Nalendra Adiwijaya terpaksa menerima perjodohan dengan Kinan Artanegara, karena kekasih hatinya kabur di hari pertunangan mereka.
Kinan yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada Nalen sejak usia remaja pun begitu bahagia saat bisa menikah dengan pria itu.
Sayang, indahnya pernikahan yang diimpikan oleh Kinan bertolak belakang dengan pernikahan yang dia jalani bersama dengan Nalen.
Karena sikap acuh Nalen, Kinan pun harus merasakan kesakitan dan kecewa yang teramat mendalam karena kerap di abaikan oleh suaminya sendiri.
Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Kinan dan Nalen? Saat masa lalu Nalen kembali. Bahkan di saat Kinan belum bisa meluluhkan hati sang suami??
yukk simak kisah mereka di sini....
Bantu follow ya...
ig :author_triyani
tiktok :triyani_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CAS.Bab 12
...🌸🌸🌸...
...*Happy Reading*...
*
"Iya tuan, setelah hari wisuda kemarin. Nyonya langaung pergi untuk berlibur," jelas Bi Marsih lagi menjelaskan.
Nalen sendiri hanya terdiam, bingung menggambarkan bagaimana perasaan nya saat ini. Tiba tiba rasa sepi dan hampa menyeruak memenuhi setiap sudut ruang hatinya.
Bahkan Nalen pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun keluar dari bibir nya. Sementara Bi Marsih sendiri hanya bisa menghala nafas panjang saat melihat kelakuan tuan nya itu.
Nalen langsung saja membaringkan tubuh lelahnya di kasur bahkan tanpa mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Nalen memejam kan matanya begitu saja. Berharap semua yang terjadi hari ini segera berlalu dan berganti hari esok yang lebih baik.
Rasanya aneh sekali, di saat Kinan masih ada Nalen begitu benci pada gadis itu meski pun gadis itu tidak melakukan apapun.
Malahan memperlakukan Nalen dengan begitu baik, namun entah mengapa Nalen selalu membenci apapun yang di lakukan Kinan termasuk bersikap baik padanya.
Tapi, kenapa rasa sepi dan juga hampa tiba tiba saja hadir manakala sang gadis menghilang dari pandangan nya. Apa sebenarnya mau Nalen, di perlakukan baik tidak mau, di jauhi juga terasa enggan. Benar benar definisi laki laki egois.
*
*
Sementara Kinan sendiri, masih berdiam diri di depan jendela kamar yang sudah 5 hari ini dia tempati.
Menatap langit yang gelap dengan di hiasi bintang bintang adalah hobi Kinan saat ini. Rasanya, begitu sangat menenangkan setiap menatap langit malam.
"Haruskah aku kembali? Lalu, setelah kembali apa yang harus aku lakukan?" gumam nya tanpa melepaskan pandangan nya dari pemandangan langit malam ini.
Setelah merasa perasaan nya lebih membaik. Kinan pun segera membaringkan tubuh nya di ranjang. Ingin rasanya tetap tinggal di tempat yang membuatnya damai itu.
Namun, masih ada masalah yang harus Kinan selesaikan sebelum akhirnya dia benar benar menepi. Menjauh dari semua kemelut yang ada didalam hidupnya dan melepas semua nya meski rasa sakit begitu menghimpit dadanya. Menimbulkan rasa sesak yang teramat sangat menyiksa.
"Lakukan Kinan. Kamu pasti bisa," gumam nya lagi sebelum akhirnya menutup kedua matanya, mulai menyambangi alam mimpinya yang indah.
*
*
"Apa nyonya ada menghubungi mu?" tanya Nalen tiba tiba hingga membuat Dani menghentikan pekerjaan nya.
"Nyonya? Bukan nya nyonya sedang di Eropa bersama tuan?beliau bahkan baru saja tiba di sana, Jadi belum ada menghubungiku lagi," jawab Dani yang sekerika membuat Nalen mengeraskan rahang nya karena menahan kesal pada pemuda itu.
"Bukan Mama, tapi Kinan," lanjut Nalen penuh dengan penekanan.
"Oh, nyonya Kinan. Tidak ada tuan, selema 10 hari ini nyonya sama sekali tidak ada menghubungi saya. Memang nya kenapa? Bukan itu bagus ya tuan, dengan begitu anda tidak akan merasa terganggu lagi dengan nyonya Kinan yang selalu bertanya ini dan itu. Lagi pula, anda dan nyonya kan satu rumah. Kenapa setiap ada yang ingin kalian bicarakan selalu saja harus melalui saya? Saya kan bukan lawyer, yang bertanggung jawab sebagai pelantara saat ingin berkimunikasi," jelas Dani yang membuat Nalen bungkam.
Meski kesal dengan apa yang di ucapkan oleh Dani. Namun, apa yang di ucapkan oleh pemusa itu memang benar adanya. Baik Kinan maupun Nalen sama sama tidak pernah berkomunikasi secara langsung.
