NovelToon NovelToon
Black Buster

Black Buster

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:97.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Sweet

'Buster' sebuah kelompok penjahat yang membuat kekacauan di seluruh dunia. Dan dunia sekarang telah memasuki era kekacauan.

Menceritakan petualangan Azka Endorphane, lelaki berusia 19 tahun dan kekuatan 'Link' tebasan miliknya. Sejak kecil, Azka selalu di kucilkan oleh tempat tinggalnya karena status sosial.

Seperti sebuah takdir, Azka memulai petualangannya sebagai Buster untuk menemukan tempat paling misterius bernama 'Final Valley' demi impiannya sejak kecil.

Lalu seperti apa kisah dan petualangannya?

Follow ig author: @mistersweet

Chapter awal sudah di revisi dari segi penulisan.

Update Chapter: 1-2 Hari

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 "Tricia's Desire"

Kakek Buris yang menyaksikan Azka tergigit oleh Grant Wolf hanya bisa menunjukkan wajah panik. Ia sempat berpikir untuk menolongnya tapi disatu sisi dia begitu ketakutan melihat keganasan dari Monster Srigala hitam itu.

Ia dengan panik lalu menoleh ke arah Tricia yang terlihat gemetaran sejak tadi.

Tricia menatap mata hijau Azka yang sudah terlihat lemah. Ia terus terdiam untuk mencerna maksud perkataan dari Azka.

"Apa ... yang harus kulakukan?" ucap Tricia disertai isak tangis.

Azka yang terus menahan sakit karena kehilangan banyak darah hanya bisa menatap Tricia dengan tatapan lemah.

"Larilah ... Tricia ...."

Tricia kembali terdiam ketika Azka menyuruhnya untuk lari meninggalkannya. Ia merasa dilema melihat Azka yang terus berusaha melepaskan diri dari gigitan Grant Wolf.

Azka berusaha melepas gigitan monster itu dengan memukul memakai tangan kanannya. Tapi kepala dari Grant Wolf benar benar sangat kuat bahkan ia sama sekali tidak terlihat kesakitan dan malah semakin bringas.

Rrgghhh!!!

Azka berusaha untuk meraih Twin Daggernya yang telah terjatuh di tanah. Ia tak sengaja menjatuhkannya saat berusaha melindungi Tricia dan akhirnya tergigit oleh Grant Wolf.

"Larilah, Tricia!!!"

Azka terus berteriak agar Tricia bisa menyelamatkan diri. Azka berpikir jika ia sampai lepas Monster itu akan langsung menerkam Tricia.

"Kenapa ..." lirih Tricia dengan mata menggenang.

"Cepatlah Tricia!"

Tricia terus berpikir apakah dia akan lari atau tidak. Dia yang masih menatap Azka lalu teringat dengan ketakutannya saat ia berusaha melawan Buster untuk melindungi orang tuanya.

Ia sangat takut ketika menyerang seseorang dari jarak dekat. Karena itulah ia hanya bisa mengandalkan panahnya untuk menyerang dari jarak jauh.

"Tidak ... Azka ...." Bibir Tricia bergetar dalam kepanikan.

"Apa yang kau lakukan?! Cepatlah!"

Azka terus menahan gigitan Grant Wolf yang semakin beringas.

Tricia lalu berdiri ketika Azka terus bertahan dengan terkaman Monster itu. Ia mengusap air matanya dengan mata yang penuh keyakinan.

"Aku ... tidak akan lari ...."

"Apa yang kau katakan?!"

Tricia mengeluarkan anak panah dengan kekuatan Linknya. Ia berniat mengalahkan Monster itu agar bisa menyelamatkan Azka.

"Jika aku lari ... ini akan sama seperti waktu itu!"

Air mata memenuhi matanya ketika mengingat seluruh kebaikan Azka padanya. Dengan wajah yang dibasahi air mata ia berlari dengan kencang dan melompat ke arah Srigala itu.

Tricia mengerahkan seluruh keberaniannya dan menusuk kepala dari Grant Wolf itu.

"Lepaskan dia!!!"

Rrooaaarrghh!!

Srigala itu kesakitan dan akhirnya melepas gigitannya dari bahu Azka. Tricia lalu menikam kepalanya secara terus menerus hingga membuat Srigala itu tak bergerak.

Tricia yang tubuhnya di penuhi oleh cipratan darah hanya bisa terdiam sambil mengatur nafasnya.

