NovelToon NovelToon
Secantik Kupu-kupu

Secantik Kupu-kupu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Teen School/College / Tamat
Popularitas:195.3k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Jelita harus menerima kenyataan pahit saat Ibu yang membesarkannya seorang diri terkena Stroke.

Diapun harus merelakan pendidikan dan masa-masa remajanya untuk bekerja mencari uang demi menafkahi dan juga untuk pengobatan sang Ibu.

Jelita memilih bekerja di sebuah Universitas ternama sebagai petugas kebersihan melanjutkan pekerjaan lama Ibu nya.

Paras nya yang tidak sesuai dengan namanya membuat Jelita kerap mendapat ejekan dari mahasiswa yang berada disana.

Suatu hari ada seseorang yang iba dengan Jelita dan orang tersebut memutuskan untuk membantu Jelita dalam mengubah penampilannya.

Bagaimana kisah Jelita dalam menghadapi hari-harinya dan apakah ada pria yang akan menerima Jelita apa ada nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Terlambat pulang

Pada malam harinya.

Jelita terlambat pulang ke rumah dikarenakan banyaknya kejadian tidak mengenakkan yang menimpah dirinya hari ini. Walau langkah kakinya sedikit goyah karena kelelahan, namun Jelita terus berusaha melangkah dengan cepat agar dirinya bisa lekas sampai ke rumah.

Di sepanjang jalan menuju rumahnya, Jelita memikirkan kejadian dikampus tadi, bagaimana sikap buruk para pelajar itu memperlakukan Jelita sepanjang hari ini.

Jelita menghela nafas dan memijat bahunya. "Mereka menyampah dimana-mana, membuat seluruh lantai kotor dengan tanah dan melempari ku dengan kertas-kertas berisi hinaan. Mereka benar-benar keterlaluan, sudah menyiksaku hingga kelelahan seperti ini ... Ya Tuhan, bagaimana dengan nasib ku besok, apa mereka akan mengerjaiku lebih buruk daripada hari ini?"

***

Beberapa saat kemudian Jelita akhirnya sampai di rumah, dia terdiam sejenak di depan pintu lalu memasang wajah ceria dan membuang jauh-jauh rasa kelelahan di wajahnya itu sebelum dirinya masuk ke dalam agar Ibu tidak khawatir saat melihat dirinya yang begitu menyedihkan.

Sesampainya di dalam kamar Jelita menghampiri dan mencium kening Ibu. "Ibu ... Jelita sudah pulang kerja, maaf hari ini pulangnya sedikit terlambat. Jelita ada kerja tambahan tadi di kampus. Jelita mandi dulu ya, sekalian mau angkat jemuran."

Ibu melirik dan mengedipkan mata, "Ehm ..." balas Ibu seperti ingin mengangguk.

Jelita bersyukur karena Pak Budi tidak menceritakan semuanya kepada Ibu tentang kejadian yang menimpah dirinya saat bekerja di kampus.

Beliau dan istrinya malah membantu Jelita mengurus dan menjaga Ibu saat dirinya telat pulang ke rumah. Jika tidak, Ibu pasti sudah kelaparan dan merasa tidak nyaman saat ini.

***

Setelah membersihkan tubuh dan mengangkat jemuran, Jelita mulai mengurus perutnya yang sudah kelaparan. Namun sayang gara-gara dia telat pulang ke rumah, sayur di rumahnya telah basi karena telat di hangatkan.

Kondisi menyedihkan juga terlihat saat dia menengok ke arah kukusan, nasi dingin di dalam kukusan itu hanya tinggal setengah centong saja.

Namun Jelita masih bersyukur, dirinya tidak pernah mengeluh dengan kondisinya yang serba kekurangan. Dia mengambil mie instan setengah bagian yang pernah dia simpan sebelumnya, lalu memasaknya sebagai pengganti kuah sayur.

"Tidak apa, masih ada mie instan," ucap Jelita yang selalu menyemangati dirinya.

Setelah selesai makan malam dirinya tidak lupa memenuhi tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan tambahan, yaitu mengosok pakaian yang telah dia cuci sebelumnya.

