NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:894.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: leni septiani

" Meskipun gue sering gonta ganti cewek, tapi lo harus tahu, Cinta dan sayang gue cuma buat lo." Aldo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Alvin adalah sahabat Nana sedari kecil, Ayah dan bunda Nana bercerai saat Nana masih berumur tiga tahun, dan Alvin yang selalu menemani Nana, Alvin yang selalu menghibur Nana disaat Nana menangis merindukan sosok seorang ayah. Diumur tiga tahun Alvin selalu berusaha untuk menjadi sosok seorang kakak dan sahabat bagi Nana kecil.

Bahkan saat keduanya berusia sepuluh tahun dan Nana nyaris tertabrak sebuah mobil Alvin juga lah yang telah menyelamatkannya dari kecelakanan itu. Nana terlalu banyak berhutang budi bahkan berhutang nyawa pada Alvin.

Itulah alasan kenapa Aldo selalu merasa tidak ada apa-apanya dibanding Alvin. Aldo juga tidak pernah berani berurusan dengan Alvin, apa lagi berkaitan dengan Nana.

Rumah Alvin tidak satu komplek dengan Nana, tapi jarak rumah keduanya terbilang dekat. Sekolah pun Nana tak pernah lepas dari Alvin dari TK hingga SMP, namun saat SMA terpaksa harus berpisah sebab Alvin dan keluarganya pindak keluar kota, dan sekarang Alvin kembali lagi, berada di samping Nana. Itu adalah ancam besar bagi Aldo.

“Lo kenapa nangis, hm?” tanya Alvin dengan lembut. Namun Nana masih saja bungkam. Alvin membimbing Nana untuk duduk di bangku yang semula ia duduki, sedangkan Alvin berjongkok di depan Nana. Sahabat-sahabat Nana dan Aldo masih tidak ada yang berani mengeluarkan suara.

“Lo gak mau cerita sama gue?” tanya Alvin lagi.

“Gue gak apa-apa kok, cuma cape aja." Nana tersenyum tipis untuk meyakinkan sahabatnya itu.

Ia bukannya tidak ingin cerita, tapi ia tidak tega pada kekasihnya itu, karena Nana yakin jika sahabat dan sepupunya itu tahu bahwa Nana menangis gara-gara Aldo maka sudah dipastikan Aldo akan babak belur ditangan Dino, karena Alvin tidak suka memakai kekerasan.

“Lo cape abis ngapain? Tadi juga kenapa lo gak masuk kelas? Gue kira lo gak sekolah,” tanya Alvin bertubi-tubi.

“Tadi gue kesiangan dan dapat hukuman dulu dari guru piket.” Jawab Nana jujur.

“Loh kok, lo kesiangan? Tadi perasaan Aldo udah di kelas sebelum gue,” ucap Rizki heran yang diangguki juga oleh Dava. Dino, Sisil, Alvin dan juga Ridho menatap kearah Aldo yang sedari tadi menundukan kepalanya.

“Lo gak berangkat bareng sama Aldo kayak biasanya?” tanya Dino pada sepupunya itu. Nana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Kenapa?” Dino kembali bertanya.

“Gak apa-apa, tadi gue emang bangun kesiangan makanya gue nyuruh Aldo berangkat duluan,” bohongnya. Aldo menatap kekasihnya itu tak percaya, sudah jelas-jelas ia yang lupa menjemputnya, tapi kekasihnya itu malah berbohong untuk melindungi dirinya, itu tentu saja membuat Aldo jadi semakin merasa bersalah.

“Gue tahu lo bohong, Na! Lo telat bukan karena bangun kesiangan kan, tapi karena lo nunggu cowok lo lama, gara-gara dia malah barengin cewek lain. Gue liat kok Na, jadi lo gak perlu beralasan lagi untuk ngelindungin cowok lo ini!" ujar Sisil kesal. Alvin dan Dino kompak menatap Aldo yang kembali menunduk.