Grant Wolf itu terus menggeliat kesakitan dan akhirnya berhenti bergerak.

"Kau ... berhasil?"

Azka terdiam ketika melihat Tricia berhasil menumbangkan Monster Srigala itu.

"Azkaaaa!!"

Tricia berlari sambil menangis ke pelukan Azka. Ia ketakutan kalau Azka juga akan pergi meninggalkannya.

"Jangan mati ... kumohon ... jangan tinggalkan aku ...." Tricia terus menangis di pelukan Azka.

Azka kebingungan dengan maksud perkataan Tricia padanya. Lalu ia berusaha menenangkan Tricia sambil mengelus kepalanya.

"Kau berhasil mengalahkannya ...."

"Aku ... aku ... ingin menjadi lebih kuat ...."

Isak tangis dari Tricia hanya bisa membuat Azka terdiam. Dia tidak tau trauma seperti apa yang membuatnya begitu ketakutan.

Ia awalnya berpikir bahwa Tricia benar benar akan meninggalkannya. Tapi, dia sedikit terkejut ketika Tricia tidak melarikan diri dan malah menyelamatkannya.

Azka juga tidak menyangka bahwa Tricia yang selalu terlihat ceria memiliki trauma yang cukup mendalam. Bagaimana bisa ia terus tersenyum setelah melewati masa masa yang sulit?

Bahkan Azka sendiri sudah tidak sanggup lagi untuk menangis setelah apa yang ia alami dari kecil hingga sekarang.

Siksaan dan cacian seluruh masyarakat benar benar teringat jelas di pikirannya. Ia bahkan sampai kehilangan satu satunya orang yang berharga karena kebencian orang orang terhadapnya.

Tapi, Azka sedikit tersadar dengan tekad yang dimiliki olehnya. Ia sampai sekarang tidak tau harus menganggap Tricia seperti apa.

Apa ... dia benar benar tidak akan mengkhianatiku? benak Azka terdiam melihat Tricia yang terus menangis.

"Tenanglah, semuanya sudah selesai kan?"

"Jangan tinggalkan aku ...."

Kakek Buris tiba tiba datang menghampiri mereka, ia menangis haru ketika melihat Monster itu sudah tak bergerak.

"Aku benar benar berterima kasih ...."

Dia menundukkan badannya sambil berterima kasih ke Azka dan Tricia. Ia sangat senang akhirnya Monster yang selalu menghantui desanya telah dikalahkan.

Lalu rombongan warga yang sejak tadi melihat pertarungan mereka dari balik hutan juga ikut menghampiri mereka. Suasana bahagia terpancar dari raut wajah mereka.

"Terima kasih!"

"Kalian pahlawan kami!"

"Aku benar benar bersyukur kalian datang kemari!"

Teriakan terima kasih terus terngiang di telinga mereka berdua. Azka hanya bisa terdiam ketika melihat warga mendatanginya dengan senyuman.

Ia tidak menyangka bahwa warga desa Torbe begitu ramah padanya. Saat menjadi pasukan Lancer, Azka selalu membantu desa desa yang membutuhkan bantuan tapi, ia tidak pernah mendapatkan sambutan hangat seperti yang dilakukan desa.

Azka berusaha berdiri sambil menahan sakit di bahu kirinya. Ia yang sambil memegang bahunya hanya bisa mengamati mereka dengan tatapan kosong.

Tricia juga ikut berdiri untuk membantu Azka terus berdiri. Ia turut senang karena akhirnya para penduduk desa bisa hidup dengan tenang.

Brakk!

Azka tiba tiba tumbang dan tak sadarkan diri. Gigitan dari Grant Wolf itu membuat ia kehilangan banyak darah dan akhirnya jatuh pingsan.

"Azka?!"

Tricia panik ketika Azka jatuh pingsan di hadapan para warga. Ia berusaha membangunkan Azka dengan menggoyangkan tubuhnya.

"Dia mungkin kehilangan banyak darah. Sebaiknya mari kita rawat dia diruanganku." Kakek Buris mendekat ke Azka dan Tricia.

Tricia hanya mengangguk mengiyakan tawaran dari Buris.

***

Matahari telah terbit dan menyinari desa Torbe yang masih terlihat berantakan.

