NovelToon NovelToon
Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:760.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurma Azalia Miftahpoenya

Perjuangan seorang Gadis bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan biasa di kantor ayahnya.
Ali Danish Mahendra adalah seorang pria yang terpaksa menikahi Putri Tunggal sang Bos di kantor dia bekerja.

seperti Apakah perjuangan Ara untuk Ali.

Simak kisahnya disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan Danish

Mobil masih melaju menembus jalan yang sudah tidak seramai jam pulang kantor. Tanpa mereka sadari Ada sebuah mobil Pajero hitam yang mengikuti mereka sejak tadi.

"Lalu kamu mau bawa aku kemana?" tanya Ara setelah tercipta kebisuan beberapa saat.

Ali menoleh sejenak dan kembali fokus pada jalan di depannya.

"Tempat yang aman, untuk kita membicarakan masalah kita. Aku tidak mau ada orang yang ikut campur lagi dengan apa yang kita lakukan," terang Ali masih tetap fokus pada jalan yang sepi.

Ali segera menginjak pedal gas semakin dalam, Mobil melaju dengan kencang menembus jalan pepohonan rimbun. Hingga setelah menempuh perjalanan selama satu jam. Mereka sampai di sebuah tempat yang di kelilingi hutan, dan ada sumber air terjun yang sangat indah.

Ali sengaja mengajak Ara untuk ke tempat yang membuat mereka nyaman, untuk membicarakan masalah mereka. Ara segera turun setelah mobil berhenti, menginjakkan kakinya di rerumputan hijau. Ali mengikuti Ara berjalan di belakang. Memperhatikan ekspresi Ara yang justru merasa nyaman, di tempat sepi itu.

"Kau suka tempat ini?" tanya Ali ketika melihat Ara merentangkan tangannya. Menikmati udara yang begitu menenangkan, dengan suara air yang mengalir begitu keras. Ara menoleh ke arah Ali berdiri setelah mendengar pertanyaan Ali.

"Aku suka, karena dulu aku pernah kemari bersama sahabatku," terang Ara, dia berjalan ke atas batu besar dan duduk di sana. Ali masih setia mengikuti kemana Ara menginjakkan kakinya.

"Kebetulan sekali, aku juga sering ke sini bersama kekasihku dulu," lirih Ali, Dia memandang ke arah dimana dia sering menghabiskan waktu untuk melepas rasa penatnya, bersama kekasih yang hingga saat ini masih bertahta di hatinya. Ara yang mendengar Ali membahas tentang masa lalu, segera mengalihkan pembicaraan mereka.

"Emm, Danish kamu mengajakku kesini mau membahas apa?" tanya Ara dengan memandang calon suaminya yang terlihat sangat terluka oleh masa lalu itu.

"Oh iya, hampir lupa," Karena teringat dengan seseorang yang begitu spesial untuknya. Dia sampai melupakan hal penting yang mempengaruhi kebahagiaan sang ibu. "apa kau sudah membatalkan pernikahan kita di kantor urusan agama.?" tanya Ali pada poin penting tersebut.

"Belum, rencananya aku akan ke sana tadi. Tapi, ada urusan mendadak, jadi belum sempat. Besok setelah mengadakan konferensi pers dengan wartawan, aku akan mencabut berkasnya," jelas Ara menjawab pertanyaan Ali dengan lugas.

"Kau tidak perlu mencabut berkasnya, karena pernikahan itu tetap harus terjadi," timpal Ali dengan suara tegas.

"Tapi, bukankah kamu tidak mau menikah denganku?" Ara bingung dengan pemikiran Ali, bagaimana bisa dia begitu mudah berganti keputusan.

"Aku memang tidak ingin menikah, apa lagi dengan kamu. Tapi Ibuku benar-benar sedih, karena pembatalan pernikahan kita. Aku melakukan ini demi Ibu," jelas Ali mengungkapkan alasan keputusannya.

"Bagaimana dengan hatimu, Danish. Apa kamu bisa menerima aku sebagai Istri kamu?" Ara melayangkan pertanyaan yang menurutnya sangat penting.

