh "

" Kalo saya gak mau? "

" Tidak ada yang meminta persetujuanmu"

" Tapi saya sudah di lamar orang!! " teriakku geram. Ngeyel banget sih ni orang. Kesialan apa lagi yang aku dapat setelah menolong Naura?!

" Aku tak peduli "

" TERSERAH!! " aku memalingkan mukaku keluar jendela mencoba mengontrol amarahku yang menggebu.

Tak lama kemudian, mobil inipun berhenti tepat di depan kontrakanku yang merupakan kontrakan khusus putri. Aku turun dari mobil lalu berdiri di depan pintu samping pria itu. Hingga sedetik kemudian, kaca jendela itu terbuka, menampilkan sosok arogan yang mampu membuat otakku mendidih hanya dalam sekali lihat. Meskipun kami sudah bertemu beberapa kali sebelumnya, tapi kali ini entah mengapa dia jauh lebih menyebalkan dari sebelumnya.

" Menikah denganku? Maka bersainglah dengan CALON SUAMIKU. " sinisku dengan sengaja menekan kata 'calon suamiku'

Menoleh. " Kita lihat, siapa yang akan menang. Aku? Atau kamu! " balasnya tak kalah sinis lalu perlahan kaca mobil itu tertutup, dan mobil Laborgini itupun melaju meninggalkanku yang menatapnya jengkel.

" Calon suami? Melihat wajahnya saja aku tidak pernah. " gumamku lalu masuk kedalam rumah dan berlalu masuk kedalam kamarku.

Brukh

Aku membaringkan tubuh letihku keatas kasur yang cukup empuk itu. Ku pandangi langit langit kamar dengan pikiran yang menerang entah kemana. Terlalu banyak yang telah kulalui hari ini, dan semuanya benar benar di luar predeksiku. Impianku yang ingin kuliah tenang sepertinya harus pupus. Di usiaku yang baru menginjak umur 19 tahun ini, harus berhadapan dengan kata 'pernikahan' yang benar benar aku hindari. Tak pernah terbesit di pikiranku untuk menikah muda atau saat kuliah. Dan sekarang?

" Kayaknya gue udah nemuin jawaban dari lamaran tante Lucy, " gumamku lalu bangkit menuju kamar mandi.

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!