Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Kiss
Setelah selesai makan, Alisha memutuskan untuk mandi karena tubuhnya sudah dibanjiri oleh keringat.
Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Alisha justru berdiri dulu di depan cermin sambil membuka setengah piyama tidurnya yang menampilkan bekas luka tembak di dadanya.
"Maafkan aku, Alisha, karena sampai saat ini aku belum bisa menemukan siapa orang yang telah membunuhmu," batin Clarissa dalam tubuh Alisha.
Dari arah balkon, Giovan memerhatikan aksi Alisha. Ia dibuat menarik napasnya berkali-kali saat melihat punggung istrinya yang mulus.
"Sialan!" desis Giovan seraya menyalakan rokoknya.
Giovan berusaha keras untuk tidak menatap tubuh Alisha dari belakang, tapi tidak bisa. Kapan lagi coba Giovan melihat sesuatu yang seperti ini secara gratis.
"Huft!"
Alisha hendak menaikkan kembali piyamanya, namun dia justru tak sengaja menatap pantulan Giovan di cermin.
"Sedang apa pria itu? Apa dia sedang mengintip?"
Tiba-tiba saja ide jahil terlintas di otak Alisha. Gadis itu tak jadi menaikkan kembali piyamanya. Ia malah dengan sengaja menjatuhkan piyama tersebut ke lantai.
Pluk.
Giovan berdehem kecil, seraya membuka satu kancing bajunya. "Hah, ada apa dengannya? Kenapa dia buka baju di sana!"
Melihat Giovan yang kelimpungan, Alisha kembali melancarkan aksinya dengan menurunkan celana tidurnya.
Mata Giovan hampir saja keluar. Setelah memberikan pemandangan berupa punggung yang indah, kini istrinya itu juga memberikan pemandangan bokong yang padat dan berisi.
"Arghh, sial, kenapa kau bangun!" batin Giovan.
Giovan juga pria normal, jadi tentu saja dia sangat bergairah saat melihat tubuh polos istrinya meskipun dilihat dari belakang.
Alisha hendak memutarkan tubuhnya dan membuat Giovan ikut membalikkan tubuhnya juga, seolah-olah dia tak melihat apa yang sudah Alisha lakukan.
Alisha tersenyum kecil. Gadis itu segera mengambil handuk untuk membalut tubuhnya dan membenahi rambutnya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Brakk.
Giovan baru akan masuk sebelum istrinya itu memakai baju.
Alisha menggeleng kecil. Gadis itu segera mengganti pakaiannya dengan lingerie berwarna hitam, lalu mematikan lampu kamarnya dan menaiki ranjang.
Giovan yang melihat lampu kamarnya mati tentu saja segera masuk.
"Alisha, kenapa kau matikan lampunya?!" tanya Giovan seraya menyalakan kembali saklar.
Tak.
Terlihat Alisha tengah berbaring dengan memakai lingerie hitamnya dan tersenyum menggoda pada Giovan.
"Kemarilah, Giovan," ucap Alisha sambil menggerakkan jari telunjuknya seolah-olah meminta Giovan untuk mendekat.
Glek.
Jakun Giovan naik turun melihat pemandangan seperti ini.
"Kemarilah, Giovan. Apa kau tidak tertarik dengan tubuhku ini?" tanya Alisha.
Alisha melebarkan kedua kakinya di hadapan suaminya itu dan langsung membuat pipi Giovan memerah.
"Tutup, Alisha!"
"Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?" tanya Alisha.
Dengan jahil, Alisha mengemut jari telunjuknya dan menggunakan jarinya itu untuk membelai bagian bawahnya.
"Ahh..." satu desahan Alisha lolos begitu saja.
Giovan tak kuasa. Pria itu segera beranjak dari hadapan Alisha dan membuat Alisha kecewa.
---
Di dapur, berkali-kali Giovan meneguk air untuk menghilangkan hawa panas di dalam dirinya.
"Kenapa dia jadi pintar menggoda seperti itu?" gumam Giovan. "Bahkan dengan tidak tahu malunya, dia menunjukkan miliknya kepadaku! Astaga!"
"Memangnya kenapa?" tanya Alisha yang tiba-tiba saja datang, sehingga membuat Giovan terkejut dan melompat langsung dari atas kursi tempatnya sendiri.
"A-Alisha, kau..."
"Aku ini istrimu, Gov. Hubungan seperti tadi bukanlah hal yang aneh."
"Memang bukan hal yang aneh, tapi aku tidak mencintaimu, Alisha. Bercinta tanpa rasa suka tidak akan nikmat rasanya!"
Alis Alisha naik satu. "Iya kah? Mau buktikan?"
"Ha?"
