NovelToon NovelToon
GADIS TARUHAN

GADIS TARUHAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:391.9k
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Dipaksa menikahi duda cacat yang tak lain adalah pembunuh ayahnya, membuat Elnara merasa hidup seperti di neraka. Dia harus berperang melawan kebencian dalam hatinya pada suaminya sendiri. Seharusnya posisi itu dialami oleh Afsa, kembaran Elnara, namun Afsa menolak dan terpaksa Elnara yang menggantikan posisi itu.
Ibunya menjadikan Elnara sebagai taruhan, memaksa bungsunya itu menikahi Emir. Hingga saat sebuah rahasia besar yang disimpan Emir terbongkar, akhirnya Afsa berusaha keras untuk mendapatkan Emir meski harus berpura-pura menjadi Elnara dengan modal wajahnya yang kembar identik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Menyangka

Elnara menelan dengan susah.  Lehernya seakan tercekat. 

Mampus!  Elnara mengumpati dirinya.  Lagian kenapa pagi- pagi buta begini Emir sudah bangun?  Bukankah seharusnya pria itu masih berpelukan dnegan bantal guling di kamar?

Bahkan penampilan Emir juga sudah kelihatan rapi dengan kemeja biru muda dan celana panjang hitam.  Pun rambutnya sudah kelemis.  Eh, bukankah Emir kesulitan untuk mengerjakan semua itu sendirian?  Lalu siapa yang membantu Emir mandi, memakai baju dan semuanya?

Emir tidak mengatakan apa pun, dia diam saja menatap wajah Elnara.  Entah apa yang ada di pikiran pria itu.

“Awh!”  Elnara merintih merasakan pergelangan kakinya yang sakit sekali saat ia bergerak hendak bangkit bangun.  Kini ia hanya bisa duduk di lantai.

“Dasar nekat!  Ck ck ck…”  Emir menatap ventilasi yang dalam keadaan terbuka.

Elnara memilih menunduk, malas melihat tampang seremnya Emir.  Pria itu kalau marah membuatnya takut saja.  

“Kalau mau marah, ya marah aja.  Aku nggak apa- apa kok.  Udah biasa dimarahin terus.”  Elnara memijit- mijit kakinya yang sakit.  Ia terkejut saat melihat telapak tangan Emir yang terjulur ke arahnya.  Lalu kepala Elnara mendongak, menatap Emir.

“Ayo, kubantu!” ucap Emir.

Elnara mengernyit.  Meski dahi bertaut heran, namun ia tetap meraih tangan itu.  

“Aduduh!”  Elnara tidak berhasil bangkit, ia kembali terjatuh.  Kakinya sakit sekali.  Rasanya ngilu.

“Itu pasti terkilir.”  

Elnara terkejut saat tubuh mungilnya terangkat oleh kedua lengan Emir yang kokoh dan didudukkan di pangkuan pria itu.  Emir mengarahkan kursi rodanya menuju sofa.

Elnara memilih diam dengan tubuh yang malah menjadi kaku saat di posisi itu.

Emir meletakkan tubuh Elnara ke sofa, ia meraih kaki Elnara dan meletakkan kaki itu ke pangkuannya.  Lalu memijiti pergelangan kaki tersebut.

“Apakah tidak ada cara lain selain bertindak seperti kucing dengan melompat dari ventilasi?”  Emir bertanya tanpa menatap Elnara, fokusnya tertuju pada kaki yang dipijit.

“Kamu tega mengurungku dan nggak mau mengeluarkan aku dari sana, terpaksa aku melompat.”

“Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.”

Emir masih saja beranggapan bahwa Elnara menaruh dendam di keluarga Emir.  Elnara malas menanggapi.

“Kenapa kamu udah bangun?” Elnara mengalihkan pembicaraan.

“Sebab aku akan mengecek ke kamar mandi, siapa tahu kamu sudah kaku.”