Dia mengambil beberapa arang kayu sisa pembakaran dalam tungku di dalam dapur, lalu menaruh ke dalam setrika besi kokoh milik Ibu nya.

Setrika sederhana tanpa listrik itu berwarna hitam, ada lubang di bagian sisi kanan dan juga kirinya. Pemakaiannya pun cukup sederhana, Jelita hanya perlu memanaskan arang kayu yang telah dia masukkan ke dalam setrika besi tersebut dan mengubahnya menjadi bara api dengan cara di kipas.

"Wus! wus! wus!"

Kipas dari anyaman bambu di tangan Jelita dia gerakkan dengan cepat dan setelah setrika tersebut dirasa cukup panas, Jelita mulai menggosok semua pakaian tersebut agar licin.

Satu persatu pakaian itu telah di setrika dengan rapi, dirinya sesekali memantau bara api dalam setrika agar terus menyala dengan cara mengipasinya secara berkala dan jika strika besi itu terlalu panas dan mulai lengket, Jelita menjedanya dengan menggosok setrika tersebut ke atas selembar daun pisang yang juga sebagai alas agar licin kembali.

Terkadang panas dari bara api itu berterbangan ke segala arah dan tanpa permisi hinggap dilengannya.

"Aw panas, panas!" ucap Jelita pelan sambil mengibaskan tangannya yang terkena pletikan bara api dengan segera dan menggigit bibir bagian bawah agar tidak menimbulkan suara berisik yang bisa membangunkan Ibunya.

Jelita mengerjakan itu semua dengan sabar, walau sebenarnya dia sudah kelelahan setelah bekerja di kampus seharian. Namun demi uang tambahan senilai dua puluh ribu rupiah, Jelita menyingkirkan jauh-jauh kelelahannya itu.

Uang tersebut rencananya akan Jelita kumpulkan untuk membeli sebuah kursi roda bekas. Sedangkan gaji bekerja di kampus setelah dipotong hutang dan juga keperluan lain, maka sisanya akan dia tabung untuk berobat Ibu.

Namun Jelita tidak tahu kapan rencana tersebut akan terealisasi, karena selalu ada saja pengeluaran tidak terduga yang mengharuskan dia memakai uang tabungan pribadi.

***

Tiga puluh menit telah berlalu, Jelita telah selesai mengerjakan tugas menggosoknya. Dia kemudian menyusun serta membungkus semua pakaian tersebut agar rapi dan akan dia kembalikan kepada sang pemilik pada esok pagi sebelum berangkat kerja.

"Fiuh ... Akhirnya selesai juga, sekarang lihat Ibu dan tidur."

Jelita masuk ke dalam kamar, dia menatap Ibunya yang sudah terlelap. Entah mengapa dirinya selalu tidak tahan jika melihat kondisi Ibu yang sedang sakit.

"Ibu ... pasti rasanya tidak nyaman ya seperti itu. Pasti sakit semua ya badan Ibu ...." Jelita menangis sambil menyelimuti tubuh Ibunya.

Jelita bergumam dalam hati.

"Andai kan saja Ayah masih hidup, mungkin kita tidak sesulit ini. Entah berapa lama lagi hutang kita di kampus itu akan lunas. Semoga Jelita selalu kuat menghadapi semuanya, juga hinaan dari orang-orang kaya itu entah sampai kapan mereka akan berhenti menghina Jelita."

Jelita menghapus air matanya, lalu merangkak naik ke kasur dan tidur disamping Ibunya. Perlahan dia memejamkan kedua mata dan berharap besok dirinya bisa menghadapi sikap keterlaluan para pelajar tersebut.

……………………………………………………………………………

Di Kampus.

Hari demi hari bertukar, sudah seminggu Jelita menerima perlakuan tidak mengenakkan dari para pelajar disana hingga dirinya sudah terbiasa menerima hal tersebut dan menganggapnya sebagai makanan sehari-hari.

"Sabar Jelita, kamu harus sabar. Jangan biarkan mereka menang," ucap Jelita sambil mengelus dadanya melihat kelakuan para pelajar tersebut.

"GEMBEL!"

