NovelToon NovelToon
Pelaminan Tanpa Persiapan

Pelaminan Tanpa Persiapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

"Siapa laki-laki itu sebenarnya? Kenapa dia punya mobil mewah tapi tidak punya identitas di saku jaketnya?" tanya Ayahnya menyelidik.

Atha tidak tahu, Yah. Atha hanya menolongnya," jawab Athaya pelan.

Ibunya mendongak, matanya merah dan wajahnya tampak jauh lebih tua dari kemarin.

"Kamu sudah menghancurkan harapan Ibu, Atha. Harusnya hari ini kita merayakan lamaran dengan Pak Heru. Tapi sekarang? Kamu malah membawa sampah dari pinggir jalan ke rumah ini!" Maysarah begitu kecewa kepada Athaya.

"Bu, dia manusia, bukan sampah. Dia terluka..." Bela Athaya pada laki - laki yang kini sudah berstatus suaminya itu.

"Hati Ibu yang lebih terluka!" teriak Ibunya tiba-tiba, diikuti batuk yang hebat hingga tubuhnya terguncang.

"Ibu tidak mau melihat wajahmu atau wajah suamimu itu! Kalau sampai besok pagi dia masih ada di sini, Ibu yang akan pergi dari rumah ini!" Sungguh Maysarah tidak tahan dengan ucapan - ucapan para tetangga tadi saat di Balai Desa, hingga dia lebih memilih untuk pulang da

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadiri Acara Perusahaan

*****

Madam Sheila Al-Fahri melangkah maju, sepatunya berbunyi tajam di atas lantai kayu dikamar itu. Ia mengabaikan peringatan Zayn dan menatap Athaya seolah-olah wanita itu adalah noda di atas karpet mahalnya.

"Zayn, kau tahu betul kita sudah mengatur pertemuan dengan putri pemilik bank swasta bulan depan. Dan sekarang kau membawa... ini?" Sheila menunjuk Athaya dengan dagunya.

"Seorang guru TK dari desa terpencil?"

"Namanya Athaya, Ma. Dan dia tidak menjebak ku. Dia menyelamatkan nyawaku saat orang-orang suruhan pesaing kita... atau mungkin orang dalam mencoba membunuhku," balas Zayn dengan nada dingin yang menusuk.

Sheila tertegun sejenak mendengar kata 'orang dalam', namun ia segera menguasai diri.

"Cukup! Mama tidak peduli. Besok malam ada perjamuan makan malam dengan para pemegang saham Al-Fahri Group. Jika kau bersikeras dia adalah istrimu, bawa dia ke sana. Kita lihat, apakah dia bisa memegang sendok dengan benar atau justru mempermalukan kita di depan semua orang."

Setelah melemparkan tatapan mengancam, Sheila berbalik dan pergi, membanting pintu kamar hingga getarannya terasa ke jantung Athaya.

Zayn membawa Athaya duduk di tepi ranjang. Dia tahu pasti saat ini istrinya itu merasa takut dan sakit hati karena mendapat penolakan dari mertuanya sendiri.

"Itu mama Sheila, mertua kamu. Papa ku sudah meninggal dunia," jelas Zayn tanpa Athaya bertanya.

"Maafkan mama ya. Dia memang sedikit keras. Dia selalu memandang kasta jika bertemu seseorang. Tapi selama ada aku, aku tidak akan membiarkan mama menyakitimu,"

"Apa sebelumnya ada perempuan yang akan menjadi istri kamu?" Athaya takut jika kehadirannya akan menyakiti hati yang lainnya.

"Oh, yang dikatakan mama tad?" Zayn tersenyum.

"Itu hanya rencana Perjodohan saja. Tapikan aku sudah menikahi kamu. Berarti tidak kan ada perjodohan lagi," jawab Zayn.

Athaya membuang nafasnya lega mendengar jawaban Zayn.

"Udah lega kan? Jadi bisa aku jelaskan maksud pembicaraan kita yang tadi?" Zayn menarik turunkan alisnya pada Athaya yang terlihat mengernyitkan keningnya pada Zayn.

"Soal apa, Mas?"

"Soal kita tidur sambil kelonan," jawab Zayn, dia tersenyum penuh godaan menatap Athaya.

Wajah Athaya mulai memerah seperti kepiting rebus. Dia sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan ini jika diteruskan. Dan Athaya belum siap untuk itu.

