NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: gustinara

Kini aku sudah resmi menjadi istri dari Anggara Putra Gibson. Namun, aku menjadi istri kedua. Aku yang masih duduk di perkuliahan semester delapan, menyusun skripsi sembari menata hidup baru bersama lelaki yang sudah mempunyai istri itu, dan dia adalah suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustinara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12 PINDAH KAMAR

"Luna, gue gak setuju!" Ucap Nadine yang menatap Luna tajam setelah Luna menceritakan segalanya pada teman-temannya.

"Iya lah Lun! Kita bisa kok bantu lo buat pengobatan bokap lo. Bokap lo bisa dirawat di rumah sakit papi gue dan pacar gue kan dokter" ucap Mela sama kekehnya dengan Nadine. Sedangkan Zahwa hanya menatap Luna dengan sedih.

Luna bisa saja meminta bantuan Mela untuk ayahnya pengobatan di rumah sakit milih ayahnya Mela. Tetapi, Luna tak mau terlihat seperti benalu terus menerus. Merepotkan teman-temannya yang kaya, padahal menurut ketiganya hal itu sama sekali tidak benar.

Luna hanya menunduk dan memejamkan matanya. Ia tak sanggup menerima penolakan dari teman-temannya ini.

"Kenapa sih Lun kalo ada masalah ga pernah cerita sama kita? Kita pasti bantu lo!" Ucap Nadine mengelus pundak Luna. Luna menitikan air matanya dan menangis tersedu.

Nadine memeluk Luna dan diikuti pelukan dari Mela dan Zahwa. Lalu mereka mulai meleraikan pelukan.

"Gue gak setuju Lun. " ucap Mela.

"Gue udah dilamar dan nerima dia" ucap Luna sembari memperlihatkan benda yang melingkar di jari manisnya.

"Terus rencana lo selanjutnya apa? Gue takut lo dijadikan budak, disuruh-suruh sama dia atau mungkin lo bisa di teror abis-abisan sama istri yang pertama. " ucap Nadine.

"Gue tau kefatalan perselingkuhan. Tapi bukan gitu caranya menyelesaikan masalah Lun. Harusnya lo bilang sama cowok itu kalau ini cara yang salah" ucap Mela menjadi sedikit emosi.

"Gue cuma pengen ayah gue sembuh. Gak lebih dari itu"

"Terus nanti lo berakhir dengan menjadi janda? Lo mau?" Ucap Mela. Luna hanya diam.

"Guys udah deh jangan terlalu menekan Luna. Kita doain aja kalau dia bakal baik-baik aja ambil jalan ini" ucap Zahwa menengahi. Nadine dan Mela hanya menghela nafas kasar.

"Udah jangan nangis. Maafin gue. Pokoknya kalau ada apa-apa atau dia macem-macem sama lo, lo harus lapor sama kita!" Ucap Nadine. Luna mengangguk.

"Yaudah mending jalan-jalan yuk. Tuh Nadine ada mobil baru, bisa kali di tes tes dikit ke mall" ucap Zahwa mengalihkan topik.

"Boleh yuk. " ucap Nadine sang empunya mobil.

Mereka berempat memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall. Nadine dan Mella berbelanja tas dan Zahwa berbelanja dekorasi dan pakaian. Luna bingung, dirinya hendak berbelanja tetapi ia tak berani menggunakan kartu yang diberikan calon suaminya itu.

"Kenapa Lun? Lo mau sesuatu? Dari tadi ditawarin geleng-geleng mulu sih" ucap Zahwa.

"Gue bingung, gue dikasih kartu atm tapi gue gak berani pake"

"Punya siapa?" Ucap Nadine.

"Calon suami gue"

"Pake aja lah! Itu hak lo" ucap Mella. Luna mengangguk dan melihat ponselnya berniat untuk mencari pin atm yang sudah Anggara kirim lewat pesan.

[Tuan. Saya izin memakai kartunya \~ Luna]

Yang diseberang sana hanya tersenyum melihat pesan itu. Sudah kubilang ia pasti membutuhkan itu. Batinnya.

Luna membeli lensa kotak berwarna abu dan coklat lalu membeli hoody dan sepatu baru.

Setelah selesai berbelanja, keempatnya makan di salah satu restoran steak ternama.

***

Sorenya Luna sudah kembali ke Bandung dan sampai di rumah besar pukul tengah malam. Anehnya saat ia masuk kekamar yang berada di paviliun, kamarnya kosong.

Luna panik dan mencari Dinar dan Lala. Luna menemukan duluan Lala yang hendak tertidur pulas.

"La, kok kamar aku kosong?" Ucap Luna.

"Mbak, kamar mbak sekarang pindah ke dalem. By the way, semoga lancar ya waktu hari H. Aku gak nyangka mbak bakalan memikat hati tuan Anggara" ucap Lala antusias.

"Serius? Kamar yang mana?" Ucap Luna tanpa menghiraukan ucapan doa tersebut.