Tulisan dengan huruf besar itu tertulis nyata di badan ember yang biasa Jelita pakai untuk mengepel lantai hingga logo ember tersebut tidak terlihat lagi karena tertutup rapat dengan kata hinaan.

Belum lagi dengan semua pekerjaan tak terduga yang selalu dia kerjakan. "Apa mereka tidak bosan selalu membuat masalah denganku setiap hari, sampai sempat-sempatnya membuat pekerjaan yang bukan mata pelajarannya disini?" ucap Jelita merasa heran saat melihat sebuah pemandangan tak lazim tepat dihadapannya.

Kelas pelajar berpendidikan dan juga dari kalangan atas itu berantakan dengan kursi meja yang berjungkir balik kesana kemari seperti habis terkena angin ribut saja.

Jelita menghela nafas panjang lalu dengan semangat yang menggebu dia mulai merapihkan kelas yang berantakan tersebut sebelum para siswa itu menampakkan wujudnya.

Saat Jelita tengah merapihkan kelas dengan susah payah, seseorang memperhatikan Jelita dari kejauhan. Dia terkekeh senang saat melihat Jelita kesusahan.

"Apa kau senang Mike, itu adalah perbuatan anak buahku yang sudah menyusahkan dia" ucap Floren yang tiba-tiba berdiri di belakang Michael.

Michael mengangguk, "Aku senang selama dia mengalami kesusahan seperti itu, asal jangan main kasar kepada dia. Tapi Flo sudah seminggu kita menyiksanya seperti itu, terus mengapa dia masih bertahan dan bersikukuh untuk tetap bekerja disini?" tanya Michael kepada Floren.

Floren tersenyum dan membalas, "Info dari anak buahku, dia bertahan karena Ibunya."

Michael menoleh kebelakang dan melihat Floren. "Ibunya?"

Floren mengangguk. "Iya ... Ibunya."

.

.

Bersambung.

1
falea sezi
ibunya egois ss
falea sezi
egois ibu nya miki pdhl dia dlu jg miskin skg kaya jd sombongnya mending ma wiliam
falea sezi
ma wiliam aja lahh
falea sezi
mami egoiss
Eny Hidayati
Florence gila ..m
Eny Hidayati
tabah ...
Eny Hidayati
jelita tidak minta bantuan pada bu dosen ...
Eny Hidayati
hati yang syirik tempatnya penyakit hati ...
Eny Hidayati
jelita menjauh ... rasa takut dan rasa bersalah karena menyiram tuan muda dengan air bekas pel ..
Eny Hidayati
Ujian hidup jelita ...
Eny Hidayati
Ya ampun ... kacung saja galaknya ngalahin tuan majikan ...
Eny Hidayati
Jelita ... trenyuh banget melihat kehidupanmu...
Eny Hidayati
sejauh ini masih menyimak ...
Noviyanti: terima kasih, semoga suka ya kak
total 1 replies
Eny Hidayati
menyimak Thor...
neng ade
wah .. othor nya hebat karena Michael san Jelita generasi baru cinta nya langgeng sampai ke pernikahan
neng ade: sama2 ya orhor cantik ku 🙏
total 2 replies
neng ade
happy ending utk semua nya.. tadi nya aku pikir akan sampai Mike dan Clara punya anak dan 2 pasangan lain nya menikah Riko dan Flo dan Jason dngn Shansan
neng ade
setelah Mike dan Clara menikah giliran Floren dan Riko yg menikah ..
hingga akhir nya happy ending utk semua nya
neng ade
pasti yg tebar undangan itu utk pernikahan Michael dan Clara
neng ade
kasihan juga sih sm Flo tapi klo ingat kelakuan jahat nya itu bersama papa dan mama nya jadi berubah geram ..
neng ade
itulah karma mu Floren dan keluarga mu .. apa km tau kejahatan ayah mu hingga membuat William jadi yatim piatu saat diri nya masih kecil dan juga membuat Jelita harus kehilangan ayah nya karena perbuatan papa. mu yg merusak rem mobil William hingga kecelakaan itu terjadi.. diri mu dan keluarga mu itu terlalu jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!