Sebagaimana Tata Surya berada dalam lintasan rotasinya, demikianlah hidup seseorang berada dalam lintasan garis kehidupannya.
Diantara banyaknya garis kehidupan, yang paling sering menjadi perbincangan dan menarik untuk dikisahkan adalah :
*Garis Kehidupan Percintaan*
Karena di garis ini, ada banyak unsur dalam diri seseorang yang bisa mempengaruhi hidupnya dan hidup orang lain.
Sebagaimana garis kehidupan percintaan gadis bernama Kandara Suwendra, seorang Programmer dari Indonesia dengan Darel Kei, seorang member boyband yang terkenal dari Korea Selatan.
Mungkin menurut perspektif kita, Darel dan Kandara berada dalam lintasan garis kehidupan yang berbeda.
Tetapi bukankah ;
"Kehidupan ini, ada yang mengaturnya?"
*Ini karya pertamaku. Mohon dukungannya, ya.🙏🏻❤
*Selamat Membaca.*
🙏🏻Semoga terhibur dan tetap semangat.😊❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Keceriaan.
...~•Happy Reading•~...
Di bagian bumi yang lain ; Melihat kondisi Kandara tadi pagi, Bu Selvine menjadi khawatir. Matanya menyiratkan kesedihan yang dalam. Bu Selvine jadi teringat matanya ketika kehilangan Papanya.
'Mungkinkah telah terjadi sesuatu dengan putriku di Seoul? Atau mungkin dia telah mengalami sesuatu selama bertugas di Seoul? Wajahnya sangat berbeda, ketika dia berangkat ke Seoul.' Bu Selvine terus berpikir dan bertanya dalam hatinya.
Hal itu membuatnya tidak pergi ke butik, agar bisa mengajaknya makan siang di rumah. Bukan saja hendak menyiapkan makanan yang bergizi untuknya, tetapi juga untuk menyemangatinya.
^^^Bu Selvine sudah membuat soup ayam kampung lengkap dengan sayur-mayur untuk makan siang mereka. Beliau juga telah membuat kue dan puding coklat kesukaannya.^^^
Setelah Kandara tiba di rumah, Bu Selvine sudah menyajikan makanan di atas meja makan. Kandara memeluk Mamanya dengan sayang, ketika melihat makanan yang telah disiapkan untuknya. Hatinya benar-benar terharu, mendapatkan perhatian dan kasih sayang Mamanya.
Setelah makan siang, Bu Selvine melihat masih ada waktu sebelum Kandara kembali ke kantor. Beliau coba menyemangati dan menasehati putrinya.
"Dara, kau sudah melihat mendung di luar sana? Mendung itu membuat matahari tidak terlihat dan langit menjadi redup. Sangat berbeda ketika sinar matahari terlihat." Ucap Bu Selvine sambil menatap Kandara.
"Mama melihat, hal yang sama sedang terjadi denganmu. Saat ini wajahmu seperti mendung itu. Jadi sekarang dengarkan Mama."
"Ketika mendung, matahari mungkin tidak terlihat, tetapi bukan berarti matahari tidak bersinar. Saat ini persoalan mungkin menyelimuti hatimu, tapi biarkan cahaya di hatimu tetap bersinar." Ucap Bu Selvine sambil mengelus tangan Kandara.
"Jangan biarkan persoalanmu memadamkan cahaya di hatimu, karena cahaya itulah yang dapat menyinari sekitarmu dan juga agar kau bisa melihat segala sesuatu dengan jelas."
"Berdoalah, agar Tuhan menjaga cahaya di hatimu tetap bersinar. Mama tidak tahu apa yang sedang kau alami, tapi Tuhan tahu. Mama percaya, Tuhan akan menolongmu untuk selesaikan semua persoalan yang kau hadapi. Asalkan kau juga tetap percaya dan mengandalkan-Nya." Ucap Bu Selvine, kemudian berdiri meninggalkan meja makan.
Kandara ikut berdiri dalam diam, dan merenungi apa yang dikatakan Mamanya. Kemudian dia merapikan meja makan, mencuci tangan dan hendak mencuci perangkat makan.
"Dara, biarkan saja. Nanti Mama yang bersihkan semua. Mama akan mengantarmu ke kantor. Jangan lupa bawa kotak kue itu untuk Mala dan Toby." Ucap Bu Selvine lalu mengambil kunci mobil.
"Iyaa, Ma. Makasiiii." Kandara terenyuh menerima kasih sayang Mamanya. Sambil mengisi kotak kue ke dalam paper bag, hatinya bersyukur, bisa pulang makan siang bersama Mamanya.
Setelah tiba di kantor, teman-teman satu ruangan sudah kembali dari istirahat dan makan siang. Begitu juga dengan Mala dan Toby.
Kandara mendekati meja Mala dan Toby. "Mas, ini ada titipan kue dari Mama untuk Mas Mala dan Mas Toby." Kandara meletakan kedua kotak kue di atas meja Mala dan Toby.
"Wuuuaah. Makasiii, Dara. Titip makasi kami buat Tante Selvine, ya." Mala dan Toby sangat senang, menerima kue buatan Bu Selvine. Mereka sudah pernah mencicipi kue buatan Bu Selvine saat mengantar Kandara pulang. Jadi mereka sangat senang dan langsung cicipi.
