NovelToon NovelToon
Driven By You

Driven By You

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.

Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.

Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.

Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.

Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.

Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?

Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Matahari siang itu terasa lebih menyengat di pelataran Universitas Los Angeles. Audrey berjalan dengan kepala tertunduk, tangannya ditarik paksa oleh Sander yang tampak begitu antusias.

Pemuda itu masih mengenakan seragam SMA-nya—kemeja putih yang disetrika rapi dengan logo sekolah di saku kiri.

Kontras yang terlalu nyata di antara kerumunan mahasiswa yang berpakaian kasual atau bergaya grunge.

"Sander, ayolah... kita bisa makan di luar kampus saja," bisik Audrey penuh permohonan.

"Kenapa? Kamu malu bawa aku ke sini?" tanya Sander, suaranya sedikit meninggi. "Aku cuma mau lihat tempat kamu belajar, Drey. Aku mau tahu siapa saja yang ada di sekeliling kamu setiap hari."

Audrey tidak bisa berbuat apa-apa saat Sander menariknya masuk ke dalam gedung fakultas, mengikuti satu mata kuliah hukum pidana di barisan paling belakang, dan akhirnya menyeretnya ke Kantin Pusat yang sedang berada di puncak keramaian.

Setiap pasang mata yang mereka lewati seolah-olah memberikan tatapan yang sama: bingung, geli, dan meremehkan.

Di meja sudut yang sudah menjadi wilayah kekuasaan lingkaran elit, suasana mendadak pecah. Marco, yang pertama kali menyadari kehadiran mereka, langsung berdiri di atas kursinya. Ia bertepuk tangan dengan gaya teatrikal yang sangat lebay.

"WOOOYY! TAMU KEHORMATAN DATANG! Dek Sander! Sini dek, duduk sama kakak-kakak mahasiswa!" teriak Marco, suaranya menggelegar ke seluruh penjuru kantin.

Sekujur kantin menoleh. Ratusan mata tertuju pada sosok Sander yang tampak asing dengan seragam putihnya. Sander sempat salah tingkah, namun ia mencoba tetap sopan. Ia mengangguk pada Marco meski wajahnya memerah.

"I-iya kak, makasih," jawab Sander lirih, lalu ia berbisik di telinga Audrey, "Rupanya itu lingkaran pertemananmu, Audrey?"

Marco tidak berhenti. Ia tertawa keras sambil menunjuk-nunjuk Sander. "Gila ya, Drey! Lo tega banget bawa anak di bawah umur ke kandang singa. Emang dia sudah cukup umur buat ngerti bahan kuliah lo tadi? Apa dia nggak pusing dengerin pasal-pasal pidana sementara pikirannya masih PR Fisika kelas tiga?"

Tawa meledak di meja itu. Vivian mencoba menampol lengan Marco dengan kasar. "Anjrit lo diem, Marco! Jangan keterlaluan!" Namun, Vivian pun tidak bisa menahan tawa kecilnya yang keluar begitu saja.

Audrey berdiri mematung, dadanya sesak karena malu. Saat ia hendak membuka mulut untuk membalas ucapan Marco, matanya tanpa sengaja menangkap sosok Kensington.

Pria itu duduk di pojok meja, tidak ikut tertawa. Ia hanya duduk diam, mengaduk kopinya dengan gerakan pelan yang menghipnotis. Matanya yang dingin terkunci rapat pada Audrey.

Saat Audrey menatapnya, meminta pembelaan atau setidaknya simpati, Kensington justru mengangkat dagunya sedikit ke arah Marco. Sebuah isyarat perintah yang sangat halus namun jelas: Terus lakukan.

Setelah makan siang yang terasa seperti siksaan, Sander akhirnya berpamitan untuk pulang karena perjalanan ke luar kota cukup memakan waktu. Mereka berjalan menuju area parkir asrama dengan suasana yang sangat canggung.

Tiba-tiba, ponsel Audrey di dalam saku celananya bergetar tanpa henti. Notifikasi grup angkatan hukum meledak. Dengan tangan gemetar, Audrey membukanya.

"ANJIR BENERAN ANAK SMA??"

"Pantes Audrey nggak pernah mau diajak dugem, ternyata sibuk jagain adek."

"Itu pacar atau jemputan adek kelas?"

Dan yang paling menyakitkan adalah saat ia melihat story Instagram Marco yang sudah di-repost ke grup.

