NovelToon NovelToon
My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:787.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suci Nazhifah

"Gue tegasin sekali lagi sama lo, jangan sampai identitas gue kebongkar! Kalau satu orang saja tau siapa gue sebenarnya, gue nggak akan segan-segan untuk ngebunuh lo Clara! dan mulai hari ini, lo harus jadi pacar gue, gue nggak terima penolakan!!! So, deal or dead?" Ucap Daren sambil menyunggingkan senyum tipisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Nazhifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Bismillahirrahmanirrahim..

•••

"Kamu itu seperti tukang ngutang, sweetnya pas ada maunya aja"

•••

Ting! Bel rumah Daren berbunyi

"Permisi tante, Darennya ada?" tanya Dicky ramah, lebih tepatnya sok ramah.

"Ada, silahkan masuk!" jawab nyokap Daren sedikit ketus.

"Makasih tante" ujar Dicky dan ia langsung bergegas menuju kamar Daren.

"Oi Ren!!!" sapa Dicky saat dirinya sudah masuk kamar Daren.

"Ngapain lu kerumah gue? Bukannya langsung ke sekolah?" ucap Daren yang masih sibuk berada di depan cermin.

"Bussseet, lo ngapain pakai kacamata?" tanya Dicky mendekat.

"Ini supaya anak-anak disekolah nggak kemakan sama gosip-gosip yang tengah beredar saat ini!"

Dicky pun berdecak "Ck! Itu bukan gosip kali, tapi fakta!"

"Haha iya iya gue tau kok itu fakta, tapi kan jangan sampai orang lain tau juga."

"Haha oke oke, ya sudah mending kita langsung berangkat deh, biar nggak telat!" ajak Dicky.

...

Setibanya di Sekolah

"Hai ren, lo yang sabar ya, gue yakin banget kalau bukan lo pelakunya, dan itu nggak mungkin banget." ucap Siska manja.

"Iya ren, lo tenang saja, kita semua pasti bakal belain lo kok, iya nggak teman-teman?" ucap Alfi si ketua kelas.

"Beneerr banget!! Kita semua pasti bakal ngedukung lo renn!! HIDUP DAREEN!!!" Ucap mereka bersamaan.

"Daren doang nih? gue enggak? perasaan gue juga dituduh," ujar Dicky sambil menunjukkan ekspresi sedihnya.

"Oh itu maksudnya sekalian dukung lo juga," tutur Baim menyemangati.

"Iya bener, Hidup Daren dan Dikcy," Alfi menyeringai pelan.

"Duh gue jadi nggak enak, btw makasih ya guys karna sudah percaya sama kita berdua" balas Daren Ramah.

"Dan makasih juga ya sis, lo sudah mau juga percaya sama gue, padahal kan selama ini gue selalu cuek sama lo" ucap Daren kembali sambil mengusap pelan tangan Siska.

Mendapat perlakuan manis, Siska semakin melambung hatinya "Lo nggak perlu bilang makasih kok, gue tulus ngedukungnya" ucap Siska yang kini sudah gelendotan dilengan Daren.

Dari kejauhan Clara melihat dengan jelas bagaimana perubahan Daren dalam menghadapi sikap Siska. Jujur, hati nya kini benar-benar sakit, bagaikan tertusuk beribu ribu pedang yang sangat tajam. Karena tak tahan, Clara memutuskan kembali keparkiran sekolah dan masuk kedalam mobil kesayangannya.

"Ap-pa maksud semua ini ren? kenapa lo ngelakuin ini sama gue? apa karena sekarang lo butuh dukungan dari teman-teman lo, lo harus sedeket itu dengan Siska?" ucap Clara pada diri sendiri sambil menahan tangis.

"Asal lo tau, gue sayang banget sama lo, bahkan gue rela disakiti dengan pisau-pisau kesayangan lo, ttapi kenapa ren?"

Hiks ... Hikss .. "K-kalau lo nggak cinta, kenapa sikap lo selalu manis ke gue?" ucap Clara yang kini sudah tak mampu lagi menahan tangisnya.

...

Jam Istirahat ..

Daren Pov

"Ren! Ada hal penting yang mau gue omongin, mending kita kebelakang sekolah deh" ucap Dicky sambil menarik tanganku kebelakang sekolah.

"Mau ngomong apaansih? gue ada urusan, gue dari tadi nggak nemuin Clara" ucapku sedikit kesal.

"Ini lebih penting dari Clara!" balas Dicky sedikit berteriak.

"Ah elah, ya sudah buruan!" ucapku mengalah.

"Gini, gue ngerasa kalau dalang dibalik semua perkara ini pasti Clara" ujar Dicky percaya diri.

"Eits maksud lo apaan nuduh-nuduh Clara?" emosiku seketika naik mendengar tuduhan Dicky.

