NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Kamar itu terasa lebih sempit karena napas seorang gadis sesak, dan hatinya terasa perih.

Kepalanya mengingat bagaimana orangtua biologisnya ingin mengambilnya, lampu redup menjadi saksi bagaimana kegelapan yang melanda hatinya.

Nayla berbaring dengan posisi menyamping di atas ranjang, tubuhnya sedikit meringkuk, atasan lengan panjang berwarna hijau dengan bawahan ungu sampai mata kaki.

Tangan kiri dan betis kanannya masih di perban, wajahnya pucat seperti orang kurang tidur.

Bahunya bergetar seperti isak tangis, tangisnya tercekat di tenggorokan.

Kenangan itu datang kembali ke dalam pikirannya.

Wajah ibunya---Ratna Maharani yang menghubunginya tadi.

Ibunya memintanya kembali dan dirinya berjanji akan bertanggung jawab sebagai seorang ibu.

"Itu sangat terlambat, Khalid dan Ratna...Kalian ingin gua kembali kan?" ucapnya dengan lirih bercampur isak tangis.

"Tidak akan, bagi gua kalian itu sudah mati!" ungkap Nayla.

Nayla menolak orangtua biologisnya, karena Khalid dirinya mendapat sematan 'anak haram'.

Ratna sama sekali tak membelanya saat masa kecilnya penuh hinaan dari anak-anak lain.

Masih teringat jelas, Aditya memberikan Ratna sekoper uang lalu membawanya pergi untuk di latih menjadi Mafia.

Suara bisikan warga kampung masih teringat jelas di telinganya.

"Anak haram."

"Anak tanpa nasab."

"Anak Pel*cur."

Hinaan-hinaan itu sudah di balas setimpal oleh Nayla dengan masuk Mafia, kampung itu sekarang menjadi transaksi produksi film dewasa.

Sekaligus Kasino atau tempat judi, tak peduli haram atau halal yang jelas pendapatan di kampung itu sudah maju.

Nayla memiringkan posisi tidurnya memikirkan masa kecilnya, dengan isak tangis yang pecah.

“Kenapa gua harus jadi yang terakhir? Mereka sudah punya Fayez dan Muhammad, harusnya mereka tak menginginkan gua balik.”

Nayla terisak, dirinya memiliki dua orang adik biologis---Tapi gadis ini, yang sudah masuk ke dalam jalur Mafia, tak mau mengakui kedua orangtuanya sekaligus kedua adiknya.

Aditya hari ini mengatakan pertemuan dengan Ratna dan Khaled di pegunungan tandus wilayah Malang, meminta Nayla di pulangkan.

Seolah ia bukan anak yang diserahkan begitu saja demi keselamatan, demi reputasi, atau demi apa pun alasan yang tak pernah dijelaskan padanya.

Namun isakan itu terhenti saat ketukan di pintu terdengar,

Tok...Tok...Tok.

Suara ketukan terdengar dari pintu, Nayla terdiam sejenak---Tangannya menghapus air matanya.

"Nay? ini gua!" suara perempuan di luat terdengar lembut dan hati-hati.

"Iya Kak, kenapa?" tanya Nayla.

"Gua mau masuk," sahutnya.

Nayla menyetujuinya, "oke gua masuk," ucap Yuka.

Pintu perlahan di buka dan menutup kembali pintu itu.

Yuka melangkah masuk dengan hati-hati, rambutnya di biarkan lurus tergerai, mengenakan atasan biru dan celana pendek warna hitam.

Yuka melihat Nayla yang membelakanginya di atas ranjang.

Yuka duduk di tepi ranjang dengan jarak aman, lalu tangannya menyentuh bahu Nayla.

"Lo nangis?" tanyanya dengan nada pelan.

Nayla cepat mengusap wajahnya, duduk di tepi ranjang berhadapan dengan Yuka.

Yuka langsung memeluk Nayla dan memejamkan matanya.

"Gua paham apa yang lu rasain," ucap Yuka.