Foto candid Sander dari belakang saat sedang memesan kopi. Punggung Sander yang memang belum terlalu kekar karena usia pertumbuhannya terlihat sangat kontras di sana. Marco memberikan caption besar-besar: "Tamu spesial Audrey Hepburn 🍼 #berondong"

Air mata kemarahan mulai menggenang di mata Audrey. Ia merasa sangat bersalah. Ia menatap Sander yang ternyata juga sedang menatap ponselnya sendiri. Pemuda itu diam, rahangnya mengeras.

"Aku tahu mereka ngeledek aku sejak di kantin tadi," ucap Sander, suaranya terdengar sangat dalam dan terluka. "Apa karena aku cuma anak SMA, Drey?"

"Sander, maaf... mereka memang brengsek. Jangan dengarkan mereka. Ayo, sebaiknya kamu pulang sekarang sebelum hari semakin gelap," sahut Audrey panik.

Namun, Sander tidak bergerak. Ia justru menghentikan langkahnya dan menatap Audrey dengan tatapan yang sangat serius—hal yang jarang sekali ia tunjukkan.

"Kenapa kamu selalu nolak tiap aku ajak melakukan itu, Audrey?" tanya Sander tiba-tiba. Pertanyaan itu menghantam Audrey seperti palu godam. "Aku sudah delapan belas tahun. Kamu takut apa? Takut hamil? Kita bisa pakai pengaman, Drey."

Deg.

Audrey terdiam, lidahnya kelu. "Kenapa... kenapa kamu jadi bahas hal itu di sini, San?"

"Biar teman-temanmu itu nggak ngatain aku anak kecil lagi!" seru Sander, suaranya mulai bergetar karena emosi. "Aku bukan adik kamu. Aku pacarmu, aku kekasihmu! Dan katakan pada Marco brengsek itu, jangan besar mulut saja. Yang dibesarkan itu otak, jangan cuma mikirin selangkangan!"

"Sander, dia bukan temanku..." jawab Audrey lirih.

"Tapi dia kekasih Vivian, teman sekamarmu!" balas Sander. Tanpa peringatan, ia menarik tengkuk Audrey dan mencium bibirnya dengan kasar, melumatnya dengan gairah yang bercampur dengan rasa rendah diri yang meledak. Ia ingin membuktikan sesuatu—pada Audrey, pada dirinya sendiri, dan pada dunia yang menertawakannya.

Sander melepaskan ciumannya, memeluk Audrey erat sejenak, lalu masuk ke mobilnya dan melesat pergi tanpa menoleh lagi.

Audrey masih berdiri di tempatnya, menyentuh bibirnya yang terasa sedikit perih. Ia menatap mobil Sander yang menghilang di belokan jalan.

Hatinya hancur. Ia merasa dunianya yang tenang kini telah porak-poranda.

"Hey... pedofil."

Suara bariton yang dingin itu membuat Audrey tersentak. Ia berbalik dan menemukan Kensington Valerio berdiri bersandar di sebuah pilar gedung parkir, sedang menyalakan sebatang rokok. Pria itu tampak sudah berada di sana sejak tadi, menyaksikan seluruh drama perpisahan itu.

"Aku tidak menyangka wanita 'suci' yang mengaku perawan ternyata adalah seorang pedofil yang memelihara berondong," ucap Kensington sinis. Asap rokok keluar dari bibirnya, terbang menuju wajah Audrey.

"Apa maksudmu? Dia pacarku!" bentak Audrey. "Dan dia bukan anak di bawah umur, dia sudah delapan belas tahun!"

Kensington berjalan mendekat, langkahnya pelan dan mengintimidasi. Ia berhenti tepat di depan Audrey, menatap sisa-sisa air mata di pipi gadis itu.

"Delapan belas tahun? Bagiku dia tetap bocah yang masih berbau susu," sahut Ken dingin. Ia menatap bibir Audrey yang sedikit bengkak karena ciuman Sander tadi.

"Kenapa? Apa di novel-novel cintamu tidak ada cerita tentang wanita hebat yang memacari anak SMA? Apa ceritanya selalu berakhir tragis karena sang pria ternyata hanya mencari Sebuah Plot Twist, bukan kekasih? Berhenti menghinaku, Kensington!"

"Aku tidak menghina, aku hanya menyatakan fakta," Kensington membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjaknya. "Dia memaksamu untuk tidur dengannya hanya agar dia merasa 'dewasa' di depan teman-temanku? Itu menyedihkan, Audrey. Sangat menyedihkan."