"Lo nggak usah pakai emosi juga kampret!" ucap Dicky tak mau kalah.

"Ya gimana gue nggak emosi, lo bawa-bawa Clara lagi!!" ucapku kesal.

"Tapi gue nggak sembarang nuduh, tadi pagi sebelum gue nyusul lo kekelas, gue sempet ngelewatin mobilnya Clara, dan gue nggak sengaja ngeliat bagian depan mobilnya itu rusak men" ucap Dicky antusias.

"Trus hubungannya sama kasus kita?" tanyaku sambil memutar bola mataku malas.

"Yaa jangan-jangan dia diam-diam malam itu dia ngikutin kita, tapi karna nggak fokus, dia malah nabrak tiang listrik yang nggak jauh dari gang itu."

"Nah pas sebelum kita mau ngambil mobil di parkiran toko ayam, lo liatkan ada satu tiang listrik yang sedikit penyok, lo ingatkan?" ucap Dicky berusaha mengingatkanku.

"Ya emang sih, waktu itu ada satu tiang listrik yang sedikit penyok disana, tapi apa mungkin itu Clara?" tanyaku masih tak percaya.

"Gue mah yakin 100% kalau Clara dalangnya!!!" ucap Dicky.

"Sorry dik, gue masih belum bisa percaya, kalau gitu gue permisi, gue mau nyari Clara dulu, soalnya gue belum ketemu dengan dia hari ini" ucapku sambil berlalu meninggalkan Dicky seorang diri yang masih melongo tak percaya.

Kemudian aku segera berlari menyusuri setiap sudut sekolah, sambil terus memanggil nama Clara.

"Raa!! Lo dimana sih? Gue kangen sama lo!" ucapku frustasi sambil terus mengitari sekolahan tanpa henti.

...

Pukul 10.30 Dipersimpangan Jalan.

Setelah mengitari seluruh sudut ruangan di sekolahnya, Daren memutuskan mencari keluar pekarangan.

"Ini Clara kemana sih? dari tadi nggak aktif mulu hpnya, mana rumahnya kosong lagi," ucap Daren kesal.

Kemudian ia keluar dari mobil menuju swalayan yang berada di seberang mobilnya.

Sesampainya di swalayan "Aahh mending gue beli minum dulu kalau gitu," ujar Daren kembali sambil memilih-milih minuman di lemari pendingin. Setelah membayar, Daren tidak langsung kembali ke mobil, ia lebih memilih duduk dibangku yang memang di sediakan pihak swalayan.

Disaat sedang asik meminum minumannya, pandangan Daren terhenti ketika melihat seorang perempuan yang sangat cantik hendak menyebrang jalan.

"Waaahh cantik bener tu cewek, yes dapat mangsa lagi gue," Daren heboh sendiri.

"Nggak papa deh nggak ketemu Clara, yang penting gue seneng-seneng dulu sekarang." ucapnya sambil mendekati perempuan yang dilihatnya tadi.

"Hello, butuh bantuan?" ucap Daren ketika ia sudah berdiri sejajar dengan si cewek.

"Maaf anda siapa ya?" tanya si cewek sedikit ketus.

"Kenalin, nama gue Daren, kalau lo?"

"Nancy"

"Anak sekolahan kok jam segini malah keluyuran?" tanya Nancy heran.

"Hehe biasa kids jaman now," jawab Daren sambil tersenyum manis.

"Haha dasar generasi micin," balas Nancy sambil tertawa mengejek.

"Anjirrr ngeliat senyumnya yang manis begini semakin bikin gue nggak sabar buat ngebunuh ni cewek," ucap Daren tertawa bahagia dalam hati.

Disaat Daren dan Nancy lagi asyik mengobrol dipinggir jalan, tanpa disengaja mobil Clara melintas didepan mereka. Karena keasyikan ngobrol atau entah kenapa Daren sampai tidak menyadarinya.

Berbanding terbalik dengan Daren, Clara bahkan sangat menyadari kalau pria yang sedang bercanda gurau di tepi jalan tersebut adalah Daren 'kekasih hatinya' meskipun sebenarnya Clara juga tidak tahu bagaimanakah sebenarnya status hubungan mereka berdua saat ini.

Karena tidak kuat lagi melihat kelakuan Daren, Clara pun memutuskan untuk kembali kerumahnya, padahal niat awalnya ia ingin kembali kesekolah agar bisa bertemu Daren dan menanyakan apa alasanya bersikap manis lagi kepada Siska.

...

Pukul 16.20

Daren mengantarkan Nancy pulang kerumahnya.

"Thanks ya ren, sudah nganterin gue pulang, ternyata lo asyik juga buat diajak ngobrol, maaf kalau di awal-awal tadi gue ketus sama lo, karna gue cuma takut aja kalau lo orang jahat"

"Ha ha ha lo bisa saja nan, ya kali muka ganteng kayak gini dibilang orang jahat, lagian lo tenang aja, gue ini orang baik-baik kok," jawab Daren tenang.

