NovelToon NovelToon
Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Dicari! Staf Admin Untuk Raja Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:287
Nilai: 5
Nama Author: Ichigatsu

Avara hanya staf administrasi biasa di perusahaan finance yang terbiasa bekerja lembur.
Pada satu hari seperti biasa dia lembur seorang diri, lelah dan mengantuk. Saat terbangun, bukannya berada di kantor, dia justru bertransmigrasi ke dunia iblis. Menjadi satu-satunya sosok manusia di sana, Avara harus dicurigai dan hampir mendapat hukuman mati. Namun berkat kemampuannya mengolah data, dia berhasil selamat!
Kini hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan administrasi di istana iblis, dan semata-mata bekerja untuk Raja Iblis Fulqentius yang terkenal keji, dingin, dan misterius.
Bisakah Avara bertahan hidup di dunia yang sama sekali asing baginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichigatsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 - Krisis Logistik Istana

Mereka berempat masih termangu di ruang kerja Avara.

"Kau yakin kristal sihir benar-benar habis?" tanya Gaiyus.

"Aku sudah mencarinya ke manapun, hasilnya tetap sama," seloroh Fulton.

"Apakah mungkin ada yang mengambilnya selain kita?" Oxron berasumsi.

Avara bertopang dagu. "Apakah kita yakin kalau kristal sihir yang tersedia memang sesuai dengan data yang kita tahu?"

"Apa maksudmu?"

"Ada kemungkinan kalau data yang terlapor tidak sama dengan data fisik. Kadang bisa lebih banyak, atau justru lebih kurang dari yang seharusnya."

Sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap data dari berbagai wilayah dan 'kementerian', Oxron memperoleh tatapan bertanya dari Fulton dan Gaiyus. Oxron mengangkat tangan. "Aku hanya melaporkan data sesuai apa yang mereka laporkan padaku."

Avara duduk tegak. "Kalau begitu, besar kemungkinan 'mereka' melaporkan data tidak sesuai kebenarannya." Mendesah, gadis itu melempar punggungnya ke sandaran kursi.

Fulton merasa akan ada gebrakan baru yang akan dibawa Avara, mengingat apa yang sudah dia lakukan dengan sertifikat tanah dan kartu pengenal, jadi dia lebih dulu bertanya, "Apa yang akan kau lakukan?"

Avara melirik mereka bertiga, sedikit merasa bersalah karena menyeret iblis-iblis tanpa dosa ini untuk menuruti keinginannya yang ternyata bagai gunung es; keterlaluan besar di bawah permukaan.

"Stock opname," jawabnya.

"Stock opname?" kompak, tiga iblis itu bertanya.

...****************...

"Stock opname?" tanya Fulqentius, memperjelas.

Avara mengangguk, tidak bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan hasil temuan sementaranya pada sang raja. Dia mengadu bahwa stok bahan yang dilaporkan tidak sesuai dengan stok bahan yang sebenarnya, sehingga terjadi masalah saat bahan terkait diperlukan.

"Kalian yakin tidak mengambil lebih banyak kristal dari yang seharusnya?"

"Your Majesty, seperti yang sudah saya sampaikan, kami selalu mencatat jumlah kristal yang kami ambil, yang kami proses, dan kami hasilkan. Anda sudah melihat sendiri laporannya," tukas Avara. "Jika mungkin Anda pikir salah satu dari kami bisa jadi mencurinya, Anda tidak perlu khawatir karena kami pun sudah curiga satu sama lain."

Fulqentius diam untuk beberapa waktu, sebelum bertanya, "Jadi kau menyarankan untuk melakukan.."

"Ya, My Lord. Stock opname." Avara segera menjelaskan, "Harus ada pihak internal atau eksternal dari masing-masing wilayah maupun kementerian yang mengecek barang setiap periode waktu tertentu. Jumlah barang yang terlaporkan harus sama dengan jumlah barang seharusnya. Tidak mungkin di sini tidak pernah melakukannya, kan?"

Fulqentius bergeming, dan Avara tahu jawabannya.

"Semua barang milik kerajaan, harus dilakukan pengecekan menyeluruh, Your Majesty. Tidak peduli itu berupa pajak, hasil panen, hasil tambang, atau sekedar tinta dan kertas. Semua hal penting dan berharga, dan tentu saja adalah bagian dari kekayaan kerajaan yang patut dijaga penggunaannya."

Raja iblis menatap Avara lama, terkesan pada pemikiran modernnya yang banyak memberikan pengaruh baik pada kepentingan pemerintahan dan kerajaan.

"Baiklah," putus Fulqentius. "Kalau begitu kau harus bekerja sama dengan Bagian Logistik."

Avara sedikit tercengang. "Apakah tidak masalah bagi manusia seperti saya untuk menemui seorang Archdemon?"

