NovelToon NovelToon
The Beast Beauty

The Beast Beauty

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa / Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:70.1k
Nilai: 5
Nama Author: hielmeera

Sejak kematian kedua orang tuanya, Arumeey yang masih sangat muda tinggal jauh di dalam hutan. Ketika Ia remaja, Arumeey kembali dengan identitas baru. Hidup baru dimulainya untuk memecahkan teka teki kematian orang tuanya. Kecantikan dan kepintarannya membuat pria tidak bisa berpaling darinya. Mampukah Arumeey memecahkan semua misteri dan membalaskan dendamnya yang dibumbui oleh percintaan manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hielmeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. Rumah di Atas Bukit

Nenek Maepong yang sudah berusia 80 tahun masih memiliki tenaga yang cukup untuk pergi ke sana kemari, Tidak heran kalau di siang hari rumahnya menjadi kosong.

Arumeey keluar ke ruang utama tatkala mendengar ada yang datang.

"Cucuku, kau ada di sini?" Tanya nenek Maepong saat melihat Arumeey keluar dari kamarnya.

"Nenek, kau darimana saja?" Tanya Arumeey sambil berjalan menghampiri neneknya.

Arumeey memeluk erat tubuh neneknya, sang nenek pun ternyata sangat merindukan cucunya.

Nenek Maepong seketika melepaskan pelukannya saat aroma darah menusuk hidungnya.

"Kau terluka?" Tanya nenek Maepong terlihat khawatir sambil meraba raba badan cucunya.

"Apa yang terjadi Arumeey? Kenapa kau bisa terluka?" Nenek Maepong sangat khawatir ketika mendapati luka yang dibalut oleh Arumeey.

"Nenek, aku tidak apa apa. iInihanya luka kecil, aku terjatuh dari kudaku" jawab Arumeey berbohong pada neneknya.

Dia tidak ingin neneknya menjadi khawatir.

"Kau tidak bisa membodohi ku Arumeey! Katakan apa yang terjadi?" Tanya Nenek Maepong yang mengetahui bahwa cucunya sedang berbohong.

Nenek Maepong menarik lengan arumeey dan menyuruhnya duduk di sebuah kursi kayu yang ada di ruang utama.

"Duduklah! aku akan memetik daun rumput sinaga." ucap nenek Maepong.

"Tidak perlu nenek, aku sudah memetiknya" Jawab Arumeey dan langsung masuk ke kamarnya.

Arumeey mengambil daun sinaga yang dipetiknya tadi, matanya tertuju pada kotak yang terletak di atad meja. Namun dia tidak mengambilnya.

Arumeey kembali ke ruang utama, nenek Maepong sudah tidak ada di sana. Tidak berapa lama, nenek Maepong kembali dengan segelas air dan juga cawan untuk meracik obat luka.

Arumeey menyerahkan daun sinaga pada neneknya. Nenek Maepong mengambil daun tersebut dan mencampurnya dengan beberapa bahan lainnya.

"Minumlah dahulu, aku akan meracik obat ini untuk lukamu" Ucap nenek Maepong

Arumeey mengambil air tersebut dan meminumnya.

"Nenek, kau jangan terlalu khawatir, aku hanya kurang beruntung hari ini, aku bertemu kawanan perampok di tengah hutan. Namun aku sudah membereskan semuanya" terang Arumeey

Nenek Maepong menghentikan tangannya yang sedang meramu obat, dia menatap lekat wajah cucunya.

"Aku sangat mengkhawatirkan mu Arumeey. Aku tidak ingin hal yang terjadi pada kedua orang tuamu juga menimpamu " tutur nenek Maepong lirih seraya kembali meramu obat itu.

Arumeey terdiam sebentar, lalu berkata sambil menatap lekat wajah neneknya yang sudah dipenuhi oleh kerutan.

"Nenek, sebenarnya apa yang terjadi kepada orang tuaku? Nenek tidak pernah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya tahu peristiwa yang ku lihat saja. Namun aku tidak tahu ada misteri apa dibalik kejadian itu?" tanya Arumeey

"Kau akan segera tahu Arumeey, aku tidak dapat memberitahumu karena aku juga tidak tahu siapa dalangnya" jawab nenek Maepong.

"Nenek, sebenarnya ada yang ingin aku tunjukan padamu" Ucap Arumeey.

Nenek Maepong menatap kembali wajah cucunya.

Arumeey bangun dari duduknya dan masuk ke kamarnya lalu mengambil kotak yang ditinggalkan oleh orang tuanya dan membawanya keluar.

Arumeey menyerahkan kotak tersebut pada neneknya. Melihat kotak itu nenek Maepong mengernyitkan dahinya.

"Bukalah nek! Itu adalah kotak yang dititipkan oleh ibu. Satu hari sebelum peristiwa itu, ibu sempat menyimpan kotak itu di atas langit langit kamarnya." Ucap Arumeey.

Nenek Maepong membuka kotak itu dengan sangat hati hati.

"Ini perhiasan ibumu, sebagian perhiasan ini adalah pemberian dari raja pada ibumu, kau berhak mendapatkan nya" ucap nenek Maepong.

"Nenek, lihat lah botol yang ada di bawah perhiasan perhiasan itu" ucap Arumeey.

Nenek Maepong nampak bingung dan membuka penyekat kotak. Dia melihat botol botol kecil itu dan mengambilnya.

"Ini? Apakah ini obat itu?" tanya nenek Maepong tidak ditujukan pada siapapun.

"Kau mengetahui nya nenek?" tanya Arumeey.

