Follow IG Author : @_anita.rai
Nayra rela mengorbankan cinta pertamanya dan menikah dengan Rama yang tidak lain adalah suami dari kakak kandungnya sendiri, Aisha.
Aisha meninggal dunia setelah melahirkan putri pertamanya. Dan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Aisha berpesan kepada Nayra untuk menjaga bayinya. Menurut Aisha, hanya Nayra lah orang yang paling tepat menjadi ibu sambung bagi bayinya.
Apakah Rama dan Nayra akan bahagia menjalani pernikahan mereka?
WARNING!!
Banyak mengandung bawang.
Siapkan tisyu dulu yah sebelum membaca... 😂
Budayakan LIKE di tiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Usaha Nayra
Malam itu Nayra kembali ke kamarnya di lantai bawah. Nayra kapok tidur di kamar Rama. Dia takut khilaf lagi.
"Nay kenapa kamu kembali ke sini? Lalu bagaimana dengan suamimu?" tanya Bu Aini dengan heran karena melihat Nayra kembali ke kamarnya sambil menggendong Kyara dan membawa tas perlengkapan bayi.
"Nayra mau tidur di sini saja Bu. Nayra tadi sudah minta izin sama Mas Rama"
Nayra pun meletakkan tas itu dan membaringkan Kyara di atas tempat tidur. Setelah itu Nayra duduk di sebelah ibunya di tepi tempat tidur.
"Tapi kenapa Nay?"
"Nggak pa pa Bu. Nayra cuma belum terbiasa tidur sama Mas Rama"
"Tapi dia kan sekarang suamimu Nay"
"Tapi Nayra belum siap Bu. Sepertinya Mas Rama juga masih sangat mencintai Mbak Aisha"
"Nay apa semalam nggak terjadi apa-apa antara kamu dan Nak Rama?" Bu Aini ingin tau.
"Semalam nggak terjadi apa-apa antara aku dan Mas Rama Bu. Mas Rama sangat mencintai Mbak Aisha. Mana mungkin Mas Rama macam-macam sama Nayra.."
Bu Aini merasa kasihan sama Nayra. Bu Aini pun menggenggam tangan Nayra untuk menguatkannya.
"Kamu yang sabar ya Nay. Ibu tau semua ini nggak mudah buat kamu. Tapi ibu minta, kamu berusahalah semaksimal mungkin untuk memenangkan hati Nak Rama. Buatlah dia mencintaimu!"
"Iya Bu"
Nayra sengaja mengiyakan karena dia tidak ingin mengecewakan ibunya.
"Ibu yakin suatu hari nanti, Nak Rama pasti bisa mencintai kamu seperti dia mencintai Aisha. Ibu akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian"
"Makasih Bu"
Nayra memeluk ibunya. Bu Aini pun membalas pelukan Nayra dan membelai rambut putrinya dengan lembut. Hanya pelukan ibunyalah yang mampu memberi Nayra kekuatan untuk menghadapi segala ujian hidup yang harus ia hadapi.
***
Setelah satu minggu di Jakarta, Bu Aini berpamitan kepada Nayra dan Rama untuk pulang ke kampung.
"Nay, ibu pamit ya. Jaga dirimu baik-baik di sini. Jaga Kyara dan juga suamimu!"
Mata Nayra berkaca-kaca. Nayra merasa berat untuk berpisah dengan ibunya. Selama ini, Nayra tidak pernah jauh dari ibunya. Nayra pun memeluk ibunya dengan erat. Ada kristal bening yang jatuh dari pelupuk matanya.
"Ibu, Nayra pasti akan sangat merindukan ibu. Sebenarnya Nayra nggak tega membiarkan ibu sendirian di rumah. Pasti ibu akan sangat kesepian tanpa Nayra"
"Kamu nggak usah khawatir Nay. Kan ada Wulan, Rina dan Andin yang menemani ibu di rumah. Insya Allah ibu nggak akan kesepian. Kamu tenang saja ya!"
Nayra sedikit lega karena Bu Aini punya tiga orang karyawan yang tinggal satu atap dengannya. Wulan dan Rina adalah juru masak sementara Andin adalah kasir yang bekerja di restoran ibunya. Bu Aini punya bisnis restoran yang terletak tidak jauh dari obyek wisata Candi Prambanan. Setiap hari restorannya ramai dengan wisatawan dari dalam maupun luar negri yang mampir untuk mencicipi kuliner khas Jogja. Restoran Bu Aini menyediakan berbagai macam masakan tradisional seperti gudeg, soto ayam kampung, nasi rames, pecel, gado-gado, ayam goreng kampung, dan lain-lain.
"Nayra titip salam buat Mbak Wulan, Mbak Rina dan Andin ya Bu"
"Iya Nay. Insya Allah nanti ibu sampaikan"
"Nak Rama, ibu titip Nayra ya! Tolong jaga dia baik-baik!"
