Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 12
"Ka....Kamu?" Kata Veby berhenti karena pria itu langsung mencengkeram lengan tangan Veby dengan kasar.
"Kenapa kamu mengatakan hal aneh pada apartemen ku?" Pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Veby dengan amarah yang membara.
"Aaahhh, maksud lo apa?" Kata Veby berusaha melepaskan cengkraman pria tersebut.
"Kamu itu menarik, Kalau tidak mana mungkin kamu masih bisa berbicara seperti ini. Jika kamu melakukan hal yang tidak aku sukai seperti tadi, kamu akan berakhir sama dengan orang-orang yang ada di kamar apartemen ku." Kata pria itu lalu melangkah menuju lantai bawah.
"Apa ini? Dia mengancam ku seperti dia adalah penjemput ajal." Batin Veby sambil memegang lengan tangannya yang terasa sangat sakit.
Keesokan Harinya Di Pagi Hari.....
"Ada apa sebenarnya ini?" Tanya Veby pada dirinya saat berdiri di depan cermin dengan menggunakan pakaian seragam sekolah.
"Ini sakit!!!" Katanya lagi dengan menatap lengannya.
Ia kemudian turun ke bawah gedung untuk berangkat sekolah. Sisi terlihat memperhatikan Veby, Veby yang biasanya sangat ceria dan bobrok. Kini terlihat murung dan merunduk saat berjalan.
"Veby?" Panggil Susi.
"Hai Sist." Kata Veby saat di depan meja kerja Sisi dengan lesu.
"Kamu kenapa?"
"Tidak ada, oh ia aku kesekolah dulu ya, taksi aku udah nyampe. Daaa." Lalu pergi ke pintu keluar gedung.
Bahkan saat pelajaran pertama di sekolah juga sama. Jung-dae melihat tingkah aneh dari teman barunya tersebut.
"Kenapa lu?" Tanya Jung-dae saat jam istirahat.
"Gak papa." Jawab Veby.
"Lo belum percaya ma gue ya? Gue bisa kok kadi sahabat lo. Gue juga ada hal yang mau gue omongin." Kata Joung-dae.
Veby menghirup napas dengan panjang, dia kurang yakin akan hal tersebut. Tapi ini di sekolah, pria itu tidak akan tau gerak-geriknya.
"Gue mulai dari awal....." Veby menyertakan semuanya secara detail, dari awal ia pindah dan sampai saat ini.
"Susah lo berurusan sama hantu." Kata jung-dae.
"Ada solusi gak?" Tanya Veby.
"Tentu....Lo liat nih gelang ini." Sambil menunjukkan tangannya yang berisi sebuah gelang.
"Lo bisa ikut ke rumah gue pulang sekolah. Gelang ini pemberian nenek gue, nanti kita minta dari dia lagi. Katanya ini bisa ngelindungin kita dari hal-hal gaib." Jelas jung-dae.
"Lo yakin?"
'' Yakinin aja, ini kan gelang agama kita. Itu juga udah di kasi mantra untuk melindungi kita. Nanti pulang sekolah ikut gue, oh ia cobak gue liat bekas cengkraman tu cowok!" kata jung-dae.
Veby melipat lengan bajunya, terlihat sebuah tapak jari yang membiru karena cengkraman yang keras.
"Ayo, kita kompres dulu." Ajak jung-dae lalu mereka pergi ke ruang UKS.
Jung-dae menekan sebuah plastik dengan berisi es batu di dalamnya ke lengan Veby.
Veby menatap jung-dae dengan teliti "Cakep juga." Batin Veby. "Tapi dinginnya hastogee." Tambahnya.
Jam Pulang......
"Aku pulang..... Ma, Pa, Nenek." Kata Jung-dae di depan pintu rumahnya.
"Ayo masuk! Gak usah malu." Kata Jung-dae sambil menaruh sepatutnya di samping pintu. Veby juga melakukan hal sama karena agak malu.
"Wahh Sahabat kamu nih? Paaa sini Pa." Kata ibunya Jung-dae yang mengira Veby adalah pacar Jung-dae.
"Dia temen aku." Kata Jung-dae karena tidak enak.
Rumah Jung-dae tidak terlalu besar, namun sangat bersih dan rapi. terlihat dari wajah orang-orangnya yang sangat bersih saat berpenampilan.
"Waduh.... Silakan duduk." Kata ayah Jung-dae.
"Ada apa nih? Tumben ngajak sahabatnya kerumah."
"Duhhh Papa, dia cuma teman baru aku. Nenek mana? Aku ada urusan cuma sama Nenek." Kata Jung-dae ngambek.
"Ni anak kok kayak manja ya?" Batin Veby dengan tingkah Jung-dae.
sejauh ini aku masih suka alurnya