NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:169.3k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 12

Tap tap..

Langkah kaki Radit mendekati gudang yang ada di area kampus itu. Gudang di mana tempat menyimpan berkas dan seluruh biodata siswa siswi dari generasi ke generasi.

Saat Radit datang ke ruangan itu, hari memang sudah sore. Dan kampus sudah di bubarkan, hanya ada beberapa siswa siswi yang masih lalu lalang di area kampus tersebut.

“Aku cari di mana? Anak yang bernama Ibra itu hanya menyebutkan padaku, untuk mencari biodata Cempaka, tapi tidak mengatakan Cempaka angkatan tahun berapa?” ucap Radit sembari menarik sekumpulan biodata siswa siswi yang ada di dalam lemari besar di ruangan itu.

“Anak itu benar-benar keterlaluan. Jadi dia meminta Radit untuk mencari tau siapa aku!” Cempaka yang melihat pergerakan Radit. Menjadi semakin kesal kepada Ibra yang mulai ikut campur itu.

“Aku akan kembali membuat pelajaran padamu Ibra.”

Dua jam kemudian, Radit yang sudah mulai lelah mengacak-acak dan membereskan kembali berkas biodata itu, sudah kesal dan lelah. Pasalnya, ia tidak menemukan apa-apa di tempat itu yang berhubungan dengan Cempaka.

“Udah jam setengah enam, aku harus pulang. Kalau aku pulang malam lagi, papa dan mama pasti marah,” guman Radit sembari menutup berkas yang ada di tangannya. “Anak yang bernama Ibra itu, pasti mengada-ngada!”

Radit segera berjalan meninggalkan lemari besar itu, tiba-tiba ia menginjak sesuatu.

“Apa ini?” Radit meraih kertas kecil yang ada di kakinya. Ia terkejut melihat sesuatu yang ada didalam kertas itu. Yang ternyata isinya adalah gambar Cempaka. Foto hitam putih yang sudah cukup usang.

“Cempaka, ini Cempaka kan?” Radit segera memasukan foto itu kedalam tasnya dan segera bergegas pulang.

Radit segera melajukan motornya meninggalkan area gedung kampus garuda. Saat sudah hampir pukul tujuh malam, ia baru tiba di rumahnya. Di depan pintu rumah itu, mama nya sudah menunggu.

“Kenapa pulang sudah lewat magrib kaya gini?” tanya mama nya. “Gak baik waktu magrib kamu masih di jalan, Radit. Sekarang cepat masuk, bersihkan diri dan segera shalat. Sebelum waktu shalat magrib habis,” kata mama nya.

“Maaf, ma. Radit aja tugas tadi, jadi telat lagi,” kata Radit sembari menundudukan kepalanya dan memasuki rumah itu.

.

.

.

Di kediaman Ibrahim.

“Ibra hanya mencoba untuk membantunya, Nek. Itu aja,” kata Ibra kepada neneknya.

“Arwah itu tidak akan menyakitinya, percayalah pada Nenek,” balas nenek Ibra.

“Tidak menyakiti bagaimana maksud nenek? Sudah jelas, arwah itu selalu mengikutinya karena ingin balas dendam!” jelas Ibra kepada neneknya itu.

“Bukan pada pemuda itu, pemuda itu hanya akan menjadi perantaranya untuk menemukan generasi dari orang-orang yang telah membunuhnya dimasa lalu.”

“Maksud nenek? Radit dan teman-temannya adalah bagian dari masa lalu itu?” tanya Ibra.

“Tidak semua, tapi generasi pembunuh itu sebentar lagi akan datang dengan sendirinya ke universitas itu. Salah satunya sudah datang, ia adalah seorang siswa pindahan!”

“Setelah dia menghabisi generasi para pembunuh itu, ia juga akan membuat orang yang membunuhnya dengan keji itu berkumpul dan menebus semua perbuatan yang sudah di lakukan mereka pada Arwah itu.”

“Sebenarnya dendam apa? Kenapa orang-orang itu membunuh gadis yang bernama Cempaka itu?” tanya Ibra dengan begitu penasarannya.

“Untuk itu, kau tanyakan sendiri pada arwah gadis itu,” kata sang Nenek. “Ingat Ibra, kau hanya perlu memperingati. Jangan ikut campur, nenek sudah memperingati salah satu teman dari pemuda itu, tapi dia tidak mendengarkan hingga gadis yang nenek ingatkan itu tewas dengan tragis di tangan arwah Cempaka!”

“Iya, nek. Tapi Ibra tidak janji, untuk tidak ikut campur,” kata Ibra. “Ibra tidak bisa membiarkan, orang yang ada di sekeliling Ibra lenyap satu persatu.”

.

.

.

BERSAMBUNG!

1
Qaisaa Nazarudin
Tuh kan Jiwanya udah di ambil oleh Cempaka..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ini ulah Cempaka yg ingin mengambil Radit utknya..
Qaisaa Nazarudin
Jangan lah,Darto melakukan semua itu karena Dipaksain oleh duo dakjal itu.
Qaisaa Nazarudin
Kejam banget Nih Cewek,kenapa gak siksa dia aja bukan anaknya??
Qaisaa Nazarudin
Setelah Cempaka Mati apakah kamu mendapatkan Harun?? Gak kan?? Yang ada kamu sudah menjadi seorang PEMBUNUH hanya karena seorang pria,bego banget jadi cewek..
Qaisaa Nazarudin
Mmg Pantes anaknya mati kayak gitu,Anaknya juga kelakuan kayak bapak nya..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Jony gitu kelakuannya ternyata turunan dari bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan suka ikut campur,Udah di wanti- wanti juga tapi masih aja ikut campur..
Qaisaa Nazarudin
😳😳😳😆😆😆😆Dari deg degan lamgsung ngakak dengar kejelasan Radit ke Bokap nya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh ini si gagap diam aja deh..Malah bilang kerjaannya hantu segala,Kamu pikir Polisi itu percaya itu kerjaan hantu,Yang ada kamu yg dikira gila..
Qaisaa Nazarudin
Oh Jony anaknya Lastri, kalau gitu pantesan mati,Kan Lastri pelaku utama nya..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Ibra ganggu aja..harusnya Cempaka kunci pintu nya dulu baru bunuh tuh si Jony..Aelah
Qaisaa Nazarudin
Lha ini anak siapa lagi? anak Lastri? Kan Cempaka bilang satu persatu anak2 yg sudah membunuh nya akan muncul sendiri dan ngumpul dikampus Garuda itu..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata nenek yg ditolong Radit waktu itu nenekmya Ibra..
Qaisaa Nazarudin
Lebih baik dipanggil JENAZAH nya Lidia,Bukan MAYAT..
Qaisaa Nazarudin
Ayah Lidia,Ayah Jony dan Ayahnya Radit di masa lalunya Cempaka,Terus Ortunya Sarah?
Qaisaa Nazarudin
Waahh makin penasaran,Apa mungkin ortunya Jony dan Ortunya Radit itu temennya Cempaka dulu sebelum kejadian?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Nama peran nya ketukar2 mulu,gak konsisten..
Qaisaa Nazarudin
Waah ceweknya pak Harun nih kayaknya? Terus kenapa bisa mati tuh cewek?
Qaisaa Nazarudin
Kok Rendi? Radit kan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!