"Insya Allah Bu"
Sebelum pergi, Bu Aini mencium kedua pipi Kyara yang sedang digendong oleh baby sitternya.
"Kyara.. Oma pasti akan kangen sekali sama kamu sayang.. muah"
"Mbak Santi, tolong jaga Kyara baik-baik ya!"
"Baik Bu"
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Bu Aini pun masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu pun bergerak perlahan. Nayra menatap kepergian ibunya sampai mobil ibunya hilang dari pandangan matanya.
'Ya Allah.. lindungilah ibuku dalam perjalanannya. Semoga dia sampai di rumah dengan selamat. Aamiin' doa Nayra dalam hati.
***
Hari, bulan dan tahun pun silih berganti. Tidak terasa sudah dua tahun Nayra menjalani pernikahannya dengan Rama. Kyara juga sudah semakin besar. Gadis kecil itu tumbuh dengan penuh kasih sayang seorang ibu yang ia dapatkan dari Nayra.
Meskipun disibukkan dengan kuliahnya, tapi setelah pulang kuliah Nayra selalu menghabiskan waktunya bersama dengan Kyara. Nayra banyak belajar dari Mbak Santi bagaimana cara merawat bayi dengan benar.
Selain berusaha menjadi ibu yang baik untuk Kyara, selama ini Nayra juga berusaha menjadi istri yang baik untuk Rama. Setiap hari Nayra selalu menyiapkan sarapan, menyiapkan bekal makan siang dan juga menyiapkan makan malam untuk Rama.
Sementara Rama selama ini sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Dia selalu berangkat pagi dan kadang pulang sampai larut malam. Rama juga sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota bahkan ke luar negri. Jika sedang berada di luar kota atau di luar negri, Rama hanya sesekali menelpon Nayra untuk sekedar menanyakan kabar Kyara.
Nayra merasa kalau selama ini Rama sengaja menghindarinya. Rama seperti menciptakan jarak dengannya. Tapi Nayra tidak bisa berbuat apa-apa. Nayra hanya bisa bersabar menghadapi sikap suaminya itu. Tapi sampai kapan Nayra harus hidup seperti ini? Bagaimana pun juga Nayra adalah perempuan normal yang butuh cinta dan kasih sayang dari seorang laki-laki.
PAGI ITU
Nayra kebetulan tidak ada jadwal kuliah. Dan Rama kebetulan sudah berangkat ke kantor. Nayra pun masuk ke kamar Rama kemudian menutup pintu kamar itu. Nayra menatap foto pernikahan Rama dan Aisha yang tergantung di dinding kamar Rama. Ya, foto pernikahan Rama dan Aisha yang tergantung di sana. Bukan foto pernikahan Rama dan Nayra. Ada butiran air bening yang jatuh dari pelupuk mata Nayra tiap kali Nayra melihat foto itu.
"Mbak Aisha.. sudah dua tahun aku menjalani pernikahanku dengan Mas Rama Mbak. Tapi selama itu juga Mas Rama masih belum bisa melupakanmu. Sampai kapan aku harus menunggu dan terus menunggunya Mbak? Dua tahun bukanlah waktu yang singkat..."
"Selama ini aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi istri yang baik untuknya Mbak. Tapi tidak sedikitpun Mas Rama melihatku. Dia seolah sengaja menjauhiku. Apa yang harus ku lakukan Mbak? Sampai kapan aku harus hidup seperti ini? Aku benar-benar kesepian Mbak... hiks..." Nayra menangis sambil menundukkan wajahnya.
Tiba-tiba Nayra seperti mendengar suara yang berbisik di telinganya.
"Nayra sayang, kamu harus bertahan. Sedikit lagi kamu pasti bisa memenangkan hati Mas Rama. Bersabarlah..."
Nayra terkejut. Dia pun menatap foto Aisha.
"Mbak Aisha... apa itu tadi suaramu Mbak?"
Dalam foto itu, Aisha terlihat sangat cantik memakai hijab. Sejak menikah dengan Rama, Aisha memutuskan untuk berhijab.
'Mungkin Mas Rama menyukai perempuan yang memakai hijab' pikir Nayra.
Nayra seperti mendapatkan semangat baru. Nayra pun memutuskan untuk merubah penampilannya seperti Aisha.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...................
Jangan lupa LIKE dan VOTE nya yaw..!! Makasii... 😊
mau kamu pecat aditya atau alina resign gak akan merubah keadaan..selama tidak dijelaskan baik² cerita yg sebenarnya..
adik kakak sama aja...
alina jg gt gak mau tanya dulu main kabur aja dan bikin kesimpulan sendiri akhirnya jd demam sakit karena pikirannya sendiri...