Dino menatap kesal kekasih dari sepupunya itu. “Benar, Do yang di bilang Sisil?” Aldo mengangguk meng’iya’kan.

Tanpa aba-aba dino langsung melayangkan satu tinjuan di wajah Aldo, yang tak berniat melawan begitupun juga dengan temannya yang lain tidak ada yang berniat melerai.

Sedangkan Nana kini sudah menangis dalam pelukan Alvin.

“Gue pernah bilangkan, kalau sampai lo nyakitin sepupu gue, maka gue orang pertama yang bakal ngehajar lo?!” Aldo masih diam menerima pukulan yang kembali dilayangkan sepupu dari kekasihnya itu. Karena Aldo tahu, ini pantas ia dapatkan. Ia memang salah.

“Tumben lo barengin cewek lain berangkat sekolah? Setahu gue lo cuma barengin cewek lain pas pulang doang, dan kalau pagi lo selalu bareng sama Nana setiap harinya,” selidik Dino sambil mencengram kereh seragam Aldo.

“Gue lupa, No.” Kata Aldo menyesal.

“What! Lo lupa selalu barangkat sekolah jemput Nana? Gue ingetin bro, rutinitas lo selama dua tahun ini, lo gak pernah namanya lupa buat jemput Nana untuk berangkat sekolah. Dan hari ini untuk pertama kalinya lo ngelupain itu, untuk pertama kalinya lo mengesampingkan cewek lo demi cewek lain? Gue kecewa sama lo, Do!” Dino menggelengkan kepalanya tidak habis pikir.

Alvin tetap memeluk Nana, menahan gadis itu untuk tidak menghampiri Aldo, karena menurut Alvin ini adalah sebuah pelajaran sekaligus peringatan untuk laki-laki itu. Meskipun selama dua tahun ini Alvin berada jauh dari Nana, tapi ia tak pernah melewatkan kabar gadis kesayangannya itu. Alvin tahu semuanya, semua tentang hubungan Nana dan Aldo selama ini.

“Oke, ini memang hal sepele, tapi itu secara gak langsung lo ngelupain Nana dan itu dampaknya besar bro bagi perasaan sepupu gue! Mungkin Nana gak pernah terlihat permasalahin lo jalan dan pulang bareng sama cewek lain, dia gak pernah permasalahin lo mesra-mesraan sama cewek lain karena gue tahu, lo masih mementingkan Nana meski lo lagi sama cewek-cewek lain. Tapi sekarang lo bilang ‘LUPA’ satu kata itu lo udah buat perasaan sepupu gue terluka.” Dino berkata panjang lebar dan kembali melayangkan tinjuan pada wajah Aldo.

Dengan kuat Nana melepas pelukan Alvin dan dengan cepat menghentikan Dino saat sepupunya itu kembali akan melayangkan tinjuan keempatnya dan mengingatkan bahwa ini masih berada di lingkungan sekolah.

“Udah, No gue gak apa-apa kok. Jangan ngehakimin Aldo gitu, namanya juga manusia gak luput dari kesalahan dan lupa,” ucap Nana menenangkan sepupunya itu.

“Maafin gue, Yang, gue janji gak akan ngulanginya lagi. Gue gak akan lupa lagi, lo masih prioritas utama gue.” Sesal Aldo meminta maaf.

“Gak perlu, Al mulai besok biar Nana berangkat bareng sama gue aja." Alvin membuka suara.

“Tapi Vin itu tugas gue dari dulu. Lo gak bisa seenaknya gitu dong!” protes Aldo tak terima.

“Alvin benar Al, gak apa-apa biar gue berangkat bareng Alvin aja, satu arah juga kan? Kalau lo yang jemput harus muter lagi, gue gak mau semakin ngebebanin lo. Gue juga gak mau terlalu mengekang lo, gue ngerti lo pengen menikmati masa remaja lo, dan gue gak akan melarang semua keingin yang pengen lo lakuin." Nana memberi pengertian kepada kekasihnya itu.

