"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi buruk
Adapun makna tersembunyi dari setiap mimpi please jangan buat aku sakit begini, enggak sanggup kalau harus badan ini remuk,ada tanggung jawab yang harus ku lakukan satu hari ini.
Air mendidih berubah hangat dalam satu ember mandian pagi ini, rasanya enggan beranjak namun sayang untuk absen toh nanti bisa izin pulang cepat kan. "Kakak. Berangkat ya." Ku lihat anak laki-laki itu sudah selesai dengan jogging nya. "Kakak sakit? kok tumben udah make-up juga tetap pucat!"
"Hah masa sih? Iya agak pusing."
"Iya kulit kakak itu enggak cerah." Langkah kami berpisah pada tujuan masing-masing. Lanjut mengendarai mobil untuk ambil cuan-cuan dan cuan, tiada lelah dalam mencari nafkah. Kalau di pikir-pikir aku gampang baper banget sama kata-kata yang memperhatikan ku, aku tau segala hal baik akan berbuah baik pula.
Oh iya Tuhan apa yang ku tabrak? Oh enggak ada apa-apa, sakit banget tangan ku.
Manajemen group announcement:
Dear kelas nanti kita masuk ya untuk pertemuan 19 : 30.
Waduh-waduh kuat enggak nih ADRIELLA? Are you sure bisa Adri, kita gas yaa. Dalam nama Tuhan semua baik sampai selesai, Beberapa pekerjaan untungnya bisa di alihkan di hari esok jadi tidak begitu banyak beban pikiran, hanya perlu memikirkan yang namanya dunia manajemen perkantoran.
Rasanya udah mual banget, Ya Tuhan kuat kok. Sayang banget kalau ambil absen, nilai ku sudah bagus sejauh ini. Enggak banget kalau sekarang harus nyerah, Jam menunjukkan 17:10 artinya masih ada waktu untuk istirahat sebelum masuk ke dunia perpusingan selanjutnya.
Untung nya sampai di kampus masih ada waktu sekitar 2 Jam untuk istirahat di mobil, oles minyak angin senderkan badan hingga terlelap dalam keadaan mobil hidup di tengah parkiran. Alaram berbunyi pukul 19:20 rasa pusing nya agak mendingan namun tidak berkurang rasa tidak enak badan di dalam tubuh ku.
Bangga banget bisa sampai di titik ini, supaya tidak menularkan virus masker ADF putih melindungi area wajah. Oh ternyata laki-laki itu masuk juga di mata pelajaran kali ini, dibalik jaket abu dan juga kemeja biru navy serta celana Coksu itu aku tau dia kerja dimana. Sedikit tertarik sampai aku ambil bangku dekat dengan dia kan.
"Mas boleh pinjam pulpen," gadis disebelahnya meminjam pulpen meraih tangannya, lirikan ku menatap datar ekspresi nya. Kala aku lanjut menulis seolah ia mulai menarik perhatianku dengan cara.
"Pinjam pulpen boleh?" Ia memanggil dengan menyentuh bagian siku ku.
"Boleh." Satu pulpen berwarna hitam ku pinjam kan untuk nya ia Sadar kalau aku memperhatikan kah. Lihat lah pulpen hitam tadi hanya berdiam diri di mejanya. "Untuk sampel bahan Minggu besok kita sudah siap? " Tanya ku memastikan apakah dia cuman berdiam atau memang memantau grup.
"Belum, apa aja yang mau dibawa." Aku benci tatapan langsung menyoroti mata seperti itu, wajah nya langsung menghadap wajah ku.
"Coba tanya kak Alda deh," ku arahkan arah penjelasan kepada kak Alda kebetulan di bagian belakang kami.
Namun kala teman satu mata pelajaran lainnya menyapa ku dan menanyakan sesuatu hal pandangan Reno tepat menatap wajah serta mata ku cukup lama, sangking lamanya aku berulang kali menatap ke arahnya memastikan apakah dia sedang melamun. Atau sengaja memperhatikan ku, Sepertinya memang dia sengaja.
Apakah dia penasaran dengan wajah ku? Sepertinya tidak mungkin.Memang... dia penasaran dengan wajah ku, lihat lah senyuman itu ketika masker tidak lagi menutupi sebagian wajah mungil kecil ADRIELLA. Ya Tuhan jadi salah tingkah banget aku, lihat tuhh... Tapi kenapa senyuman dan wajahnya seperti enggak asing ya, apakah kami pernah bertemu?