"Udah ah, aku mau tidur, udah ngantuk," Athaya bangkit dengan wajah yang menahan malu.

Zayn hanya bisa tersenyum melihat Athaya yang berlalu dari hadapannya, dia masih bisa melihat sekilas wajah istrinya yang memerah karena malu. Mungkin Athaya belum siap untuk menjadi istri yang sesungguhnya untuk Zayn.

*****

Keesokan harinya adalah neraka bagi Athaya. Sejak subuh, Bi Inah atas perintah Madam Sheila sudah membawanya ke ruang ganti yang luasnya hampir separuh rumah lama Athaya.

Ia dipaksa mencoba belasan gaun, sepatu hak tinggi yang menyiksa, dan riasan wajah yang berat.

"Nyonya muda, Anda harus berdiri tegak. Madam Sheila tidak suka wanita yang membungkuk," tegur Bi Inah dingin saat melihat Athaya kelelahan.

Athaya hanya diam. Ia teringat anak-anak muridnya di TK. Dulu, ia mengajarkan mereka untuk selalu jujur dan baik hati. Namun di sini, kejujuran seolah tak berharga jika tidak dibungkus dengan kain mahal dan etiket yang kaku.

Sore hari, Zayn masuk ke ruang rias. Ia sudah mengenakan tuksedo hitam yang membuatnya tampak sangat gagah namun berbahaya.

Ia terpaku saat melihat Athaya. Gaun emerald green yang melekat di tubuh Athaya membuat kulit putihnya bersinar, namun matanya memancarkan kesedihan yang mendalam.

"Sudah siap?" tanya Zayn.

"Sudah, Mas. Mas..."

"Hhmmm..."

"Tadi mama menyuruhku untuk membuka hijab ku. Mama bilang tidak ada yang memakai hijab di acara itu,"

"Terus kamu bilang apa?" Zayn menatap penuh pada Athaya.

"Aku bilang... Aku nggak akan membuka hijab ini,"

"Good. Jawaban yang cukup singkat untuk membungkam mulut mama," balas Zayn setuju.

" Sebentar, Atha" Zayn mendekat, berdiri di belakang Athaya, lalu memasangkan sebuah kalung zamrud di lehernya.

Sentuhan tangan Zayn yang dingin membuat Athaya sedikit bergidik.

"Aku takut akan membuat kamu dan mama malu, Mas," bisik Athaya ragu.

"Jangan takut," bisik Zayn di telinganya.

"Kau hanya perlu berdiri di sampingku. Biarkan aku yang menghadapi mereka."

"Mas... aku merasa aku tidak pantas di sini," suara Athaya bergetar.

"Kau lebih pantas dari pada mereka semua, Athaya. Mereka hanya punya uang, tapi kau punya hati yang mereka tidak miliki. Tapi kini aku hampir memiliki semua tanya da padamu,"

Athaya tersenyum saat Zayn sudah membalikkan tubuh mungkinnya.

"Berhenti menggodaku, atau kita tidak akan jadi berangkat,"

"Aku bisa memilih dirumah saja denganmu, dari pada hadir di acara itu," Zayn mengedipkan sebelah matanya menggoda sang istri.

*****

Perjamuan makan malam itu diadakan di hotel mewah milik keluarga Al-Fahri. Saat pintu aula terbuka, semua mata tertuju pada pasangan itu.

Bisik-bisik mulai terdengar. Gosip tentang pernikahan mendadak Zayn dengan "gadis desa" sudah menyebar luas.

Madam Sheila berdiri di tengah aula, dikelilingi oleh sosialita ibu kota. Ia tersenyum licik saat melihat Athaya tampak sedikit canggung dengan sepatu hak tingginya.

"Oh, ini dia menantuku yang misterius itu," ucap Sheila cukup keras agar didengar semua tamu.

"Athaya, kemarilah. Kenalkan, ini adalah kolega-kolega kami. Mereka ingin tahu, apa prestasi luar biasamu sampai bisa memikat putraku dalam semalam?"

Seorang wanita muda dengan gaun merah menyala, yang ternyata adalah putri bankir yang dimaksud Sheila kemarin malam. Dia tersenyum merendahkan memperhatikan penampilan Athaya dari atas ke bawah.

"Saya dengar Anda seorang guru, ya? Mengajar anak-anak mengeja? Pasti sangat kontras dengan dunia bisnis internasional yang kami jalani setiap hari," ucap wanita itu sinis.

