NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:256.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alzanabuq

( Tahap Revisi)

Apapun yang sudah ditakdirkan untuk datang dalam hidupmu, tidak akan pernah pergi sekeras apapun hatimu membenci.

Taani tidak pernah menyangka hatinya akan berlabuh pada laki-laki pendiam, kutu buku yang menyebalkan.

laki-laki Sederhana yang selalu dibanggakan oleh Ayahnya.
Karena bagi sang Ayah, tidak ada lagi laki-laki terbaik di seluruh negeri ini selain pilihannya.

Pernikahan yang harus Taani jalani dengan terpaksa. Tanpa ada cinta dihatinya.


Bagi Rizwan, Melihat Taani tersenyum di pagi hari, sudah cukup untuk membuatnya semangat pergi bekerja.

Kemanakah bahtera rumah tangga Rizwan akan berlabuh?
Akan kah semuanya kandas begitu saja?



Karena yang sudah tertulis untukmu, tidak akan pernah ditulis untuk orang lain.
......
selamat membaca 💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzanabuq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembang Api

Rizwan gugup, sudah berkali-kali ia melepas pakai kemejanya mencari yang cocok untuk pergi malam ini. Astaga, Rizwan benar-benar sudah seperti anak gadis yang akan pergi berkencan.

Sementara yang wanita sungguhan hanya duduk menunggu dengan wajah ditekuk.

Taani berkali-kali menggedor pintu kamar pria yang dari tadi belum terlihat batang hidungnya itu.

"Ah iya, sebentar lagi aku keluar!" Dari awal Taani mengetuk pintu pun jawabannya begitu.

Tersenyum mematut diri didepan cermin setelah merasa puas dengan tampilan diri mengambil kacamata anti radiasinya untuk dipakai.

Rizwan keluar kamar menggunakan kemeja lengan pendek dengan celana Jins hitam.

Ya Tuhan, aku kira dia keluar kamar benar-benar menjadi Arjuna sungguhan!

Hanya untuk berpenampilan seperti ini aja kenapa lama sekali.

huh.

Batin Taani yang sudah kesal karena lama menunggu.

Bagaimana rasanya ketika kita sudah bersiap untuk pergi namun harus menunggu seseorang yang tidak pasti kapan selesainya.

menyebalkan sekali bukan.

"Ayo kita berangkat." Berjalan mendahului seolah tak peduli dengan wajah istrinya yang terlihat masam.

Dia ini ya!

Kenapa nggak ngerasa bersalah sama sekali?

Aku udah nunggu berjam-jam loh ini.

Mengepalkan tangannya menahan geram. Dengan sedikit hentakan berjalan mengikuti Rizwan.

Setelah menggunakan helm, keduanya berangkat meninggalkan rumah menuju alun-alun kota.

Rencana berangkat jam lima sore karena ulah Rizwan keduanya berangkat jam tujuh malam.

.

.

.

"Ketika di lampu merah kau harus menekan rem dadakan, agar Taani refleks memelukmu."

"Atau ketika di jalan kau harus bawa motornya pelan, agar Taani bisa lebih lama duduk berdekatan denganmu."

"Dan kau bisa berpura-pura kesulitan membuka helm, agar Taani bisa membantumu."

Sialan!!

Sepanjang perjalanan yang terdengar di telinga Rizwan hanyalah saran konyol dari sahabatnya itu.

Rizwan menarik napas. "Taani.." Rizwan berusaha memulai percakapan, berharap kata kata Dika bisa berhenti berputar di kepalanya.

"Iya, ada apa? " Sedikit berteriak karena Jalanan sedikit ramai.

"Mau beli makan malam dimana?"

"Eu, terserah kau saja." Matanya sudah tertuju pada kerlap-kerlip lampu rest area yang mereka lewati.

"Bagaimana kalau malam ini kita beli bakso atau mie ayam gitu?" Sepertinya Taani bosan masak dengan makanan kesukaan Rizwan.