Dih… menyebalkan sekali.  Emir malah berangan- angan kalau Elnara mati kaku.  Dasar suami durhaka!

“Oh… Lalu siapa yang membantumu memasang pakaian?  Bukankah itu tugasku?” tanya Elnara.

“Siapa bilang itu tugasmu?  Tugas adalah sesuatu yang wajib dikerjakan.  Apakah aku pernah mewajibkannya kepadamu?”

Elnara menggeleng pelan.  “Tapi kamu belum jawab pertanyaanku.”

Emir mengangkat wajah, menatap Elnara.

“Siapa yang membantumu memasang pakaian?”

“Mama sedang di rumah sakit menjaga Cindy yang dirawat karena sakit.  Lalu menurutmu, siapa yang memasang pakaianku?”

“Apa yang membantumu adalah cewek yang kemarin itu?”  Elnara membelalak.  

Emir yakin Elnara sedang ingin menyebut Yuni.  “Maksudmu Yuni?  Asisten rumah tangga itu?”

“Iya.  Dia yang bantuin kamu ganti dan pasang baju?  Waduh, gawat dong.  Itu dia bisa melihat atau menyenggol atau ngapa gitu.”

Kepala Elnara sontak ditoyong oleh Emir.  

“Jangan kejauhan kalau mikir!”  Emir memperingatkan membuat Elnara menggigit bibir bawah.  

“Tapi asisten rumah tangga itu kan perempuan, nggak boleh bantuin kamu pakai baju.”

“Jadi… yang boleh melihat dan menyenggol hanya kamu, begitu?”

Muka Elnara memanas.  Ia memalingkan wajahnya yang mendadak seperti kepiting rebus.

“Sebelum kamu ada di sini, aku melakukan semuanya dengan bantuan suster laki- laki.  Tapi saat kamu sudah menjadi istriku, maka aku tidak lagi mempekerjakan suster itu.  Sekarang, apakah menurutmu aku tidak bisa melakukannya sendiri?”

“Kalau begitu, kamu udah bisa ngapa- ngapain sendiri, tanpa bantuanku!”  Elnara terlihat seperti sedang gembira dnegan kabar itu.

“Jadi kamu keberatan melakukan pekerjaanmu itu?”

Elnara sontak menggeleng atas pertanyaan suaminya.  “Bb bu bukan begitu maksudku.  Maksudku, aku jadi punya banyak waktu untuk kampus.”  Elnara tak ingin Emir beranggapan bahwa ia tak sudi merawat Emir, kenyataanya Elnara tulus melakukannya.

“Siapkan makan untukku!” pinta Emir.

“Tapi kakiku sakit.  He he…”  Elnara nyengir.  “Bukan maksud menolak, tapi ini sakit.  Susah jalan.”

“Lakukan sekarang!  Turuti aku!”

Ternyata Emir tidak menggubris perkataan Elnara.  Terpaksa Elnara menurut.  Ia menurunkan kakinya dari pangkuan Emir dan mulai melangkah.

Eh?  Kok kakinya tidak nyeri lagi?  Ini serius kakinya sudah sembuh?  Bukankah tadi keseleo?  Tunggu dulu, berarti pergelangan kaki Elnara sembuh berkat pijitan Emir?  Awah, agaknya Emir bisa dijadikan tukang pijit nih.  

Elnara menuju dapur.  Ia mendapati Yuni yang tengah mencuci piring.  

“Kamu yang namanya Yuni ya?” tanya Elnara sambil bergerak untuk membuat sarapan.

“Iya, Mbak El.  Saya Yuni, asisten rumah tangga di sini.  Kita belum sempat kenalan ya, Mbak.  Ada yang perlu saya bantu?” tanya Yuni ramah.

“Enggak.  Aku terbiasa memasak sendiri.  ini mau masakin Emir.”