Azka yang sejak semalam tidak sadarkan diri akhirnya membuka matanya secara perlahan. Ia melihat kalau luka dibahunya telah dibalut oleh perban.

Ia melihat Kakek Buris, Tricia dan seorang gadis yang tidak asing sedang menunggunya untuk bangun. Dia melihat sekeliling dan menyadari ia sedang berada di ruangan milik kakek tua itu.

Azka kebingungan dengan kehadiran Liana si Gadis penginapan dari kota Olasia. Liana mengerutkan dahinya ketika melihat Azka terbangun.

Mereka bertiga yang menunggunya terbangun senang ketika Azka kembali tersadar.

"Kak Azka ...." Liana menangis haru sambil memeluk Azka.

Azka merasa risih dengan kehadirannya, "Apa yang kau lakukan disini?"

"Tentu saja aku disini. Aku berasal dari desa Torbe."

"Hah?"

"Lagipula dia adalah kakekku." Liana menunjuk Kakek Buris dengan santai.

Azka merasa di bodohi oleh gadis itu. Ternyata selama ini Liana mempunyai maksud saat memberitaukan tentang serangan di desa Torbe.

"Jadi ... kau sengaja memberitauku tentang desa ini?"

"Soalnya kakek memberitauku kalau desa sedang diserang oleh Monster saat malam hari. Jadi aku berniat untuk tetap berada dikota Olasia untuk mencari bantuan. Tapi, secara tak sengaja aku malah bertemu denganmu."

"Harusnya kau memberitahu tentang itu."

"Meskipun aku tak mengatakannya tapi aku yakin kalau kak Azka akan menolongku. Jadi, aku benar benar sangat berterima kasih," ucap Liana dengan rona merah dipipinya.

Azka memasang tatapan datar ke Liana, dia merasa gadis itu terlalu mempercayainya.

"Apa kau tidak apa apa Azka?" Tricia mendekat kearah Azka dengan wajah khawatir.

"Tak apa ... aku hanya jatuh pingsan karena kehilangan banyak darah."

"Syukurlah ...aku benar benar khawatir karena aku kira kau tidak akan bangun," ucap Tricia dengan panik.

"Jangan mengatakan hal yang tidak tidak."

"Sepertinya kau memang terlihat baik baik saja ya, nak Azka," ucap Buris dengan senyuman kecil.

"Aku sudah terbiasa terkena serangan seperti ini. Lagipula gigitan monster itu tidak mengenai organ vitalku."

"Sekali lagi aku benar benar berterima kasih karena kalian semua sudah menyelamatkan desa kami. Aku bahkan tidak tau harus membalas budi dengan cara apa."

"Kau tak perlu melakukan apa apa, kek."

Kakek Buris hanya bisa tersenyum lebar dengan kebaikan Azka.

"Kak Azkaaa kau benar benar menyelamatkan desaku." Liana memegang tangan Azka dengan manja.

"Menjauhlah dariku gadis aneh." Azka risih ketika Liana mengelus tangannya.

Wajah Tricia memerah ketika melihat Liana menempel dengan Azka. Ia merasa iri karena gadis itu sangat akrab dengannya.

***

"Terima kasih banyak!" Ucapan serentak terima kasih tengiang di telinga Azka dan Tricia.

Mereka berdua telah merapikan barang barangnya dan bersiap untuk pergi dari desa Torbe. Rombongan warga desa yang mengantar kepergian mereka terlihat sangat bahagia karena telah bebas dari bayang bayang Grant Wolf.

"Semoga kita bisa bertemu lagi di kota Olasia, kak Azka, Tricia." ucap Liana sambil tersenyum.

"Kau tidak kembali kesana?"

"Aku akan ke Olasia besok. Aku ingin membantu mereka untuk memperbaiki desa."

"Begitu ya."

Mereka menatap Kakek Buris lalu mulai berjalan untuk pergi dari desa. Liana lalu melambaikan tangannya mengiringi kepergian mereka dari desa Torbe.

"Oh iya Azka, kau sebelumnya kalau monster itu mempunyai harga yang cukup mahal. Apa kau jadi mengambilnya?"

"Pada awalnya iya tapi, setelah kupikir pikir aku memberikan inti itu ke kakek kepala desa. Mereka jauh lebih membutuhkannya untuk membangun kembali desa mereka."

Tricia sedikit terkejut ketika tau Azka memberikan Inti Grant Wolf ke Kakek Buris. Padahal Azka awalnya sangat senang ketika bisa menemukan Monster itu untuk di jual.

