NovelToon NovelToon
Divine Citadel

Divine Citadel

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Reinkarnasi / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah sejarah / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: { RUDi }

Cerita Reinkarnasi Fiksi Fantasi: MAMPIR

Divine Citadel! Adalah tempat bersejarah, dan seseorang yang menginjakkan kakinya terakhir di atas gunung menjulang yang kini di sebut Divine Citadel. Dan tak ada satupun yang mampu mengalahkannya, kecuali hanya dengan tipu muslihat seorang wanita penghianat.
"Aku akan membalaskan dendam ku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon { RUDi }, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12: Reruntuhan Divine Citadel

Bab 12: Misteri di Puncak Divine Citadel

"Hahaha Roland, kamu terlalu lamban" Ucap Gabriel sambil berlari dan diiringi tawa yang egois.

"Aku tidak masalah, kamu harus ingat dengan orang yang di bawah, Hahaahaa"

Ujar Roland sambil berlari di belakang Gabriel.

"hmm biarkan saja. Apa urusannya hahaha" ucap Gabriel.

"Whusss..... Akhirnya kita sampai, sepertinya ini terlalu mudah" ucap Roland dengan senyum yang gembira.

"Apakah kau tidak merasakan beban Roland?" Ucap Gabriel yang sedikit bingung. Di dalam hati Gabriel berkata {"hmm.. Kenapa Roland begitu mudah!. Perasaan.. aku belum pernah melihatnya di kekaisaran Harmonia}

"hah apa yang kau pikirkan Gabriel?" Tanya Roland kepada Gabriel.

"hah tidak, aku hanya heran.. kenapa kau tidak merasakan beban gravitasinya" Ucap Gabriel.

"hah benar juga. Haha apa aku termasuk orang berbakat hahaha" Ujar Roland dengan pose membualnya.

"Hah.. tidak juga, banyak orang berbakat, Tetapi semakin tinggi Kultivasinya, semakin berat juga bobot yang dia dapat" Jawaban Gabriel dengan serius.

Roland pun memotong omongan itu dan "hahaha Semua sudah lewat, sekarang kita harus masuk ke dalam! coba kita tanya-tanya orang sekitar!"

"Benar.. Ayo" Jawab Gabriel

Setelah sampai di reruntuhan Divine Citadel, mereka dihadapkan pada sebuah gerbang megah yang sangat mengesankan. Gerbang ini, yang didirikan oleh Kaisar Dewa pada zaman kuno, mencerminkan kejayaan masa lalu yang tiada banding.

Dan setelah mereka memasuki gerbang, mereka disambut dengan pemandangan patung besar yang berlapis emas. Roland & Gabriel "Wow!"

"Ini begitu megah. Apakah emas ini boleh di ambil ya" Pandangan Roland dengan mata ($‿$)

"Jika ingin mati di tempat" Ucap Gabriel mengangkat bahu dengan senyum manisnya ¯ʘ‿ʘ/¯.

"hah daripada aku mati! bagaimana kalau kau saja Gabriel" Ucap Roland, dengan wajah serius.

"Hah pulang saja, aku akan pergi ke rumah bordil" Jawab Gabriel dengan wajah ┗(•ˇ_ˇ•)―'n

Tak lama kemudian.

mereka menghampiri seorang penjaga pintu gerbang, seorang kakek tua yang tampak berwibawa. Gabriel menyadari bahwa sosok penjaga ini tampaknya bukanlah orang biasa.

Mereka berdua kemudian menyapa, "Maaf mengganggu, Tuan. Kami adalah pendatang baru di sini. Bolehkah tuan memberi kami petunjuk tentang tempat ini? Oh ya, dan patung di depan tadi, siapa sebenarnya dia?" tanya Gabriel, sambil mengedipkan matanya kepada orang tua itu.

Di hati Roland yang menyadari itu "Hmm Sepertinya ada yang di sembunyikan Gabriel kepada ku" ucap di hati Roland.

Dan penjaga gerbang itu mengangguk dan menjelaskan, "Itu adalah patung yang melambangkan sejarah kemenangan kaisar Dewa yang telah memenangkan pertempuran besar di Divine Citadel. Pertempuran dahsyat itu terjadi ketika para dewa mencoba untuk merebut kekuasaan dan tahta kaisar dewa. Peperangan ini sampai menimbulkan kerusakan besar dan terbawa ke bumi, tepat di gunung ini.

Dalam pertempuran mengerikan itu, hanya ada lima orang yang berhasil mencapai kultivasi tahap Kaisar Dewa. Para dewa sebelumnya dan para kaisar dewa sebelumnya juga terlibat dalam peperangan untuk merebutkan tahta. Tetapi, dari lima kultivator tahap kaisar dewa itu, hanya ada satu dewa yang berhasil memenangkan pertarungan dan mengalahkan para pesaingnya, termasuk Kaisar Dewa sebelumnya" sedikit penjelasan dari kakek tua itu dengan sedikit batuk yang di skip.