“Biar saya bantu, Mbak.”  Yuni meninggalkan pekerjaannya, lalu membantu Elnara.  “Senengnya saya melihat Mas Emir menemukan wanita secantik dan sebaik Mbak El.  Sekilas, saya lihat Mbak El ini tulus sekali mengurus suami.”

“Ah, bisa aja.”

“Mas Emir itu memang terkenal disiplin dan kejam di kantor, Mbak.  Tapi sebenarnya dia itu kalau di rumah penyayang sama keluarga.”

Elnara sama sekali tidak tertarik dnegan perkataan Yuni.  Ia segera membawa hasil masakannya ke hadapan Emir.

Pria itu menyantap makanan dengan menggunakan garpu.  Sesekali meneguk jus yang disediakan.  Kali ini ia boleh berpikir bahwa ia tidak salah pilih istri disaat begini.  Masakan Elnara memang jos.  Bikin perut nagih.

“Kamu boleh pergi ke kampus!” ucap Emir.

“Apa?”  Elnara membelalak.

“Pergilah ke kampus!” ulang Emir.

“Eh?  Jadi hukuman untukku sudah kelar?”  Elnara girang.

“Apa kamu mau aku berubah pikiran?”

“Iya iya.  Ini aku mau pergi.”  Elnara menghambur.  “Yes, aku diijinkan kuliah. Kupikir bakalan mendapat hukuman lebih sadis lagi karena berusaha kabur.  Sebenarnya apa yang ada di pikiran pria aneh itu?”

Kata- kata Elnara itu terdengar oleh telinga Emir, pria itu melirik saja.

Bersambung

1
Lutha Novhia
afsa SM ibunya
11 12
Lutha Novhia
c el terlalu baik polos apha bodoh yah
udh tau kembaran dia sllu iri dengki
Lutha Novhia
akhirnyaaaa
Lutha Novhia
banyak yg janggal c emir GK fokus pha emg orgnya bgtu yah
kalung
trus pulang GK SM hamish
Lutha Novhia
aneh zha
koq udh pulang
kn blm jadwal pulang
trus c Hamish blm jmput

harusnya janggal donk emir
tp asudalah
Lutha Novhia
emg slma el pulang ke ibunya
dia GK izin gitu SM suami
lagaknya dia istri yg patuh koq GK izin mau kmna2
Bundanya Pandu Pharamadina
serius bacanya ngga terasa TAMAt
❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Emir semoga di beri jalan bahwa istrinya punya kembaran
Bundanya Pandu Pharamadina
Cindy dan akhirnya jatuh sendiri, usil sih sama Elnara
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorit👍❤
Angelica
ceritanya bagus banget
Khanza Za
Luar biasa
Imas Ratnasari
Wah.. gak terasa ternyataa sdh tamat... heee saking asyyikk bacanya.. 🤣🤣
Imas Ratnasari
Hamish jodohkan saja dgn Afsa.. dekatkan mereka
Biar Hamish ikut..merawat sebagai tanggung jawabnya. 😍😍😄😄
Imas Ratnasari
Kasihan juga dengan Afsa dia melakukan itu semua karena iri pada Elnara.selama ini dia selalu kalah baik dalam prestasi maupun kepandaian. Merasa sakit hati karena semua yg terbaik ada pada Elnara. Meskipun Afsa sdh jahat, Tapi Elnara tetap baik tetap melindungi kakaknya. itulah darah lebih kental dr pada air, Rasa persaudaraan tetap lebih erat dibanding rasa sakit hati... Verry Kind Elnara... 😍😍
Imas Ratnasari
heeee . lebih kompak Yona dan Yuni ya tidak saling julid. daripada Afsa dan Elnara. 😄😄😄
Imas Ratnasari
haaaa.. nanti Cindy berubah baik dan suka pada, Elnara. 😄😄
Imas Ratnasari
☝cung
acih aja
no coment...nikmati alur nya aja 😁
acih aja
Masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!