"Kau tidak perlu memikirkanku, kau menyayangi Ibuku kan? Kalau kau menyayanginya, lakukan saja apa yang membuat beliau bahagia," pinta Ali tanpa memikirkan perasaan Ara, bagaimana bisa Ali sama sekali tidak memberi jawaban pasti tentang hubungan mereka.

"Baiklah, karena aku juga tidak memiliki seorang Ibu sejak kecil. Aku mau melakukan ini untuk Ibu Salma," putus Ara. Hal itu bagaikan angin segar untuk Ali, dia tidak perlu berbicara panjang lebar atau memohon pada gadis culun yang sedang duduk di bebatuan dengan kaki yang asik bermain di dalam air.

Ali yang sedang memperhatikan keadaan sekitar, melihat seseorang yang mencurigakan di balik pepohonan yang rimbun. Orang itu segera melarikan diri setelah Ali berjalan mendekat padanya.

"Danish, kamu mau kemana?" teriak Ara saat Ali berjalan ke arah semak belukar.

Ali berhenti, teringat dia di tempat itu tidak sendirian. "Sial, aku melupakannya," gerutu Ali dan segera berjalan mendekat pada Ara.

"Aku tadi melihat, ada seseorang yang mengawasi kita dari sana," tunjuk Ali pada pepohonan rindang yang berjejer dengan rapi.

Ara mengikuti arah pandang Ali dan mengira bahwa yang mengikuti mereka adalah orang yang sudah biasa menjaga dan memata matai aktifitasnya.

"Sudahlah, mungkin hanya seorang yang ingin mencari kayu bakar," ujar Ara untuk meyakinkan Ali bahwa semua baik baik saja.

"Tidak mungkin, Orang mencari kayu bakar dengan pakaian seperti penjahat," sanggah Ali ragu.

Ara beranjak dari posisi nyamannya, berjalan mendekat ke arah Ali berdiri, dengan pandangan berkeliling. Mengawasi siapa tahu tiba-tiba ada orang yang berniat jahat pada mereka. Ara menyentuh tangan Ali dan menggenggamnya erat.

"Kalau kamu tidak nyaman, ayo kita pulang," ajak Ara dan menyeret tangan Ali menuju mobil, Ali masih saja waspada dan hanya mengikuti kemana Ara menyeretnya.

"Kamu duduk di samping saja, biar aku yang menyetir," putus Ara karena melihat calon suaminya itu merasa tidak nyaman. Ara membuka pintu penumpang samping kemudi, dan memaksa Ali untuk duduk dengan tenang.

Ali benar-benar hanya menurut dengan apa yang Ara lakukan. Setelah memastikan Ali duduk dengan tenang. Ara segera masuk ke mobil dan menyalakan mesin mobilnya.

"Apakah karena kejadian itu, Danish jadi seperti ini?" batin Ara bertanya.

Ara mengemudi mobilnya dengan tenang, memandang ke arah Ali duduk dengan perasaan waspada. Ara benar-benar merasa Ali sedang ada di dalam trauma yang begitu menekannya.

 

*****

Di tempat yang begitu besar, markas Wild Wolf. Seseorang sedang duduk dengan gagahnya. Di depannya terlihat seorang sedang dalam ketakutan, ketakutan dengan kemarahan pemimpin mereka yang begitu tidak bisa menerima kegagalan.

"Bagaimana bisa rencana yang kau buat dengan baik itu, bisa gagal? Apa kau tidak mengeksekusi dengan benar ... Ha !" bentak Aldev dengan wajah memerah, menahan amarah yang sebentar lagi pasti meledak dan akan mengorbankan salah satu orang kepercayaannya.

"Ma--aaf bos, i--ini di luar rencana kita. Tadi pria lemah itu meminta nona untuk tetap menikah dengannya demi ibunya," ucap sang mata pengintai yang dikirim untuk mengawasi sang pujaan hatinya.

"Kau yang lemah, menggagalkan rencana begitu saja tidak mampu. Pergi kau ke neraka....!! Aldev mengeluarkan senjata di balik jas mewah miliknya, mengarahkan bidikan pada kepala anak buahnya. Segera menarik pelatuk.