"Yuk aku anter, lagian mau nikah tiga hari lagi aja pecicilan pake keluar kota segala" ucap Lala yang langsung berlalu ke arah rumah besar, diikuti Luna. Mereka berjalan ke lantai dua. Terlihat sepi dan Luna menebak, sepertinya penghuni rumah sudah terlelap dikamarnya masing-masing.

Begitu sampai, Luna sangat terkejut dengan tampilan kamarnya yang bernuansa putih tulang. Dengan satu ranjang besar dan jendela kamar yang langsung mengarah ke taman belakang.

Luna menganga melihat kamarnya dipindahkan kesini. Bukan ia tak pernah mempunyai kamar mewah, hanya saja ia tidak percaya akan perlakuan nyonya nya yang memperlakukannya layak seperti wanita yang bukan pembantunya.

"Beruntung deh mbak. Jangan lupain aku yah" ucap Lala.

"Enggak lah! La, temenin tidur sini ya. Please" pinta Luna.

"Duh kalau itu gak bisa mbak. Udah mbak mending istirahat. Saya mau lanjut bobo, besok kan udah mulai banyak keluarga nyonya datang. " ucap Lala.

"Keluarga nyonya? " Lala mengangguk. Luna tak percaya dan hanya bengong. Lala menatap aneh dan langsung meninggalkan Luna sendirian.

Luna langsung membuka lemari, ternyata baju-bajunya masih utuh walaupun banyak baju asing terlipat dan tergantung disana. Kamar ini tidak ada walk in closet seperti kamarnya empat tahun lalu, tetapi kamar ini nyaman dan luas.

Ia langsung mandi membersihkan diri. Dan keluar dengan kesegaran seolah rasa lelah ikut mengalir bersama air yang menghujani dirinya dari shower.

Ia langsung memakai piama dan tidur di kasur yang sedari tadi ingin Luna berada dalam pelukannya. Tentunya malam itu Luna tertidur pulas.

***

Luna terbangun karena ketukan pintu.

"Luna, bangun" ucap Lala dari balik pintu. Luna langsung terduduk dan mengucek matanya. Ia langsung menyingkapkan selimut putih yang membalut di kakinya dan langsung membuka pintu.

"Turun. Semuanya udaha berkumpul di bawah. Sarapan bareng" ucap Lala. Luna mengangguk dan langsung berjalan ke arah kamar mandi. Ia mandi tanpa berkeramas dan langsung memakai baju rumahan. Ia turun dengan wajah segar dan rambut yang terikat bergelung juga membiarkan anak rambutnya bebas di ceruk leher dan dahinya.

"Selamat pagi nyonya." Ucap Luna kepada Nida.

"Pagi sayang.. " ucap Nida dengan senyum. "Maaf saya tidak mengabari kamu untuk memindahkan kamar ke atas"

"Gak papa nyonya. Terimakasih banyak untuk itu"

"Duduklah Luna, makan bersama kami" kini Richard yang berbicara. Luna mengangguk dan langsung menduduki kursi.

Tak lama Anggara datang dengan memakai pakaian kerja lengkap dan bergabung di meja makan. Lala langsung menyajikan semua makanan. Dengan sadar diri, Luna menyiapkan piring per piring untuk anggota keluarga disana.

Nida tersenyum bangga, Richard juga. Mereka puas dengan sikap Luna yang sopan.

"Makasih" ucap Anggara dengan wajah datar. Luna hanya mengangguk dan duduk kembali.

Luna banyak mengobrol bersama Nida dan Richard. Baru kali ini dirinya melihat tuan Richard banyak bicara padanya. Berbeda dengan Anggara, dirinya hanya membisu seolah ingin cepat-cepat menghabiskan makanannya dan pergi.

***

Anggara pov

Aku terduduk di kursi tahta ku. Seharusnya aku berangkat ke Palembang sekarang untuk mengecek kebun karetku disana. Tiga hari lagi aku akan menikah, maka dari itu Bunda dan Papa tidak mengizinkanku keluar Bandung walaupun hanya sehari.

Komunikasiku dengan Silvi menjadi jarang sekali terjadi. Sesekali aku menelfon dan responnya sangat datar, ia seperti ingin cepat-cepat menutupnya. Ditanyai kapan pulang, ia hanya mengelak karena masih betah. Padahal dirinya dosen dan mahasiswa yang mengikuti kompetisi sudah duluan pulang karena gugur.

Aku semakin mantap saja untuk menikah lagi. Aku bukan lelaki yang bisa diabaikam begitu saja. Aku ingin dihargai, aku ingin hanya menjadi satu-satunya. Dan miliku, aku tak sudi berbagi kepada orang lain. Bukankah begitu para lelaki? Mempunyai keegoisan murni pada istri sendiri.

Apa yang kurang dari diriku sebenarnya? Tampan, ku akui. Aku memang tampan. Kaya? Terkadang mobilku saja aku lupa meninggalkannya di mall.

Bunda menyuruhku untuk fiting jas untuk akad nanti. Aku juga sengaja mengundang beberapa teman bisnis dan teman komunitas harleyku. Aku akan dapat Lamborgini, walaupun aku sanggup membelinya seratus buah. Tapi ntah mengapa, aku sangat ingin mendapatkan itu dari pencapaianku.