Dan memanfaatkan keberadaan Dani sebagai pelantara di antara mereka berdua. Jadi, jika ditanya siapa yang paling tahu kondisi runah tangga Kinan dan Nalen ya Dani dan Bi Marsih lah orang nya.
Setelah mendapatkan jawaban dari Dani yang tidak memuaskan itu. Nalen pun memilih kembali fokus dengan pekerjaan nya. Mungkin dengan begitu, Nalen bisa menghilangkan pikiran nya tentang Kinan yang selama beberapa hari ini begitu mengganggu nya.
*
*
"Apa sudah ada kabar dari Kinan?" tanya Deril yang saat ini tengah menemui Maura di tempat kerja nya.
"Belum, entah bagaimana kabarnya saat ini. 10 hari sudah dia menghilang tanpa kabar," jawab Maura yang terlihat lesu.
"Kamu kenapa? Sakit?" tanya Deril lagi saat melihat raut wajah yang sedikit berbeda dari wajah cantik sahabatnya itu.
"Iya, lagi kurang enak badan aja. Sepertinya masuk angin deh."
"Lagi sakit kok maksain kerja? Sepenting itukah pekerjaan ini sampai mengabaikan kesehatanmu sendiri?" sentak Deril tanpa sadar karena terlalu mencemaskan gadis itu.
"Memang nya mau bagaimana lagi, semua ini tanggung jawabku Der. Aku itu tidak terlahir seperti kamu dan Kinan, yang walaupun kalian hanya menghabiskan waktu dengan tidur di rumah tapi uang tetap mengalir ke rekening kalian. Aku harus bekerja keras lebih dulu untuk mengisi rekeningku dan memenuhi kebutuhan hidup aku. Memang nya kami pikir aku nggak mau istirahat? Aku juga pengen Der, tapi kondisiku tidak membolehkannya. Mau bagaimana lagi, sudahlah aku harus kerja. Lebih baik kamu pulang," jawab Maura yang langsung pergi meninggalkan Deril yang duduk di salah satu meja cafe tempat Maura bekerja saat ini.
"Sial, bukan itu maksudku Ra. Kenapa kamu nggak ngerti sih, kalau aku tuh khawatir," gumam Deril menjambak rambutnya sendiri saat menyadari jika dia sudah salah berucap hingga membuat Maura salahpaham dan tersinggung.
Sepeninggalan Maura, Deril pun tidak langsung pergi begitu saja dari sana. Deril memutuskan menunggu Maura hingga gadis itu menyelesaikan pekerjaan nya. Bahkan Deril sampai rela menunggu berjam jam di dalam mobilnya.
Merasa kurang nyaman dengan keadaan sekitar yang terus saja menatap aneh ke arah nya saat menunggu Maura di dalam cafe. Deril pun akhirnya memutuskan untuk menunggu gadis itu di dalam mobilnya yang terparkir di halaman cafe.
Dan tepat jam 10 malam, Maura beserta beberapa orang teman nya tampak keluar dari dalam cafe dan bersiap kembali ke rumah masing masing.
"Maura, tunggu," seru Deril menghentikan langkah Maura.
Gadis dengan wajah yang semakin pucat pasi itu pun menghentikan langkah nya lalu berbalik. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat jika Deril masih ada di sana.
"Deril? Kamu belum pulang?" tanya Maura dengan suara yang sedikit melemah karena kondisi tubuhnya yang kian memburuk.
"Aku sengaja nunggu kamu. Ayo, aku antar kamu pulang,"
"Tidak perlu, aku kan bawa motor."
"Titip saja di sini. Atau nanti aku suruh orang membawakan nya pulang. Kamu sedang tidak sehat, berbahaya jika berkendara sendirian,"
"Tapi___,"
''Sudah, ayo. Jangan menolak lagi,"
Tanpa mau mendengar penolakan dari Maura, Deril pun langsung membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Sementara Maura sendiri hanya bisa pasrah saat menyadari jika tubuh nya kian melemah dan tak memiliki tenaga lagi.
Bahkan gadis itu langsung tertidur di dalam mobil setelah mobil yang di bawa oleh Deril melaju beberapa saat, memasuki jalan raya ibu kota.
d sini hanya menitik beratkan k masalah tokoh utama nya, d mana tokoh pria nya berusaha utk memperbaiki diri krn tdk mau kehilangan sosok istri yg terabaikan....
selain itu kisah persahabatan nya manis bgt, biasa nya d cerita2 lain klo sahabat nya pria at temen nya pria..udh d pastikan suka ma tokoh wanita nya,,tp ini beda..sahabat2 nya pure g pake hati apalgi yg laki g ada niatan utk merebut at menikung..👍
makasih Kaa novel nya aq suka, meskipun d akhir cerita kesan nya terburu buru..tp aq memaklumi nya krn alasan yg d sebabkan dr pihak NT nya..
smangat terus y Kaaa utk selalu berkarya, jangan pernah pesimis..💪👍👍❤️❤️❤️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
takut kan skarang klo macam2 ma Kinan??