Athaya merasakan tangannya dingin. Dia melirik Zayn yang sedang dicegat oleh beberapa pemegang saham di sudut lain. Ia sendirian sekarang.

Athaya belum terbiasa berada disituasi seperti ini. Tapi dia akan mulai belajar sejak malam ini. Karena dia bukanlah Athaya yang dulu, Athaya di gadis desa.

Athaya tersenyum pada wanita yang seharusnya di jodohkan dengan Zayn tanpa sepengetahuan Athaya.

"Tentu sangat kontras," jawab Athaya, mencoba mengingat semua latihan yang ia pelajari hari ini.

"Di dunia saya, kami mengajarkan anak-anak untuk tidak mengambil apa yang bukan milik mereka. Sesuatu yang sepertinya mulai dilupakan oleh orang dewasa di dunia ini," jawab Athaya dengan tenang.

Aula itu seketika hening. Wajah Madam Sheila memerah karena marah.

Namun, sebelum ia bisa membalas, lampu aula tiba-tiba padam total. Suara teriakan pecah saat terdengar bunyi kaca pecah yang sangat keras dari arah jendela besar.

"Mas Zayn...!" teriak Athaya di tengah kegelapan.

Sebuah tangan kasar tiba-tiba membekap mulut Athaya dari belakang dan menyeretnya dengan paksa.

1
Bariah Bariah
di ulang ulang lagi ceritanya sama seperti yang diatas dobel
tinie
kenapa Athaya jadi egois
bukanya di awal dia juga melihat
photo dikotak itu
tinie
ini Siska apa shelaa
tinie
kamu juga punya pendidikan , meskipun tidak sama
TPI akan bisa seimbang jika kamu mau belajar
karna kamu gadis yg cerdas
tinie
rumit juga ya
lalu Zayn asli anak mama Shella
dan tuan Fahri
lalu Athaya anak siapa
tinie
jika maysarah ibu kandung Zayn
lalu Athaya anak siapa
kan gak mungkin kakak adik kandung nikah
tinie
hubungan sangat rumit, siapa dia menyebut ibu maysarah anak haram??
tinie
bisa jadi dia hanya pura pura ,,
atau madam sehlla ini ibu tiri🤔🤔
tinie
wong desoo yg sangat egois
sakit sudah dpt pertolongan malah
malah ingin memutuskan kekeluargaan
lelah koe pernah ngaji toh pak pak
masa iya ada darah yg terputus

kan kalo dah nikah juga dia akan ikut suaminya
terus KK terpisah
hadeuuh
tinie
astaghfirullah
seorang ibu mengatakan anak pembawa sial
hal yg paling sakit diantara sayatan 🗡️😭😭
tinie
bener mereka semua egois😭
tinie
bertanya pada takdir, kenapa orang tua selalu bertanya kapan kamu nikah,
TPI mereka lebih menghakimi sekarang kamu harus nikah titik,,
🥺🥺🥺
Bariah Bariah
owala kok cerita nya banyak yg dobel si kk author
di baca dulu coba dari awal ya
semangat semangat aku baca GK taunya dobel LG
Bariah Bariah
coba deh KK baca sendiri dari awal
ini dobel LG kk🤦
nunggu nya lama
begitu ada yg baru
dobel lg bacanya
semangat kk 💪👍
Bariah Bariah
coba baca dengan teliti KK
dobel lg ini🤦
semangat kk💪
Bariah Bariah
dobel lg🤦
Siti Romlah
maaf yh sebelumnya 🙏 menurut aku ceritanya ga nyambung, masa udah segitu jelasnya kalo Zayn itu bukan orang biasa tp ortunya ataya ttp ajha Masi kecewa sama anknya, apalgi k
harusnya mereka tau yg bawa istrinya ke RS kan orang' nya Zayn 💪
Bariah Bariah
lah kok di ulang lagi sih kak
dobel ini
semangat kak author semangat
Indriani Kartini: ini hasil revisi ya Thor, semangat di tunggu
total 2 replies
Bariah Bariah
yah kok dobel LG sih KK author 🤦
semangat kk💪
Bariah Bariah
banyak banget ceritanya yg di ulang ulang
ya kak author
di kira cerita baru
yg di baca kok itu LG ya
semangat kk💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!