leyria yg rela harus menerima sebuah perjodohan yg diatur oleh kedua orang tuanya. leyria selalu sabar menerima perlakuan suaminya yg tak lain Arkan, pria yg tidak pernah mencintainya. pernikahan yg diatur untuk mempererat hubungan persahabatan diantara dua keluarga dan mengabulkan permintaan ibu Arkan yg ingin segera memiliki cucu. Arkan yg dingin sedingin es balok, Akankah mencair oleh kelembutan hati istri cantiknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Leyria bersiap untuk pergi ke kantor suaminya mengantarkan nasi goreng seafood. Ia memesan taxi online melalui aplikasi handphone nya. Ia bergegas pergi setelah taxi itu datang.
Sampai depan kantor Arkan, ia turun dari taxi itu dan membayar dengan uang lembaran
"Sepertinya belum ada kembaliannya mba.. " ucap sopir taxi
"Ambil saja sisanya.. anggap saja tips dari saya pak"
"Terima kasih mba"
Baru pertama kali ini leyria datang ke kekantor arkan sejak menikah 2 Minggu yang lalu. Kantor suaminya itu terbilang lebih besar dari perusahaan ayahnya.
Leyria melangkahkan kakinya berjalan kearah pintu masuk menuju receptionis.
"Permisi saya ingin bertemu pak Arkan.. " ucap leyria kepada seorang wanita
"Baik.. dengan ibu siapa dan untuk keperluan apa? " Tanya wanita itu
"Saya istri pak Arkan , ingin bertemu dan mengantarkan makanan untuknya "
"Oh baik nyonya... anda langsung saja naik ke lantai 18. Nanti disana anda akan bertemu dengan sekertaris susan, dia akan mengantarkan anda ke ruangan pak arkan" ucap wanita itu dengan sopan
"Terima kasih.. "
"Sama-sama nyonya.. "
Leyria menaiki lift dan memencet tombol lantai 18. Setelah sampai ia berjalan ke meja Susan
"Bisa saya bertemu dengan suami saya? " Tanya leyria
Susan seketika merasa sebal akan kedatangan leyria. Berulangkali dia merutuki leyria dalam hati. Meskipun begitu Susan ingin selalu membedakan urusan pekerjaan dengan masalah pribadi. Diapun akhirnya mengantarkan leyria ke ruangan atasannya.
Leyria sempat menatap tajam kearah Susan yang kini mengenakan pakaian ketat memperlihatkan bentuk tubuhnya, rok diatas lutut dengan dada yang terlihat membusung. Dia merasa risih melihat sekertaris Arkan.
Arkan sendiri memang belum ingin sarapan. Dia hanya menyesap teh hangat yang dibuatkan oleh Susan. Dia mungkin akan makan setelah jam istirahat, karena banyak berkas yang harus diperiksa dan di tanda tangani. Banyak pekerjaan yang menumpuk setelah kepergian nya ke Taiwan.
"Tok... tok.. tok "
"Permisi" ucap Susan dan mengetuk pintu ruangan itu.
"Masuk " kata Arkan
Susan membuka pintu ruangan Arkan. Kemudian Arkan yang sedang berkutat dengan dokumennya itu melirik 'mau apa dia kesini?' gumamnya melihat leyria yang datang.
"Pak Arkan, istri anda datang.. " ucap Susan
"Silahkan duduk Bu.. " kata Susan mempersiapkan leyria untuk duduk.
Leyria merasa seperti tamu asing, sedangkan Susan seolah yang menjadi pendamping arkan yang menyiapkan dan menyambut tamu datang. Leyria sebenarnya risih akan sikap Susan yang masih terus berdiri di antara mereka. Sekertaris Arkan terlihat seperti mencari kesempatan untuk memperhatikan arkan. Maksud dia mengantarkan leyria kedalam hanya ingin melihat ketampanan suaminya.
Leyria yang jengah lalu berkata
"Terima kasih telah mengantarkan keruangan suamiku.. silahkan melanjutkan pekerjaanmu"
Maksud perkataannya untuk mengusir halus Susan.
Susan paham betul dengan ucapan leyria
"Tidak apa Bu.. disini saya juga bisa membantu pak Arkan untuk membereskan berkas untuk metting satu jam lagi " ucap Susan yang beralasan agar tetap diruangan itu
Leyria tak habis pikir dengan sekertaris Arkan ini selalu menempel seolah menghalang-halangi privasinya dengan arkan. Apalagi bila mengingat saat mereka di taiwan yang mana Leyria sebagai istri tidak punya kesempatan berdekatan dengan arkan.