"Jadi, Kaisar Dewa yang telah menang dan patung yang kalian lihat. Itu adalah gambaran dirinya sebagai lambang keberhasilannya dalam pertempuran untuk menguasai tahta. Seiring waktu, patung ini menjadi tanda kejayaan kekaisaran dewa." tambahan kakek tua itu.

"Chk..." Ujar Roland sambil memalingkan kepalanya!

"Apa maksud mu?" Ucap kakek tua itu, dengan mata yang mengintimidasi.

"hah? ada sesuatu yang masuk di mulut ku" Ujar Roland sambil membersihkan mulut nya

kakek itu pun menjawab dengan tenang

"Lain kali jangan begitu"

"Hah maksudnya?" Roland yang bingung, dan tak merasa dia menyinggung kaisar.

Kakek tua pun "Apa? Apa maksud mu, Apakah kau menyadari kesalahan mu?"

"Hmm dimana? apakah aku menaiki tangga dengan berlari? apa maksud mu tuan?" Roland sambil menggaruk kepalanya

"

...****************...

...Sumpah...

Kakek itu melanjutkan penjelasannya, "Di puncak Gunung Citadel ini, Kaisar Dewa telah membangun sebuah bangunan megah yang dikenal sebagai reruntuhan. Di dalamnya, dia menyimpan harta karun yang diperoleh dari dewa-dewa yang telah dikalahkannya serta kitab-kitab beladiri dan jurus-jurus dahsyat yang diciptakannya. Ini adalah warisan yang ditinggalkan oleh kaisar dewa untuk para kultivator di dunia fana."

"Andaikan aku sekaya dia, munkin aku akan membuat rumah bordil" Ujar Roland memotong omongan kakek itu.

Kakek itu terdiam sejenak dan "Apakah ini kebiasaan mu, aku belum selesai bicara"

Roland langsung kembali dari Hayalanya dan berkata "oh maaf, terus apa lagi".

Disisi lain. Gabriel hanya bisa menampar keningnya sendiri.

  kakek itu menjawab dengan sedikit kesal "Sudah...sudah...! Jadi...apakah kalian berdua ke sini dengan tujuan untuk mengembangkan kultivasi kalian? Jika ya, kalian sungguh beruntung bisa sampai ke sini. Banyakan kultivator bermimpi untuk mencapai tempat ini, namun hanya sedikit dari mereka yang berhasil.

Banyak orang yang telah sampai ke sini dan ingin mempelajari kitab-kitab jurus kuat yang telah dibuat oleh Kaisar Dewa. Tetapi, jika kitab itu tidak bersedia, orang tersebut tidak akan mampu memegangnya, kecuali kalian sudah mencapai tahap alam Kekaisaran Dewa. Jika kalian tidak beruntung untuk mendapatkan jurus yang diciptakan oleh kaisar dewa, kalian masih bisa mempelajari jurus yang ada di bawahnya. Gunakanlah kekuatan itu dengan bijaksana untuk membantu yang lemah." Ucap kakek tua itu,

"Hoo...aanhhh!" Roland Menguap

"hmm Tuan, apakah tuan tidak haus, sudah berbicara dari tadi, dengan kata yang sama dari 50 orang yang berbeda"

Ujar Roland memotong omongan kakek tua itu lagi, dengan wajah seakan-akan bertanya dengan seirus.

kakek tua itupun menjawab.

"Hmm Terimakasih, sekali lagi aku ingin bertanya, Apakah ini kebiasaan mu" Dengan tatapan kesalnya

"Ah maaf..jika aku salah, lanjut...apa lagi?" Ujar Roland dengan wajah tak bersalah

Kakek itupun menjawab lagi dengan sedikit kesal

"Huh.. baiklah. Sebelum kalian memasuki Reruntuhan," lanjut kakek itu, "kalian harus bersumpah di depan patung kaisar dewa ini. Sujudlah tiga kali dan ucapkan sumpah ini: 'Kami bersumpah kepada kaisar dewa Ling, untuk mempelajari warisan yang telah engkau janjikan, dan menggunakannya untuk membantu yang lemah dan melawan yang memberontak.' Setelah kalian bersumpah, kalian tidak boleh melanggar sumpah ini. Jika kalian melanggar, kalian akan terbakar menjadi abu. Itulah perintah yang dibuat oleh kaisar dewa."

Setelah mereka mengerti, Gabriel dan Roland mengucapkan terima kasih kepada kakek itu, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan petunjuk.

Mereka pun mengikuti sesuai dengan instruksi kakek itu,

...****************...

...Dan Kini...

...''Patung Yang Kokoh Ribuan Tahun Tiba-tiba Hancur''...

Setelah melihat sumpah yang diucapkan oleh beberapa orang lain yang telah mencapai puncak itu, Roland dan Gabriel mengikuti jejak mereka.

"Oh ya Gabriel, apakah kita harus melakukan gerakan seperti itu?" Ucap Roland dengan wajah yang bimbang.

"Yah.. Kita harus mengikuti peraturan, jika tidak ingin mati" Ucapan serius dari Gabriel

Gabriel segera berlutut untuk mengikuti sumpah, tetapi Roland masih berdiri.

Seketika, beberapa orang pun mulai menyalakan mesin moncong lelenya..