"Ternyata aku tidak salah menilaimu Azka," ucap Tricia tersenyum sambil menyipitkan matanya.

"Apa maksudnya?"

"Jujur saja awalnya aku mengira kau adalah orang jahat karena tatapanmu terhadapku."

"Aku bilang apa maksudnya?"

Tricia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tak apa."

Tricia tersipu karena Azka memiliki sifat yang sangat baik. Ia awalnya mengira Azka adalah orang yang jahat. Tricia mengetahui dari Yasue kalau sebenarnya Azka bersikap dingin karena masa lalunya yang begitu kelam.

Dia melihat Azka yang kebingungan hanya bisa tersenyum kecil. Ia sangat senang karena pertama kali melihat sikap Azka tak sedingin biasanya.

Mereka berdua yang telah meninggalkan desa Torbe berniat melanjutkan perjalanan mereka menuju Mid Land.

To be Continued...

1
Eclairs5888
Ijin promosi dan kasih rate 5 ya Thor....


Delapan Pusaka : Amarah Harimau
Anya Forger
kayak nico robin
M Haitami
Feel nya kena bet jir
kimzky
Iyo Iyo
kimzky
ooke
kimzky
cerita fiksi yang sederhana,tapi menarik untuk di baca,,oke Thor 👍
kimzky
,oke
aurel
cerita mu bagus aku suka dan juga udah kasi like kalau berkenang yuk mampir di cerita aku " pengorbanan cinta mentari " jangan lupa tingal kan jejak salam kenal dari liana
Andariasrtka
keren banget sih asli
Akaki tsunayoshi
entah kenapa kok gue kepikiran sama cerita one piece
Mr. Sweet: sebenernya si wajar untuk itungannya pasukan jahat pasti ada pasukan baiknya kan? wkwkwk

Terima kasih banyak untuk like dan votenya🙏
total 3 replies
cicaheum》
yah lanjut trs dong,semoga bisa dilanjut terus ya
Mr. Sweet: thank u, besok black buster chapter barunya uo kok
total 3 replies
Bima
akhirnya setelah sekian lama
Nur Asiah
lama banget sih kak up nya
Mr. Sweet: siapp terima kasih supportnya🙏
total 3 replies
Mr. Ganz~`
like mendarat di karya terbaik kakak.... tetap semangat😍😍😍....dan jaga kesehatan , juga jangan sombong... untuk like dan komen back ya..yahahahaha...... keren..... Uyehhhh 🤣🤣🤣

~ Two world ~
kurosaki
terlalu banyak flashback tor kalo bisa dikurangi flashback nya👍
Mr. Sweet: kalo di pikir pikir emang iya sih, kedepannya udah di kurangi kok,
makasih buat masukannya🙏
total 1 replies
Neil Dragneel
kalo menurutku sih thor, di awal awal emang agak ngebosenin dan alurnya biasa aja. Mungkin banyak pembaca yang stop di situ, tapi sejauh ini makin bagus dan ceritanya seru,
kalo dari penulisan sih menurutku udah bagus cuma emg agak monoton aja thor, kadang gadapet feelnya gitu.
Tapi sejauh ini udah bagus, gue yakin alur kedepan pasti lebih seru.
jangan sampe berhenti nulis thor, gue masih ngikutin dan pengen tau tamatnya gimana.
Pokoknya semangat thor jangan pantang menyerah!
Neil Dragneel: sama sama thor, kalo bisa update tiap hari thor biar ga nunggu
total 2 replies
Monkey D Dragon
dua cewek saling gelut wkwk
Ulin Silitonga
asyikk ada ilustrasinya, kukira rambunya si Azka hitam ternyata di bilang hijau gelap😂
Mr. Sweet: udah dari awal soalnya, susah nyari yang kayak gua imajinasiin makanya pake itu aja wkwk
total 1 replies
Monkey D Dragon
thank you thor ada ilustrasinya juga, jadi enak ngebayangin Azka sama tricia wkwk
Mr. Sweet: wkwkw siapp
total 1 replies
Monkey D Dragon
yang penting konsisten aja thor jangan berhenti nulis, justru menurut gua alur ceritanya simple tapi seru, keep it up🔥
Mr. Sweet: makasih banget ya, besok chapter barunya baru di up sorry lama🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!