"Mas.. aku membawakan bekal sarapan untukmu. Sepertinya tadi kamu buru-buru tidak sempat memakan sarapannya" ucap leyria melirik ke arah secangkir teh dimeja kemudian mendekat kearah Arkan.
"Ayo makan sarapanmu sebelum rapat dimulai.. atau mau aku suapin agar kamu mau makan?"
Arkan melotot melihat tingkah leyria yang berbeda dari biasanya. Dia seperti sedang merayu Arkan. Biasa nya kan dia selalu menuruti ucapan Arkan entah itu kasar ataupun lembut.
"Susan kamu keluar dulu ada yang ingin saya bicarakan dengan istriku " ucap Arkan.
'bicara ya tinggal bicara kenapa aku yang harus keluar!!' batin Susan
"Saya permisi dulu pak, Bu " ucap Susan kepada arkan dan leyria
Susan akhirnya meninggal kan ruangan atasannya dengan perasaan kesal nya.
"Apa maksudmu dengan bersikap seperti ini?" Tanya Arkan
"Aku hanya tidak ingin masalah keluarga kita orang lain tau apalagi sekertaris mu itu.. kita harus tetap bersandiwara bukan hanya kepada orang tuamu atau ayahku. Tapi juga semua orang di kantor ini" jawab leyria.
"Makanlah sarapanmu.. aku sengaja bangun pagi-pagi untuk memasak nasi goreng seafood.. kamu pasti lapar makanlah.. "
"Tidak usah.. bawa saja makanan mu kembali.. !! " Ucap Arkan
"Apa kamu tidak menghargai ku yang sudah memasak nya lalu mengantarkannya kemari.. "
"Aku tidak menyuruh mu untuk membuatnya !!"
Leyria menitihkan air matanya yang tak terlihat oleh Arkan.
Kemudian doni tiba-tiba datang mengetuk pintu
Leyria buru-buru mengusap air matanya ketika Doni datang dan kembali duduk di sofa.
"Permisi pak.. ini berkas yang bapak minta " ucap Doni memberikan beberapa dokumen kepada arkan
"Tunggu.. apa kamu sudah sarapan ? " Tanya Arkan
"Belum pak.. " jawab Doni
"Terimalah ini masakan dari istriku "
"Terima kasih pak.. saya akan memakannya sampai habis " ucapnya
Kemudian Doni pamit keluar. Leyria sendiri merasa sedih dia jauh-jauh mengantarkan makanan untuk suaminya malah dengan sengaja diberikan kepada orang lain didepan matanya sendiri.
Sebenarnya Arkan juga ingin mencicipi nasi goreng buatan istrinya yang menggiurkan saat penutup kotak nasi itu dibuka. Namun dia mempunyai alergi dengan Makanan berbahan seafood jadi dia sengaja memberikan makanan itu kepada Doni. Hanya saja leyria tidak tau bahwa suaminya itu alergi.
"Mas aku pamit pulang.. setelah ini aku akan pergi kerumah papa mama tadi mereka menghubungi ku katanya nanti malam kita disuruh untuk makan malam disana ayah dan mama Wenda juga akan datang. setelah pekerjaan mu beres, nanti malam kamu langsung datang kerumah papa mama yah.. " kata dia menjelaskan panjang lebar
"memang ada hal apa? baru kemarin kita makan malam bersama. " ucap Arkan
"aku juga tidak tau mas.. " jawab leyria
"tapi sebelumnya aku akan ke supermarket
untuk membeli titipan mama.. aku izin pergi dulu ya mas.. " ucap leyria lembut lalu mencium punggung tangan suaminya.
"kenapa kamu izin dariku?
"karena setiap langkah kaki istri harus ada Rido dari suami yaitu kamu mas " ucap leyria
"sopirku dibawah minta antarkan dia saja " ucap Arkan
"tidak usah mas.. aku naik taxi saja " ucap leyria
"ya sudah terserah kamu.. " kata Arkan
Arkan merasa bersalah kepada leyria akan sikap kasar terhadap istrinya itu, namun leyria sendiri selalu tegar dan sabar mengahadapi sikapnya. seandainya dia tidak harus dipaksa untuk menikah dengan leyria mungkin saja Arkan akan bersikap lembut dan mengganggapnya sebagai adik sama seperti lira.
.
.
.
.
Bersambung...
💕💞💕💞💕💞
Ikutin terus ya novel ku. maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana - mana 🙏. maklumin aja ya karena author tergolong anak baru 😆 tapi tenang aja pelan - pelan auhor akan menulis rapi😅 dengan kosa kata yang baik juga. jangan lupa like jempolnya 👍😃
mampir ya author
lahh ini cerita nya nge gantung
gimaana cerita tamat nya