NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: KESEPAKATAN DI AMBANG BADAI

​Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur, memancarkan garis cahaya kemerahan yang remang-remang menembus kabut tebal Sekte Jurang Jiwa. Suhu udara di perbatasan zona utara merosot tajam, membawa aroma tanah basah bercampur hawa busuk dedaunan purba yang melapuk.

​Di depan gerbang batu raksasa yang menjadi pintu masuk ke Hutan Bayangan, lautan manusia telah memadati pelataran. Ratusan murid luar berpakaian hitam berdiri rapat. Tidak ada pembicaraan hangat atau gurauan; yang ada hanyalah desis napas berat, jemari yang mengepal erat di gagang senjata, dan sorot mata liar penuh kewaspadaan. Setiap orang adalah calon mangsa sekaligus calon pembantai.

​Xuan Chen melangkah mendekat dengan tenang. Jubah hitam murid luarnya berkibar pelan ditiup angin pagi. Langkah kakinya konstan dan tak bersuara, membaur di pinggiran kerumunan tanpa menarik perhatian secara berlebihan.

​Sambil melipat kedua tangan di balik dada, Xuan Chen memindai area sekitar. Tatapannya mendadak menyempit. Dia merasakan beberapa aura yang jauh lebih pekat dan berbahaya dibanding murid-murid biasa yang pernah dia temui di lembah.

​"Sangat tenang untuk seseorang yang baru beberapa minggu menginjakkan kaki di tempat terkutuk ini."

​Sebuah suara santai terdengar dari arah samping kanan. Xuan Chen tidak terkejut; instingnya telah menangkap pergerakan sosok itu dua detik sebelum ia mendekat.

​Seorang pemuda jangkung dengan helai rambut merah menyala melangkah menghampiri. Jubah hitamnya agak terbuka di bagian dada, memperlihatkan otot tegap dan beberapa bekas luka tebasan yang telah mengering. Dia adalah Lu Feng, kultivator di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Empat yang sempat melintas saat insiden penyapuan pelataran.

​"Lu Feng," ucap Lu Feng singkat seraya menghentikan langkahnya satu tapak di samping Xuan Chen, melipat tangan dengan gaya acuh tak acuh. "Rasanya aku belum sempat memperkenalkan diri secara resmi saat kau membuat Zhao Huo mengamuk."

​"Xuan Chen," sahut Xuan Chen datar, tetap menatap lurus ke arah gerbang batu tanpa menoleh.

​Lu Feng terkekeh pelan, tawa pendek yang lolos dari tenggorokannya. "Aku penasaran... Bagaimana kau bisa lolos begitu bersih dari jebakan Zhao Huo hari itu? Pria bertato itu memang bodoh dan impulsif, tapi pukulan Lapisan Empat-nya bukan sesuatu yang bisa dihindari begitu saja oleh murid baru."

​Xuan Chen menyesuaikan posisi berdirinya, menjawab dengan nada tanpa riak emosi. "Aku hanya beruntung. Zhao Huo terlalu dibutakan amarah hingga tidak memperhatikan pilar di belakangku."

​Lu Feng mendengus, lalu menyeringai lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih. "Kau terlalu merendah, Junior Xuan. Keberuntungan tidak berlaku di Sekte Jurang Jiwa. Sejak pertama kali melihatmu berdiri memegang sapu bambu di tengah kepungan musuh, aku sudah tahu... kau jauh lebih berbahaya daripada kelihatannya."

​Xuan Chen diam, menunggu poin utama yang ingin disampaikan oleh pemuda berambut merah di sebelahnya. Lu Feng bukan tipe orang yang membuang waktu hanya untuk menyapa tanpa ada tujuan tersembunyi.

​"Dua puluh lima Token Darah di dalam Hutan Bayangan," lanjut Lu Feng, matanya berkilat liar saat menatap kegelapan di balik gerbang batu. "Aturannya memang tampak sederhana, tapi medan pertarungannya tidak selurus yang kau bayangkan. Bagaimana kalau kita bekerja sama?"

​Xuan Chen tetap hening, tidak langsung mengiyakan maupun menolak. Secara alami, dia terbiasa bertindak sendirian. Bekerja sama di dalam sekte iblis yang mengagungkan pengkhianatan adalah tindakan riskan yang berpotensi menancapkan belati di punggung sendiri.

