Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Tok! Tok! Tok!
“Rayyaaa rayyaa, Buka pintunyaaa.”
Tak ada jawaban, membuat reino kembali menggedor pintu rumahnya. Tapi tetap saja tak ada jawaban dari dalam rumah membuat reino kesal di buatnya “Kemana sih rayyaaa.” Gerutunya
”Pasti istrimu itu keluyuran gak jelas! Emang yaa kalau perempuan miskin hidupnya pasti ga pernah bener.” Timpal raisa
“Atau apa jangan jangan selama ini istri kamu punya simpanan di belakang kamu..” Ucapan raisa mampu menghentikan reino yang masih terus berusaha menggedor pintu rumah nya. Ia menatap raisa dengan alis memicing
“Maksud mbak apa?”
“Iya rei, Kamu pikir pake logika aja, selama kamu tinggal di rumah mbak, istri mu itu bisa beli barang barang mahal. Bisa belikan arra tablet juga, darimana uang nya coba? Mbak yakin kalau gak jual diri, Pasti istri kamu itu punya simpenan laki laki lain di belakang mu.” Raisa mencoba memfitnah rayya, Reino yang selama ini selalu mempercayai ucapan raisa terdiam. Pikiran nya kembali berkecamuk, apa iya rayya wanita seperti itu?
Tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, apalagi jika berhubungan dengan uang.
“Awas aja kalau sampai rayya memang benar benar selingkuh di belakang ku, aku akan memberikan nya pelajaran sampai tak ada ampun baginya.” Ucap reino membuat raisa menyunggingkan senyum sinis karna sudah berhasil mengompori adiknya itu
***
Satu jam berlalu, Reino dan raisa lelah menunggu rayya hingga mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Besok mereka akan kembali kesini, tapi ketika hendak mengendarai motor tiba tiba saja sebuah taxi berhenti di depan rumah nya. Membuat raisa tidak jadi naik ke atas jok.
“Itu pasti rayya.” Ucap nya
Reino maupun raisa menatap taxi itu, tak lama benar saja rayya turun bersama arra sambil menenteng beberapa paper bag besar. Membuat raisa membulatkan matanya begitupun reino yang tampak begitu kaget melihat belanjaan sang istri.
Setelah membayar argo taxi, Rayya pun melangkah menuju rumah nya tanpa memperdulikan tatapan sinis dari kakak iparnya dan sang suami.
”Rayya , darimana kamu jam segini baru pulang.” Tanya reino, Tapi rayya tak menjawab. Ia mengeluarkan kunci rumah lalu masuk begitu saja, Arra lansung masuk ke dalam kamarnya sedangkan rayya sengaja duduk di ruang tamu sambil memainkan gelang emas yang baru saja ia beli tadi bersama sang putri.
Tak lama raisa dan reino masuk ke dalam kamar, Raisa menatap tak suka ketika melihat rayya memakai perhiasan yang sangat lengkap. Ada kalung , cincin, dan gelang. Dadanya bergemuruh panas. Ia menginginkan itu semuaa..
“Ada apalagi kalian kemari? Gak capek capek cari masalah terus sama aku..” ucap rayya
“Kamu belum jawab pertanyaanku rayya, kamu darimana aja. Kenapa baru pulang larut malam begini”
“Untuk apa kamu tau mas?”
“Aku perlu tau rayya, Karna kamu itu masih istriku!!!” Bentak reino yang tak terima dengan jawaban rayya.
“Jika aku masih istrimu, mengapa kamu lebih memilih tinggal bersama kakak mu ketimbang sama istri mu sendiri. Lalu kamu juga tak memberikan ku nafkah, apakah itu masih bisa di bilang jika aku ini istrimu?” Ucapan rayya membuat reino terdiam..
“Wanita miskin dan gak tau diri kayak kamu memang ga pantas di kasih nafkah adikku! Najis!” Sambar raisa, Rayya hanya tersenyum menanggapi ucapan kakak iparnya.