Kensington mencondongkan tubuhnya, berbisik tepat di telinga Audrey. "Kau tahu apa yang lebih buruk dari seorang pengkhianat? Seorang wanita yang membiarkan dirinya diturunkan derajatnya oleh bocah yang bahkan belum tahu cara memuaskan wanita dengan benar."

Audrey ingin menampar wajah sombong itu, namun tangannya ditangkap oleh Kensington dengan cepat.

"Jangan lakukan itu," bisik Ken, matanya berkilat berbahaya. "Karena setiap kali kau mencoba melawanku, aku semakin ingin membuktikan bahwa bocah SMA-mu itu tidak akan pernah bisa memberimu apa yang aku miliki. Tidurlah, Audrey. Dan pikirkan tawaran 'pengaman' dari pacarmu tadi. Apakah itu benar-benar karena cinta, atau hanya karena dia ingin diakui sebagai 'pria' oleh Marco?"

Kensington melepaskan tangan Audrey dan berjalan pergi menuju mobil sport-nya, meninggalkan Audrey yang kini berdiri lemas di aspal parkiran.

Kata-kata Kensington meracuni pikirannya, membuat keraguan yang ditanamkan Sander tadi tumbuh menjadi ketakutan yang nyata.

1
nayla tsaqif
Haduhhh,, knp tamat semua sihhh,,, jangan lama2 cerita barunya yaaaa!!??
Thee-na Tooth
lagi dong kak
Zahra Alifia Hidayat
Yo bapakmu itu yg jadi nyamuk raksasanya max
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
untung tersesatnya di toilet toko perhiasan coba klo tersesatnya di kedai kopi late alamat GK tau jalan pulang wkwkwk🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahhaa bahaya kalo nyasar kesana ya kak🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astagaaa,, kmna ken yg dingin dan angkuh itu dreyyy,,, knp skrng dia sengklek,,, 🤣
Ros 🍂: mabuk cinta kak🤣🤣🤣🤣😘
total 1 replies
Almeera
tinggalin jejak duluuuuuuuu yaaaa nyicil aku maraton kerja duluuu
Ros 🍂: Hehe siap Kak🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
ingat Ken segera lenyapkan si kopi late lagian jadi cowok tuh harus bisa mengendalikan senjatanya ini malah tercelup ke kopi late🤭
Ros 🍂: Late Vera kak, Bukan Latte Coffee 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ,,,terharu aku thor😍😍😍
Ros 🍂: Huhuhu semoga Suka ya kak🫶🥰
happy reading 😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pantesan Ken gendeng wong bapaknya klo ngasih saran diluar Nurul moga kegendengan mereka menurun ke max kelak🤭🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: hahhaa Daddy Felix asline kalem kak🤭🤣
total 1 replies
Murnia Nia
lagi seru ni ceritanya
Ros 🍂: ma'aciww komentar nya ya kak🫶
total 1 replies
Murnia Nia
lanjut thor
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Thee-na Tooth
puas bacanya kak,,,
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶🫶😘
semoga kakak juga sehat selalu 🥰
total 1 replies
winpar
lgi kk 💪💪💪💪
Ros 🍂: sama-sama kak🫶
total 3 replies
Thee-na Tooth
ayoo up lagi🤭
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
Ros 🍂: Besok ya kak🫶 ditunggu 😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
Alurnya bagus banget,,,
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
Ros 🍂: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
sehat selalu ya kak😘
total 1 replies
Thee-na Tooth
semangat up kakak,,,
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭
Ros 🍂: uuuwwwwwhh 🫶🫶🫶
ma'aciww ya kak, sehat Selalu 🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes tambah gendeng ini Bang Ken,tak tunggu kegendenganmu selanjutnya Bang🤣🤣🤣
Ros 🍂: Nular Ya kak bucinnya 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Gen valerio,, awal2 dingin, angkuh,, begitu bucin setrezzzz,,, bikin esmosi!! Mom kim&dad felix ceritanya judulnya apa thor??
Ros 🍂: hihihi Rekomendasi baca "The End Of Before" kak, Ndak kalah seru🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk knl cinta,, gk percaya cinta sekalinya cinta gueenndennng kowe ken,,, bisa2nya pengen jd simpanan,, emg mau di simpan dimna,, badanmu kn segedhe gaban,,, 😄
Ros 🍂: hahaha Dia senang jadi simpanan kak🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Q suka kalo para wanita2 itu sudah mengumpat,,, seperti briella kalo ngumpat fasih banget,,, "bringsiikkk" 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkw iya kak🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!