dia wanita yang terlahir sebagai wanita baik dan berhati lembut
tetapi karena manusia yang durjana , membuatnya menjadi berhati iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hadir kembali
hujan tak kunjung berhenti lampu masih tampak menyala di rumah pak tole,entah apa yang membuat kedua orang tua itu masih enggan menutup matanya
Marni melangkah kan kaki nya mendekati rumah pak tole
di ketuk nya pintu rumah itu berulang kali, tak lama kemudian terdengar jawaban dari dalam
suara pak tole
lelaki tua itu pun keluar dan tampak muka nya bingung melihat seorang gadis berdiri mematung didepan pintu rumahnya
" siapa kau nak?" pak tole bertanya dengan nada bingung
dari dalam terdengar suara bu tole bertanya
" siapa pak?" suruh masuk lah"! kasihan di luar hujan"!
pak tole menyuruh Marni untuk masuk, gadis itu melangkah masuk dengan wajah yang lesu
Bu tole kaget melihat keadaan Marni yang basah kuyup
" kamu dari mana nak?" dan baju mu basah semua "! sebentar ibu ambilkan baju anak ibu ya"! Bu tole meninggalkan Marni dan pak tole di ruang tamu
pak tole memandang Marni dengan bingung ,siapa anak ini
pak tole mengingat ingat
tak berapa lama Bu tole keluar dan menyerahkan baju yang ada di tangan nya
" pakailah baju ini nak"! ini baju anak ibu Amira"! ibu rasa cukup pas untuk kamu"!
Marni menerima baju itu dan menatap nya dengan sayu
" ayokk ibu antara kan kekamar untuk kau ganti baju"!
Bu tole mengantarkan Marni Menganti bajunya
selesai berganti baju Marni dan pak tole duduk berhadapan , sementara Bu tole membuat kan tea hangat
" kau siapa nak?" maaf bapak sudah tua jadi tak bisa mengingat seseorang dengan baik,"!
Marni menatap kearah pak tole dan pak tole melihat mata Marni seperti mata yang dia kenal
" kau "! kau Amira anak ku"! pak tole berteriak kencang
" ya pak aku Amira"!
pak tole tampak bingung dan ada rasa takut di dalam hati nya
walau bagaimanapun Amira sudah meninggal
' Mira "! tak mungkin kau ini nak?" kau telah meninggal nak"! pak tole menangis pilu
Bu tole yang datang sambil membawa tea hangat pun merasa bingung
kenapa suaminya nangis
" kenapa dengan kamu pak?" kenapa kamu menangis?"
pak tole menatap kearah Marni dan berkata lirih
" kalau kamu benar anak ku "! coba ceritakan kenapa kamu mati sampai seperti itu?"
Marni tersenyum kaku
Bu tole terduduk di samping suaminya ,dia masih bingung dengan kenyataan yang dia hadapi
apa kah ini Amira anaknya, bukan kah Amira sudah mati
Marni tertawa cekikikan, dan tawa itu membuat kedua orang tuanya semakin takut
" bapak dan ibu pasti tau"! aku tak mau membuat ibu dan bapal menderita karena ulah ku"!
Amira terdiam dan menarik nafasnya dalam dalam
" terpaksa aku meminjam tubuh Marni untuk jadi tempat ku pak"!
pak tole memandang kearah Amira dan mulai paham dengan cerita Amira
" tapi nak"! kasihan dengan anak ini"! dia tak tau apa-apa nak"!
pak tole mencoba menasehati Amira, namun perkataan pak tole hanya dia sia
" pak "!Mira punya alasan "!kenapa tubuh Marni yang Mira pakai "!
