Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Ha ha ha ha ha ha lihatlah mereka berdua begitu cocok bahkan bicara saja bersamaan," pak Andi menggoda sang anak.
"Iya bentul, gak sabar ingin melihat mereka duduk di pelaminan," kata Arin tersenyum.
"Pa...." Rengek Syafi memelas.
"Pa tolong Syafi, syafi gak mencintai dia pa," Syafi memelas.
"Apa kurang nya dia nak, baik dan keluarga nya juga Papa sudah kenal daripada si Miko itu," jelas pak Andi membandingkan nya dengan Miko.
"Kok bahas kutu air itu sih pa," protes Syafi.
"Pokoknya Syafi tidak mau menikah dengan dia pa," Syafi memegang lengan sang Papa untuk mencoba merayu sehingga mau membatalkan perjodohan aneh ini.
"Sekarang di bilang kutu air, dulu saja sayang," sinis pak Andi membuat Syafi nyengir.
"Ayolah pa, batalkan perjodohan aneh ini," bujuk Syafi ke pak Andi.
Pak Andi dan Syafi keduanya berbicara dengan sedikit berbisik karena malu di sana ada Arin dan Abraham.
"Ma.... Aku dan Syafi tidak saling mencintai," kata Andra memelas.
Syafi yang mendengar itu pun menoleh ke arah Arin.
'Bagus, ayo manusia es kamu harus berjuang supaya perjodohan ini gagal,' batin Syafi mendukung aksi Andra.
"Iya Tante, apa Tante tidak kasihan dengan Syafi masa harus menikah dengan anak Tante yang seperti kulkas 2 pintu ini sih," tanpa sadar Syafi keceplosan mengatakan kalau Andra adalah kulkas 2 pintu.
"Pffffftttt..." Pak Andi menahan tawanya saat mendengar ucapan sang putri. Abraham melotot ke arah pak Andi.
"Upssss maaf Tante," ucap Syafi merasa bersalah dengan cepat menutup mulutnya.
"Hei apa kamu bilang, manusia es," Andra melotot ingin rasanya meremas mulut wanita itu.
"Siapa juga yang mau menikah dengan cewek bar-bar seperti kamu, haduh bisa kurus kering aku tiap hari dengar mulut bawel mu," jawab Andra tak kalah sengit.
"Jaga mulut mu, kalau berani sini lawan aku. Dasar mulut mercon," Syafi sudah menyingsingkan kaos lengan panjang nya itu ke siku.
Arin mengelengkan kepalanya melihat kedua anak muda itu.
"Wah kalian sangat cocok, mama gak sabar melihat kalian menikah," ucap Arin berbinar.
"Tante," Syafi merengek ke Arin seperti anak kecil.
"Pa tolong bujuk mama," pinta Andra.
"Sayang Tante sudah memikirkan nya dengan matang. Karena kamu masih kecil dulu Tante berfikir tak ingin memaksakan kehendak untuk menjodohkan kalian karena kamu sudah punya kekasih. Namun setelah Tante dengar pria itu selingkuh, Tante mantap ingin melanjutkan perjodohan ini, ini sesuai dengan permintaan mama mu sebelum meninggal, dia meminta Tante untuk menjaga mu dan dengan cara ini Tante bisa menjagamu seperti anak Tante sendiri," jelas Arin dengan sendu.
Syafi mendongak menatap ke arah pak Andi, Syafi melihat sorot mata kesedihan di mata papa nya. Mungkin Papa nya sedih mengingat kenangan bersama sang Mama.
"Pa...." Syafi terdiam melihat Papa nya, Syafi berfikir tak ingin mengecewakan Papa tercinta nya terlebih lagi ini permintaan dari almarhum mama nya.
"Iya pa, Syafi mau," lirih Syafi memeluk pak Andi dengan sedikit terisak.
Abraham yang dari tadi diam kini pun angkat bicara.
"Pokoknya semua sudah jelas, Andra dan Syafi menikah 4 bulan lagi dan keputusan ini tidak boleh ada yang protes," kata Abraham tegas membuat semua terdiam.
"Papa tinggal dulu, karena ada pekerjaan yang harus papa selesaikan hari ini," pit Abraham berkali-kali mengecek ponsel pintarnya.