“Gak! pokoknya gue gak mau lo berangkat bareng sama yang lain! Mulai besok lo harus berangkat dan pulang bareng sama gue, dan gue gak terima penolakan!” tegas Aldo memberi keputusan yang tidak bisa dibantah.

“Tapi Al, gue..”

“Gue gak nerima bantahan apapun, Nara!” Potong Aldo sebelum Nana menyelesaikan

ucapannya.

Setelah mengucapkan itu Aldo keluar dari kelas Nana, meninggalkan sahabat-sahabatnya. Nana menatap kepergian kekasihnya itu, dan air matanya kembali menetes. Sisil yang melihat itu pun segera memeluk sahabatnya, ia tahu bagaimana perasaan Nana yang serba salah saat ini.

Bell tanda berakhirnya istirahat berbunyi, membuat sahabat-sahabat Nana yang beda kelas segera berlari meninggalkan kelas itu menuju kelasnya masing-masing. Namun Nana masih merasa heran kenapa Alvin berada disini dan juga memakai seragam yang sama dengannya, belum sempat ia menanyakannya langsung guru sudah lebih dulu memasuki kelas membuat Nana mengurungkan niatnya untuk bertanya soal keberadaan Alvin di sekolah bahkan di kelasnya itu.

1
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Lienda nasution
Nana...Nana...sudah tau cowok sering jalan sama cewek berganti ganti cewek kok malah cowok itu yang ditangisi cepat move on cuekin dia kasih pelajaran yang menyakitkan buat Aldo...pinginnya begitu Thor alurnya he....
Lienda nasution
Nana kamu gak takut di masa masa selanjutnya bisa saja Aldo pindah ke lain hati
Tsalis Fuadah
bibit bibit lelaki buaya darat,,,,,g bisa diarepin setia jklo kek gitu
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Lienda nasution
gak seru lah Na kalau balik lagi sama mantan baru hot bulan gak takut penyakit selingkuh bakal muncul lagi
♊4th
Lumayan
Rini Haryati
ceritanya keren
suksses
semangat
mksh
Fitri Yani
apa kha aku bisa mengasih kasempatan kadua
Anna Hasbiah
semangat terus berkarya nya thor 💪 Terima kasih sudah membuat bacaan asyik dan oke
Fa Rel
cwek begoo buang lah cwok g guna lemah
Fa Rel
semua novelmu kayaknya isinya cwek bodoh semua y thor😂🙄 aduh baru kali ne dr sekian ratusan novel q baca cweknya semua bodoh
Noli loliii
laki kayak gitu, suatu saat pasti akan mengulangi kesalahan yg sama. tobatnya tobat sambel
Lely Purwanti
kok pingin nampool kepala aldo yaa..greget aku.
Hello_Clo
lisna widyasmoro
dua2nya ga punya perasaan..robot jangan2
ibu raida
cerita nya bagus...aku suka...bahasanya jga santai khas anak remaja SMA...persahabatannya jga aku suka...saling dukung...saling bela...saling ejek...tpi ttp saling sayang...sehat" yaa, thor...biar bisa menghasilkn karya" bagus lain nya😘
ambu anken
kok sikap nana mirip sama aku dulu wktu gadis.. dan pemikiran nya.. aku ga prnh cemburu sekalipun cwo aku bwa cwe dpn aku. hihi...
Keyvania Eleanor
KIRAIN HAX ADA CEWEK MURAHAN,TRXATA COWOK MURAHAN MCEM BGINI JG ADA
Keyvania Eleanor
UHHH SANGAT SANGAT SUKA CARA NANA,TDK LEBAI,TDK CENGENG,DEWASA,TDK AROGAN & EMOSIAN MNGHADAPI MSALHX....KU SUKA WNITA YG TEGAT KUAT & PUX PRINSIP
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!