Amira pun menceritakan kenapa dia memakai tubuh Marni, karena juragan Nisam pun menginginkan anak itu
" haruskah kejadian yang pernah Mira alami terulang lagi pak?"
pak tole memandang penuh haru, ternyata walaupun sudah tiada hati Amira tetap baik dan penuh kasih sayang
" Mira anak ku" Bu tole memeluk tubuh Marni erat, dia merasa Marni itu adalah Amira
" apa yang akan kau lakukan Mira setelah ini?"
pak tole memandang tajam kearah Amira
" aku akan membalaskan semua nya kepada mereka"! yang telah membuat aku seperti ini pak"! Amira menangis
malam itu Amira meninggalkan tubuh Marni di rumahnya pak tole
dari kejauh terdengar suara azan subuh berkumandang
pak tole membiarkan Marni tertidur di kamar nya Amira
sementara itu pagi pagi Nurdin bangun, dan siap siap ingin mengantar kan anak nya kesekolah
dengan langkah yang masih malas Nurdin mengetuk pintu kamar marni, namun tak ada jawaban dari dalam kamarnya
biasanya Marni sudah bangun dan menyiapkan sarapan pagi
dengan berlahan di bukanya pintu kamar Marni
dan Nurdin pun terkejut karena tak ada Marni di tempat tidur nya, pikir Nurdin mungkin Marni sedang di kamar mandi atau di belakang rumah nya
seperti biasa, memetik sayuran untuk sarapan
namun sudah hampir satu jam Marni tak kelihatan juga
" pah kak Marni kemana sii?" kok dari tadi gak ada"! Gilang anak Nurdi yang paling besar pun bingung mencari Marni
" coba kamu cari di belakang rumah"! mungkin lagi mencari sayuran"!
Gilang pun pergi kebelakang rumah, namun tak lama kemudian kembali lagi dengan muka cemberut
" tidak ada kak Marni pah"! Nurdin mulai cemas dan gelisah
dia bingung kemana perginya Marni
" ayoo Gilang papah antar kesekolah dulu ya"! Ani ikut papah nanti mencari kak Marni"!
Ani pun mengangguk
didalam perjalanan mengantarkan Gilang pikiran Nurdin terus bertanya kemana perginya Marni
karena Marni tak mungkin pergi tanpa pamit
entah mengapa pikiran nurdi tertuju ke kampung sebelah
" mungkin Marni ke makam bang Kardi"! ya ..aku akan kesana"!
saat Nurdin akan melintasi pos ronda dia melihat dua orang lelaki yang masih tertidur pulas di sana
Nurdin pun membangun kan kedua orang tersebut
" bang Japar "! maaf bang"! apakah semalam Abang melihat seorang wanita berjalan kearah sini?"
japar mencoba mengingat nya, tiba tiba Aming ingat
" iya bang nur"! semalam saya melihat wanita pergi kearah kampung sebelah"! memang itu siapa bang?"
Aming bertanya sambil menguap
" itu keponakan saya bang Aming"! terimakasih ya bang Aming '!
Nurdin pun menjalankan motor nya kearah kampung A
tujuan nya makam pak Kardi
sementara itu di rumah nya juragan Nisam
juragan Nisam siap siap akan pergi kerumah seorang dukun yang kemaren di kasih tau oleh bonggol
" ayokk cepat "! aku tak mau lama lama dalam urusan ini'! tampak juragan Nisam tak sabaran
tiba tiba dari dalam rumah sari memanggil juragan Nisam
" ada apa lagi mah?" juragan Nisam tampak kesal
sari menghampiri juragan Nisam dengan wajah asem dia menatap bonggol dan anak buah nya
" apakah kalian tidak cape ?" selalu saja membuat rusuh"!
juragan Nisam memandang dari dengan kesal
" apa yang kau bicarakan sari?"
juragan Nisam mulai tak suka dengan nada sinis dari sari
" aku tau mas kamu mau kemana?" dan apa tujuan mu"! kenapa kalian masih saja percaya akan hal yang tak masuk di akal"!
sari menatap tajam kearah juragan Nisam
" kau tau apa sari dengan urusan ku?" sudah lah kau diam saja"!
juragan Nisam pun mengajak bonggol masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan sari yang masih berdiri disitu
dari dalam rumah keluarlah bagus dan mengusap pundak mamah nya dengan lembut
"mah sudah lah"! kan mamah tau sifat bapak seperti apa"!
bagus mencoba membujuk mamah nya agar tak sedih
sari tersenyum memandang kearah bagus
"' bagus"! kamu lah semangat mamah nak"! entah apa jadinya jika tak ada kamu nak"!
sari memeluk bagus dengan kasih
bagus memahami betul keadaan mamah nya dengan sikap bapaknya
bersambung kk
mksutnya apa sihh. koreksi lg ngapa kalimatnya
mngkin maksudnya mandul ya