Pak Ari yang baru balik dari makan siang, melihat kotak kue di atas meja Mala. "Wuuaah, ada desserts di sini rupanya. Boleh dicoba?" Tanpa menunggu, Pak Ari mengambil sepotong kue coklat dari dalam kotak di meja Mala. "Mmmm... Ini enak sekali, Mala".
"Coba yang ini juga, ya." ucap Pak Ari lagi sambil mengambil sepotong kue coklat dalam kotak kue di meja Toby. "Ternyata, sama enaknya, Toby." Ucap Pak Ari sambil tersenyum.
Kandara ikut tersenyum melihat apa yang dilakukan Pak Ari. "Makasi untuk desserts nya." Ucap Pak Ari, lalu masuk ke ruangannya. Mala dan Toby jadi tersenyum sambil menikmati kuenya.
...°-° Suasana hati kita bisa mempengaruhi orang di sekitar kita °-°...
Setelah Pak Ari berada dalam ruangannya, Yeni mendatangi meja Mala dan Toby. Dia ingin tau, apa yang dibawa Kandara untuk Toby. Hatinya sudah gatal dan ingin digaruk melihat kedekatan Kandara dengan Toby.
Yeni sudah lama menaruh hati kepada Toby, tetapi Toby selalu bersikap acuh padanya. Sehingga dia berpikir, mungkin karena Kandara yang membuat Toby tidak meliriknya. Dia tidak melihat, kalau Kandara berlaku baik bukan hanya pada Toby.
"Kalau sudah punya pacar ituuu, jangan suka ganggu lelaki lain. Mentang-mentang cantik, serakah..." Sindir Yeni sambil melewati depan meja Kandara.
^^^Mereka ada 9 orang dalam satu ruangan. Ditambah dengan Pak Ari sebagai kepala bagian, jadi mereka di dalam satu ruangan ada 10 orang. Diantara mereka, ada 3 orang wanita termasuk Kandara.^^^
"Ada apa denganmu, Yeni? Apa siang ini Desserts mu, kulit duren?" Tanya Mala mendengar apa yang dikatakan Yeni. Dia tahu, Yeni sedang menyindir Kandara.
"Iyaa. napaaa...?" Jawab Yeni dan balik bertanya kepada Mala, galak.
"Pantesan, mulutmu tajam dan berduri." Jawab Mala sambil senyum kering.
Semua yang ada dalam ruangan tersenyum mendengar ucapan Mala. Mereka jadi tertawa melihat Yeni kesal sambil pelototi Mala.
"Yeniii... Kalau mau kue, cepatan bilang. Tapi kalau mau Toby, yaa, tahan." Mala makin ngeledek Yeni sambil menahan senyum. Yang lain jadi tertawa mendengar ucapan Mala.
Melihat Yeni sedang pelototi dia, Mala makin ngeledekin. "Yeniiii... Cepatan bilang. Ntarrr, dua-duanya disambar Rina, nyesal loh." Satu ruangan langsung ketawa pecah.
Pak Ari yang dengar ribut-ribut langsung keluar ruangan dan melihat Yeni lagi cemberut sedangkan karyawan yang lain tertawa. 'Ini pasti ulah Mala.' Pikirnya Pak Ari yang sudah tahu, Mala suka ngeledekin Yeni.
"Ada apa denganmu, Yeni. Kenapa wajahmu seperti codingan?" Tanya Pak Ari, serius. Tapi tersenyum dalam hati.
"Mas Mala tuuu, Pak Ari." Jawab Yeni sambil menunjuk Mala.
"Looh, kok luuu." Ucap Mala sambil menunjuk wajahnya sendiri.
"Bukannya, gueee." Ucap Mala sambil jarinya menunjuk wajah Toby. Satu ruangan langsung tertawa, pecah.
Kandara yang sudah menahan tawa dari tadi, melihat Mala dan Yeni langsung mengambil kotak tissu kosong di atas meja. "Ayooo, tidak ada tawa yang gratis. Silahkan di isi, di issiii..." Ucap Kandara sambil mengitari meja rekan kerjanya satu persatu dan menyodorkan kotak tissu.
Ketika sampai di depan Yeni yang masih berdiri, Kandara mencolek dagu Yeni. "Eeeh, eeehh, hampir jatuh cantiknya." Ucapan dan colekan Kandara membuatan semua yang ada dalam ruangan kembali tertawa.
Melihat apa yang dilakukan Kandara dan juga melihat wajahnya mulai ceria, Toby dan Mala saling mengangkat jempol. Mereka merasa senang, karena Kandara mulai bercanda dan tersenyum.
"Ayooo, semuanya mulai kerja. Yeniii, fokus pada laptop di depanmu, jangan pada alisnya Mala." Ucap Pak Ari sambil tersenyum, lalu masuk ke ruangannya.
Yeni menjulurkan lidahnya ke arah Mala, tapi Mala berlaku seakan tidak melihat. Toby mengangkat tangannya, mengajak Mala lakukan tos di udara, sambil tersenyum.
Kandara tersenyum dan menggelengkan kepala. Dia jadi ingat nasehat yang dikatakan Mamanya. 'Jangan biarkan masalah memadamkan cahaya di hati.'
...°-° Keceriaan akan membawa kesenangan bagi orang lain dan juga diri sendiri °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...