*lele 1

"hah..Apa yang dilakukan oleh anak itu?"

*lele 2

"Apakah dia tidak sudi untuk sujud di depan patung kaisar dewa?"

*lele 3

"Mungkin dia orang baru, jadi tidak tahu dengan peraturan disini"

Di sisi lain.

Kakak itu melihat tingkah laku Roland.

Gabriel yang merasakan aura tak nyaman dan meraih tangan Roland untuk berlutut. Disaat Roland berlutuk

tiba-tiba lantai di bawah lututnya retak!

Semua orang di sekitar panik, bingung kenapa bisa terjadi retak seperti itu. Mereka semua berdiri dan menjauh dari patung, takut tertimpa runtuhan.

tentu saja semua itu diiringi dengan musik yang berjudul moncong lele.

Dan hanya Roland dan Gabriel yang masih berada di sana "Gabriel... Benar saja, sembahku tidak diterima oleh dewa. Karena melanggar sumpah"

Gabriel pun menyelanya dengan yakin

"Tidak Roland. Ayo kita lakukan sujud. Mungkin kaisar dewa akan mengampunimu" Gabril pun melakukan sujudnya.

Meski begitu, Roland dan Gabriel tetap melanjutkan sujud mereka. Orang-orang di sekitar mereka mulai berbisik-bisik dengan irama moncong lelenya.

Saat Roland melakukan sujudnya

"Bhommmmss...." kepala patung itu tiba-tiba hancur. Begitu juga materialnya yang bertebaran..

Gabriel memutuskan untuk berhenti berdoa dan berdiri bersama Roland. Mereka berdua dihujat oleh orang-orang di sekitar mereka, termasuk kakek tua itu yang juga tak mengerti mengapa lantai retak dan patung itu hancur.

"Apa ini, apakah kaisar tidak mau menerima sujudnya?"

Sebagai senior "Tenang semuanya. Mungkin ini hanya kebetulan. Dan mungkin juga ini disebabkan oleh patungnya yang sudah tua. Jadi jangan bahas ini lagi, dan jangan sebarkan ini di luar. Jika terdengar, kalian pasti tau eksekusi nya.

Segera setelah pesan tersebut disampaikan, kimi mereka memasuki reruntuhan Divine Citadel.

Tetapi, Sebenernya kakek tua itu juga belum jelas apa yang menyebabkan patung itu hancur!

Karena ini pertama kalinya terjadi, dan kakek itu mencoba mencari tau dengan rekan² nya yang telah lama menjaga reruntuhan divine citadel ini

...Cari kebenarannya di...

..."Next Chapter 13"...

Sebagai penulis novel ini, aku telah mengerahkan segala usaha dan upaya. untuk menciptakan kisah yang menarik dan mendalam bagi kamu para pembaca. dan kamu harus ketahui, tahap-tahap isi novel ini: Mulai dari proses revisi, berimajinasi, merancang plot, menulis lebih dari 1.200 kata, membaca ulang, hingga rilis dan menunggu review, totalnya 6 jam.

Namun, melihat banyak dari kalian yang hanya menggulir dan tidak memberikan like apalagi gifs, rasanya sedikit mengecewakan.

Puisi hari ini: ~Anda~

Anda memang sungguh anda, anda adalah seorang anda.. Yang pasti hanya dikenal oleh anda-anda sekalian, Jadi anda harus tau, saya hanya mengharapkan 1 like dari anda sekalian anda, jika vote anda bertulis angka 1 di akun anda. silahkan anda meringankan tangan anda untuk vote novel ini, saya akan sangat berterimakasih kepada anda.

Penulis: Rudi (Aan)

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
alhamdulilah akhirnya Elena bisa diterima oleh penduduk di sekitar rumah Ronald deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
untung aja ada Ronald datang menolong Elena tuh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
Elena merasa kelemahan supernaturalnya --> Elena merasa kekuatan supernaturalnya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
emang sih, orang yang bisa melihat makhluk astral itu sering di kucilkan dan bahkan dikatakan orang yang gak waras karena sering ngomong sendiri gitu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
eng ing eng 🏃🏃🏃🏃
Agatha cute📴
semangat
Saya@×͜×🐜🎸@TampAan
iya😴 gak ada semangat
Udah tamat??
Chapter ini, gua agak bingung
Stories ID
for Roland
Stories ID
huh
Saya@×͜×🐜🎸@TampAan
Sepi 😴
Titin Niarti
pamer dikit gak ngaruh/CoolGuy/
Hmmm🗿
huh.. tamat kah?
Hmmm🗿
up kak.
Hmmm🗿
Dialognya dikit/Sleep/
Hmmm🗿
terlalu banyak narasi, Perbanyak dialog, Biar ada kesan bagaimana dia berbicara, Lanjukan.. /Hey/
Setia✓
mampir juga kak
Kang cilok: Mampir yuk kak ke KAU DAN AKU BERSAMA 😄
total 1 replies
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir kak
𝔸𝕣𝕒𝕓𝕖𝕝𝕒
lanjutkan
Saya@×͜×🐜🎸@TampAan: makasih dh mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!