“Walaupun aku miskin , tapi aku tak pernah mengambil apa yang bukan menjadi hakku. Karna aku bukan PENCURI.” Rayya sengaja menekankan kata pencuri untuk menyindir kakak iparnya itu.
Raisa mengepalkan kedua tangan nya, ingin sekali ia menonjok wajah rayya. Tapi ia terlalu takut melakukan nya karna bisa saja rayya kembali mengancam akan melaporkan nya ke polisi, apalagi di sudut rumah ini terpaasang CCTV
“Sudahlah rayya, kedatanganku kemari hanya ingin mengambil sertifikat rumah ini. Karna aku akan menggadaikan nya ke bank..” ucap reino ,
“Boleh mas, aku akan senang hati memberikan nya..” Mendengar jawaban rayya membuat reino tersenyum begitupun raisa
“Tapi , Kamu harus memberikan ku uang 500 juta terlebih dahulu sesuai kesepakatan yang sudah kita buat dulu. Jika kalian ingin mengubah kepemilikan nama sertifikat rumah ini kalian harus membayar uang ganti padaku sebesar 500 juta..” ucap rayya.
Degh!
***
“Gak bisa gtu dong rayya! Selama ini hidupmu dan anak mu yang membiayai reino, jadi anggap saja itu dah jadi uang ganti sertifikat rumah ini..”
“Belajar dari mana kamu mbak ilmu itu? Seharusnya kamu belajar dulu sebelum berkata.. aku ini istri dari mas reino, dan arra adalah anak kandung nya. Jadi dalam hal menafkahi itu sudah menjadi tanggung jawab mas reino.” Ucap rayya dengan santai sambil menatap ke arah kakak ipar nya yang kini terlihat kesal dengan jawaban rayya
“Rayya, aku butuh sertifikat rumah ini. Pinjamankan aku sebentar, Nanti aku akan menebus nya. Aku janji.”
“Menebus ? Dulu aja kamu gabisa nebus sertifikat rumah ini sampai harus aku yang menebusnya, Trus nanti kamu mau nebus pake apa lagi? Sedangkan uang gaji kamu saja sudah habis untuk membiayai hidup kakak mu itu..” jawab rayya
“Gajiku banyak rayya, kamu tenang saja. Aku pasti bisa mencicil angsuran rumah ini.”
”Kalau kamu merasa mampu, kenapa nggak sertifikat rumah mbak raisa aja kamu gadekan mas. Aku yakin nilai nya pasti lebih besar dari rumah ini karna rumah mbak raisa lebih mewah dari rumah ku..”
Raisa membulatkan matanya mendengar usulan rayya “Ehh enak aja, gak gak! Aku gak mau ya sertifikatku masuk bank. Nanti kalau reino gak bisa bayar, rumahku di sita lagi. Gak gak! Aku gak mau..” ucap raisa membuat rayya tersenyum miring
“Lihat mas, mbak mu aja meragukan mu apalagi aku.”
Reino hanya bisa menatap raisa dengan tatapan tak percaya , tapi raisa tak perduli. Karna ia tak ingin mempersulit hidupnya kedepan nya “Giliran kamu susah dan butuh pertolongan, mbak raisa tutup mata. Tapi giliran kamu banyak duit , dia orang pertama yang menjilatimu. Sungguh memalukan keluarga mu mas.”
”Cukup rayya!”
“Berikan sertifikat itu atau..”
“Atau apa mas? Sertifikat itu tak ada di aku, aku sudah mengamankan nya di suatu tempat karna aku tak ingin ada pencuri yang mencuri apa yang aku Miliki. Jadi sekarang percuma kamu mau menggeledah rumahku kamu tak akan menemukan apapun. Mending sekarang kamu pulang, dan merengek lah pada mbak mu supaya ia mau meminjamkan sertifikat rumah nya..” Ucap rayya