Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lin Xue Datang Tengah Malam
Di depan kamar Zhang Tian, seorang gadis berdiri sambil menggenggam kedua tangannya erat. Gaun putihnya bergerak pelan tertiup angin malam.
Wajahnya cantik, kulitnya putih bersih, matanya jernih seperti air. Dia adalah Lin Xie wanita yang dulu dijodohkan dengan Zhang Tian.
Wanita inilah yang hari ini menjadi penyebab penghinaan keluarga Zhang, dia yang mengutus Luo Han mengantar surat pembatalan pertunangan.
Di dalam kamar, Zhang Tian sedikit terdiam sebelum akhirnya membuka pintu.
Saat kedua mata mereka bertemu, suasana langsung menjadi canggung. Sudah lama mereka tidak berbicara secara langsung, terakhir Zhang Tian bertemu dengan Lin Xie sekitar tiga tahun lalu sebelum dia menjadi orang cacat.
Tiga tahun lalu, hubungan mereka sebenarnya cukup baik. Lin Xie sering datang mengobrol dengannya, dia seperti wanita kecil yang manja yang mendengarkan apapun kata-kata darinya.
Tapi setelah kabar tentang dia yang tidak bisa merasakan energi spiritual lagi terungkap, sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat cuek dan dingin.
Lin Xie mulai menjaga jarak darinya dan keluarga Lin juga perlahan menarik diri, mereka tidak lagi menjalin hubungan baik dengan keluarga Zhang. Baru hari inilah dia tahu bahwa keluarga Lin menjalin hubungan dengan orang-orang sekte pedang langit.
Melihat tatapan mata Zhang Tian yang tampak acuh, Lin Xie perlahan menundukkan kepala.
“Aku… Aku boleh masuk?” tanya Lin Xie dengan kepala tertunduk.
Zhang Tian menatapnya sekilas lalu menggeser tubuhnya sedikit ke samping, “Masuklah.”
Lin Xie berjalan masuk perlahan sambil tersenyum manis, matanya melihat kamar yang cukup akrab seolah kembali pada kenangan tiga tahun lalu.
Sementara Zhang Tian kembali duduk di kursi kayu sendiri.
Suasana menjadi hening beberapa saat, baik Zhang Tian atau Lin Xie tidak ada yang berbicara lebih dulu. Sampai akhirnya Lin Xie menggigit bibir pelan.
“Aku minta maaf, sebenarnya aku masih mencintaimu. Hanya saja keluargaku memaksa aku untuk menjalin kedekatan dengan Luo Han.” Lin Xie berkata dengan mata yang berkaca-kaca.
“Kakak Zhang, bisakah kita memulai hubungan kita kembali? Aku benar-benar sangat mencintaimu. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal lagi.” Air mata mulai tumpah di pipi
Lin Xie. Saat berbicara dia tampak tersedu-sedu.
Tatapan Zhang Tian tidak menunjukan ekspresi apapun. Jika dia tidak melihat langsung sifat wanita ini selama tiga tahun terakhir, dia mungkin akan percaya kalau wanita ini sangat mencintainya.
Namun alasan sekarang dia berani datang karena dia sudah mendengar bahwa dia lebih kuat dari Luo Han dan juga diterima ke sekte pedang langit, bahkan Tetua Xie yang langsung mengundangnya.
Jadi daripada menjalin hubungan dengan Luo Han yang tampak lebih tua darinya, lebih baik menjalin hubungan dengan Zhang Tian. Inilah yang dipikirkan oleh Lin Xie saat ini.
Hanya saja, Zhang Tian dia tetap diam, bagaimana mungkin dia akan tertipu hanya karena wanita di depannya mengeluarkan air mata? Zhang Tian bukanlah orang bodoh. Jika dia masih belum tahu maksud kedatangannya kesini, maka hidupnya benar-benar tak berguna.
Lin Xie menghampiri Zhang Tian, lalu menempelkan dadanya yang tampak berisi pada lengan Zhang tian. Matanya menunjukan ekspresi nakal, lalu dia berkata, “Kak Zhang, dulu aku tidak pernah mengizinkan mu memegang tanganku, saat itu karena aku masih kecil.
Namun, sekarang kamu boleh menyentuh bagian mana pun di tubuhku.” Lin Xie tampak menunjukan ekspresi malu-malu, dia tertunduk sembari berkata, “Jika kakak Zhang mau, aku bisa memberikan keperawananku pada kakak Zhang.”
Ekspresi Zhang Tian seketika tergugah, terutama saat gumpalan lembut milik Lin Xie terus digesekkan di lengannya, itu membuat salah satu bagian dari tubuhnya bereaksi.