Fulqentius memandang Avara aneh, mengernyit. "Bukankah itu terlalu terlambat kau tanyakan setelah kau menemui seorang raja iblis?"

...****************...

Kaelros adalah Archdemon Logistik yang terkenal paling keras kepala di antara kelima Archdemon lain. Tanduknya menyerupai badak, tumbuh di garis dahinya, besar dan kembar. Banyak iblis berpendapat bahwa karena letak tanduknya itulah, sifat keras kepala Kaelros sulit dipatahkan.

Avara seolah mencoba membuktikan rahasia umum itu sekarang. Mereka sedang berada di salah satu ruang pertemuan di istana.

"Itu tidak mungkin. Laporan dariku atau anak buahku tidak mungkin keliru," Kaelros bersikukuh.

"Tapi data sudah membuktikan, Sir," Avara tak mau kalah. Disodorkannya berkas-berkas berisi selisih barang dalam laporan dan barang faktual yang telah dia cek.

Beberapa hari belakangan, Avara telah melakukan pengecekan random pada beberapa barang yang tersedia dalam istana, seperti kertas, tinta, garam, dan gula. Dia membandingkan langsung hasil laporan dari Logistik dengan persediaan asli di lapangan. Hasilnya? Hampir semua barang yang Avara lakukan stock opname, tidak sesuai dengan laporan yang diberikan padanya maupun pada raja.

"Ini menjelaskan kenapa seringkali bahan-bahan tertentu lebih cepat habis dari perkiraan," gumam Fulqentius.

Avara berusaha untuk tutup mulut dari kenyataan bahwa sang raja iblis turut mengikuti proses stock opname yang dikerjakannya, membuat lelaki dengan gelar tertinggi itu masuk ke dalam dapur hanya untuk membantunya mengecek bumbu dan berurusan dengan data-data yang seharusnya tidak perlu dia tahu hingga sedemikian rupa. Oriole sudah berupaya sekuat mungkin untuk menghentikan tindakan Fulqentius, tapi percuma.

"Aku tidak pernah tahu bahwa gudang tidak tercatat sampai seperti ini," keluh Fulqentius saat itu. "Jadi karena ini dapur kacau. Padahal mereka bilang persediaan makanan hilang."

Namun kini, Kaelros tetap enggan percaya. Dia bilang, "Selama ini, sebelum kau datang, keadaan baik-baik saja. Tidak ada kekacauan, tidak ada keributan. Tapi setelah kau datang, malah muncul masalah."

"Itu membuktikan bahwa selama ini, sebelum saya datang, kekacauan itu belum diketahui. Masalahnya hanya samar-samar, tapi sebetulnya ada."

Kaelros berkacak pinggang. "Jangan sombong kau, Manusia."

"Jika Anda masih belum percaya, saya bisa memanggil saksi utama yang tahu benar apa yang sudah saya cek selama beberapa hari ini," ujar Avara. "Silakan."

Maka masuklah Fulqentius dan Oriole.

Kaelros membelalak. "Your Majesty?"

Fulqentius duduk tak jauh dari kursi yang ditempati Kaelros, bersandar dan bersidekap. Wajahnya dingin, dengan mata tajam seperti hari-hari biasa, tapi kali ini ditambah rasa kesal yang kelihatan jelas.

Oriole berdiri di belakangnya, berwajah prihatin.

"Jelaskan dirimu," perintah Fulqentius pada Kaelros.

Kaelros merasakan keringat dingin jatuh melewati tanduknya, menetes di antara dahinya yang berkerut takut.

"Your Majesty, saya sudah memastikan logistik dilaporkan apa adanya."

"Tapi kenyataannya tidak demikian," sahut Fulqentius.

Kaelros kelabakan. "Jika ada barang yang tidak tercatat dengan benar, bisa jadi itu karena kesalahan anak buah saya. Saya tidak pernah keliru mengingat logistik."

"Mengingat?" jelas Avara.

"Ya, aku ingat dengan logistik semua barang, jadi seharusnya tidak perlu dibuatkan rekap. Aku menyimpannya di kepalaku." tukas Kaelros sambil menunjuk kening bertanduknya.

"Tapi Anda bisa mati," cetus Avara, membungkam semua mulut yang ingin bicara di sana, dengan wajah datar dan mata lelah.

...****************...

Azelion sang Archdemon Arsip tertawa keras, suaranya membahana hingga terpantul di langit-langit. Oriole berwajah cemas, takut-takut jika hal ini akan mengundang keingintahuan yang tidak mereka inginkan.

"Manusia itu sungguh bilang begitu ke Kaelros?"

Oriole kembali mengangguk untuk kesekian kalinya.

Dan Azelion kembali tertawa, lebih terbahak-bahak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!