Nayla menahan isak tangisnya karena meski di luar sana, Nayla terlibat banyak misi kejahatan---tapi sebagai seorang manusia pasti memiliki sisi rapuhnya.

"Lu tahu kak, soal Khalid dan Ratna. Keduanya mau gua balik," ucapnya.

"Lu keluarin semuanya jangan di pendem," sahut Yuka.

Dan Yuka memeluk Nayla, dirinya bisa mengerti bagaimana perasaan Yuka.

"Nay, lu tahu gua 'kan dulu. Malah Nyokap gua nggak mau nyariin gua, dan Bokap gua entah dimana," kata Yuka juga menahan air mata.

"Kita disini punya masa lalu yang sama dan masalah berbeda," lanjutnya.

Yuka menenangkan Nayla, saat ini pasti Nayla membutuhkan kekuatan---Nayla tak bisa menangis menunjukkan sisi lemahnya di hadapan semua orang.

Yuka jadi mengingat masa lalunya bagaimana dirinya bisa berada di tangan Aditya Suradinata sejak bayi.

Flashback masa lalu Yuka Anandi.

Tahun kerusuhan 1998, sangat mencekam.

Mobil atau angkutan umum di hentikan untuk di cari etnis Cina, jika ketemunya etnis Cina wanita akan di nodai.

Dan jika bertemu pria, maka akan di bunuh.

Yuka Anandi lahir dari tragedi tersebut, ibunya adalah etnis Cina yang di nodai oleh para pria pribumi, dan Yuka lahir dari luka itu.

Sang ibu yang namanya tak sama sekali Yuka ingat, malah berniat menaruhnya di Panti Asuhan Buddha.

Tapi saat itu Pedro mengambilnya dengan menawarkan sejumlah uang pada ibu biologis Yuka, didik selayaknya Mafia.

Diantara Gani, Nayla, Raffi---Yuka adalah anak pertama yang di didik oleh Aditya hanya untuk mengabdi.

Sang Ibu tak mencarinya bahkan ingin bertemu dengannya, masih menyimpan luka yang mendalam.

Berbeda dengan Nayla yang kedua orangtuanya mau menjemput, diantara yang lain justru orangtuanya tak ingat.

Kamar Nayla.

"Lu tahu gua Nay," isak Yuka.

Nayla mempererat pelukan kepada Yuka yang sudah dianggap kakak, Yuka dan Nayla berbeda empat tahun.

Lebih tua Yuka di bandingkan Nayla, Gani, dan Raffi.

Karena Yuka lahir di tahun 1999, dan saat itu Yuka tak bisa menemui sang ibu.

"Nyokap gua udah bahagia dan nggak harusnya gua nganggu," bisik Yuka.

Pantas saja wajah Yuka sedikit oriental, dengan kulit sawo matang. Seperti orang Thailand---tapi ternyata masa lalu Yuka lebih tragis.

"Gua malah hal cacimaki yang gua ingat sama kaya lu, Nay."

Yuka dan Nayla saling berpelukan satu sama lain, seolah keduanya terlahir dari luka yang sama.

Sungguh sangat ironi, para anak muda di rekrut dengan cara di jual oleh orangtua yang tak menginginkannya.

Kecuali Nayla, Justru Khaled akan membayar harga mahal agar Nayla Malika kembali ke dalam pelukannya.

Khaled merasa berdosa pada Nayla, juga Ratna.

Ratna ibu yang gagal bagi Nayla, tapi tidak dengan dua putranya Fayez dan Muhammad.

Nayla sudah memutuskan dirinya akan putus kontak dengan orangtua biologisnya.

Dirinya sudah terlalu jauh masuk ke dalam dunia Mafia, dan jika keluar dari dunia Mafia akan sangat sulit.

Kecuali dirinya bisa keluar dengan---Cinta.

Cinta dari seseorang yang akan membimbingnya keluar dari rantai kehidupan Mafia ini.

*

*

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!