Alisha segera mendekatkan wajahnya dengan wajah Giovan, lalu menarik tengkuk Giovan dan melumat bibir suaminya.
Cup.
Mata Giovan terbelalak saat merasakan bibir Alisha yang manis dan hangat. Sedangkan Alisha mencoba memejamkan matanya sambil melumat bibir suaminya.
Setelah sepuluh menit berlalu, Alisha hendak melepaskan dirinya dari Giovan karena suaminya itu tak kunjung membalas ciumannya, tapi...
Grep.
Giovan memeluk tubuh Alisha dan kembali melumat bibir sang istri. Alisha melotot tak percaya saat Giovan benar-benar mengokop bibir mungilnya itu.
"Ugh..."
Keduanya saling melumat satu sama lain, seakan-akan tidak ada yang ingin mengalah.
BRUK.
Ciuman mereka berdua semakin panas sehingga membuat Giovan mengangkat tubuh Alisha dan menaruhnya di atas meja makan, lalu keduanya kembali berciuman.
Giovan ketagihan! Pria yang baru saja merasakan ciuman itu seperti apa benar-benar kecanduan oleh Alisha.
"Ughh, Gov!"
Alisha merasakan bibirnya benar-benar kebas dan perih karena ulah suaminya sendiri.
"Gov, stop!"
Napas keduanya terengah-engah sampai di mana Alisha mengambil tangan Giovan dan menaruhnya di dadanya sendiri.
"Remas..." gumam Alisha.
Giovan menatap wajah Alisha, lalu melakukan apa yang Alisha perintahkan, sampai...
---
"Sedang apa kalian?!!"
Suara Edward membuat Giovan dan Alisha tersentak kaget.
Terlihat di sana bukan hanya ada Edward saja, tapi ada Bramantya, Emeline, Farrel, Fiona, Christian, dan Bram. Ternyata keluarga Giovan baru saja pulang dan tak sengaja justru menyaksikan adegan tak senonoh Giovan dan Alisha.
"Ya Tuhan, kalian kalau mau buat anak di kamar dong! Ngapain di dapur?" tanya Emeline.
Giovan segera menjauhi tubuh Alisha, sedangkan Alisha langsung turun dari atas meja makan.
"Benar-benar memalukan!" seru Christian.
"Sudah, sudah! Giovan, Alisha, Kakek minta kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali."
"Baik, Kakek!"
---
Mereka semua kembali ke kamar masing-masing.
Giovan dan Alisha jadi saling diam-diaman satu sama lain. Alisha diam karena malu, begitu pun dengan Giovan.
Ceklek.
Saat memasuki kamar mereka, Giovan langsung beringsut menaiki ranjangnya dan tertidur. Disusul dengan Alisha yang tertidur di sebelahnya juga.
"Gov..."
"Hm."
"Soal tadi..."
"Diamlah, Lis! Sekarang tidur. Aku lelah."
"Bukan itu!"
"Lalu?"
"Bibirmu sangat manis, Gov. Aku kecanduan!" bisik Alisha tepat di telinga Giovan.
Giovan langsung merinding seluruh tubuhnya saat Alisha berbisik di telinganya.
"Bagaimana denganku?" tanya Alisha.
Alis Giovan bertautan. "Apanya?"
"Ciumanku bagaimana?"
"Mahir! Sepertinya ini bukan ciuman pertamamu!"
"Memang bukan!"
"Apa?!!"
Giovan segera membalikkan tubuhnya untuk menatap Alisha dan membuat Alisha ikut membalikkan tubuhnya juga, hingga keduanya kini saling tatap.
"Jadi, tadi bukan ciuman pertamamu?" tanya Giovan.
Alisha menggelengkan kepalanya. "Bukan!" jawab Alisha.
"Kau pernah berciuman dengan siapa?!"
"Mantan kekasihku, dulu!"
"Apa kau juga sudah tak perawan?"
BUGG!
Alisha memukul lengan Giovan dan membuat pria itu meringis. "Aaaaa!"
"Aku memang pernah berciuman, tapi bukan berarti aku juga pernah HS, ya!" sewot Alisha.
"Aku hanya bertanya," ujar Giovan.
Alisha menghela napasnya dalam-dalam. "Lalu kau sendiri? Apa kau masih perjaka?"
"Ya, tentu saja."
"Hha, masa?"
Sejujurnya Alisha agak terkejut dan tak percaya. Bagaimana bisa Giovan menjaga dirinya sebaik mungkin.
"Aku serius, Alisha. Bahkan ciuman yang tadi adalah ciuman pertamaku."
"Ohh, pantas saja kaku!"
"Ya, dan kau beruntung mendapatkan first kiss-ku!"
---
Bersambung
ini Novel baru aku👈✍️