" Jangan, kita beli nasi goreng saja ya. "

"Aaa... Rizwan!" Taani menjerit, saat sepeda motor yang mereka tumpangi berhenti mendadak. "Pelan pelan dong, astaga!" memukul bahu Rizwan dengan keras.

Sial Rizwan mengikuti saran konyol Dika!!

"Kalau terjatuh bagaimana coba?" Taani menggeser duduknya kebelakang lebih menjauh dari yang sebelumnya.

"Maaf, aku sungguh minta maaf. Apa kau tidak apa-apa?." Melirik kaca spion tubuhnya bergetar ketika Taani pun melirik tajam ke arahnya. Wajahnya merah menahan kesal.

Kurang ajar Dikaa, aku tidak akan percaya dengan saran konyol nya lagi.

Huh.

"Taani.."

Tidak ada jawaban.

Mata dan pikiran Taani sudah fokus pada kerlap kerlip lampu alun alun kota.

Sialan, dia marah kan.

Pasti dia tahu, kalau aku sengaja melakukan itu.

Ck, Dikaa, awas kau yaa!!

****

"Aaaa ini luar biasa." Taani menggoyang kan lengan Rizwan mencengkram kuat. Wajahnya berbinar bahagia menyaksikan keramaian di depan matanya.

"Rizwan, apa aku boleh ke sana!" menunjuk tempat penjual pernak-pernik hiasan rumah.

Rizwan hanya menganggukkan kepala mengikuti langkah Taani dari belakang berharap tidak ada satupun orang yang mendengar detak jantungnya yang benar-benar terasa menggila.

Oh Ibu hanya dengan sentuhannya saja jantungku seperti ingin terlepas!!

"Waah, ini sungguh luar biasa." Kembali menepuk pundak Rizwan.

Rizwan hanya menatap tangan perempuan yang mendarat di pundaknya. Tidak tahukah Taani jika penyebab jantung Rizwan bergejolak hanya dari sentuhan sentuhan kecil ini?

"Permisi, selamat malam." Seorang pria berpakaian rapih mendekati mereka.

"Kami dari Travel XX sedang mengadakan promo tiket dan hotel. " menyodorkan brosur di tangannya.

"Ah, iya." Taani tersenyum ramah, mengambil brosur yang disodorkan pria di hadapannya.

"Terima kasih, semoga tertarik." Membungkukkan badan tersenyum kemudian berjalan meninggalkan Taani dan Rizwan.

Taani menundukkan wajah, membaca tulisan di atas brosur itu, senyuman nya memudar ketika membaca salah satu tulisan yang di cetak tebal.

Kemudian memberikan kertas itu pada pria yang hanya diam disampingnya.

Rizwan membacanya sekilas, mengernyit ketika membaca tulisan itu.

Terang saja wajah Taani berubah, ada nama kota yang selama ini ingin Taani kunjungi.

Dulu ketika Taani ditunjukkan mewakili perusahaan untuk melakukan survei di kantor cabang yang ada di kota tersebut, dengan berat hati Taani menolaknya. Dengan alasan karena tidak bisa meninggalkan Ayah nya yang sedang sakit.

Dan Taani menunjuk Risya untuk menggantikan nya.

Rizwan tahu itu.

Rizwan selalu tahu semuanya yang berkaitan dengan Taani.

Ah ternyata cinta bisa sehebat itu ya.

Orang yang mencintaimu akan tahu semua tentang mu hal sekecil apapun itu dia akan mengetahuinya.

"Aku ingin permen kapas." Taani berjalan mendahului berusaha menutupi kekesalannya.

Rizwan kembali menundukkan wajah, matanya Masih tertuju pada brosur ditangan menelan ludah, tenggorokannya terasa kering ketika membaca budget yang harus dikeluarkan untuk pergi ke kota tersebut.

Ini promo darimana nya sih?

Tetap saja mahal!.

Huh.

"Rizwan, ayo!" Taani mencengkram lengan Rizwan dan menariknya agar mengikuti langkah kakinya.