Satu peluru bersarang di kepala anak buah Aldev, yang sudah gagal menjalankan perintahnya. Aldev tidak pernah menerima sebuah kegagalan. Dia akan membunuh siapa saja yang tidak becus dalam bekerja.

"Kalian ingat, siapapun akan bernasib sama seperti b*ngk*i si*lan ini, jika gagal dalam menjalankan tugas dariku, apa lagi ini menyangkut Araku. Tidak ada pengecualian, termasuk Kau, Andri !" ancam Aldev pada semua anak buahnya.

"Bagaimana rencana yang ku buat bisa gagal?" batin Andri.

BERSAMBUNG...

Thanks For Reading...

_Nurmahalicious_

1
Nunung Chaniago
Luar biasa
aira aira
,seru
Ratu Kalinyamat
aneh emg ara ya, ad yg suka tpi d tolak.mlh milih org biasa yg jelas" ga cinta
Anonim
Bukannya wkt nikah mad kawinnya sepetangkat alat solat ya. Kan ada mukenanya
Memyr 67
𝗺𝗮𝗺𝗽𝗶𝗿. 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗽𝗲𝗻𝗮𝘀𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗮𝗽𝗮 𝗰𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗰𝗹𝗮𝗿𝗶𝘀𝘀𝗮, 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗮𝗹𝗶 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿, 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝗯𝘂𝗱𝗮𝗸 𝗰𝗹𝗮𝗿𝗶𝘀𝘀𝗮 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗻𝗮𝗺𝗮 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮.
Deedu Herman
aku belum ngerti alur ceritanya
Filau Cokelat
ceweknya matre
Endang Werdiningsih
aldev knapa berunah,,tadi'a rela menjaga ara dr jauh asal ara bahagia,,
dev,,,jgn makin membuat ara membencimu, karena cinta tdk bisa dipaksakan
Endang Werdiningsih
jebak menjebak fitnah menfitnah...
ara jgn lsg percaya dgn apa yg diterima...
seorang ketua mafia kan hrs bertindak dgn bnyk pertimbangan..
cari tahu kebenaran'a baru ambil tindakan
fia macks
jiminnaaa 💜💜💜 borahae 😘
Kaka El
Author bukan gays,tapi guys
Bukan mantion tapi mansion.
Nurma Azalia Miftahpoenya: Terima kasih sudah di ingatkan, Kak. Novel pertama masih butuh belajar banyak.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Jadeehhh nih org keras kepala sekali,Kamu tuh lagi Hamil Ara,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Whaatt kok Rei mau kalo emang dia tau itu hukan Imel!!!😡😡
Qaisaa Nazarudin
Mommy Cia bisa melawan penjahat,tp dady nya tidak,,, Sama kayak Ara dan Ali deh keknya😂
Qaisaa Nazarudin
Ini lasti Reiner kan,,,
Qaisaa Nazarudin
Harusnya di ambil Video jadi kan ancaman utk Clarissa setelah ini,,biar gak ngelunjak dia..
Qaisaa Nazarudin
Keputusan yg susah kan Ra,,antara ayah dan suami,,Itulah yg Aldev rasa kan dulu kalo kamu mau tau,,🥲🥲
Qaisaa Nazarudin
Hah itu baru liat Ara mengendarai mobil,,Apa reaksi kamu saat tau siapa Ara sebenarnya,,Kamu pasti akan shock Ali🤣🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Aduuhh Aldev udah deh,ngapain kamu mau menyakiti diri sendiri segitu nya,,Ikhlasin Ara Dev,Masih banyak cewek di luar sana yg lebih baik dan cantik setara dgn Ara,ayo dong Dev,cinta kamu sudah berubah jadi obsesi tuh,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🥲🥲
Qaisaa Nazarudin
Kok lain lain sih??yg bener siapa?? Sila mau Ali bersama Clarissa atau atau Ara sih?? Semakin membingungkan🤔🤔🤔
Nurma Azalia Miftahpoenya: Clarissa itu licik, Kak. Dia bisa memutar balikkan fakta
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!