"Aku tidak yakin Arumeey. Ibumu dulu pernah menyelidiki tentang penyakit langka yang menyerang banyak orang di Hwangguna, dia dan ayahmu meneliti berbagai jenis tumbuhan untuk membuat obat penawar penyakit itu. Namun hal buruk kerap terjadi, seperti ada seseorang yang memang ingin menghalangi mereka".

Arumeey hanya terdiam mendengar penuturan nenek Maepong.

"Berhati hati lah Arumeey! Jangan sampai ada yang mengetahui identitas mu, kita belum tahu apa tujuan mereka melenyapkan kedua orang tua mu, bisa jadi kamu juga menjadi incaran mereka" lanjut nenek Maepong.

"Nenek, aku mendapatkan informasi bahwa pasukan elang merah yang membunuh ibu dan ayah hanya menerima perintah dari orang orang besar saja, apakah menurutmu orang orang dalam istana terlibat dengan kematian ibu dan ayah?" tanya Arumeey.

"Entah lah Arumeey, orang tuamu adalah tabib kepercayaan raja, orang tua mu juga sangat memercayai raja. Aku tidak yakin raja dan ratu terlibat dengan kejadian itu" jawab nenek Maepong.

"Aku belum bisa pastikan apa isi dari ke dua botol ini Nenek, tapi aku akan berusaha agar segera bisa masuk ke ruang racik penelitian" ucap Arumeey menatap ke dua botol itu.

"Berhati hatilah Arumeey!" pinta nenek Maepong penuh kekhawatiran.

Nenek Maepong menarik lengan Arumeey dan membalut lukanya.

"Ganti pakaianmu, Nenek akan menyiapkan sup bawang putih untukmu" ucap nenek Maepong.

"Baik nek" Arumeey segera bangkit dan masuk ke dalam kamarnya.

...............

Setelah berganti pakaian, Arumeey melangkah ke dapur. Aroma sup bawang putih merebak ke segala penjuru arah, membuat siapa saja yang menghirupnya merasa ingin menikmati nya.

"Hmmmm harum sekali, aku sangat merindukan masakan Nenek" ucap Arumeey mendekati nenek Maepong yang sedang mengaduk sup di dalam kuali yang berwarna hitam pekat.

Nenek Maepong mematikan api, menandakan bahwa sup bawang putih siap di sajikan. Arumeey duduk di atas lantai kayu yang berhadapan langsung dengan jurang yang ada di belakang rumahnya.

Dapur belakang rumah nenek Maepong hanya memiliki dinding di sisi kanan dan kiri, satu sisi yang mengarah ke belakang tidak memiliki dinding sama sekali.

Nenek maepong menyajikan sup bawang putih ke dalam mangkok berwarna hitam, dia juga menghidangkan dua ekor burung panggang dan juga air kelapa muda.

"Waaah lezat sekali" ucap Arumeey tidak sabar ingin segera melahapnya.

"Makan lah, sup bawang putih sangat bagus di santap dengan daging burung kanala, itu akan mempercepat penyembuhan luka mu" ucap nenek Maepong sambil menyodorkan daging burung panggang kepada Arumeey

Arumeey menyeruput kuah sup dan memasukkan daging ke mulutnya, dia memakannya dengan sangat lahap. Angin sejuk berhembus membelai rambut Arumeey yang indah. Suasana hening, hanya ada suara daun yang bergesekan ditiup angin.

"Nenek, aku memiliki hubungan dengan pangeran ke dua Hwangguna" ucap Arumeey tiba tiba memecah keheningan.

"Uhuk uhuk bhuahak'' Nenek Maepong tersedak mendengar ucapan cucunya.

"Apa yang kau katakan Arumeey?" Nenek Maepong tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

tbc...

1
delete account
bahaya banget ta kalo racun pasti mematikan
delete account
ohh masduk aku murid kelas yap
delete account
murid 🤔
delete account
panjang sekali semoga sesukses
delete account
oh maksud nya toko obat?
delete account
izin hampir kk🙏🏼
delete account: sama-sama nanti hampir lagi
total 2 replies
delete account
aduh baru di baca sudah terkejut /Facepalm/
Berlian Anggrainy 💜
yok semangat upnya kak... 😃
Berlian Anggrainy 💜: jarang buka novel sekarang 🙏
total 1 replies
Jhuwee Bunda Na Alfaa
wadidaw...
Jhuwee Bunda Na Alfaa
seminggu kemudian ada rapat keluarga yah thorr
Kayla Almira
suka bangeettt sama semua visualnyaaa Thor☺️
Hielmeera🍒⃞⃟🦅: Terimakasih kka
total 1 replies
Hielmeera🍒⃞⃟🦅
Hp author rusak, jadi masih belum bisa lanjut. Maaf 😔 ya🙏🙏🙏
Berlian Anggrainy 💜
yuk semangat up kak author 🤣😁
Aisyah Sitv
guru Ang nih nano2 bgt deh.. jadi bingung
Aisyah Sitv
ini nenek sihir bikin aku keinget sama bibi nya raja jalalludin di film jodha akbar wkwk
Hielmeera🍒⃞⃟🦅: wk wk wk... 🤣🤣
total 1 replies
ᴹˢ᭄𝕯𝖆𝖗𝖐𝐒𝐢𝐬𝐭𝐞𝖒☢︎٭⃟👾⃟
Mampirrrr
Hielmeera🍒⃞⃟🦅: terimakasih kak
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
jangan mau di manfaatkan arumeey
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
dengan sehat kemungkinan besar bisa bertemu dgn anak mu
Berlian Anggrainy 💜
next, semangat semangat kak,semangat up nya :D
ratih P
wo wo wo wo
stopppp... aq tidak bisa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!