"Ya sudah mama juga tinggal sebentar mau membantu Papa," pamit Arin kepada Andra.
"Oh ya Andi, Syafi kalian menginap saja karena semua baju dan keperluan kalian sudah di siapkan di kamar tamu, maaf ya aku tidak bisa menemani kalian,"
"Terimakasih Tante, kalau Syafi sih terserah Papa saja," kata Syafi.
Arin mengangguk tersenyum, setelah itu Arin memilih berjalan menuju kamar nya.
"Papa juga mau istirahat karena lelah tadi habis dari kantor ke sini," jelas Andi.
Pak Andi mengusap lembut rambut sang anak setelah itu dia pergi.
"Lho semuanya pergi," kata Syafi melonggo.
"Ya iyalah mereka semua sibuk," sewot Andra.
Syafi pun kembali duduk menikmati kue kesukaan nya.
"Hei makan mulu," sinis Andra melihat Syafi yang makan terus.
"Terserah aku dong, mulut mulut ku," jawab Syafi.
"Gak takut gendut lo," tanya Andra.
"Ini tuh kue kesukaan ku, lama sekali aku tidak menikmati kue ini. Terakhir kali waktu SMP," kata Syafi melamun mengingat kenangan indah dulu saat bersama pengasuhnya.
"Kenapa? Cuma kue saja gampang tinggal beli," tanya Andra.
"Kue ini jarang ada yang jual kalaupun ada juga rasa nya gak akan bisa seenak ini, dulu si mbok sering buat kan, tetapi sejak si mbok pergi tak ada lagi yang bisa membuat kue seenak ini karena si mbok dulu bilang ini adalah resep dari mama," jelas syafi sendu.
"Si mbok itu pergi ke mana?" Tanya Andra.
"Si mbok pulang kampung saat aku masih SMP, terus sekarang gak tau aku kabarnya," jawab Syafi.
"Kamu gak cari ke kampungnya," tanya Andra.
Syafi mengeleng sedih.
"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks percuma ku cariin karena si mbok gak akan pernah kembali," jawab Syafi terisak.
"Maksudnya?" Andra mengerutkan keningnya binggung dengan perkataan dari Syafi.
"Si mbok sudah tenang di sana. Hiks hiks hiks hiks hiks hiks dia meninggal karena terjatuh di kamar mandi saat di kampung," jelas Syafi dengan sedikit terisak.
Deg..
Mendengar itu Andra jadi tak enak hati, apalagi melihat Syafi yang biasa nya ceria tiba-tiba menangis.
Andra pun mendekati Syafi, memeluk dia dan mengusap lembut pundaknya.
"Sssstttt... Jangan sedih, nanti kalau kamu kangen kue ini kamu bisa datang ke sini," Andra coba menenangkan Syafi.
"Hmmm...." Guman Syafi.
"Srottt...." Syafi mengelap ingusnya yang sedikit keluar.
"Iyuuuuh kamu jorok," Andra tiba-tiba jijik mendengar Syafi menyedot ingusnya. Namun Andra masih tak melepaskan pelukannya.
"Awas ya kalau sampai kena baju ku," protes Andra sekarang memperingatkan Syafi.
"Nih rasakan," bukan nya menjauh justru Syafi mendusel wajahnya di kaos milik Andra.
'Ah tubuhnya wangi banget,' batin Syafi merasa tenang mencium bau tubuh Andra sekejap dia merasa terhipnotis.
"Eh nanti kena baju ku," protes Andra.
Syafi pun tersadar saat mendengar ucapan Andra.
"Gara-gara kamu sudah bikin aku menangis jadi kamu harus tanggung jawab," kesal Syafi masih anteng kepalanya bersandar di dada Andra.
"Ck..." Andra berdecak kesal.
"Kenapa harus aku yang di sahkan, memang benar kata orang kalau perempuan selalu saja menang," grutu Andra pelan.
Tanpa Andra maupun Syafi sadari ada seseorang yang mengintip ke duanya.
B E R S A M B U N G.....
LIKE
KOMENTAR
FAVORIT
VOTE
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