​Seolah bisa membaca keraguan di mata Xuan Chen, Lu Feng mencondongkan tubuhnya sedikit, berbisik dengan nada penuh penekanan.

​"Kau masih baru, Junior. Kau hanya melihat permukaan dari ratusan murid luar yang sibuk bertikai di lembah bawah. Kau pikir pemuda-pemuda Lapisan Tiga dan Empat di sekitar sini adalah ancaman terbesar?" Lu Feng melirik ke sudut pelataran yang sepi, di mana beberapa figur berselimut jubah hitam bertudung berdiri terpisah dari kerumunan.

​"Di sana," bisik Lu Feng, "ada beberapa senior tua yang telah mendekam di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan Lima Puncak selama bertahun-tahun. Mereka sengaja menahan pemicuan Dantian demi memasuki Alam Rahasia ini. Mereka telah membentuk kelompok, menguasai medan Hutan Bayangan, dan siap membantai siapa pun yang bergerak sendirian."

​Xuan Chen merenung sejenak. Matanya melirik samar ke arah figur-figur bertudung yang ditunjukkan Lu Feng. Analisis dingin berputar cepat di kepalanya. Informasi Lu Feng sangat masuk akal; memasuki hutan yang asing sendirian sambil membawa target di punggung melawan kelompok Lapisan Lima Puncak akan membuang staminanya terlalu cepat.

​Memiliki kawan bertarung sementara—sekaligus umpan bergerak—akan meningkatkan efisiensinya di dalam hutan.

​Xuan Chen menoleh, menatap lurus ke dalam mata Lu Feng dengan tatapan sedingin telaga es.

​"Bekerja sama sampai tahap akhir," ucap Xuan Chen pendek, suaranya pelan namun mengandung ancaman mematikan. "Tapi ingat satu hal. Jika sampai batas waktu matahari terbenam kita hanya berhasil mendapatkan satu Token Darah... aku tidak akan segan-segan mengayunkan seranganku padamu untuk merebut token itu. Jangan menyalahkanku jika lehermu yang patah."

​Mendengar ancaman berdarah dingin yang diucapkan tanpa keraguan sedikit pun itu, Lu Feng bukannya marah, melainkan menyeringai dengan raut wajah picik khas penganut jalan demonic.

​"Adil dan pragmatis. Aku menyukai caramu berpikir, Junior Xuan," kekeh Lu Feng seraya menepuk bahunya singkat. "Kesepakatan dibuat."

​Wuuushhh!

​Sebelum pembicaraan mereka berlanjut, angin dingin yang sangat kencang mendadak menyapu seluruh pelataran. Pusaran asap hitam meledak di atas ambang gerbang batu raksasa, menyingkap sosok pria tua berzirah hitam yang berdiri mengambang di udara. Itu adalah Sosok Tua—Utusan Sekte yang kemarin memimpin pengumuman.

​Tekanan spiritual yang berat merosot turun, seketika membungkam seluruh bisikan dan keributan di pelataran.

​"Matahari telah terbit!" suara serak Utusan Sekte bergema menggelegar bagaikan dentuman guntur di atas langit pagi. "Dua puluh lima Token Darah telah tersebar di kedalaman Hutan Bayangan! Waktu kalian hanya sampai matahari terbenam!"

​Pria tua itu mengibaskan tangannya ke bawah. Segel formasi kuno yang melilit gerbang batu raksasa meledak dalam pendaran cahaya merah darah, perlahan menyibakkan jalur masuk menuju kegelapan hutan purba yang dipenuhi pepohonan raksasa.

​"Seleksi Token Darah... Dimulai! Masuk dan bantai sesama kalian!" raung sang Utusan Sekte.

​BOOM!

​Bagaikan tanggul yang jebol, ratusan murid luar melesat maju bersamaan! Deru langkah kaki yang menggetarkan tanah, erangan haus darah, dan dentangan senjata yang ditarik dari sarungnya pecah seketika di udara pagi.

​Xuan Chen dan Lu Feng saling melirik satu sama lain, mengangguk singkat, lalu melompat maju menembus kegelapan gerbang batu—menyelam ke dalam neraka perburuan berdarah Hutan Bayangan.

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!