"Oke gue percaya sama lo, pokoknya sekali lagi makasih ya, gue seneng bisa kenal sama lo ren," ucap Nancy sambil memeluk Daren.

"Hehe gue juga seneng kok bisa kenal sama lo, apalagi bisa dipeluk sama cewek secantik lo, makin seneng gue," ucap Daren tersenyum malu.

"Haha bisa aja lo, ya sudah gue masuk dulu ya, lain kali mampir ya, soalnya dirumah nggak ada siapa-siapa, jadi gue sering kesepian."

"Tenang saja, nanti malam atau pokoknya kalau gue ada waktu luang pasti bakal main kerumah lo kok, Emm kalau gitu gue balik dulu ya, see you!" ucap Daren sambil masuk kedalam mobilnya.

...

Sesampainya dirumah (17.00)

Daren langsung menuju kamar tercintanya lalu berbaring diatas tempat tidur, namun disaat lagi asyik berbaring, "Aihh gue lupa soal Clara," ucapnya sambil menepuk jidatnya.

"Aakkhh kok bisa lupa sih? oia mana hp gue?" tanyanya sendiri sambil celingak celinguk mencari hpnya.

"Nah ini dia, eits kenapa malah nama Dicky yang banyak misscall gue?"

Daren pun menghubungi Dicky, Truuuuutttt "Hall..."

"Woi bangs*at!!! Lo dimana? Ini Clara dari tadi nangis mulu woi!!"

"Anying santai aja dong kalau ngomong! Gue hajar juga lo!!!" balas Daren tak mau kalah.

"Eh tapi kok Clara bisa sama lo?" tanya Daren heran.

"Nggak tau gue, tadi dia nelponin gue nyuruh gue kerumahnya, terus dia bilang dia butuh temen buat dengerin dia nangis, ya sudah mau nggak mau ya gue terpaksa harus nemenin dia!"

"M-maksudnya sekarang jadi lo sama Clara berdua aja gitu disana?!!!" tanya Daren sedikit berteriak.

"I-iya"

"Dikamaarr????"

"IYAAAA, bawel amat sih lo!" balas Dicky mulai kesal.

"Trus sekarang Claranya mana?"

"Lagi tidur" jawab Dicky enteng.

"ANJIRRRR!!! LO TUNGGUIN GUE DISANA! JANGAN COBA-COBA AMBIL KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN YA! KALAU KETAUAN GUE HAJAR LO SAMPAI MAMPUS!!!" teriak Daren sambil mematikan ponselnya dan bergegas kerumah Clara.

"Hemm lagian tumben banget Dicky mau nemenin Clara, tadi aja di sekolah nuduh-nuduh melulu, sekarang malah bareng Clara, dasar emang manusia" rutuk Daren sambil menjalankan mobilnya.

•••

Sekali lagi makasih buat yang udah baca dan coment, so see you next chapt guys, love you so much 😘

•••

salam hangat

suci nazifah

1
Hana Safira
apakah si Clara juga seorang sikopat, karena nggk ada traumanya ketemu Daren karena kalau orang normal pasti ketakutan
ainunlita28122019
cerita nya qo jadi gak jelas gini she ..
Aprilia Amanda
alfi ga sih?
Aprilia Amanda
lah. pantes temenan, sama² psycho😂
Aprilia Amanda
ah ganggu aja sih🤣
Aprilia Amanda
boby kali
Aprilia Amanda
buset setan. bunuh orang kek bunuh semut aja lu ren😂
Aprilia Amanda
pie to kih🤣
Aprilia Amanda
terakhir kali?😳
Nurwana
kok saya ksian ya sama Clara Thor.....
Nurwana
suka Thor... lanjut....
Tri Setia Herlina
ohhh ternyata Alfi itu cowok 😂 aq kira cewek
Salwa Rahmanti
biasa aja
Salwa Rahmanti
biasa aja
_dia_
maaf yaa thror, ini cuma pendapat gw aja...

Menurut gue psikopat itu lebih suka ke wajah&suara kesakitan korbannya, bukan cuma pen bunuh doang. Tapi mereka punya keinginan liat muka orang takut, gituuuu...
lissa
awal mula knp semua juga berawal dari kluarga terdekat.. jd bukan 100% slah darren jadi psyco...
Nana
Nexxtt!!
Elisye
Loh kok udah And thorr😱
sumpah gakk niat buat cerita ini author
padahal ceritanya bagus banget😫😫
Echa zaaaa
lnjutt, sronokkk
Rahayu Pus
hello hello syapa ni yang mau ama cla.....ksian aku klo cla mesti Ama 2D.yang mo daftar dimohon segera kemeja sekertriat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!