Coba searching di medsos lah, kenapa makin merasa enggak asing ya terlebih setelah ku tau sebagian keluarga nya. Ya Tuhan sepertinya kami pernah bertemu tapi dimana ya.
Mata memutar bukan sedang berpikir tentang pertemuan kami, karena cukup amat pusing rasanya. Fokus pun sulit di jadikan satu dengan kesadaran, Dia sangat tipikal cuek.
Dengan kesadaran yang ada aku sampai pada titik di mana pelajaran usai.Cukup pusing tapi aku dapat memahaminya dengan pemahamanku,atas ajakan teman-teman Aku menindak ulanganku dan juga Rena mengikuti ku untuk melakukan obrolan kelompok sederhana.sayangnya lift mati dan kami harus jalan menggunakan tangga darurat,dalam keadaan menapaki satu persatuan tetangga kami melakukan obrolan tentang pribadi,langkahku hampir goyah dan untungnya tidak terjatuh namun ketika lirikan melirik ke arah belakang aku menemukan bahwa Reno teman satu kelompok yang menarik perhatianku itu tidak berekspresi ataupun bersikap sesuatu yang kuharapkan,Iya dah tembak-tembok dinding sikatnya yang acuh membuatku dingin Oh ternyata dia laki-laki yang seperti itu dan lain gua pertama melihat sikapnya.
Perjalanan singkat itu membuat penilaianku tentang Reno sangat minus aku tidak menyukainya,bukan benci Tapi lebih tepat laki-laki yang seperti itu bukanlah tipikal ku .Ya candaan hanya sebatas teman, sebelum pulang ke rumah masing-masing aku dan Reno sempat bertemu di parkiran melihatku sempoyongan Ia hanya membantuku untuk sampai ke mobil tidak menanyakan lebih lanjut Bagaimana aku pulang atau segala sesuatu yang berhubungan dengan cara aku bisa pulang.
Lihatlah dia dengan kereta matic keluaran terbaru itu bahkan tidak menyapaku melalui klakson ataupun lirikan dia benar-benar cuek banget ,segera aku lakukan Panggilan telepon kepada temanku Riana Dia membantu aku sama pacarnya .Riana memberikan waktu pacarnya untukku guna menjadi supir pribadi sementara .Bisa pulang dengan selamat berkat Jodi pacar Riana, kayaknya seorang teman tanpa sungkan jadi membantuku masuk sampai rumah dan menghargai batasan pribadiku yaitu kamar. Aku memberikan sebuah tawaran kepada Riana lewat panggilan telepon untuk Bagaimana cara berbalas kasih atau mengucapkan terima kasih kepada Jodi.
Ntar kita six date aja katanya, santai hahaha batinku memang pertemanan ini dibangun dengan dasar kasihan atau kepercayaan namun aku bahagia memiliki mereka.
Terima kasih sudah ada di hidupku Tidak aku ucapkan secara langsung namun mereka merasakan melalui perbuatanku, intinya di dalam hidup ini aku tidak memisahkan pribadi ku dengan mereka.
Jodi pergi menggunakan ojek, ya dia pesan sendiri dan dengan sopan pamit kepada Sepupu atau adik-adik yang di rumah.Malam ini aku bisa istirahat dengan tenang tanpa ada gangguan sama sekali namun hatiku masih terpikir Bagaimana perlakuan Reno kepadaku kenapa bisa ya ada laki-laki se cuek itu.
Untuk keesokan harinya Aku Masih demam. Demam yang amat tinggi bahkan untuk bangun dan makan saja Tidak selera rasanya adik-adikku inisiatif memesankan ojek mobil untuk membawa ku kerumah sakit dekat dengan Tante, sekiranya menjenguk tante batinku .mungkin ini juga efek dari kenapa aku sakit abai dengan kesehatan terus aku melupakan tanggung jawab kepada tante.
Sialnya tipes dan trombosit rendah membuatku tidak bisa keluar dari ruangan bahkan ketika itu merindukan tante Entah kenapa adanya, ini jalan Tuhan aku tahu kondisi tante memburuk sehabis nya 4 hari dioperasi, aku pikir operasinya berhasil taunya dengan datangnya aku ke sini malah menyaksikan Tante dalam kondisi kritis saat ini.Anak-anak tante yang lebih dewasa datang malam ini,melihatku dalam kondisi juga tidak baik mereka menangis "Siapakah diantara mereka nanti yang kalah" kata anaknya Tante aku masih ingat itu.