"Ah, iya." Buru buru melipat kertas dan memasukan kedalam saku kemejanya.

Astaga apa ini romantis?

Taani menyeret loh, bukan menggandeng tangan ku!.

Rizwan melirik tangannya yang di cengkram kuat.

BUM.

DUAR DUAR DUAR..

Percikan api meledak di atas langit mewarnai malam yang terlihat ramai di tempat itu.

Taani berteriak bertepuk tangan mendongakkan wajahnya, menatap kembang api yang meledak di atas langit.

"Apa kau lihat langit itu? Sangat cantik." sedikit meloncat loncat menepuk bahu Rizwan yang ada disampingnya.

"Iya aku tahu, ini sangat cantik."

Bukan kembang api yang dimaksud Rizwan tapi wanita di sampingnya yang cantik dan akan selalu terlihat cantik dimatanya.

"Lain waktu aku ingin kembali melihat kembang api ini, apa kau mengizinkan?"

"Iya.." refleks mengangkat tangannya merapikan rambut yang menghalangi mata Taani ke balik telinga.

"Maaf." Menepis tangan Rizwan mengernyitkan dahinya.

Melirik tajam kemudian berbalik meninggalkan Rizwan.

Karena pertunjukan kembang api sudah selesai.

Wanita itu tetap berjalan tanpa memperdulikan Rizwan yang berdiri menahan gemetar dan jantung yang bergejolak berjalan menuju pedagang permen kapas yang di gantung warna warni.

Taani sadar dia terlalu berlebihan Bagaimanpun juga Rizwan tetap suaminya laki-laki yang berhak menyentuhnya, tapi hatinya belum bisa.

Dan, Taani tidak terbiasa bersentuhan dengan laki-laki lain selain ayahnya.

Ya Tuhan maafkan aku!!

Taani.

Bersambung...

1
agus ali
Kecewa
agus ali
Buruk
Tathya Aqila
seperti film sharukan ya gak si 😁
Rini Haryati
mksh
Rini Haryati
ceritanya bagus banget
sukses
semangat
Venny
menarik
vi
ceritanya bagus Thor, no hard conflict. aq suka
Lovely Shihab
Ngapain mempertahankan perempuan egois. Cantik saja tidak cukup nona, diluar sana bertimbun2 perempuan yg lebih cantik, lebih pintar, lebih baik, berkarier dan yang utama perempuan yg bisa menghormati suami. Perempuan kayak kamu, bagusnya dimasukin tong sampah. Kasihan Rizwan..cinta dengan perempuan yg tidak bisa apa2. cuma modal cantik doang
DEva Vis
kenapa ga terusin cerita Tania SMA rizdwan KA seruuu bgttttttt
Lilis Yuanita
lnjut k buru lupa
Daru Widyanto
mantap cerita'y seruuuuu
Daru Widyanto
dalam kehidupan itu masalah pasti datang silih berganti tinggal kita cari solusinya agar lebih dewasa dalam menyikapi'y
Daru Widyanto
hebat author cerita'y bikin penasaran aja
Daru Widyanto
alur cerita'y mirip dengan kisah hidupku,di jodohkan seiring berjalan'y waktu,dari acuh karena perhatian dan kesabaran istriku aq menerima dia dan endingnya bahagia sampai sekarang
Daru Widyanto
cerita yg inspiratif
ceava
yuhuu semngt di tunggu
Nadia Laili
sy termasuk ibu beruntung,bisa merasakan melahirkan Caesar dengan rasa sakit Krn Sdh bukaan 9 tapi si abangi gak mau turun,dan merasakan sakitnya full melahirkan normal buat si adek
Nadia Laili
senang bisa membaca karya yg nampak real di tengah karya yg selalu tokoh nya orang kaya se...se...nomer satu tapi nampak halu,, semangat thor
Nadia Laili
padahal bagus Lo cerita nya alurnya jelas gak bertele-tele,tata bahasa nya pun menunjukkan author nya gak alay, sayang like kok sedikit ya
Andi Sam Sam
Adakahhhhhhhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!