Lin Xie menunjukan wajah merona, dia tentu saja bisa melihat bagian celana Zhang Tian sedikit mengembung, namun dia pura-pura bersikap biasa saja. Bahkan gerak tubuhnya menjadi semakin berani.
“Xie..”
Saat ini Zhang Tian baru akan berbicara ketika dia mendengar suara kaisar naga petir di kepalanya.
“Dasar bodoh.” Roh Kaisar naga petir berkata dengan nada mencela, “Apakah kamu tidak bisa melihat wanita ini sengaja menggodamu? Apakah kamu berfikir dia masih seorang perawan? Jika kamu tidur dengannya, entah mungkin kamu akan jadi pria yang keberapa.
Dan kalau dia melahirkan anak pun, tidak ada yang tahu siapa ayah kandung anaknya itu.”
Zhang Tian seolah di sambar petir. Kepalanya merasa kosong untuk beberapa saat.
Dalam pandangannya, Lin Xie adalah wanita yang sangat elegan dan sangat menjaga dirinya. Bahkan saat dulu mereka bertunangan, mereka tidak pernah berpegangan tangan sama sekali. Tapi roh Kaisar naga petir mengatakan banyak pria yang sudah tidur dengannya?
Jelas hal ini membuat kepalanya terguncang. Karena dia sempat terpikir untuk menjalin hubungan lagi dengannya.
Zhang Tian menarik nafas dalam, lalu menatap Lin Xie dengan tatapan datar. Kali ini ekspresi wajahnya bahkan lebih dingin dari sebelumnya.
Lin Xie tampak terkejut melihat perubahan ekspresi Zhang Tian yang begitu cepat. Tadi dia melihat jantungnya tampak bergetar lebih cepat, tubuhnya juga tampak sedikit kaku. Namun sekarang wajahnya kembali normal.
Merasa trik yang dia lakukan kurang berhasil, Lin Xie membuka sedikit kancing baju bagian atas, lalu dia tampak membungkuk di depan Zhang Tian.
Zhang Tian mengabaikan pemandangan yang ada di depannya, dia akhirnya angkat bicara, Setelah beberapa saat, Zhang Tian akhirnya berbicara, “Kembalilah. Karena aku sudah merobek surat pertunangan itu, maka kita sudah berpisah. Kedepannya lebih baik kamu tidak bertemu lagi denganku.”
Lin Xue sedikit terdiam, namun di matanya ada sedikit emosi. Jika bukan karena Zhang Tian sudah menjadi murid sekte pedang langit, dia tidak akan repot-repot merendahkan diri bertemu Zhang Tian, terlebih lagi dia harus berusaha merayunya agar hubungan mereka kembali baik. Ini juga perintah yang diberikan keluarga Lin padanya.
Lalu perlahan mengangkat kepala, “Apa yang harus aku lakukan agar hubungan kita bisa kembali seperti semula? Apakah aku harus menyerahkan diriku?” Lin Xie tampak sedikit marah, “Jika kamu ingin seperti itu, aku akan memberikan tubuhku yang suci padamu sekarang juga.”
Setelah berkata, dia memasang gestur akan melepaskan baju di depan Zhang Tian. Namun Zhang Tian berkata, “Tidak perlu merendahkan dirimu, lagi pula aku tidak tertarik meniduri wanita murahan.”
“Apa maksudmu?” Lin Xie seperti kucing yang diinjak ekornya, matanya menatap Zhang Tian dengan ekspresi kebencian.
Tangannya menunjuk wajah Zhang Tian lalu berkata, “Zhang Tian, jangan berfikir karena kamu sudah di terima menjadi murid sekte pedang langit lalu kamu seenaknya mengatakan aku wanita murahan.” Tatapannya di penuhi kemarahan.
Meskipun dia memang wanita murahan, namun ketika mendengar hal ini dari mulut Zhang Tian secara langsung, dia merasa sangat terhina. “Zhang Tian, jika keluarga Lin tahu kamu berani mengatakan aku wanita murahan, maka mereka akan merobek-robek mulutmu.”
Zhang Tiangxia tetap acuh tak acuh, dia hanya menjawab datar, “Yang paling tahu tentang dirimu adalah dirimu sendiri. Kamu yang paling tahu bahwa kamu adalah wanita murahan atau bukan.”
Pada saat ini…
Brakkk.
Pintu kamar Zhang Tian langsung hancur berkeping-keping terkena sebuah tendangan.
“Lin Xie…”
“Kau benar-benar datang menemui sampah ini.”
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?