Keluarga juga aku undang untuk mengikuti pernikahanku nanti. Ntahlah apa yang sedang ku lakukan. Semua berjalan dengan lancar, semua orang mendukungku untuk aksi jahatku.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu diikuti dengan suara pintu berdecit menandakan ada yang membukanya. Siapa lagi kalau bukan Zidan temanku yang bekerja sebagai Manager disini. Aku sudah terbiasa dengan sikap ketidak sopanannya.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Eh kirain lo ke Palembang"

"Gak jadi. "

"Kenapa?" Ucap Zidan sembari duduk di sofa. Aku berpindah duduk mengikutinya di sofa.

"Gue bakal nikah lusa. Datang ya"

"What?!" Ucapnya terkejut. Aku hanya memasang wajah datar. "Nikah? Maksud lo?"

"Ya nikah! Lo gak ngerti?" Ucapku

"Lo mau nikah lagi?" Aku mengangguk.

"Sama siapa?"

"Ada lah. Lo udah makan siang?"

"Belum." Ucap Zidan yang masih memasang muka tak percaya.

"Gue mau makan diluar, kalo lo mau tau ceritanya lo ikut gue" ucapku yang langsung beranjak pergi meninggalkannya. Namun akhirnya Zidan mengekoriku dan mengikutiku pergi ke salah satu restoran Jepang didekat kantorku.

Perihal Silvi, dia memang sudah tau kebenarannya. Bahkan dirinya juga pernah melihat Silvi bersama seorang pria sedang duduk di loby hotel saat Zidan ingin mereservasi restoran untuk keluarganya.

Ia tidak berani memberitahiku perihal itu, tetapi setelah aku beritahu kebenarannya ia langsung membenarkan segalanya.

"Aku dukung lo. Gue bantu, tapi.. jangan terlalu sakitin istri lo yang baru. Dan jangan terlalu dekat, nanti dia jatuh cinta sama lo" itu ucapan final Zidan. Aku senang, setidaknya bertambah orang yang mendukungku.

***

Tbc-

1
Amilawati
cerita versi pelakor ini,,,pelakor ttp pelakor yg menjijikan TDK ad pelakor baik, cerita ini hanya hayalan seorang pelakor
Siska Siswanto
kapan ni up-nya?
🐧 Pororo 🐧
please, jangan stop lagi yah kak 🙏
Zenecka
ah happy bgt novelnya lanjut lg... sehat selalu kaaaa /Kiss/
Yovita Sintadewi
ya selalu aku lihatin, tidak ada kelanjutannya, dah hampir 1 thn thor
Tiwik Firdaus
emang udah diurus surst cerai terus udah diserahkan kembali kepada kefua orang tuanya dan menjelaskan semuanya bahwa anak yang dikandung silvi bukan anaknya
Tiwik Firdaus
ceraikan saja silvi udah selingkuhan kamu aja katanya diselidiki kok ngak ketauan2 sekingkuh to silvi kapan terbongkarnya masak nunggu sampai lahir baru ketsuan
Tiwik Firdaus
kebanyakan mikur anggara jadi bodoh sekarang
Tiwik Firdaus
makanya jadi laki jangan diam saja seperti kambing congek selidiki yang serius mana ada wanita hamil diantar kedokteran suaminya ngak mau masuk akal ngak hadi oria bodoh banget kamu katanya pinter jadi ceo kok bodoh jadi suami
Tiwik Firdaus
jangan percaya anggara kalau kamu udah lama ngak berhubungan badan sama dia kan twrus katanya kamu mengawasi silvi tau dong kalau silvi sering ketemuan sama mantan pacarnya
Tiwik Firdaus
biasa ngak ada tampan2nya sama sekali
Qorie Izraini
karena terlalu cinta kang Angga jd begi dan labil

kasihan mbak luna yg jd korban.
tapi y sdh lah, takdir kehidupan terus berlanjut, dengan jln ny masing2
Qorie Izraini
si jalang kena karma 😀😀😀
Mugi yg bosan dengan usaha ny tuk tanggung jawab pergi.
raasain lo dilvi nikmati hasil yg kau tanam
Qorie Izraini
lah udah taumlm pertama ny sama silvi jln tol, msh saja cinta setengah mati, gsk bisa mov on lg.
pantes aja si silvi ngelunjak.
Anggara ny yg bego
Qorie Izraini
dasar jd suami kok bego amat
udah di selinguhi, masih ja mau baikan.
stukurin ..bakalan ngebesarin anak orang yg nitip benih ny ke rahim silvi
Qorie Izraini
dasar istri jalang...
tapi takut di cerai kan 😀😀😀
takit gsk dapatateri dari kamg Anggara 😁😁😁
Qorie Izraini
sombong banget kang anggara, bikang gak tertarik.ntar bucin baru tau rasa.atau....
gak bisa mov on dari istri tercinta ny yg terang2 an selingkuh di belakang ny.
nino
thor ini upnya 2 tahun lagi ya
amalia
keren bgtt cerita nyaaa👏👏👏👏👏
amalia
apa suami nya nadine.selingkuh sm silvi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!